Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 25 november 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 80
Sentimen Investing.com
Skor: 65
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 8550
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 8800
Vs Indeks: Outperform
1 Tahun
Target: 10800
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan anak perusahaannya mencatatkan peningkatan total pinjaman sebesar 7,6% YoY menjadi Rp944 triliun pada September 2025. Laba bersih tumbuh 5,7% YoY mencapai Rp43,4 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi pinjaman berkualitas dan posisi likuiditas perusahaan yang solid. BCA juga mempertahankan kualitas pinjaman yang kuat, dengan rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 5,5% dari 6,1% setahun sebelumnya, dan rasio non-performing loan (NPL) tetap terkendali di 2,1%.
Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah guncangan yang merugikan. Pertumbuhan diperkirakan tetap stabil pada 5,0% pada tahun 2025 dan 5,1% pada tahun 2026, meskipun lingkungan eksternal menantang, mencerminkan dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter. Inflasi utama terkendali dengan baik dan diproyeksikan akan bertemu ke titik tengah kisaran target. Defisit transaksi berjalan akan tetap terkendali dengan baik pada tahun 2025-2026, dengan cadangan yang nyaman. Risiko cenderung ke sisi bawah, termasuk peningkatan ketegangan perdagangan dan volatilitas pasar keuangan global.
Bank Central Asia (BBCA) melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 12,7% YoY menjadi Rp54,8 triliun pada tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 9,5% YoY dan kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 10,2% YoY. Portofolio kredit BCA meningkat signifikan sebesar 13,8% YoY menjadi Rp922 triliun, dengan pertumbuhan yang menonjol di segmen korporasi, komersial, dan UMKM. Bank mempertahankan kualitas aset yang kuat dengan rasio NPL stabil sebesar 1,8%.
Sektor perbankan Indonesia memasuki tahun 2025 dengan prospek yang hati-hati optimis. Meskipun tantangan tetap ada—mulai dari likuiditas yang ketat dan ketidakpastian ekonomi global hingga perubahan lanskap regulasi—ketahanan sektor ini didukung oleh permintaan kredit yang stabil, ekspansi perbankan digital, dan dukungan regulasi. Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada bulan Januari, menandakan pergeseran kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada 18 November 2025, telah menyelesaikan perjanjian dengan PT Bank BCAS untuk memfasilitasi transaksi emas batangan. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas kegiatan bisnis kedua institusi tanpa menciptakan hubungan afiliasi.
Rumor
Tidak ada rumor signifikan atau spekulasi yang tersebar luas di media sosial atau forum publik terkait PT Bank Central Asia Tbk (BBCA.JK) yang ditemukan pada saat ini.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
8.0/10Warren Buffett kemungkinan akan memberikan rekomendasi 'beli' untuk BBCA, meskipun mungkin dengan valuasi yang hati-hati. BCA dikenal sebagai bank dengan fundamental yang sangat kuat, konsisten dalam mencetak keuntungan, memiliki manajemen yang prudent, dan posisi dominan di pasar perbankan Indonesia. Bank ini memiliki 'moat' yang jelas melalui brand awareness, jaringan yang luas, dan basis nasabah yang loyal. Rasio Debt/Equity 0% sangat menarik bagi investor value. Namun, rasio P/E saat ini sekitar 25-27 dan Price/Book sekitar 3.76 mungkin dianggap sedikit mahal oleh Buffett, yang cenderung mencari valuasi yang lebih rendah. Meskipun demikian, kualitas bisnis dan pertumbuhan yang stabil kemungkinan akan tetap menarik baginya untuk investasi jangka panjang, bahkan jika ia menunggu koreksi harga untuk membeli di harga yang lebih konservatif.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam satu tahun, BBCA diproyeksikan akan berkinerja lebih baik dari indeks. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata sekitar 10.591 IDR hingga 11.147 IDR, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan. Pertumbuhan pinjaman yang berkelanjutan, manajemen risiko yang solid, inovasi digital, dan posisi pasar yang dominan akan mendukung kinerja jangka panjangnya, meskipun ada potensi tantangan dari kondisi makroekonomi global dan persaingan likuiditas.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.