Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 25 november 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 80
Sentimen Investing.com
Skor: 25
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 7250
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 7500
Vs Indeks: In-line
1 Tahun
Target: 8900
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat kerugian bersih sebesar US$175 juta pada kuartal III-2025, berbanding terbalik dengan laba di periode yang sama tahun 2024. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh penghentian operasi sementara smelter untuk perbaikan dan larangan ekspor konsentrat oleh pemerintah sejak awal 2025. Perbaikan smelter diperkirakan akan berlanjut hingga paruh pertama 2026.
Amman Mineral telah menghentikan operasional smelternya sejak Juli 2025 karena kerusakan pada unit Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant selama proses commissioning. Perusahaan telah mengajukan izin ekspor konsentrat dan diberikan rekomendasi untuk mengekspor konsentrat tembaga selama 6 bulan, atau sampai smelter selesai diperbaiki, dengan persetujuan Mendag.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak perusahaan AMMAN, telah menerima rekomendasi ekspor konsentrat tembaga hingga April 2026. Ini memberikan fleksibilitas operasional di tengah perbaikan fasilitas smelter yang sedang berlangsung.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara berhasil memenuhi semua indikator penilaian yang disyaratkan untuk The Copper Mark, sebuah kerangka kerja jaminan internasional, untuk operasi penambangan Batu Hijau. Pencapaian ini menegaskan posisi AMMAN sebagai produsen tembaga global yang berkomitmen pada kinerja ESG.
Komisaris PT Amman Mineral Internasional (AMMN), Alexander Ramlie, kembali menjual 10 juta saham perseroan dengan harga rata-rata Rp6.997 per saham pada 26-30 September 2025, menghasilkan total Rp73 miliar. Ini menyusul penjualan sebelumnya sebesar 20 juta saham pada 19 September 2025.
Rumor
Komisaris Alexander Ramlie melakukan serangkaian transaksi penjualan dan pembelian saham AMMN pada Agustus-Oktober 2025 dengan tujuan 'penataan kembali jaminan saham'. Pada 26 Agustus 2025, ia menjual 283 juta lembar saham senilai Rp2,3 triliun. Kemudian, pada 28 Agustus-1 September 2025, ia membeli kembali 230 juta lembar saham senilai Rp1,8 triliun. Penjualan tambahan juga terjadi pada akhir September 2025.
Pada Juni 2024, Alexander Ramlie mengalihkan sebagian besar saham AMMN miliknya ke perusahaan asing yang dimiliki dan dikontrol olehnya (SAJIR 9 LLC, Miracle Milestone Limited, Fennel Field LLC) dengan tujuan 'estate planning' atau perencanaan penetapan waris, bukan penjualan kepada pihak ketiga.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
3.0/10Warren Buffett cenderung menyukai perusahaan dengan model bisnis yang mudah dipahami, arus kas yang stabil dan dapat diprediksi, keunggulan kompetitif yang kuat (moat), dan manajemen yang berkualitas, serta valuasi yang menarik. Meskipun AMMN memiliki rekam jejak laba positif di masa lalu dan aset yang bertumbuh, perusahaan saat ini menghadapi tantangan operasional signifikan dengan perbaikan smelter dan larangan ekspor konsentrat yang menyebabkan kerugian besar. Sektor pertambangan sendiri bersifat siklis dan padat modal, dengan volatilitas harga komoditas yang tinggi. Tingginya rasio PBV (7.39) juga menunjukkan valuasi yang kurang menarik pada saat ini. Buffett kemungkinan akan menghindari saham ini karena ketidakpastian jangka pendek dan sifat bisnis yang kurang stabil dan prediktif. Dia mungkin akan menunggu hingga masalah operasional terselesaikan dan ada bukti konsistensi laba yang kuat sebelum mempertimbangkan investasi.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam jangka satu tahun, prospek AMMN cenderung positif dan diperkirakan akan mengungguli indeks. Asumsi utama adalah penyelesaian perbaikan smelter pada paruh pertama 2026, yang akan memungkinkan perusahaan untuk beroperasi penuh sebagai produsen tembaga dan emas terintegrasi. Hal ini diharapkan akan memulihkan kinerja keuangan, meningkatkan produksi, dan menghilangkan tekanan akibat larangan ekspor. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata 12 bulan sebesar 8.933,43 IDR, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan dari harga saat ini. Meskipun ada risiko terkait fluktuasi harga komoditas dan tantangan eksekusi proyek, fundamental jangka panjang perusahaan (pertumbuhan aset, DER rendah) dan potensi produksi penuh menopang outlook ini.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.