ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 8475
Target 1 Minggu: Rp 8550
Target 1 Bulan: Rp 8800
Target 1 Tahun: Rp 10800
Sentimen Investing: Mixed to Bullish
Sentimen Stockbit: Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 25 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA.JK) menunjukkan fundamental yang kuat dan konsisten. Bank ini mencatat laba bersih yang solid sebesar Rp54,8 triliun pada tahun 2024, meningkat 12,7% YoY, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan non-bunga. Pertumbuhan pinjaman juga kuat, mencapai 13,8% pada tahun 2024 dan 7,6% pada sembilan bulan pertama tahun 2025, didukung oleh segmen korporasi, komersial, dan UMKM. BBCA mempertahankan kualitas aset yang sangat baik dengan rasio NPL yang terkendali pada 1,8% di tahun 2024 dan 2,1% di 9M2025, serta rasio Debt/Equity 0%, menunjukkan posisi keuangan yang sangat sehat. Rasio P/E berkisar antara 18.11 hingga 26.99, Price/Book 3.76, dan Return on Equity (ROE) sekitar 20-21%. Dividen yield saat ini sekitar 3.10%-3.57%. Meskipun ada kekhawatiran tentang likuiditas di sektor perbankan secara umum di Indonesia, posisi BBCA yang dominan dan fokus pada pendanaan CASA yang efisien membuatnya tetap kuat.

Sentimen Stockbit

Bullish

Skor: 80

Sentimen di Stockbit menunjukkan ketertarikan beli yang kuat dari investor asing, dengan volume bid yang tinggi melebihi volume offer. Berbagai ide trading yang positif dengan target harga naik juga sering dibagikan, mengindikasikan pandangan bullish terhadap saham BBCA.

Sentimen Investing.com

Mixed to Bullish

Skor: 65

Para analis di Investing.com secara konsensus memberikan peringkat 'Strong Buy' untuk BBCA, dengan target harga rata-rata yang jauh di atas harga saat ini. Namun, sentimen dari anggota umum bervariasi antara bearish dan bullish, menunjukkan adanya pandangan yang beragam meskipun optimisme analis kuat. Beberapa diskusi mungkin mencerminkan profit-taking setelah kenaikan harga.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga penutupan saham BBCA turun sekitar 16,69% (dari 10.175 menjadi 8.475 IDR). Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sekitar 17,17% (dari 7314,11 menjadi 8570,25). Ini menunjukkan bahwa BBCA secara signifikan berkinerja lebih rendah dibandingkan dengan indeks acuannya. Penurunan BBCA mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tekanan jual institusional di Q4 2025, kekhawatiran likuiditas di sektor perbankan Indonesia yang lebih luas meskipun BBCA memiliki fundamental kuat, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta ketidakpastian makroekonomi yang memengaruhi sentimen investor secara keseluruhan. Meskipun BBCA melaporkan kinerja keuangan yang kuat di tahun 2024 dan 9M 2025, pasar tampaknya bereaksi terhadap faktor-faktor eksternal dan valuasi.

Outlook

1 Minggu

Target: 8550

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga BBCA diperkirakan akan bergerak sideways hingga sedikit menguat. Meskipun ada sentimen beli dari asing, profit taking dan sentimen pasar yang berhati-hati terhadap sektor perbankan secara luas dapat membatasi kenaikan signifikan. Target harga mencerminkan sedikit apresiasi dari harga saat ini.

1 Bulan

Target: 8800

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan, dengan fundamental BBCA yang kuat, dukungan analis, dan potensi pemulihan sentimen di sektor perbankan, saham ini kemungkinan akan mengungguli indeks. BBCA diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan moderat, mendekati batas bawah target analis.

1 Tahun

Target: 10800

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun, BBCA diproyeksikan akan berkinerja lebih baik dari indeks. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata sekitar 10.591 IDR hingga 11.147 IDR, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan. Pertumbuhan pinjaman yang berkelanjutan, manajemen risiko yang solid, inovasi digital, dan posisi pasar yang dominan akan mendukung kinerja jangka panjangnya, meskipun ada potensi tantangan dari kondisi makroekonomi global dan persaingan likuiditas.

Berita Terbaru

PT Bank Central Asia Tbk Mencatat Peningkatan Laba Bersih 5,7% YoY di 9M 2025 (20 Oktober 2025)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan anak perusahaannya mencatatkan peningkatan total pinjaman sebesar 7,6% YoY menjadi Rp944 triliun pada September 2025. Laba bersih tumbuh 5,7% YoY mencapai Rp43,4 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi pinjaman berkualitas dan posisi likuiditas perusahaan yang solid. BCA juga mempertahankan kualitas pinjaman yang kuat, dengan rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 5,5% dari 6,1% setahun sebelumnya, dan rasio non-performing loan (NPL) tetap terkendali di 2,1%.

IMF: Ekonomi Indonesia Menunjukkan Ketahanan di Tengah Guncangan Buruk, Pertumbuhan Diproyeksikan Stabil pada 5,0% di 2025 (14 November 2025)

Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah guncangan yang merugikan. Pertumbuhan diperkirakan tetap stabil pada 5,0% pada tahun 2025 dan 5,1% pada tahun 2026, meskipun lingkungan eksternal menantang, mencerminkan dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter. Inflasi utama terkendali dengan baik dan diproyeksikan akan bertemu ke titik tengah kisaran target. Defisit transaksi berjalan akan tetap terkendali dengan baik pada tahun 2025-2026, dengan cadangan yang nyaman. Risiko cenderung ke sisi bawah, termasuk peningkatan ketegangan perdagangan dan volatilitas pasar keuangan global.

BCA Melaporkan Kinerja Kuat di 2024 (24 Januari 2025)

Bank Central Asia (BBCA) melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 12,7% YoY menjadi Rp54,8 triliun pada tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 9,5% YoY dan kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 10,2% YoY. Portofolio kredit BCA meningkat signifikan sebesar 13,8% YoY menjadi Rp922 triliun, dengan pertumbuhan yang menonjol di segmen korporasi, komersial, dan UMKM. Bank mempertahankan kualitas aset yang kuat dengan rasio NPL stabil sebesar 1,8%.

Sektor Perbankan Indonesia Hadapi Prospek Cautious di Tahun 2025 (17 Maret 2025)

Sektor perbankan Indonesia memasuki tahun 2025 dengan prospek yang hati-hati optimis. Meskipun tantangan tetap ada—mulai dari likuiditas yang ketat dan ketidakpastian ekonomi global hingga perubahan lanskap regulasi—ketahanan sektor ini didukung oleh permintaan kredit yang stabil, ekspansi perbankan digital, dan dukungan regulasi. Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada bulan Januari, menandakan pergeseran kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

PT Bank Central Asia Tbk Menyelesaikan Perjanjian dengan PT Bank BCAS untuk Fasilitasi Transaksi Emas Batangan (18 November 2025)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada 18 November 2025, telah menyelesaikan perjanjian dengan PT Bank BCAS untuk memfasilitasi transaksi emas batangan. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas kegiatan bisnis kedua institusi tanpa menciptakan hubungan afiliasi.

Rumor

Tidak ada rumor signifikan yang ditemukan.

Tidak ada rumor signifikan atau spekulasi yang tersebar luas di media sosial atau forum publik terkait PT Bank Central Asia Tbk (BBCA.JK) yang ditemukan pada saat ini.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 8475
Sentimen Investing.com Mixed to Bullish 65 %
Sentimen Stockbit Bullish 80 %

Buffett Indicator

8.0/10

Warren Buffett kemungkinan akan memberikan rekomendasi 'beli' untuk BBCA, meskipun mungkin dengan valuasi yang hati-hati. BCA dikenal sebagai bank dengan fundamental yang sangat kuat, konsisten dalam mencetak keuntungan, memiliki manajemen yang prudent, dan posisi dominan di pasar perbankan Indonesia. Bank ini memiliki 'moat' yang jelas melalui brand awareness, jaringan yang luas, dan basis nasabah yang loyal. Rasio Debt/Equity 0% sangat menarik bagi investor value. Namun, rasio P/E saat ini sekitar 25-27 dan Price/Book sekitar 3.76 mungkin dianggap sedikit mahal oleh Buffett, yang cenderung mencari valuasi yang lebih rendah. Meskipun demikian, kualitas bisnis dan pertumbuhan yang stabil kemungkinan akan tetap menarik baginya untuk investasi jangka panjang, bahkan jika ia menunggu koreksi harga untuk membeli di harga yang lebih konservatif.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 8550
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 8800
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 10800
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun, BBCA diproyeksikan akan berkinerja lebih baik dari indeks. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata sekitar 10.591 IDR hingga 11.147 IDR, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan. Pertumbuhan pinjaman yang berkelanjutan, manajemen risiko yang solid, inovasi digital, dan posisi pasar yang dominan akan mendukung kinerja jangka panjangnya, meskipun ada potensi tantangan dari kondisi makroekonomi global dan persaingan likuiditas.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.