ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 160
Target 1 Minggu: Rp 165
Target 1 Bulan: Rp 170
Target 1 Tahun: Rp 220
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) adalah perusahaan induk yang beroperasi di sektor pertambangan, minyak dan gas, serta transportasi melalui anak perusahaannya. Anak perusahaan utamanya meliputi PT Multi Nitrotama Kimia (produksi dan distribusi bahan peledak), PT Bormindo Nusantara (kontraktor jasa pengeboran minyak), dan PT Ancora Shipping (pelayaran domestik). Perusahaan menunjukkan kinerja keuangan yang bervariasi. Pada tahun 2024, OKAS mencatat laba bersih melonjak 210% menjadi US$25,95 juta (sekitar Rp412,5 miliar), didorong oleh peningkatan penjualan amonium nitrat dan detonator serta efisiensi operasional. Pendapatan pada tahun 2024 mencapai lebih dari US$182 juta (sekitar Rp3,003 triliun) dengan EBITDA US$40 juta (sekitar Rp660 miliar). Namun, pada 30 September 2025, OKAS melaporkan kerugian sebesar US$5,01 juta, turun 192% dari surplus tahun sebelumnya, dengan penjualan bersih yang juga menurun 13,67%. Perusahaan telah melakukan restrukturisasi utang signifikan pada September 2025, mengkonversi utang menjadi aset dan memperpanjang jatuh tempo utang lainnya, yang berhasil menurunkan rasio Interest-Bearing Debt to Equity dari 1,75x pada 2023 menjadi 0,92x pada pertengahan 2025, serta Interest-Bearing Debt to EBITDA dari 2,11x menjadi 1,85x. Dari segi valuasi, rasio Price to Book Value (PBV) perusahaan tercatat 0,72 (menunjukkan potensi undervalued) dan Price/Earnings (P/E) Ratio sebesar 4,62. Return on Equity (ROE) per 14 Desember 2025 adalah 50,4%. OKAS tidak membayar dividen kepada pemegang sahamnya.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 40

Sentimen di Stockbit terhadap OKAS cenderung bervariasi atau 'mixed'. Beberapa pengguna menyoroti potensi 'cuan di depan mata' dan keuntungan jangka pendek yang bisa didapat dari pergerakan saham, sementara yang lain melabeli saham OKAS sebagai 'Potential Junk'. Aktivitas komunitas relatif rendah dengan pola transaksi yang menunjukkan distribusi dari asing dan bandar lokal, mengindikasikan sikap hati-hati pasca restrukturisasi utang.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 50

Pada Investing.com, sentimen anggota terbagi antara 'Bearish' dan 'Bullish', mencerminkan pandangan yang tidak konsisten dari para investor. Sementara itu, analisis teknikal menunjukkan sinyal 'Buy' secara keseluruhan dan 'Strong Buy' dari indikator Moving Averages, namun sentimen analis saat ini tidak didukung. Ketiadaan konsensus yang jelas menunjukkan sentimen yang campur aduk terhadap saham OKAS.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, saham OKAS meningkat sebesar 63,26% (dari Rp98 menjadi Rp160), jauh melampaui kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebesar 21,42% (dari 7096 menjadi 8616). Kinerja superior ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Restrukturisasi utang yang signifikan pada September 2025, yang melibatkan konversi utang menjadi aset dan penundaan jatuh tempo utang hingga 2045, secara substansial memperkuat neraca keuangan perusahaan. Divestasi proyek tambang emas Indotan Lombok juga memungkinkan OKAS untuk memfokuskan bisnisnya pada solusi energi terintegrasi. Bisnis solusi energi inti perusahaan menunjukkan kinerja positif pada tahun 2024, dengan pendapatan lebih dari US$182 juta (sekitar Rp3,003 triliun) dan laba bersih di atas US$25 juta (sekitar Rp412,5 miliar). OKAS juga berhasil mengamankan kontrak multi-tahun senilai US$70 juta (sekitar Rp1,155 triliun) pada paruh kedua tahun 2025. Peningkatan laba bersih sebesar 210% pada tahun 2024 karena peningkatan penjualan bahan peledak dan efisiensi operasional juga berkontribusi pada sentimen positif. Namun, perlu dicatat bahwa pada Q3 2025, perusahaan melaporkan kerugian US$5,01 juta setelah periode surplus, dan BEI sempat mencermati OKAS karena 'Unusual Market Activity' (UMA) dengan lonjakan harga yang tajam pada Juli 2025, mengindikasikan volatilitas yang tinggi.

Outlook

1 Minggu

Target: 165

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham OKAS diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Meskipun ada upaya restrukturisasi dan potensi pertumbuhan jangka panjang, tidak ada katalis kuat yang diperkirakan akan mendorong kenaikan signifikan dalam jangka waktu sesingkat itu. Volatilitas masa lalu dan laporan kerugian kuartalan terbaru mungkin menahan sentimen investor. Target harga Rp165 mencerminkan sedikit apresiasi, menjaga harga tetap konsisten dengan tren baru-baru ini.

1 Bulan

Target: 170

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan ke depan, saham OKAS memiliki potensi untuk sedikit mengungguli indeks. Dampak positif dari restrukturisasi utang yang telah selesai dan fokus pada solusi energi terintegrasi diperkirakan akan mulai terlihat. Meskipun laporan kerugian Q3 2025 menjadi perhatian, langkah-langkah strategis perusahaan dapat menarik minat investor jangka pendek yang mencari peluang pertumbuhan. Target harga Rp170 mengantisipasi apresiasi moderat seiring dengan berjalannya strategi perusahaan.

1 Tahun

Target: 220

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, OKAS diperkirakan akan mengungguli indeks secara signifikan. Strategi jangka panjang perusahaan untuk memfokuskan bisnis pada solusi energi terintegrasi, divestasi aset non-inti, dan perbaikan rasio utang menjadi pendorong utama. Perusahaan juga memiliki rencana ekspansi besar-besaran pada tahun 2025 dan telah mengamankan kontrak multi-tahun. Potensi pertumbuhan dari bisnis bahan peledak dan jasa pengeboran yang efisien, ditambah dengan valuasi yang menarik dari beberapa metrik (PBV dan P/E), menunjukkan prospek jangka panjang yang kuat meskipun ada fluktuasi jangka pendek. Target harga Rp220 mencerminkan keyakinan pada realisasi strategi pertumbuhan dan peningkatan fundamental perusahaan.

Berita Terbaru

Lakukan Restrukturisasi, Ancora Indonesia Resources (OKAS) Konversi Utang Jadi Aset - 2025-09-17

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) merestrukturisasi utang senilai US$19,33 juta. Pokok utang sebesar US$8 juta direstrukturisasi menjadi Tranche A yang jatuh tempo pada 31 Desember 2045, sementara bunga utang sebesar US$11,33 juta menjadi Tranche B. Pembayaran Tranche B dilakukan melalui konversi utang menjadi aset (pengalihan 100% saham Indotan Lombok Pte. Ltd.) sebesar US$6,5 juta dan sisa pokok Tranche B akan jatuh tempo pada 31 Desember 2045. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan.

Emiten Migas Milik Gita Wirjawan (OKAS) Umumkan Komisaris Baru - 2025-11-18

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mengesahkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi dalam RUPSLB pada 14 November 2025, menyetujui pengangkatan Y. Rizal Efendi sebagai Komisaris. Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Laporan per 30 September 2025 menunjukkan OKAS mengalami kerugian US$5,01 juta, berbanding terbalik dari surplus US$5,44 juta tahun sebelumnya.

Lepas Aset Tambang, Ancora (OKAS) Perkuat Neraca Keuangan dan Fokus ke Strategi Energi Terintegrasi - 2025-09-23

OKAS menyelesaikan divestasi kepemilikan pada Indotan Lombok Pte. Ltd., sebuah proyek tambang emas, untuk memperkuat neraca keuangan dan memusatkan bisnis pada solusi energi terintegrasi. Bisnis inti solusi energi Ancora mencatat pendapatan lebih dari US$182 juta (sekitar Rp3,003 triliun) dan laba bersih di atas US$25 juta (sekitar Rp412,5 miliar) selama 2024. Perusahaan juga berhasil mengamankan kontrak multi-tahun senilai US$70 juta (sekitar Rp1,155 triliun) di semester II 2025.

Laba Terbang 210%, Ancora (OKAS) Siap Ekspansi Gede-gedean di 2025 - 2025-03-28

Ancora Indonesia Resources (OKAS) mencatatkan laba bersih sebesar US$25,95 juta pada tahun 2024, melonjak 210% dibandingkan tahun 2023. Kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan penjualan amonium nitrat dan detonator, serta efisiensi biaya operasional kontraktor pengeboran. Ancora berencana untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada tahun 2025 dengan memaksimalkan potensi pertumbuhan dari tiga lini bisnis utamanya.

BEI Pelototi Saham Emiten Gita Wirjawan (OKAS), Ada Apa? - 2025-07-21

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) karena aktivitas pasar yang tidak biasa (Unusual Market Activity/UMA). Saham OKAS terpantau liar, dengan kenaikan signifikan seperti 34,67% pada 18 Juli 2025 dan 87,41% dalam sepekan terakhir sebelum pengumuman UMA. BEI mengeluarkan peringatan ini sebagai bentuk perlindungan investor.

Rumor

Sentimen Komunitas Stockbit Pasca Restrukturisasi Utang

Tidak ada rumor spesifik yang terverifikasi secara luas mengenai OKAS. Namun, sentimen di komunitas Stockbit menunjukkan keramaian yang rendah dengan volume transaksi yang mengindikasikan pola distribusi campuran antara asing dan bandar lokal pasca penyelesaian restrukturisasi utang. Hal ini mengisyaratkan sentimen 'wait-and-see' di kalangan investor, dengan beberapa komentar menyebut 'Potential Junk' untuk OKAS, sementara yang lain mungkin melihat potensi keuntungan jangka pendek.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 160
Sentimen Investing.com Mixed 50 %
Sentimen Stockbit Mixed 40 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang kuat (moat), pendapatan yang konsisten dan dapat diprediksi, utang rendah, serta bisnis yang mudah dipahami. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) beroperasi di sektor yang siklis (jasa pertambangan, bahan peledak, minyak dan gas), yang umumnya tidak disukai Buffett karena kurangnya prediktabilitas pendapatan. Meskipun ada restrukturisasi utang yang signifikan dan perbaikan rasio utang, perusahaan masih memiliki utang. Kinerja laba perusahaan juga menunjukkan inkonsistensi, dengan lonjakan laba di tahun 2024 diikuti oleh kerugian di Q3 2025. Selain itu, bisnis bahan peledak dan jasa pengeboran mungkin tidak dianggap 'mudah dipahami' atau memiliki 'moat' yang kuat dalam filosofi investasi Buffett. Volatilitas harga saham yang tinggi di masa lalu, seperti yang ditunjukkan oleh pengumuman UMA, juga bertentangan dengan preferensi Buffett untuk investasi yang stabil. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett menyarankan untuk membeli saham ini relatif rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 165
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 170
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 220
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, OKAS diperkirakan akan mengungguli indeks secara signifikan. Strategi jangka panjang perusahaan untuk memfokuskan bisnis pada solusi energi terintegrasi, divestasi aset non-inti, dan perbaikan rasio utang menjadi pendorong utama. Perusahaan juga memiliki rencana ekspansi besar-besaran pada tahun 2025 dan telah mengamankan kontrak multi-tahun. Potensi pertumbuhan dari bisnis bahan peledak dan jasa pengeboran yang efisien, ditambah dengan valuasi yang menarik dari beberapa metrik (PBV dan P/E), menunjukkan prospek jangka panjang yang kuat meskipun ada fluktuasi jangka pendek. Target harga Rp220 mencerminkan keyakinan pada realisasi strategi pertumbuhan dan peningkatan fundamental perusahaan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.