ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 15175
Target 1 Minggu: Rp 15500
Target 1 Bulan: Rp 16000
Target 1 Tahun: Rp 14788
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Gudang Garam Tbk (GGRM.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 25 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

Analisis fundamental PT Gudang Garam Tbk (GGRM.JK) menunjukkan gambaran yang beragam. Perusahaan ini adalah pemain utama di industri rokok Indonesia dengan merek-merek terkenal seperti Gudang Garam Signature dan Surya, melayani pasar domestik dan ekspor. Secara valuasi, GGRM terlihat undervalued dengan Price to Book Value (PBV) lebih rendah dari valuasi perusahaan (0.41x) dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 0.18x, menunjukkan struktur keuangan yang sehat. Namun, kinerja keuangan terkini menunjukkan tantangan. Laba bersih anjlok 81,57% pada tahun 2024 (dibanding 2023) menjadi Rp 980,8 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan tarif cukai rokok dan persaingan dari produsen rokok kecil. Pendapatan pada Q3 2024 juga melemah, turun 7,8% YoY, dengan volume penjualan yang menurun dan margin laba kotor tertekan menjadi 9,4% karena kenaikan cukai tidak dapat diimbangi dengan kenaikan harga jual yang memadai. Margin keuntungan GGRM sebesar 1,42% lebih rendah dari rata-rata industri tembakau Indonesia sebesar 6,51%. Perusahaan juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2023. Meskipun demikian, GGRM diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan sebesar +184.45% pada tahun 2025 dan +253.11% pada tahun 2026, yang menunjukkan harapan untuk pemulihan profitabilitas. Namun, perusahaan masih memiliki skor ESG (lingkungan, sosial, tata kelola) yang rendah (44.73), yang perlu dipertimbangkan oleh investor yang berorientasi ESG.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 45

Sentimen di Stockbit terhadap GGRM menunjukkan campuran kekhawatiran dan harapan. Beberapa pengguna menyatakan pesimisme tentang kemampuan saham untuk menembus level tertentu, seperti IDR 15.500, sementara yang lain khawatir tentang saham yang mereka beli di harga lebih tinggi. Namun, ada juga pandangan yang lebih bullish, yang melihat tren GGRM semakin menarik dengan pergerakan bullish yang solid dan signifikan, bahkan memprediksi pembentukan ATH (All-Time High) baru dalam beberapa bulan ke depan, meskipun dengan disclaimer bahwa ini bukan rekomendasi beli atau jual. Diskusi juga mencakup kinerja perusahaan yang lemah pada Q3 2024 dengan laba bersih -94% YoY dan margin tertekan, yang jauh di bawah ekspektasi konsensus.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 30

Sentimen anggota di Investing.com terhadap GGRM cenderung pesimistis atau bearish. Berdasarkan sentimen anggota, terdapat lebih banyak pandangan negatif dibandingkan positif, dan indikator teknikal juga menunjukkan 'Strong Sell' secara keseluruhan. Meskipun konsensus analis secara keseluruhan adalah 'Netral', sentimen dari komunitas pengguna Investing.com mengindikasikan kekhawatiran yang lebih besar terhadap prospek saham ini.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga penutupan saham GGRM meningkat sekitar 13.03% (dari 13.425 menjadi 15.175), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sekitar 17.17% (dari 7.314 menjadi 8.570). Ini menunjukkan bahwa GGRM berkinerja lebih rendah dibandingkan indeks. Kinerja di bawah indeks ini disebabkan oleh beberapa faktor signifikan. Penurunan harga saham yang signifikan pada awal 2023 dipengaruhi oleh kenaikan tarif cukai rokok dan sentimen pasar negatif terhadap industri tembakau. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan anjlok secara drastis, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 81,57% pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. Penurunan ini juga didorong oleh meningkatnya tarif cukai rokok dan persaingan ketat dari perusahaan rokok menengah dan kecil yang menawarkan harga lebih terjangkau. Laba bersih GGRM pada Q3 2024 juga mencatatkan penurunan signifikan sebesar 94% YoY karena penjualan yang lemah, margin laba kotor yang tertekan, dan kenaikan biaya operasional. Meskipun saham sempat menunjukkan kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2025, pemicunya adalah ekspektasi kebijakan cukai rokok yang lebih fleksibel dan sinyal dari Menteri Keuangan baru bahwa cukai rokok 2026 tidak akan naik. Namun, secara keseluruhan dalam satu tahun, dampak negatif dari kenaikan cukai sebelumnya dan penurunan profitabilitas masih mendominasi kinerja.

Outlook

1 Minggu

Target: 15500

Vs Indeks: In-line

Untuk satu minggu ke depan, harga saham GGRM diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Meskipun saham sempat turun -1,76% pada minggu sebelumnya, ada potensi 'technical rebound' karena tertahan di swing low. Namun, dengan adanya berita PHK dan sentimen beragam, kenaikan yang signifikan mungkin terbatas.

1 Bulan

Target: 16000

Vs Indeks: Outperform

Prospek satu bulan ke depan diperkirakan akan mengungguli indeks. Saham GGRM telah menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 28,66% dalam sebulan terakhir. Sentimen positif dari batalnya kenaikan cukai rokok untuk tahun 2026 diperkirakan akan terus mendukung harga saham emiten rokok, termasuk GGRM, dalam jangka pendek. Proyeksi pertumbuhan laba yang kuat untuk 2025 juga dapat menarik minat investor, meskipun Mandiri Sekuritas sempat memberikan target yang lebih rendah untuk day trade.

1 Tahun

Target: 14788

Vs Indeks: Underperform

Dalam jangka waktu satu tahun, GGRM diperkirakan akan berkinerja di bawah indeks. Target harga rata-rata 12 bulan dari beberapa analis adalah IDR 14.788, yang sedikit di bawah harga penutupan terakhir (IDR 15.375). Meskipun ada proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat untuk 2025 dan 2026, perusahaan masih menghadapi tantangan struktural seperti dampak kenaikan cukai di masa lalu, persaingan, dan tren 'downtrading' konsumen ke rokok yang lebih murah. Selain itu, keputusan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2023 dapat mempengaruhi daya tarik saham bagi investor jangka panjang. Faktor ESG juga menjadi pertimbangan, dengan GGRM memiliki skor ESG yang rendah.

Berita Terbaru

GGRM & UNVR Dilepas Setelah Meroket, Inilah Bocoran Rebalancing November ProPicks! (23/11/2025)

Artikel ini menyoroti GGRM sebagai saham yang dilepas setelah mengalami kenaikan signifikan dalam rebalancing November ProPicks, mengindikasikan potensi profit taking atau perubahan strategi investor institusional. Hal ini dapat menyebabkan volatilitas harga saham dalam jangka pendek.

PHK di Gudang Garam Timpa 308 Pekerja SKM dan SKT karena Kapasitas Produksi Turun (tanggal tidak tersedia)

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melakukan PHK terhadap 308 pekerja rokok sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) karena penurunan kapasitas produksi. Berita ini mencerminkan tantangan operasional dan dapat berdampak negatif pada sentimen investor terkait prospek pertumbuhan perusahaan dan efisiensi biaya.

Warta Ekonomi - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Mendesak Pemerintah Ambil Langkah Tegas dalam Memberantas Peredaran Rokok Ilegal (12 Sep 2025)

Gudang Garam mendesak pemerintah untuk menindak tegas peredaran rokok ilegal. Pemberantasan rokok ilegal dapat menguntungkan GGRM dengan mengurangi persaingan tidak sehat dan berpotensi meningkatkan pangsa pasar serta pendapatan perusahaan.

Cukai Rokok 2026 Tak Naik, Saham Emiten Rokok Melesat Lagi (tanggal tidak tersedia)

Pemerintah belum akan menaikkan tarif cukai rokok untuk tahun 2026. Sentimen positif ini diperkirakan akan memperbaiki kinerja fundamental emiten rokok seperti GGRM, karena dapat mengurangi tekanan pada biaya produksi dan harga jual, sehingga berpotensi meningkatkan profitabilitas.

Rumor

Isu PHK Massal di Gudang Garam: Laba Perusahaan Anjlok Parah, Jumlah Karyawan Menyusut? (tanggal tidak tersedia)

Terdapat isu di media sosial mengenai PHK massal di Gudang Garam. Meskipun perusahaan telah memberikan klarifikasi tentang penurunan kapasitas produksi yang berdampak pada jumlah pekerja, rumor PHK massal yang lebih luas dapat menciptakan sentimen negatif dan spekulasi tentang kesehatan finansial perusahaan yang sebenarnya.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 15175
Sentimen Investing.com Bearish 30 %
Sentimen Stockbit Mixed 45 %

Buffett Indicator

4.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan 'economic moat' yang kuat, bisnis yang mudah dipahami, manajemen yang kompeten, dan harga yang menarik. Gudang Garam memiliki merek yang kuat dan posisi pasar yang dominan di Indonesia, yang bisa dianggap sebagai semacam 'moat' dalam industri tembakau. Bisnisnya juga relatif mudah dipahami. Namun, beberapa faktor akan membuat Buffett ragu untuk membeli saham ini. Pertama, industri tembakau secara global menghadapi tekanan regulasi yang ketat dan isu kesehatan, yang bertentangan dengan preferensi ESG modern. Kedua, profitabilitas GGRM telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena kenaikan tarif cukai dan persaingan, yang mengindikasikan 'moat' mungkin terkikis atau setidaknya terancam oleh intervensi pemerintah. Meskipun ada proyeksi pertumbuhan laba yang kuat di masa depan, volatilitas laba dan ketergantungan pada kebijakan pemerintah dapat dianggap sebagai risiko yang tidak disukai Buffett. Ketiga, keputusan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2023 menunjukkan adanya tekanan pada arus kas atau kebutuhan modal yang lebih besar, yang kurang sesuai dengan profil perusahaan yang konsisten memberikan imbal hasil. Mengingat tantangan regulasi, penurunan profitabilitas, dan isu keberlanjutan, meskipun GGRM adalah perusahaan besar dengan merek yang dikenal, ini mungkin bukan 'Buffett stock' klasik.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 15500
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 16000
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 14788
Kinerja vs Indeks
Underperform

Dalam jangka waktu satu tahun, GGRM diperkirakan akan berkinerja di bawah indeks. Target harga rata-rata 12 bulan dari beberapa analis adalah IDR 14.788, yang sedikit di bawah harga penutupan terakhir (IDR 15.375). Meskipun ada proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat untuk 2025 dan 2026, perusahaan masih menghadapi tantangan struktural seperti dampak kenaikan cukai di masa lalu, persaingan, dan tren 'downtrading' konsumen ke rokok yang lebih murah. Selain itu, keputusan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2023 dapat mempengaruhi daya tarik saham bagi investor jangka panjang. Faktor ESG juga menjadi pertimbangan, dengan GGRM memiliki skor ESG yang rendah.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.