ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 1185
Target 1 Minggu: Rp 1220
Target 1 Bulan: Rp 1280
Target 1 Tahun: Rp 1400
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Harum Energy Tbk (HRUM.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Harum Energy Tbk (HRUM) adalah perusahaan induk yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan nikel, serta logistik. Perusahaan telah melakukan diversifikasi ke sektor nikel, dengan segmen nikel menyumbang 62% dari pendapatan semester pertama 2025. Namun, kinerja keuangan perusahaan menunjukkan penurunan laba bersih pada tahun 2024 menjadi Rp 878,7 miliar dari Rp 2,33 triliun pada tahun 2023. Laba bersih juga turun 28% secara tahunan pada semester pertama 2025, bersamaan dengan penurunan EBITDA sebesar 33%, yang disebabkan oleh lemahnya harga batu bara global. Perusahaan mengalokasikan modal belanja yang signifikan untuk proyek nikelnya, termasuk proyek HPAL Blue Sparking Energy (BSE) yang lebih dari 50% selesai dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2025. Meskipun demikian, tingkat leverage perusahaan meningkat dengan rasio utang terhadap ekuitas sekitar 64%. Meskipun menghadapi tantangan dari pasar batu bara yang lesu, ekspansi nikel diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan di masa depan.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 15

Sentimen di Stockbit menunjukkan pandangan yang beragam terhadap HRUM. Meskipun ada sinyal positif dari kenaikan pendapatan di semester pertama 2025 (terutama dari segmen nikel) dan kemajuan proyek nikel HPAL, terdapat kekhawatiran terkait penurunan EBITDA dan laba bersih perusahaan di periode yang sama karena pelemahan harga batu bara. Investor ritel juga dilaporkan mengambil profit setelah reli cepat di awal September 2025, namun kepercayaan jangka panjang terhadap ekspansi nikel tetap tinggi.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 30

Di Investing.com, sentimen anggota atau komunitas cenderung 'Bearish' meskipun analis memberikan rekomendasi 'Buy'. Ini mungkin mencerminkan kekhawatiran investor ritel terhadap volatilitas pasar atau kinerja jangka pendek, meskipun ada pandangan positif dari analis mengenai target harga. Harga saham terbaru (18 Januari 2026) juga menunjukkan sedikit penurunan dari penutupan sebelumnya.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, saham HRUM mencatat kenaikan sebesar 22,16% (dari Rp 970 menjadi Rp 1185), sementara IHSG mengalami kenaikan sebesar 27,84% (dari Rp 7170.74 menjadi Rp 9167.16). Ini menunjukkan bahwa HRUM mengalami 'Underperformed' dibandingkan dengan indeks. Kinerja ini dapat dikaitkan dengan penurunan harga batu bara global yang menekan pendapatan dan laba bersih HRUM pada tahun 2024 dan semester pertama 2025. Meskipun perusahaan aktif melakukan diversifikasi ke nikel dan mengalokasikan belanja modal besar untuk proyek nikel, dampak positifnya belum sepenuhnya terwujud atau belum cukup untuk mengimbangi tekanan dari segmen batu bara. Namun, minat dan investasi dalam nikel menunjukkan potensi mitigasi risiko di masa depan.

Outlook

1 Minggu

Target: 1220

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham HRUM diperkirakan akan bergerak 'In-line' dengan indeks. Pengumuman buyback saham yang dimulai pada awal Januari 2026 dapat memberikan dukungan harga, tetapi kenaikan harga batu bara global yang moderat mungkin tidak cukup untuk mendorong kinerja yang signifikan di atas indeks dalam jangka sangat pendek. Harga penutupan terakhir adalah 1185, sehingga target 1220 mencerminkan sedikit apresiasi.

1 Bulan

Target: 1280

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan, HRUM berpotensi 'Outperform' indeks. Program buyback akan terus berjalan, yang dapat menopang harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, optimisme terhadap segmen nikel dan kemajuan proyek HPAL yang dijadwalkan beroperasi akhir 2025 dapat mulai tercermin dalam harga saham, mengimbangi fluktuasi harga batu bara. Target harga ini masih di bawah rata-rata target analis, memberikan ruang untuk apresiasi.

1 Tahun

Target: 1400

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, HRUM sangat berpotensi 'Outperform' indeks. Konsensus analis saat ini mayoritas 'Buy' dengan target harga rata-rata sekitar Rp 1.368,5 hingga Rp 1.417. Pendorong utama adalah keberhasilan diversifikasi dan operasional penuh proyek nikel, yang diharapkan dapat mengkompensasi potensi penurunan permintaan batu bara global jangka panjang. Investasi besar dalam nikel dan fokus pada hilirisasi nikel sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia, mendukung prospek jangka panjang perusahaan.

Berita Terbaru

Harum Energy Siapkan Dana Rp335 Miliar untuk Buyback Saham HRUM (2 Januari 2026)

PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp335 miliar. Aksi korporasi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham dan berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS) karena berkurangnya jumlah saham beredar. Pelaksanaan buyback dijadwalkan dari 2 Januari hingga 1 April 2026, didanai dari kas internal perseroan.

HRUM Siapkan USD315 Juta untuk Capex 2025 (28 Mei 2025)

PT Harum Energy Tbk (HRUM) menganggarkan belanja modal sebesar USD315 juta untuk tahun 2025, dengan mayoritas dialokasikan untuk pengembangan usaha nikel yang sudah ada.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 1185
Sentimen Investing.com Bearish 30 %
Sentimen Stockbit Mixed 15 %

Buffett Indicator

6.0/10

Warren Buffett cenderung menyukai bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang tahan lama (moat), manajemen yang kompeten, dan harga yang menarik. HRUM berada dalam transisi strategis dari batu bara ke nikel, yang menunjukkan visi manajemen untuk beradaptasi dengan tren energi global. Diversifikasi ke nikel, terutama dengan proyek HPAL, berpotensi menciptakan moat jangka panjang dalam industri yang berkembang. Namun, penurunan laba bersih pada tahun 2024 dan semester pertama 2025, serta peningkatan leverage, mungkin akan menjadi perhatian bagi Buffett yang mencari profitabilitas dan stabilitas yang konsisten. Meskipun prospek nikel positif, risiko pelaksanaan proyek dan volatilitas harga komoditas (terutama batu bara) dalam jangka pendek dapat menyebabkan kehati-hatian. Buffett mungkin akan menunggu bukti lebih lanjut dari profitabilitas berkelanjutan dari segmen nikel dan perbaikan rasio keuangan sebelum mempertimbangkan investasi yang signifikan.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 1220
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 1280
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1400
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, HRUM sangat berpotensi 'Outperform' indeks. Konsensus analis saat ini mayoritas 'Buy' dengan target harga rata-rata sekitar Rp 1.368,5 hingga Rp 1.417. Pendorong utama adalah keberhasilan diversifikasi dan operasional penuh proyek nikel, yang diharapkan dapat mengkompensasi potensi penurunan permintaan batu bara global jangka panjang. Investasi besar dalam nikel dan fokus pada hilirisasi nikel sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia, mendukung prospek jangka panjang perusahaan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.