ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 540
Target 1 Minggu: Rp 560
Target 1 Bulan: Rp 600
Target 1 Tahun: Rp 800
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) adalah salah satu produsen dan distributor ubin keramik, porselen, dan granit terkemuka di Indonesia, melayani segmen pasar berpenghasilan menengah ke bawah. Perusahaan ini mengoperasikan lima pabrik di Jawa dan Sumatera, memegang posisi pasar domestik yang kuat, didukung oleh manajemen berpengalaman dan metrik profitabilitas yang solid. ARNA dikenal dengan efisiensi biaya terbaik di industrinya dan mampu menjaga margin laba di tengah fluktuasi harga energi. Perusahaan ini aktif melakukan buyback saham dan merupakan 'dividend warrior' dengan rasio pembayaran dividen yang tinggi, menunjukkan komitmen terhadap nilai pemegang saham. Untuk tahun fiskal 2025, analis memproyeksikan P/E ratio 22.78 yang menurun menjadi 14.04 untuk FY26F, dengan P/B ratio 0.41 untuk kedua tahun tersebut, menunjukkan valuasi yang menarik. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) perusahaan adalah 4.95% dan Return on Equity (ROE) sekitar 22.98%. Laba bersih per semester I-2025 tercatat sekitar Rp 204 miliar. Ekspansi produksi melalui Plant 4D yang akan beroperasi pada kuartal IV 2025 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun 2025-2026.

Sentimen Stockbit

Bullish

Skor: —

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang cenderung bullish terhadap ARNA. Analis dari Stockbit Research merekomendasikan 'BUY/Accumulate' untuk investor jangka panjang/dividen, dengan alasan valuasi menarik, efisiensi operasional, dan 'dividend yield' yang tinggi. Ada juga pembahasan mengenai titik masuk (entry point) dan target harga jangka pendek, serta monitoring terhadap program buyback saham perusahaan yang mendekati tenggat waktu 23 Januari 2026. Beberapa pengguna juga berspekulasi mengenai pergerakan harga menjelang pembagian dividen.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 40

Sentimen dari anggota Investing.com terhadap ARNA tampak bervariasi, dengan indikasi 'Bearish' dan 'Bullish' secara bersamaan, menunjukkan pandangan yang campur aduk di kalangan investor individu. Meskipun sentimen analis secara keseluruhan adalah 'Strong Buy' dengan target harga yang signifikan, analisis teknikal secara ringkas justru menunjukkan sinyal 'Strong Sell' dari beberapa indikator. Diskusi terkini juga mencerminkan adanya tekanan jual akhir tahun dan kekhawatiran terhadap program buyback yang dinilai kurang optimal.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Dalam 365 hari terakhir, harga saham ARNA mengalami penurunan sekitar 14.28% (dari Rp 630 menjadi Rp 540), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sekitar 27.84%. Hal ini menunjukkan bahwa ARNA secara signifikan underperform dibandingkan dengan indeksnya. Kinerja yang kurang baik ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor. Adanya tekanan jual akhir tahun dan aksi ambil untung pasca liburan, serta kekhawatiran pasar terhadap program buyback saham ARNA yang dinilai tidak sesuai ekspektasi, telah menekan harga saham. Selain itu, sektor bahan bangunan dan keramik secara umum juga menghadapi sentimen pasar yang melemah. Laporan pendapatan perusahaan menunjukkan penurunan pada tahun 2024 dan 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, yang juga berkontribusi pada sentimen negatif investor. Meskipun ada sentimen positif di awal tahun 2026 dari program fiskal pemerintah dan tanda-tanda pemulihan aktivitas konstruksi, hal tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat kinerja saham dalam setahun terakhir.

Outlook

1 Minggu

Target: 560

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu minggu ke depan, harga saham ARNA diperkirakan akan menunjukkan kinerja yang sedikit lebih baik atau 'outperform' dibandingkan indeks. Ini didukung oleh analis Stockbit yang menargetkan TP1 di 565, meskipun ada resistensi di kisaran 545-550. Batas waktu program buyback perusahaan yang jatuh pada 23 Januari 2026 kemungkinan akan mendorong aktivitas beli menjelang tanggal tersebut, menciptakan potensi volatilitas positif jangka pendek.

1 Bulan

Target: 600

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, ARNA berpotensi 'outperform'. Dengan selesainya program buyback, pasar akan mencerna dampak penuh dari aksi korporasi tersebut. Analis Stockbit menyebutkan target harga TP2 di 590-610. Pemulihan aktivitas konstruksi di Indonesia pada awal tahun 2026 dan potensi sentimen positif dari program infrastruktur pemerintah juga diharapkan memberikan dorongan pada saham-saham di sektor bahan bangunan.

1 Tahun

Target: 800

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, ARNA memiliki potensi besar untuk 'outperform' indeks. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata yang cukup tinggi, berkisar antara 785 hingga 836 IDR. Faktor pendorong utama adalah ekspansi produksi dari Plant 4D yang akan mulai beroperasi pada kuartal IV 2025, yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun 2025-2026. Selain itu, valuasi ARNA saat ini dianggap menarik dengan P/E dan P/B ratio yang relatif rendah dibandingkan proyeksi pendapatan ke depan. Perusahaan ini juga memiliki rekam jejak sebagai 'dividend warrior' dan manajemen yang solid, yang mendukung pandangan jangka panjang yang positif.

Berita Terbaru

Arwana Citramulia Tbk Siapkan Rp50 Miliar untuk Aksi Buyback Saham Perseroan (23 Oct 2025)

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp50 miliar. Pelaksanaan buyback ini akan berlangsung selama tiga bulan, dari 24 Oktober 2025 hingga 23 Januari 2026, dan diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham serta memberikan dampak positif bagi pemegang saham.

Sokongan Produksi dari Pabrik Baru Arwana Citramulia (ARNA) (09 Apr 2025)

ARNA berencana mengandalkan pabrik baru atau Plant 4D di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional. Plant 4D ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV tahun 2025.

ARNA: High Quality Stock with Industry Turnaround (16 Oct 2024)

Analisis dari Stockbit Research menunjukkan bahwa ARNA adalah emiten berkualitas tinggi dengan metrik superior dibandingkan pesaingnya. Perusahaan berhasil meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) melalui bauran produk dan memiliki operasional yang efisien. Laba bersih diproyeksikan tumbuh 9% pada semester II 2024 dan 20% pada tahun fiskal 2025 seiring dengan pemulihan industri yang didorong oleh regulasi anti-dumping dan produk baru yang sukses.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 540
Sentimen Investing.com Mixed 40 %
Sentimen Stockbit Bullish

Buffett Indicator

7.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan berkualitas tinggi dengan keunggulan kompetitif (moat), manajemen yang kompeten, dan valuasi yang menarik. ARNA menunjukkan beberapa karakteristik tersebut: 1. **Bisnis yang Dapat Dipahami dan Unggul**: ARNA adalah pemain terkemuka di industri keramik Indonesia dengan posisi pasar yang kuat dan efisiensi operasional terbaik di industrinya. Ini menunjukkan 'moat' dalam bisnisnya. 2. **Manajemen yang Baik**: Perusahaan aktif dalam buyback saham dan konsisten membagikan dividen, yang mengindikasikan manajemen yang berorientasi pada pemegang saham. 3. **Profitabilitas Kuat**: ARNA memiliki ROE yang solid sebesar 22.98% dan mampu mempertahankan margin laba. 4. **Valuasi**: Meskipun pasar saham Indonesia secara umum 'Modestly Overvalued' menurut Buffett Indicator secara keseluruhan (TMC/GDP Indonesia sekitar 61.78%, di atas rata-rata 10 tahun 50.03%), valuasi ARNA secara spesifik terlihat menarik dengan P/E ratio yang akan menurun dan P/B ratio yang rendah. Analis juga melihat potensi 'upside' yang signifikan. Namun, ada beberapa pertimbangan yang mungkin kurang sesuai dengan preferensi Buffett: 1. **Kinerja Saham Jangka Pendek**: Dalam satu tahun terakhir, ARNA underperform dibandingkan indeks, yang mungkin menimbulkan pertanyaan tentang ketahanan bisnisnya dalam kondisi pasar tertentu. 2. **Sektor Komoditas/Manufaktur**: Meskipun ARNA adalah pemimpin di sektornya, Buffett seringkali lebih menyukai bisnis dengan 'moat' yang lebih defensif atau berulang dibandingkan manufaktur yang mungkin lebih rentan terhadap siklus ekonomi atau tekanan persaingan harga impor. Dengan mempertimbangkan fundamental yang kuat, valuasi yang menarik berdasarkan konsensus analis, rekam jejak dividen, dan manajemen yang baik, namun dengan sedikit kekhawatiran akan kinerja harga saham jangka pendek dan sifat industrinya, kemungkinan Warren Buffett akan memberikan nasihat 'Beli' pada saham ini, mungkin dengan sedikit kehati-hatian. Skala 1-10, saya memberikan nilai 7, yang berarti 'Cukup Mungkin Dibeli'. Pembelian akan lebih fokus pada nilai intrinsik dan potensi jangka panjang.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 560
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 600
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 800
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, ARNA memiliki potensi besar untuk 'outperform' indeks. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata yang cukup tinggi, berkisar antara 785 hingga 836 IDR. Faktor pendorong utama adalah ekspansi produksi dari Plant 4D yang akan mulai beroperasi pada kuartal IV 2025, yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun 2025-2026. Selain itu, valuasi ARNA saat ini dianggap menarik dengan P/E dan P/B ratio yang relatif rendah dibandingkan proyeksi pendapatan ke depan. Perusahaan ini juga memiliki rekam jejak sebagai 'dividend warrior' dan manajemen yang solid, yang mendukung pandangan jangka panjang yang positif.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.