ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 17300
Target 1 Minggu: Rp 17900
Target 1 Bulan: Rp 18500
Target 1 Tahun: Rp 18000
Sentimen Investing: Netral
Sentimen Stockbit: Netral

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bayan Resources Tbk. (BYAN.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bayan Resources Tbk (BYAN.JK) adalah salah satu produsen batu bara terintegrasi terkemuka di Indonesia, yang dikenal sebagai produsen berbiaya rendah dengan operasi yang mencakup penambangan, persiapan batu bara, barging, dan transshipment. Perusahaan memiliki konsesi penambangan yang luas di Kalimantan Timur dan Selatan, serta mengoperasikan Terminal Batubara Balikpapan dan dua kapal transfer terapung. BYAN adalah saham pembayar dividen, dengan imbal hasil dividen trailing twelve months (TTM) sebesar 1,14% (per 15 Januari 2026). Meskipun menunjukkan pertumbuhan total aset sebesar 63,74% antara 2021 dan 2024, total liabilitas perusahaan tumbuh lebih cepat sebesar 139,40% pada periode yang sama. Laba bersih BYAN pada tahun 2024 menyusut 22,04% dari tahun sebelumnya, dari 19,12 triliun IDR menjadi 14,91 triliun IDR. Pada kuartal III 2025, pendapatan mencapai Rp 40,71 triliun, turun 1,57% YoY, dan laba bersih juga menurun 15,89% YoY. Valuasi BYAN, dengan P/E TTM 38,35x, P/B TTM 14,77x, dan P/S TTM 10,20x, diperdagangkan dengan premium dibandingkan rata-rata sektor Minyak, Gas & Batu Bara. Namun, dari perspektif Peter Lynch, nilai wajar BYAN per 18 Januari 2026 adalah 10.449 IDR, menunjukkan saham saat ini tidak menarik untuk investasi berdasarkan metode tersebut.

Sentimen Stockbit

Netral

Skor: 50

Sentimen spesifik mengenai BYAN di Stockbit tidak banyak ditemukan dalam pencarian. Sebuah postingan terbaru (20 Januari 2026) menyebut BYAN dalam konteks analisis pasar umum tanpa memberikan sentimen yang jelas terhadap saham tersebut. Oleh karena itu, sentimen di Stockbit dapat dianggap netral karena kurangnya diskusi yang terarah.

Sentimen Investing.com

Netral

Skor: 50

Analisis teknikal dari Investing.com per 15 Januari 2026 menunjukkan rangkuman 'Netral' untuk BYAN. Meskipun ada beberapa sinyal 'Beli' dari indikator moving average, indikator teknikal lainnya juga menunjukkan posisi netral atau jual. Tidak ada forum diskusi yang memberikan sentimen yang jelas atau pengaruh kunci yang signifikan dari postingan Investing.com yang ditemukan.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, saham BYAN mengalami penurunan sekitar 15,09% (dari 20375 menjadi 17300), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sekitar 27,84% (dari 7170.74 menjadi 9167.16). Ini menunjukkan bahwa BYAN secara signifikan memiliki kinerja di bawah indeks. Kinerja buruk ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan harga batu bara global yang signifikan sepanjang tahun 2023 dan diproyeksikan berlanjut pada 2024. Meskipun BYAN berhasil meningkatkan volume produksi dan penjualan batu bara pada tahun 2023, pendapatan dan laba bersihnya tergerus akibat harga jual rata-rata yang lebih rendah. Tantangan dari transisi energi global juga memberikan tekanan pada prospek jangka panjang komoditas batu bara, meskipun BYAN dikenal sebagai produsen berbiaya rendah dan memiliki operasional yang terintegrasi.

Outlook

1 Minggu

Target: 17900

Vs Indeks: Outperform

Berdasarkan analisis terbaru (19 Januari 2026), saham BYAN saat ini diperdagangkan pada harga diskon dan memiliki potensi untuk menguji kembali area 17.800-18.200. Dukungan dari pembelian saham oleh direktur utama baru-baru ini juga dapat memberikan sentimen positif jangka pendek. Oleh karena itu, dalam satu minggu ke depan, diperkirakan BYAN akan mengungguli indeks dengan sedikit kenaikan harga.

1 Bulan

Target: 18500

Vs Indeks: Outperform

Pembelian saham oleh Dato' Dr. Low Tuck Kwong pada pertengahan Januari 2026 menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk memangkas produksi batu bara nasional dapat memberikan dukungan pada harga komoditas, yang berpotensi mengangkat saham BYAN dalam jangka pendek hingga menengah. Dengan valuasi yang masih dianggap diskon secara statistik, ada ruang untuk pergerakan naik lebih lanjut dalam satu bulan.

1 Tahun

Target: 18000

Vs Indeks: In-line

Prospek harga batu bara global jangka panjang masih menghadapi tantangan akibat transisi energi. Meskipun BYAN adalah produsen berbiaya rendah dengan posisi kuat, tekanan dari sektor ini dapat membatasi kenaikan harga saham yang signifikan. Terdapat pandangan yang beragam mengenai nilai wajar BYAN, dengan beberapa analisis menunjukkan valuasi yang terlalu tinggi dan nilai wajar di bawah harga pasar saat ini berdasarkan metode Peter Lynch. Namun, kemampuan operasional yang kuat dan status sebagai pembayar dividen dapat memberikan dasar harga. Target ini mencerminkan apresiasi terbatas, mengakui kekuatan operasional BYAN di tengah tantangan industri yang lebih luas, sehingga cenderung sejalan dengan pergerakan indeks secara konservatif.

Berita Terbaru

Pengendali Bayan Resources Tbk Kembali Tambah Investasinya di BYAN (19 Januari 2026)

Dato' Dr. Low Tuck Kwong, Direktur Utama dan pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), terus menambah kepemilikan sahamnya. Pada 15 Januari 2026, ia membeli 2.700 lembar saham dengan harga Rp 17.131 per saham untuk tujuan investasi. Ini menyusul pembelian 1.100 lembar saham pada 14 Januari 2026 di harga Rp 17.150 per saham.

Pemerintah Pangkas Ratusan Juta Ton Produksi Batu Bara-Nikel Tahun Ini (19 Januari 2026)

Pemerintah Indonesia memangkas target produksi batu bara pada tahun 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, turun sekitar 190 juta ton dari realisasi 2025 (790 juta ton). Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong kenaikan harga batu bara dan menjaga cadangan.

BYAN di Harga Diskon, Pasar Masih Cuek? (19 Januari 2026)

Meskipun valuasi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) saat ini berada di zona diskon dibandingkan rata-rata historisnya, pasar belum menunjukkan antusiasme yang kuat. Harga saham BYAN menguat tipis pada 19 Januari 2026 ke level 17.175. Secara statistik, saham ini diperdagangkan dengan diskon, dengan harga wajar berbasis P/E di kisaran 19.500-20.000.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 17300
Sentimen Investing.com Netral 50 %
Sentimen Stockbit Netral 50 %

Buffett Indicator

6.5/10

Warren Buffett mencari perusahaan dengan 'moat' (keunggulan kompetitif), manajemen yang kompeten, laba yang konsisten, dan harga yang wajar. BYAN memiliki beberapa atribut positif: sebagai produsen batu bara berbiaya rendah dan terintegrasi, ini memberikan semacam keunggulan operasional. Perusahaan juga merupakan pembayar dividen yang konsisten dan memiliki arus kas yang kuat. Manajemen, dalam hal ini Dato' Dr. Low Tuck Kwong, aktif menambah kepemilikan sahamnya, yang merupakan tanda positif kepercayaan diri internal. Namun, sektor batu bara adalah industri yang sangat siklis dan menghadapi tantangan jangka panjang dari transisi energi global, yang mungkin bukan 'moat' yang disukai Buffett. Selain itu, rasio valuasi BYAN (P/E, P/B, P/S) saat ini lebih tinggi dari rata-rata sektornya, menunjukkan saham mungkin diperdagangkan pada premium. Walaupun ada analisis yang menunjukkan saham ini diskon secara statistik, ada juga perhitungan nilai wajar yang jauh di bawah harga saat ini. Buffett cenderung menghindari industri dengan ketidakpastian jangka panjang yang tinggi dan valuasi yang tidak menarik. Mengingat faktor-faktor ini, kemungkinan Buffett akan mendekati BYAN dengan hati-hati. Skor 6,5 mencerminkan kekuatan operasional dan manajemen yang baik, namun diimbangi dengan risiko siklus industri dan valuasi yang mungkin kurang konservatif untuk standar Buffett.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 17900
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 18500
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 18000
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek harga batu bara global jangka panjang masih menghadapi tantangan akibat transisi energi. Meskipun BYAN adalah produsen berbiaya rendah dengan posisi kuat, tekanan dari sektor ini dapat membatasi kenaikan harga saham yang signifikan. Terdapat pandangan yang beragam mengenai nilai wajar BYAN, dengan beberapa analisis menunjukkan valuasi yang terlalu tinggi dan nilai wajar di bawah harga pasar saat ini berdasarkan metode Peter Lynch. Namun, kemampuan operasional yang kuat dan status sebagai pembayar dividen dapat memberikan dasar harga. Target ini mencerminkan apresiasi terbatas, mengakui kekuatan operasional BYAN di tengah tantangan industri yang lebih luas, sehingga cenderung sejalan dengan pergerakan indeks secara konservatif.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.