ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 93
Target 1 Minggu: Rp 85
Target 1 Bulan: Rp 78
Target 1 Tahun: Rp 65
Sentimen Investing: Sangat Bearish
Sentimen Stockbit: Netral hingga Sedikit Bearish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL.JK) adalah perusahaan induk yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan kegiatan pertambangan lainnya, dengan lokasi penambangan utama di Kalimantan Tengah. Secara fundamental, perusahaan mencatat penurunan penjualan menjadi Rp162,94 miliar dan laba bersih Rp17,36 miliar pada semester I-2025, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 (penjualan Rp222,2 miliar, laba bersih Rp26,43 miliar). Namun, pada Q3 2024, laba bersih COAL membukukan Rp42,7 miliar, naik dari Rp42,4 miliar pada Q3 2023, dengan ROA dan ROE yang menunjukkan peningkatan, serta margin kotor, operasi, dan bersih yang ikut meningkat dari tahun ke tahun. Prospek harga batu bara global diperkirakan akan menghadapi tekanan pada tahun 2025-2027 karena perlambatan ekonomi global dan transisi energi, meskipun permintaan yang kuat dari India memberikan dukungan. Perusahaan juga sedang menjajaki peluang di bidang pertambangan mineral yang berkaitan dengan energi baru dan terbarukan (EBT) yang dapat menjadi diversifikasi di masa depan.

Sentimen Stockbit

Netral hingga Sedikit Bearish

Skor: 40

Diskusi terbaru di Stockbit menunjukkan sentimen yang cenderung netral hingga sedikit bearish untuk COAL. Rekomendasi teknis menunjukkan tren 'Sideways' dengan 'Tekanan Jual Tinggi' setelah retest support. Beberapa analis menyarankan 'Hold' dengan target harga beli dan jual yang spesifik, mengindikasikan bahwa pergerakan saham perlu diwaspadai meskipun ada potensi kenaikan jangka pendek.

Sentimen Investing.com

Sangat Bearish

Skor: 20

Sentimen di Investing.com untuk COAL sangat bearish. Meskipun 'Members' Sentiments' menunjukkan campuran 'Bearish' dan 'Bullish', rangkuman teknikal secara keseluruhan adalah 'Strong Sell'. Indikator teknikal seperti rata-rata bergerak dan indikator lainnya (RSI, MACD) sebagian besar memberikan sinyal 'Jual', menunjukkan prospek negatif berdasarkan analisis teknikal harian.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Dalam 365 hari terakhir, saham COAL menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 132% (dari Rp 40 menjadi Rp 93 berdasarkan data yang diberikan), jauh melampaui kinerja indeks yang hanya naik sekitar 21.83% (dari 7096.44 menjadi 8645.84). Kinerja superior ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk lonjakan harga saham sebesar 288% dalam empat bulan terakhir, mencapai status 'bagger' setelah lepas dari papan pemantauan khusus FCA pada akhir November 2025. Namun, perlu dicatat bahwa kinerja operasional perusahaan pada semester I-2025 justru mengalami penurunan penjualan dan laba bersih. Performa positif ini kemungkinan besar dipicu oleh sentimen spekulatif pasar, pengumuman rencana perusahaan untuk menjajaki peluang di sektor mineral EBT, serta optimisme jangka pendek di pasar batu bara yang masih berfluktuasi. Namun, menjelang akhir tahun 2025, saham COAL mengalami tekanan jual akibat kekhawatiran atas penurunan harga batu bara global dan potensi kelebihan pasokan.

Outlook

1 Minggu

Target: 85

Vs Indeks: Underperform

Dalam seminggu ke depan, COAL diperkirakan akan menghadapi tekanan jual berkelanjutan karena sentimen negatif dari analisis teknikal (Strong Sell) di Investing.com dan prospek harga batu bara global yang masih cenderung melemah. Harga batu bara Newcastle diperdagangkan di sekitar $108 per ton pada 19 Desember 2025, dan diproyeksikan turun. Oleh karena itu, diperkirakan akan ada sedikit penurunan atau pergerakan sideways yang cenderung negatif.

1 Bulan

Target: 78

Vs Indeks: Underperform

Untuk satu bulan ke depan, saham COAL kemungkinan akan terus di bawah tekanan. Meskipun ada upaya diversifikasi ke mineral EBT, ini masih dalam tahap penjajakan. Kinerja keuangan semester I-2025 yang menurun dan tekanan harga batu bara global diperkirakan akan menjadi faktor utama. Harga batu bara global diproyeksikan akan menurun di tahun 2025, yang akan membebani pendapatan perusahaan. Koreksi lebih lanjut setelah kenaikan spekulatif sangat mungkin terjadi.

1 Tahun

Target: 65

Vs Indeks: Underperform

Prospek satu tahun untuk COAL cenderung negatif. Prediksi harga batu bara untuk tahun 2025-2027 menunjukkan tren penurunan yang signifikan karena transisi energi global dan target pengurangan emisi. Meskipun ada minat pada mineral EBT, implementasi dan dampak finansialnya masih jauh. Tanpa fundamental yang kuat untuk menopang valuasi pasca-spekulasi dan dengan tantangan jangka panjang di sektor batu bara, saham ini berisiko mengalami koreksi substansial.

Berita Terbaru

Emiten Batu Bara Singgung Tambang Mineral EBT, Saham Rp 34 Melejit 288% (13 Desember 2025)

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mengumumkan rencana untuk menjajaki peluang di bidang pertambangan mineral yang berkaitan dengan energi baru dan terbarukan (EBT). Rencana ini diungkapkan dalam paparan publik insidentil pada 10 Desember 2025. Perusahaan mengakui bahwa kinerja tahun 2025 dipengaruhi oleh cuaca ekstrem di Kalimantan Tengah, tetapi berharap cuaca membaik dan harga batu bara naik di tahun 2026. Saham COAL melonjak 288,23% dalam empat bulan terakhir, mencapai Rp 132 pada 12 Desember 2025, meskipun laporan keuangan semester I-2025 menunjukkan penurunan penjualan dan laba bersih.

BLACK DIAMOND RESOURCES RAIH PENJUALAN Rp162,94 MILIAR HINGGA JUNI 2025 (24 Agustus 2025)

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mencatatkan penjualan sebesar Rp162,94 miliar hingga 30 Juni 2025, turun dari Rp222,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menurun menjadi Rp17,36 miliar dari Rp26,43 miliar.

Saham Batu Bara Black Diamond Resources (COAL) Melejit, Cetak Bagger (3 Desember 2025)

Saham COAL melonjak lebih dari 100% dalam sebulan terakhir, mencapai 'bagger' status. Pada 1 Desember 2025, saham ini naik 34,94% ke Rp 112. Kenaikan signifikan ini terjadi meskipun kinerja keuangan semester I-2025 menunjukkan penurunan penjualan dan laba bersih. Pergerakan harga ini tampaknya didorong oleh sentimen investor setelah saham lepas dari papan pemantauan khusus FCA pada 28 November 2025.

PT Black Diamond Resources Tbk shares trading down 13.33% (15 Desember 2025)

Saham PT Black Diamond Resources Tbk turun 13,33% selama jam makan siang, saat ini di Rp 104,00 setelah jatuh dari penutupan sebelumnya di Rp 120,00 ke level terendah intraday Rp 103,00. Penurunan signifikan ini tampaknya didorong oleh pelemahan yang lebih luas pada saham batu bara Indonesia di tengah kekhawatiran atas penurunan harga batu bara termal dan berkurangnya permintaan dari pasar utama Asia, terutama Tiongkok, menjelang akhir tahun.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 93
Sentimen Investing.com Sangat Bearish 20 %
Sentimen Stockbit Netral hingga Sedikit Bearish 40 %

Buffett Indicator

2.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang jelas (moat), manajemen yang kuat, pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi, serta model bisnis yang mudah dimengerti dan tahan lama. PT Black Diamond Resources Tbk, sebagai perusahaan pertambangan batu bara, beroperasi dalam industri komoditas yang sangat siklis dan sangat tergantung pada harga komoditas global. Sektor ini menghadapi tantangan struktural jangka panjang dari transisi energi global dan tekanan lingkungan. Meskipun perusahaan menjajaki mineral EBT, ini masih tahap awal dan tidak memberikan kepastian pendapatan di masa depan. Laporan keuangan semester I-2025 juga menunjukkan penurunan penjualan dan laba bersih. Oleh karena itu, COAL.JK tidak akan menjadi pilihan investasi yang disarankan oleh Warren Buffett karena kurangnya moat yang jelas, volatilitas pendapatan, ketergantungan pada komoditas, dan prospek jangka panjang yang tidak pasti di tengah pergeseran energi global.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 85
Kinerja vs Indeks
Underperform
Target 1 Bulan
Rp. 78
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 65
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek satu tahun untuk COAL cenderung negatif. Prediksi harga batu bara untuk tahun 2025-2027 menunjukkan tren penurunan yang signifikan karena transisi energi global dan target pengurangan emisi. Meskipun ada minat pada mineral EBT, implementasi dan dampak finansialnya masih jauh. Tanpa fundamental yang kuat untuk menopang valuasi pasca-spekulasi dan dengan tantangan jangka panjang di sektor batu bara, saham ini berisiko mengalami koreksi substansial.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.