ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 4690
Target 1 Minggu: Rp 4750
Target 1 Bulan: Rp 4850
Target 1 Tahun: Rp 5000
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Neutral/Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA.JK) adalah bank komersial yang menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan di Indonesia, termasuk simpanan, pinjaman, bancassurance, serta layanan digital. Bank ini merupakan bagian dari Salim Group. Secara fundamental, BINA mencatat laba bersih yang tumbuh signifikan pada tahun 2023 menjadi Rp 212 miliar, didukung pertumbuhan aset dan DPK. Namun, laba bersih mengalami penurunan tajam di tahun 2024 menjadi Rp 81,8 miliar. Rasio Price-to-Earnings (P/E) sebesar 6.290,09x dan Price-to-Book Value (P/B) sebesar 7,58x menunjukkan valuasi yang sangat tinggi dan dianggap mahal dibandingkan industri perbankan pada umumnya. Rasio Debt-to-Equity (DER) sebesar 0% menunjukkan posisi keuangan yang sangat kuat dalam hal utang, sementara Return on Equity (ROE) yang rendah sebesar 0,12% mengindikasikan efisiensi profitabilitas yang kurang optimal. Perusahaan tidak membagikan dividen. Bank juga aktif dalam pengembangan perbankan digital dan telah menjadi bank devisa serta bank kustodian.

Sentimen Stockbit

Neutral/Mixed

Skor: 50

Diskusi di Stockbit cenderung bervariasi dan tidak ada sentimen yang jelas mendominasi secara spesifik untuk BINA.JK. Beberapa komentar mungkin terkait dengan pergerakan IHSG secara umum atau saran investasi umum, namun tidak ada konsensus sentimen Bullish atau Bearish yang kuat untuk saham ini.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 60

Investing.com menunjukkan analisis teknikal 'Strong Buy' pada berbagai kerangka waktu (harian, mingguan, bulanan), menunjukkan potensi kenaikan berdasarkan indikator teknikal. Namun, sentimen dari anggota forum terbagi antara 'Bearish' dan 'Bullish', mengindikasikan pandangan yang beragam di kalangan investor ritel. Ini mencerminkan kurangnya konsensus yang jelas di komunitas Investing.com mengenai arah BINA.JK.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Dalam 365 hari terakhir, harga saham BINA.JK naik sekitar 13.28% (dari 4140 menjadi 4690). Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan sekitar 27.83% (dari 7170 menjadi 9167). Ini berarti BINA.JK berkinerja di bawah indeks acuan. Kinerja saham yang kurang impresif ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Meskipun Bank Ina Perdana melaporkan laba bersih yang kuat pada tahun 2023, terjadi penurunan signifikan pada laba bersih di kuartal I-2024 dan laporan keuangan full year 2024. Penurunan profitabilitas ini kemungkinan besar menjadi sentimen negatif bagi investor. Di sisi lain, IHSG mengalami penguatan yang signifikan pada akhir tahun 2023 dan awal 2024, didorong oleh stabilitas makroekonomi domestik dan aliran masuk dana asing. Meskipun BINA.JK melakukan ekspansi strategis seperti menjadi bank devisa dan kustodian serta mengembangkan layanan digital, dampak positifnya belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga saham, terutama karena penurunan laba terbaru.

Outlook

1 Minggu

Target: 4750

Vs Indeks: In-line

Dalam jangka pendek satu minggu, BINA.JK kemungkinan akan bergerak sejalan dengan indeks. Adanya sinyal 'Strong Buy' dari analisis teknikal dapat memberikan dorongan positif. Namun, pasar mungkin masih mencerna berita penurunan laba di tahun 2024, sehingga kenaikan signifikan tidak diantisipasi.

1 Bulan

Target: 4850

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, saham BINA.JK berpotensi sedikit mengungguli indeks, terutama jika sentimen teknikal 'Strong Buy' terus berlanjut dan tidak ada berita fundamental negatif yang signifikan. Ekspansi layanan seperti menjadi bank kustodian dan pengembangan tabungan digital bisa mulai memberikan dampak psikologis positif.

1 Tahun

Target: 5000

Vs Indeks: In-line

Dalam jangka panjang satu tahun, kinerja BINA.JK diperkirakan akan sejalan dengan indeks. Meskipun penurunan laba di tahun 2024 menjadi perhatian, dukungan dari Salim Group, strategi transformasi digital, dan ekspansi layanan (seperti menjadi bank kustodian dan pembukaan cabang baru) berpotensi mendorong pertumbuhan di masa depan. Namun, valuasi yang tinggi (P/E dan P/B) serta ROE yang rendah bisa menjadi penghambat untuk kenaikan harga yang agresif. Target harga 5000 mencerminkan sedikit optimisme terhadap potensi pertumbuhan dan pemulihan profitabilitas.

Berita Terbaru

Bank Ina Cetak Laba Bersih Rp 58,83 Miliar di Kuartal I-2023 (2023-06-13)

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mencatat laba bersih sebesar Rp 58,83 miliar pada kuartal I-2023, tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,95 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit sebesar Rp 11,08 triliun dan peningkatan aset 21,23% menjadi Rp 21,41 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 19,95% menjadi Rp 17,25 triliun.

Laba Bank Ina (BINA) Naik jadi Rp212 Miliar sepanjang 2023 (2024-05-08)

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membukukan total aset sebesar Rp 24 triliun pada tahun 2023, dengan laba bersih melonjak dari Rp 152 miliar menjadi Rp 212 miliar. Perusahaan juga meresmikan kantor cabang baru di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, sebagai upaya memperluas jangkauan layanan perbankan.

Data Kinerja Keuangan Bank Ina Perdana (BINA) pada Kuartal I/2024 (2024-04-29)

Sepanjang kuartal I/2024, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membukukan penurunan laba bersih, meskipun pendapatan perseroan tercatat meningkat.

Financial Statements Full Year 2024 of BINA (2025-04-09)

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mencatat laba bersih sebesar Rp 81,8 miliar pada tahun 2024, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp 207,9 miliar. Laba bersih per saham setara dengan Rp 13,42 per lembar.

Bank INA Resmi Menjadi BANK KUSTODIAN

Bank INA telah secara resmi menjadi Bank Kustodian, menunjukkan perkembangan dalam layanan perbankan yang ditawarkan, yang berpotensi menarik lebih banyak nasabah institusional.

Honest dan Binadigital dari Bank INA Luncurkan Honest Savings, Tabungan Digital yang Terhubung dengan Kartu Kredit

Bank INA melalui kolaborasi Honest dan Binadigital meluncurkan produk Honest Savings, sebuah tabungan digital yang terhubung dengan kartu kredit. Ini menunjukkan upaya bank dalam mengembangkan layanan perbankan digital.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 4690
Sentimen Investing.com Mixed 60 %
Sentimen Stockbit Neutral/Mixed 50 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung mencari perusahaan dengan fundamental yang kuat, valuasi yang wajar (harga di bawah nilai intrinsik), laba yang konsisten dan dapat diprediksi, ROE yang tinggi, serta memiliki 'moat' atau keunggulan kompetitif yang jelas. Untuk BINA.JK, indikator P/E dan P/B yang sangat tinggi (6.290,09x dan 7,58x) menunjukkan bahwa saham ini sangat mahal dan tidak sesuai dengan kriteria valuasi Buffett. Meskipun rasio utang-terhadap-ekuitas 0% sangat positif, laba bersih yang tidak konsisten (naik tajam di 2023, lalu turun drastis di 2024) dan Return on Equity (ROE) yang sangat rendah (0.12%) akan menjadi perhatian serius bagi Buffett. Selain itu, meskipun bagian dari Salim Group memberikan stabilitas, tidak ada 'moat' yang jelas yang menonjol untuk membedakannya secara signifikan dari bank regional lainnya. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini sangat rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 4750
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 4850
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 5000
Kinerja vs Indeks
In-line

Dalam jangka panjang satu tahun, kinerja BINA.JK diperkirakan akan sejalan dengan indeks. Meskipun penurunan laba di tahun 2024 menjadi perhatian, dukungan dari Salim Group, strategi transformasi digital, dan ekspansi layanan (seperti menjadi bank kustodian dan pembukaan cabang baru) berpotensi mendorong pertumbuhan di masa depan. Namun, valuasi yang tinggi (P/E dan P/B) serta ROE yang rendah bisa menjadi penghambat untuk kenaikan harga yang agresif. Target harga 5000 mencerminkan sedikit optimisme terhadap potensi pertumbuhan dan pemulihan profitabilitas.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.