Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 20 january 2026
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 50
Sentimen Investing.com
Skor: 20
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 1600
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 1650
Vs Indeks: In-line
1 Tahun
Target: 1800
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
Mediasi antara PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terkait gugatan wanprestasi dalam perjanjian pembangunan menara telekomunikasi akan kembali digelar pada Selasa, 20 Januari 2026. Mediasi sebelumnya belum menemui titik terang. BALI menggugat Pemkab Badung karena dianggap tidak menjalankan perjanjian kerja sama dalam penyediaan infrastruktur menara telekomunikasi, terutama terkait pembongkaran menara eksisting.
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) telah merealisasikan seluruh dana bersih sebesar Rp1,34 triliun dari penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk melunasi kewajiban utang kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (Rp600 miliar), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) (Rp440,84 miliar), PT Paramitra Intimega (Rp196 miliar), dan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) (Rp109,66 miliar), menunjukkan upaya perusahaan dalam memperbaiki struktur keuangannya.
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp138,72 miliar pada kuartal III-2025, melonjak 32,16% secara tahunan (YoY). Pendapatan perusahaan juga meningkat 22,15% YoY menjadi Rp922,01 miliar, terutama didorong oleh segmen komunikasi data, internet, televisi kabel, dan jasa VSAT RTGS. Total aset perusahaan juga naik menjadi Rp6,33 triliun.
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan dari PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) terkait volatilitas harga saham yang tidak biasa (Unusual Market Activity/UMA) pada periode 3 hingga 13 Juni 2025, di mana saham BALI melonjak 22,93%. Manajemen perusahaan menyatakan tidak ada informasi material atau aksi korporasi yang belum diungkapkan yang dapat mempengaruhi harga saham.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
6.0/10Warren Buffett cenderung menyukai perusahaan dengan model bisnis yang mudah dipahami, memiliki 'moat' (keunggulan kompetitif yang berkelanjutan), manajemen yang kompeten, kesehatan keuangan yang kuat, dan valuasi yang menarik. BALI.JK bergerak di sektor infrastruktur telekomunikasi, yang secara inheren memiliki 'moat' karena tingginya biaya investasi dan perizinan. Bisnis penyewaan menara dan serat optik menghasilkan pendapatan yang stabil dan berulang. Manajemen tampaknya fokus pada pertumbuhan dan pengelolaan utang (dengan pelunasan sukuk). Pertumbuhan laba bersih di 2025 juga merupakan indikator positif. Namun, rasio utang terhadap ekuitas BALI yang relatif tinggi (134,88%) dan adanya sengketa hukum yang berkelanjutan dengan Pemkab Badung akan menjadi perhatian serius bagi Buffett, karena ia sangat menekankan kesehatan neraca yang kuat dan minimalnya risiko litigasi. Valuasi saat ini (P/E 25,97, P/B 1,83) tidak terlalu murah, sehingga mungkin tidak memenuhi kriteria 'nilai mendalam' yang sering dicari Buffett. Oleh karena itu, sementara BALI.JK memiliki elemen bisnis yang menarik bagi Buffett, tingkat utang dan risiko hukum akan membuat beliau berhati-hati, sehingga skor 6 dari 10 adalah penilaian yang sesuai.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam pandangan satu tahun, BALI.JK memiliki potensi untuk 'outperform' indeks. Model bisnisnya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi, khususnya di segmen serat optik (FTTx) dan proyek pemerintah, menawarkan prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Ekonomi Bali diproyeksikan tumbuh positif pada tahun 2026-2027, didukung pariwisata dan investasi strategis (KEK), yang dapat mendorong permintaan akan layanan telekomunikasi BALI. Keberhasilan perusahaan dalam melunasi utang juga meningkatkan kesehatan finansialnya. Namun, keberlanjutan penyelesaian sengketa Badung dan pengelolaan rasio utang yang tinggi akan menjadi kunci. Jika sengketa dapat diselesaikan dan pertumbuhan segmen non-selular terus berlanjut, BALI memiliki posisi yang baik untuk kapitalisasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.