Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 23 december 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 60
Sentimen Investing.com
Skor: 30
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 3720
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 3680
Vs Indeks: Underperform
1 Tahun
Target: 3450
Vs Indeks: Underperform
Berita Terbaru
PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) berencana membagikan dividen interim tunai sebesar Rp 284,45 miliar atau Rp 80 per saham untuk tahun buku 2025. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 15 Desember 2025, dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 November 2025. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham meskipun pasar batubara sedang menantang.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
2.0/10Warren Buffett cenderung menghindari investasi di perusahaan komoditas seperti batubara karena sifat siklisnya dan kurangnya 'moat' (keunggulan kompetitif berkelanjutan) yang kuat. Industri batubara sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global, perubahan regulasi lingkungan, dan pergeseran menuju energi terbarukan. Meskipun PT Prima Andalan Mandiri Tbk memiliki neraca yang konservatif, likuiditas yang baik, dan membagikan dividen, prospek jangka panjang untuk sektor batubara secara keseluruhan tidak sesuai dengan filosofi Buffett yang mencari bisnis dengan pendapatan yang dapat diprediksi dan pertumbuhan jangka panjang yang stabil. Risiko-risiko struktural dalam industri batubara akan membuat Buffett enggan berinvestasi pada saham ini, kecuali jika saham tersebut diperdagangkan pada diskon yang sangat dalam, yang mana PBV saat ini menunjukkan tidak demikian.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam satu tahun ke depan, MCOL diperkirakan akan terus underperform indeks. Prospek jangka panjang untuk batubara secara global cenderung menurun karena transisi energi dan peningkatan penggunaan energi terbarukan. Meskipun ada proyeksi permintaan batubara yang mencapai puncaknya pada 2025 sebelum menurun menuju 2030, tekanan dekarbonisasi dan kelebihan pasokan akan menjadi faktor penekan utama. Ini akan memberikan tantangan signifikan bagi perusahaan batubara seperti MCOL, meskipun memiliki manajemen yang baik dan batubara 'ramah lingkungan'.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.