ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 137
Target 1 Minggu: Rp 150
Target 1 Bulan: Rp 160
Target 1 Tahun: Rp 180
Sentimen Investing: Campuran
Sentimen Stockbit: Campuran ke Bearish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

None (BRRC.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 2 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) adalah perusahaan pengolahan makanan Indonesia yang didirikan pada tahun 2013, berfokus pada produksi remah roti (breadcrumbs). Perusahaan ini beroperasi di sektor Makanan Kemasan dalam Industri Makanan, Minuman & Tembakau. BRRC memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp145,73 Miliar (per 15 November 2025). Meskipun memiliki posisi keuangan yang sehat dengan rasio utang terhadap aset 0,26, rasio P/E (Price/Earnings) BRRC sangat tinggi, yaitu 86,63, yang menunjukkan potensi valuasi yang terlalu tinggi. Rasio Harga/Buku (1,84x) sejalan dengan perusahaan sejenis, tetapi Rasio Harga/Penjualan (1,74x) berada di atas rata-rata sektornya. Perusahaan tidak membagikan dividen. BRRC juga memiliki Sistem Jaminan Halal (SJH), HACCP, dan ISO 22000:2018, serta menjadi mitra toll manufacturing untuk PT Daesang Food Indonesia. Namun, perusahaan relatif baru dan kekurangan data historis untuk menilai pertumbuhan labanya secara andal.

Sentimen Stockbit

Campuran ke Bearish

Skor: 40

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang campur aduk hingga cenderung bearish. Beberapa pengguna, seperti 'penghancur BRRC (PanjiPurba)', menyuarakan skeptisisme terhadap rumor akuisisi, menilainya sebagai 'akal-akalan' untuk menaikkan harga. Ini menunjukkan kehati-hatian investor terhadap informasi spekulatif yang beredar.

Sentimen Investing.com

Campuran

Skor: 50

Sentimen anggota di Investing.com tercatat sebagai 'Bearish' dan 'Bullish', menunjukkan pandangan yang beragam dan tidak ada konsensus yang jelas di antara para investor. Tidak ada sentimen analis yang tersedia.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama setahun terakhir, saham BRRC menunjukkan kinerja yang jauh di bawah indeks. Harga saham BRRC turun dari Rp262 menjadi Rp137, mencatat penurunan sekitar 47,7%. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan signifikan, dari 7064,58 menjadi 8548,78, atau sekitar 21,0%. Kinerja buruk BRRC dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Setelah IPO pada 9 Januari 2025 di harga Rp248 dan mencapai titik tertinggi di Rp326 pada 13 Januari 2025, saham mengalami penurunan signifikan hingga mencapai titik terendah Rp50 pada 3 Maret 2025. Perusahaan relatif baru dan belum memiliki rekam jejak pertumbuhan laba yang konsisten. Selain itu, kegiatan penjualan saham oleh pemegang saham utama (insider selling) oleh PT Granada Global Industri pada 24 Oktober 2025 juga dapat memberikan tekanan negatif. Meskipun ada sentimen positif sesaat dari rumor aksi korporasi dengan Triple B pada akhir tahun 2025, hal ini tampaknya bersifat spekulatif dan tidak cukup menopang kinerja jangka panjang di tengah valuasi yang tinggi dan kurangnya fundamental yang kuat.

Outlook

1 Minggu

Target: 150

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham BRRC diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Spekulasi seputar aksi korporasi yang melibatkan Triple B mungkin memberikan sedikit dorongan, tetapi detail yang belum jelas membatasi potensi kenaikan yang signifikan. Harga saat ini sekitar Rp140.

1 Bulan

Target: 160

Vs Indeks: In-line

Untuk satu bulan ke depan, saham BRRC kemungkinan akan tetap bergerak sejalan dengan indeks. Jika ada klarifikasi lebih lanjut mengenai aksi korporasi yang diumumkan akan dilaksanakan pada tahun 2026, bisa jadi ada katalis positif. Namun, tanpa informasi konkret, spekulasi bisa mereda atau berlanjut tanpa dampak harga yang drastis. Valuasi yang tinggi masih menjadi pertimbangan.

1 Tahun

Target: 180

Vs Indeks: Underperform

Dalam satu tahun ke depan, BRRC diperkirakan akan berkinerja di bawah indeks. Meskipun ada potensi dari aksi korporasi di tahun 2026, valuasi saham saat ini yang sangat tinggi (rasio P/E 86,63) dan kurangnya riwayat pertumbuhan laba yang stabil membuat saham ini berisiko. Tidak adanya dividen dan aktivitas penjualan oleh insider juga menjadi perhatian. Potensi kenaikan harga akan sangat bergantung pada keberhasilan implementasi strategi pertumbuhan yang jelas dari aksi korporasi tersebut.

Berita Terbaru

Sentimen Positif Mengalir, Saham BRRC Diprediksi Melonjak Usai Menandatangani Aksi Korporasi (17 November 2025)

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan rencana aksi korporasi yang melibatkan kerja sama strategis dengan PT Bisnis Bersama Berkah (Triple B). Meskipun detail kerja sama belum diungkapkan sepenuhnya, sentimen positif telah mendorong optimisme terhadap pergerakan saham BRRC. Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Tbk., Reza Priyambada, menjelaskan bahwa lonjakan minat pada saham BRRC sebagian besar dipicu oleh spekulasi pasar.

Raja Roti Cemerlang (BRRC) Buka Suara Soal Rencana Aksi Korporasi (28 Oktober 2025)

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) mengklarifikasi rencana aksi korporasi perseroan. Meskipun bentuknya belum spesifik, pengumuman tersebut sempat membuat harga saham BRRC melonjak tajam. Sekretaris Perusahaan Raja Roti, Nurjihan Khairunisa, menyatakan bahwa aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2026 dan masih dalam tahap kajian serta pematangan untuk mendukung strategi pertumbuhan dan pengembangan usaha perseroan ke depan.

Raja Roti Cemerlang (BRRC) Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia (9 Januari 2025)

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 9 Januari 2025. Setelah resmi melantai, harga saham BRRC naik 18,1% atau berada di level Rp248 per saham pada pembukaan perdagangan.

Rumor

Gara-Gara Rumor Akuisisi, Investor BRRC Cuan Rp2,88 M (2 November 2025)

Rumor akuisisi atau pergantian pengendali yang melibatkan PT Bisnis Bersama Berkah (Triple B) telah memicu respons spekulatif di pasar. Meskipun PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) belum mengkonfirmasi aksi korporasi tersebut secara spesifik, spekulasi telah menyebabkan kenaikan harga saham. Bersamaan dengan rumor ini, PT Granada Global Industri, pemegang saham utama, tercatat mengurangi kepemilikannya di BRRC pada 24 Oktober 2025, melepas sekitar 29,14 juta lembar saham senilai Rp2,88 miliar. Beberapa komentar di Stockbit juga mengindikasikan bahwa rumor akuisisi mungkin merupakan 'akal-akalan' atau taktik untuk menaikkan harga.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 137
Sentimen Investing.com Campuran 50 %
Sentimen Stockbit Campuran ke Bearish 40 %

Buffett Indicator

1.0/10

Warren Buffett kemungkinan besar tidak akan menyarankan untuk membeli saham BRRC. Filosofi investasi Buffett berpusat pada perusahaan dengan moat yang kuat, manajemen yang hebat, pendapatan yang dapat diprediksi, dan valuasi yang menarik. BRRC adalah perusahaan yang relatif baru dengan data historis terbatas untuk menilai pertumbuhan labanya, yang bertentangan dengan preferensi Buffett untuk bisnis yang dapat diprediksi. Rasio P/E yang sangat tinggi menunjukkan valuasi yang terlalu mahal, jauh dari kriteria 'nilai' Buffett. Meskipun posisi utang terhadap asetnya sehat, tidak adanya dividen dan laporan penjualan saham oleh insider adalah tanda-tanda merah. Kurangnya kejelasan tentang 'moat' (keunggulan kompetitif jangka panjang) dan sifat spekulatif dari kenaikan harga berdasarkan rumor aksi korporasi juga tidak sesuai dengan pendekatan investasi jangka panjang dan berbasis fundamental Buffett.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 150
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 160
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 180
Kinerja vs Indeks
Underperform

Dalam satu tahun ke depan, BRRC diperkirakan akan berkinerja di bawah indeks. Meskipun ada potensi dari aksi korporasi di tahun 2026, valuasi saham saat ini yang sangat tinggi (rasio P/E 86,63) dan kurangnya riwayat pertumbuhan laba yang stabil membuat saham ini berisiko. Tidak adanya dividen dan aktivitas penjualan oleh insider juga menjadi perhatian. Potensi kenaikan harga akan sangat bergantung pada keberhasilan implementasi strategi pertumbuhan yang jelas dari aksi korporasi tersebut.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.