Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 25 november 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 50
Sentimen Investing.com
Skor: 20
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 9260
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 9559
Vs Indeks: In-line
1 Tahun
Target: 9800
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) telah resmi mendapatkan fasilitas pinjaman term loan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebesar Rp450 miliar dalam dua tranche. Fasilitas ini berpotensi mendukung operasional dan ekspansi perusahaan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan hasil evaluasi perpindahan papan pencatatan, di mana PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menjadi salah satu dari 11 saham yang berhasil naik kelas dari papan pengembangan ke papan utama. Perpindahan ini dapat meningkatkan visibilitas dan likuiditas saham.
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi sebesar 138,3% yang sebagian besar didorong oleh kinerja PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang cemerlang. Namun, investasi perusahaan di PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST) yang mengelola KFC, mencatat kinerja kurang memuaskan.
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp5 per saham. Mayoritas laba perusahaan dialokasikan untuk mendukung ekspansi di sektor ritel dan teknologi, menunjukkan fokus perusahaan pada pertumbuhan di segmen-segmen inti ini.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
2.0/10Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang jelas (moat), manajemen yang kompeten, dan valuasi yang menarik. Meskipun DNET memiliki investasi di bisnis yang mudah dipahami seperti ritel (Indomaret) dan memiliki manajemen yang efisien dalam menghasilkan laba per karyawan, valuasi saham saat ini (P/E ratio 118,08x) jauh di atas rata-rata pasar dan sektor. Nilai wajar menurut formula Peter Lynch yang sangat rendah (2.054,53 IDR) dibandingkan harga pasar saat ini (8.950 IDR) akan menjadi penghalang besar bagi Buffett, yang berprinsip membeli bisnis hebat dengan harga wajar. Oleh karena itu, Warren Buffett kemungkinan besar tidak akan merekomendasikan pembelian saham DNET pada valuasi saat ini, meskipun memiliki aset-aset dasar yang menarik. Skala 1-10 menunjukkan probabilitas yang sangat rendah.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam jangka panjang, strategi DNET dengan diversifikasi investasi di sektor ritel (Indomaret), makanan cepat saji, roti, dan infrastruktur fiber optik (FiberStar) menawarkan potensi pertumbuhan. Kinerja Indomaret yang kuat dan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba per karyawan menunjukkan fundamental yang solid di beberapa area. Meskipun valuasi saat ini tampak tinggi (P/E ratio 118,08x), segmen telekomunikasi dan ritel konsumen di Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Dengan masuk ke Papan Utama, DNET mungkin mendapatkan perhatian investor yang lebih luas. Target harga 9.800 IDR mencerminkan potensi pertumbuhan moderat dengan mempertimbangkan valuasi yang ada dan rata-rata rentang harga 52 minggu.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.