ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 890
Target 1 Minggu: Rp 890
Target 1 Bulan: Rp 910
Target 1 Tahun: Rp 1000
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT BISI International Tbk (BISI.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

Analisis fundamental PT BISI International Tbk (BISI) menunjukkan gambaran keuangan yang beragam. Laba bersih perusahaan mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024 menjadi Rp 178,5 miliar dari Rp 595,6 miliar pada tahun 2023. Tren penurunan ini berlanjut pada kuartal I, II, dan III tahun 2025, di mana laba bersih kuartal I 2025 turun 26,4% dan laba bersih paruh pertama 2025 anjlok 73%. Laba per saham juga tergerus secara substansial. Penjualan perusahaan menurun 40,47% pada tahun 2024 menjadi Rp 1,36 triliun, meskipun penjualan bersih kuartal III 2025 menunjukkan sedikit kenaikan. Meskipun demikian, BISI memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang sangat rendah (0,07 pada 2024), menunjukkan neraca keuangan yang sehat dan tidak tergantung pada utang. Rasio lancar perusahaan juga sangat baik (8,56 pada data sebelumnya), mengindikasikan likuiditas yang kuat. Perusahaan bergerak di industri pertanian yang fundamental, khususnya benih dan produk agroinput, dan memiliki keunggulan diferensiasi di segmen ini. BISI juga telah melakukan diversifikasi bisnis dengan memasuki sektor alat dan mesin pertanian. Valuasi Price to Book Value (PBV) perusahaan berada di bawah 1 kali pada awal 2025, yang dinilai menarik oleh beberapa analis, meskipun Price to Earnings Ratio (PER) relatif tinggi karena penurunan laba. Faktor eksternal seperti dampak El Nino yang memperburuk kondisi pertanian nasional dan ancaman impor jagung AS menjadi tantangan utama yang menekan kinerja BISI. Prospek pemulihan perusahaan sangat bergantung pada perbaikan kondisi cuaca dan keberhasilan strategi efisiensi serta inovasi produk.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 45

Sentimen di Stockbit terhadap BISI.JK cenderung campur aduk. Beberapa investor optimis karena perusahaan memiliki neraca tanpa utang dan Gross Profit Margin (GPM) yang baik. Namun, sentimen pesimis muncul akibat penurunan laba sebesar 27,4% dan peningkatan harga pokok penjualan (COGS) sebesar 17,3%, yang menunjukkan pelemahan kinerja.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 50

Investing.com melaporkan bahwa sentimen analis saat ini tidak didukung secara spesifik, namun sentimen anggota terbagi antara 'Pesimistis' dan 'Optimistis'. Ini menunjukkan pandangan yang beragam di antara komunitas investor Investing.com, tanpa adanya konsensus yang jelas, mencerminkan ketidakpastian terhadap arah saham BISI.JK.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Dalam 365 hari terakhir, harga saham BISI.JK turun sekitar 15.24%, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 27.84%. Kinerja ini menunjukkan bahwa BISI.JK secara signifikan underperformed dibandingkan dengan indeks pasar. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, termasuk laba bersih perusahaan yang anjlok pada tahun 2024 dan berlanjut di sepanjang tahun 2025. Dampak cuaca ekstrem akibat El Nino secara luas menekan sektor pertanian nasional, yang menyebabkan penurunan permintaan benih dan pestisida. Selain itu, potensi ancaman impor jagung dari AS juga menambah tekanan pada prospek bisnis perusahaan. Meskipun ada upaya diversifikasi ke bisnis mesin pertanian, dampaknya belum mampu mengimbangi tekanan dari sektor inti.

Outlook

1 Minggu

Target: 890

Vs Indeks: In-line

Dalam jangka pendek satu minggu, saham BISI.JK kemungkinan akan bergerak sejalan dengan indeks. Harga saat ini sudah mencerminkan sebagian besar berita negatif terbaru tentang penurunan laba. Pergerakan saham mungkin akan relatif stabil tanpa katalis positif atau negatif yang signifikan dalam waktu dekat.

1 Bulan

Target: 910

Vs Indeks: In-line

Untuk satu bulan ke depan, saham BISI.JK diperkirakan akan tetap berada di jalur yang sama dengan indeks, atau sedikit menguat. Meskipun laporan keuangan Q3 2025 menunjukkan penurunan laba, pasar mungkin sudah mengantisipasi hal tersebut. Namun, ancaman impor jagung AS dan gugatan mantan direktur tetap menjadi sentimen negatif yang dapat membatasi potensi kenaikan. Perusahaan perlu menunjukkan kemajuan dalam strategi pemulihan atau diversifikasi bisnis untuk menarik minat investor lebih lanjut.

1 Tahun

Target: 1000

Vs Indeks: Outperform

Dalam jangka satu tahun, BISI.JK memiliki potensi untuk mengungguli indeks, meskipun masih dengan tingkat risiko tertentu. Pemulihan kondisi cuaca pasca El Nino dapat mendorong kembali permintaan benih dan pestisida. Ekspansi perusahaan ke bisnis alat dan mesin pertanian juga berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan baru. Valuasi yang menarik dengan PBV di bawah 1x dapat menarik investor nilai. Namun, keberhasilan dalam mengatasi dampak impor jagung AS dan membalikkan tren penurunan laba bersih akan menjadi kunci untuk mencapai target harga ini.

Berita Terbaru

Bisi International (BISI) Masuk ke Bisnis Mesin Pertanian (2025-01-18)

PT Bisi International Tbk (BISI) semakin serius memasuki bisnis alat dan mesin pertanian, dengan membentuk dua divisi baru: divisi mesin dan divisi teknologi agrikultural. Langkah ini diharapkan dapat memperluas potensi pertumbuhan perusahaan.

Impor Jagung AS Ancam Bisnis BISI hingga USD480 Juta (2025-07-18)

Komitmen pemerintah Indonesia untuk mengimpor produk pertanian dari Amerika Serikat senilai USD4,5 miliar berpotensi menekan bisnis benih jagung PT BISI International Tbk (BISI). Impor jagung konsumsi dalam jumlah besar dengan harga lebih murah dapat menekan harga jual jagung lokal, mengurangi minat petani menanam, dan pada akhirnya menurunkan permintaan benih BISI.

Laba Bersih BISI Anjlok 73% di Paruh Pertama 2025! Penjualan Tertekan, Margin Usaha Melemah (2025-08-08)

PT Bisi International Tbk (BISI) mencatat penurunan laba bersih sebesar 73% pada semester I/2025 menjadi Rp10 per saham, dari Rp38 sebelumnya. Pendapatan terkoreksi 12,13% secara tahunan menjadi Rp626,92 miliar, dengan beban pokok penjualan yang meningkat.

Terkikis 27 Persen, Laba BISI Kuartal III 2025 Sisa Rp90,8 Miliar (2025-11-14)

Laba bersih BISI untuk sembilan bulan pertama tahun 2025 turun 27% menjadi Rp90,8 miliar dari Rp124,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun penjualan bersih naik tipis 5,94% menjadi Rp1,07 triliun, beban pokok penjualan yang membengkak menyebabkan laba kotor menurun.

Rumor

Mantan Direktur Marketing Gugat PT BISI International Tbk Rp5,9 Miliar (2025-11-18)

Mantan Direktur Pemasaran PT BISI International Tbk menggugat perusahaan senilai Rp5,9 miliar ke Pengadilan Negeri Surabaya atas dugaan pemberhentian yang cacat administrasi. Meskipun ini adalah masalah hukum internal, rumor mengenai sengketa manajemen semacam ini dapat menciptakan ketidakpastian di kalangan investor dan memengaruhi persepsi pasar terhadap tata kelola perusahaan.

UBS AG Pangkas Kepemilikan Saham BISI (Januari 2026)

UBS AG, London, dilaporkan kembali memangkas porsi kepemilikan sahamnya di BISI. Aksi divestasi oleh investor institusional besar seperti UBS dapat menimbulkan spekulasi di pasar tentang prospek perusahaan dan sentimen negatif dari investor institusional, yang berpotensi menekan harga saham.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 890
Sentimen Investing.com Mixed 50 %
Sentimen Stockbit Mixed 45 %

Buffett Indicator

4.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada bisnis yang sederhana, mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat (moat), dan menghasilkan laba yang konsisten serta dapat diprediksi. BISI bergerak di sektor pertanian yang fundamental dan mudah dipahami, serta memiliki posisi dominan di pasar benih. Perusahaan juga memiliki neraca keuangan yang sehat dengan rasio utang yang rendah. Namun, penurunan laba bersih yang signifikan dan tidak konsisten dalam beberapa periode terakhir (2024 dan 2025) merupakan perhatian utama bagi Buffett, yang mengutamakan konsistensi pendapatan. Ancaman dari impor jagung AS juga menimbulkan ketidakpastian. Meskipun valuasi PBV terlihat menarik, kurangnya konsistensi laba dan adanya tantangan eksternal membuat saham ini kemungkinan besar akan masuk ke dalam kategori 'terlalu sulit' bagi Buffett saat ini. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini berada pada skala rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 890
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 910
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1000
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam jangka satu tahun, BISI.JK memiliki potensi untuk mengungguli indeks, meskipun masih dengan tingkat risiko tertentu. Pemulihan kondisi cuaca pasca El Nino dapat mendorong kembali permintaan benih dan pestisida. Ekspansi perusahaan ke bisnis alat dan mesin pertanian juga berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan baru. Valuasi yang menarik dengan PBV di bawah 1x dapat menarik investor nilai. Namun, keberhasilan dalam mengatasi dampak impor jagung AS dan membalikkan tren penurunan laba bersih akan menjadi kunci untuk mencapai target harga ini.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.