ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 1460
Target 1 Minggu: Rp 1470
Target 1 Bulan: Rp 1500
Target 1 Tahun: Rp 1550
Sentimen Investing: Positif
Sentimen Stockbit: Campuran ke Positif

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP.JK) menunjukkan kinerja fundamental yang cukup solid meskipun ada beberapa area yang perlu diperhatikan. Perusahaan ini telah mencatat laba positif selama 5 tahun berturut-turut. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) di bawah 1 (0,14 kali modal) menunjukkan kesehatan keuangan yang baik dalam pengelolaan utang. Rasio Harga terhadap Nilai Buku (PBV) sebesar 0,74 menunjukkan bahwa saham NISP berpotensi undervalued dibandingkan valuasi perusahaan, namun ada juga penilaian yang menyebutkan saham ini overvalued. Pendapatan bunga meningkat 13,32% YoY di Kuartal III-2024, didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 11,54% YoY. Rasio CASA (Current Account Savings Account) juga meningkat menjadi 56,10% di Kuartal III-2024, menandakan kepercayaan nasabah yang baik dan potensi biaya dana yang lebih rendah. Namun, Net Interest Margin (NIM) NISP di level 4,37% di Kuartal III-2024 masih dianggap rendah (<5%) dibandingkan dengan rata-rata industri, menunjukkan ruang untuk peningkatan profitabilitas dari spread bunga. Pertumbuhan laba NISP rata-rata 19,5% per tahun selama 5 tahun terakhir, meskipun pertumbuhan tahun lalu melambat menjadi 0,4%, di bawah rata-rata industri perbankan 7,2%. Margin laba bersih saat ini 37,8%, sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya (40,4%). Rasio Lancar (Current Ratio) dilaporkan 0 pada Januari 2026 (TTM), yang sangat rendah dan perlu diperhatikan, meskipun rata-rata historis 10 tahun adalah 40,64. Ini mungkin anomali data untuk bank.

Sentimen Stockbit

Campuran ke Positif

Skor: 65

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang cenderung campuran hingga positif. Meskipun ada kekhawatiran tentang gugatan hukum terkait merger Commonwealth, sebagian investor melihatnya sebagai isu yang dapat dikelola. Secara keseluruhan, ada pandangan hati-hati namun optimis terhadap NISP sebagai investasi jangka panjang, dengan fokus pada strategi dan tujuan investasi.

Sentimen Investing.com

Positif

Skor: 70

Sentimen analis di Investing.com menunjukkan 'Beli' dengan target harga rata-rata IDR 1.500 dan potensi kenaikan +3,09%. Analisis teknikal juga memberikan sinyal 'Strong Buy'. Namun, sentimen anggota (members' sentiments) terbagi antara 'Bearish' dan 'Bullish', menunjukkan adanya keragaman pandangan di kalangan investor ritel. Secara keseluruhan, pandangan dari analis dan indikator teknikal lebih dominan positif.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham NISP.JK mengalami kenaikan sebesar 9.36% (dari 1335 menjadi 1460), sementara indeks pasar (IHSG) naik secara signifikan sebesar 27.84% (dari 7170.73 menjadi 9167.16). Ini menunjukkan bahwa NISP.JK secara jelas berkinerja di bawah indeks. Kinerja di bawah indeks ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk perlambatan pertumbuhan laba NISP di tahun terakhir (0,4%) dibandingkan rata-rata 5 tahun (19,5%), yang juga lebih rendah dari pertumbuhan industri perbankan (7,2%). Meskipun NISP terlibat dalam kegiatan akuisisi Bank Commonwealth dan ditetapkan sebagai PIKK operasional, dampak positif dari peristiwa ini mungkin belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga saham, atau mungkin diimbangi oleh sentimen pasar yang lebih luas atau kekhawatiran tentang margin laba bersih yang sedikit menurun dan NIM yang masih relatif rendah.

Outlook

1 Minggu

Target: 1470

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu minggu ke depan, saham NISP.JK diperkirakan akan sedikit mengungguli indeks. Harga penutupan terakhir adalah 1.440 IDR (19 Januari 2026). Dengan analisis teknikal yang menunjukkan sinyal 'Strong Buy' dan target harga analis rata-rata sekitar 1.500 IDR, ada potensi kenaikan harga dalam jangka pendek. Volatilitas saham NISP relatif rendah, dengan beta 0,47, menunjukkan stabilitas yang dapat menarik investor jangka pendek. Harga tertinggi sepanjang masa NISP adalah 1.470 IDR (13 Januari 2026), menunjukkan level resistensi dan potensi target terdekat.

1 Bulan

Target: 1500

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, NISP.JK diproyeksikan untuk mengungguli indeks. Target harga rata-rata analis adalah 1.500 IDR dengan potensi kenaikan sekitar 3,09%. Katalis utama dalam periode ini adalah rilis laporan keuangan berikutnya pada 3 Februari 2026. Kinerja positif yang berkelanjutan, terutama dalam pertumbuhan kredit dan CASA seperti yang terlihat di Kuartal III-2024, dapat mendukung sentimen positif ini. Namun, investor juga akan mencermati dampak beban bunga yang meningkat dan NIM yang masih relatif rendah.

1 Tahun

Target: 1550

Vs Indeks: In-line

Dalam jangka waktu satu tahun, NISP.JK diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Meskipun target harga analis konservatif di 1.500 IDR, valuasi fundamental menunjukkan bahwa saham ini berpotensi undervalued oleh beberapa metrik (PBV 0.74, PE 6.85). OCBC NISP memiliki pertumbuhan laba historis yang kuat (19,5% per tahun selama 5 tahun) dan pendapatan yang tumbuh 14,7% per tahun. Integrasi Bank Commonwealth dan perannya sebagai PIKK operasional diharapkan dapat memberikan manfaat sinergis jangka panjang, meningkatkan skala dan jangkauan operasionalnya. Namun, tantangan seperti perlambatan pertumbuhan laba di tahun terakhir, NIM yang relatif rendah, dan persaingan di sektor perbankan dapat membatasi kinerja outperform yang signifikan. Penilaian intrinsic value yang overvalued oleh Alpha Spread (1.176 IDR vs 1.460 IDR) juga memberikan perspektif yang lebih hati-hati. Oleh karena itu, kinerja yang sejalan dengan indeks adalah skenario yang paling mungkin.

Berita Terbaru

OJK Putuskan NISP Jadi Holding Jasa Keuangan Atas OCBC (30 September 2025)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) operasional untuk Konglomerasi Keuangan OCBC, efektif per 24 September 2025. Ini menandai peran strategis NISP dalam struktur grup keuangan OCBC.

OCBC dan Commonwealth Merger per 1 September 2024, Aset Jadi Rp265,8 T (setahun lalu)

Merger antara OCBC dan Commonwealth Bank Indonesia telah disepakati untuk berlaku efektif per 1 September 2024, yang akan meningkatkan total aset OCBC Indonesia menjadi Rp265,8 triliun. Proses akuisisi ini telah selesai dan diharapkan dapat memperkuat posisi pasar NISP.

9M-2025, OCBC Cetak Laba Bersih Rp 3,82 T (2 bulan lalu)

PT Bank OCBC NISP Tbk melaporkan laba bersih sebesar Rp3,82 triliun untuk sembilan bulan pertama tahun 2025.

Laporan Keuangan NISP Kuartal III-2024 Menunjukkan Pertumbuhan Positif (4 Desember 2024)

Bank OCBC NISP melaporkan pertumbuhan aset, kas, dan kredit yang positif di Kuartal III-2024. Porsi kas tumbuh 16,87% YoY menjadi Rp938,37 miliar dan kredit naik 11,54% YoY menjadi Rp155,42 triliun. Pendapatan bunga juga meningkat 13,32% YoY. Namun, beban bunga juga mengalami kenaikan 18,51% YoY.

NISP akan Merilis Laporan Keuangan Berikutnya pada 3 Februari 2026

PT Bank OCBC NISP Tbk dijadwalkan akan merilis laporan keuangan berikutnya pada tanggal 3 Februari 2026. Ini merupakan tanggal penting bagi investor untuk memantau kinerja perusahaan.

Rumor

Gugatan Hukum Terkait Residu Merger Commonwealth (19 Januari 2026)

Terdapat diskusi di Stockbit mengenai gugatan hukum yang dihadapi NISP, yang dijelaskan sebagai residu dari merger dengan Commonwealth terkait lelang aset lama. Meskipun terdengar negatif, seorang pengguna melihatnya sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, menekankan pentingnya strategi yang jelas.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 1460
Sentimen Investing.com Positif 70 %
Sentimen Stockbit Campuran ke Positif 65 %

Buffett Indicator

7.0/10

Warren Buffett cenderung menyukai perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, memiliki moat kompetitif yang kuat, manajemen yang jujur dan kompeten, serta valuasi yang menarik. NISP.JK sebagai bank besar di Indonesia memenuhi beberapa kriteria ini. **Alasan Buffett mungkin akan mempertimbangkan pembelian:** 1. **Bisnis yang Mudah Dipahami:** Perbankan adalah sektor yang relatif mudah dipahami, meskipun kompleksitasnya bervariasi. 2. **Laba Konsisten:** NISP telah mencatat laba positif selama lima tahun berturut-turut, dengan pertumbuhan laba 19,5% per tahun selama lima tahun terakhir, menunjukkan stabilitas. 3. **Valuasi yang Berpotensi Menarik:** Saham ini dianggap undervalued berdasarkan PBV (0,74) dan beberapa analisis lain. 4. **Manajemen yang Terbukti:** Perusahaan telah berhasil mengelola pertumbuhan aset, kredit, dan Dana Pihak Ketiga (DPK). 5. **Moat Kompetitif (CASA):** Peningkatan rasio CASA menunjukkan kemampuan bank untuk menarik dana murah, yang merupakan keunggulan kompetitif bagi bank. **Alasan Buffett mungkin akan ragu:** 1. **Perlambatan Laba Terbaru:** Pertumbuhan laba tahun lalu yang melambat secara signifikan (0,4%) di bawah rata-rata industri dapat menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan momentum pertumbuhan. 2. **NIM yang Relatif Rendah:** NIM 4,37% di Kuartal III-2024 masih di bawah 5%, yang bisa menjadi indikator efisiensi atau daya saing yang perlu ditingkatkan dalam menghasilkan pendapatan dari bunga. 3. **Kebijakan Dividen:** NISP secara historis dikenal 'pelit dividen', meskipun saat ini memiliki Dividend Yield 7.29%. Investor seperti Buffett sering menghargai perusahaan yang secara konsisten mengembalikan nilai kepada pemegang saham melalui dividen yang terus meningkat, atau reinvestasi yang sangat efisien. 4. **Penilaian Berlawanan:** Meskipun beberapa sumber menilai undervalued, Alpha Spread menyebut overvalued, menciptakan ketidakpastian valuasi. Secara keseluruhan, NISP menunjukkan fundamental yang sehat dan potensi nilai, yang mungkin menarik bagi Buffett. Namun, perlambatan pertumbuhan laba baru-baru ini dan NIM yang masih rendah mungkin menjadi perhatian. Oleh karena itu, skor 7 menunjukkan potensi yang baik tetapi dengan beberapa area yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 1470
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 1500
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1550
Kinerja vs Indeks
In-line

Dalam jangka waktu satu tahun, NISP.JK diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Meskipun target harga analis konservatif di 1.500 IDR, valuasi fundamental menunjukkan bahwa saham ini berpotensi undervalued oleh beberapa metrik (PBV 0.74, PE 6.85). OCBC NISP memiliki pertumbuhan laba historis yang kuat (19,5% per tahun selama 5 tahun) dan pendapatan yang tumbuh 14,7% per tahun. Integrasi Bank Commonwealth dan perannya sebagai PIKK operasional diharapkan dapat memberikan manfaat sinergis jangka panjang, meningkatkan skala dan jangkauan operasionalnya. Namun, tantangan seperti perlambatan pertumbuhan laba di tahun terakhir, NIM yang relatif rendah, dan persaingan di sektor perbankan dapat membatasi kinerja outperform yang signifikan. Penilaian intrinsic value yang overvalued oleh Alpha Spread (1.176 IDR vs 1.460 IDR) juga memberikan perspektif yang lebih hati-hati. Oleh karena itu, kinerja yang sejalan dengan indeks adalah skenario yang paling mungkin.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.