ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 6775
Target 1 Minggu: Rp 6900
Target 1 Bulan: Rp 7300
Target 1 Tahun: Rp 9925
Sentimen Investing: Cenderung Bullish
Sentimen Stockbit: Campur/Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF.JK) adalah perusahaan solusi pangan terkemuka di Indonesia dengan portofolio produk yang beragam, termasuk mi instan, produk susu, makanan ringan, bumbu, dan minuman. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Salim Group dan dikenal dengan merek-merek kuat seperti Indomie, Indomilk, dan Chitato. Secara fundamental, INDF menunjukkan rasio P/E 7.58 dan Price/Book 0.84, menunjukkan valuasi yang wajar. Rasio Debt/Equity perusahaan sebesar 65.65% atau 0.85x, dengan rasio Debt to Assets 0.35, mengindikasikan posisi keuangan yang sehat dan tingkat utang yang terkendali. Return on Equity (ROE) adalah 10.85% (atau 7.93% TTM), dan margin laba bersih 7.46%. Perusahaan memiliki laba positif selama 5 tahun berturut-turut dan memberikan dividen dengan yield 4.24%. Proyeksi pendapatan tahun ini adalah Rp 125.146,2 miliar (+8.1%) dan EPS Rp 1.270,1 (+29%). Meskipun demikian, pertumbuhan pendapatan INDF sebesar 6.5% per tahun diproyeksikan tertinggal dari rata-rata pasar Indonesia yang sebesar 16.7% per tahun, yang dapat menunjukkan tantangan dalam mempertahankan pangsa pasar atau menghadapi tekanan kompetitif.

Sentimen Stockbit

Campur/Mixed

Skor: 45

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang campur aduk. Beberapa postingan mengindikasikan 'Potensi Rebound Teknis' dengan target kenaikan, sementara yang lain mungkin dianggap sebagai 'Sampah Potensial' atau 'Spam Potensial'. Tidak ada konsensus yang jelas, namun ada harapan untuk pergerakan positif berdasarkan analisis teknikal tertentu meskipun ada juga peringatan.

Sentimen Investing.com

Cenderung Bullish

Skor: 60

Sentimen anggota Investing.com menunjukkan campuran antara 'Bearish' dan 'Bullish'. Namun, analisis teknikal secara keseluruhan pada Investing.com cenderung ke 'Sangat Beli' berdasarkan indikator rata-rata bergerak, meskipun sinyal harian dan rata-rata bergerak secara keseluruhan saat ini 'Netral'. Banyak pembaruan rating analis dari bank investasi juga sering disebutkan, yang mendukung pandangan yang sedikit bullish secara keseluruhan.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Berkinerja Buruk

Dalam 12 bulan terakhir, harga saham INDF.JK mengalami penurunan sekitar 11.14% (dari 7625 IDR menjadi 6775 IDR). Sementara itu, indeks pasar yang relevan menunjukkan kenaikan signifikan sekitar 27.84% (dari 7170.74 menjadi 9167.16). Ini berarti INDF.JK secara substansial berkinerja buruk dibandingkan dengan indeks. Kinerja ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk hasil kuartalan yang beragam di Kuartal III 2025, dengan tekanan pada segmen konsumen. Selain itu, pertumbuhan pendapatan INDF sebesar 6.5% per tahun jauh tertinggal dari rata-rata pertumbuhan pasar Indonesia sebesar 16.7% per tahun, menunjukkan potensi kehilangan pangsa pasar atau tekanan kompetitif. Meskipun harga komoditas utama (minyak sawit dan gandum) baru-baru ini stabil dan dapat menjadi pendorong positif di masa depan, volatilitas harga komoditas di masa lalu mungkin telah mempengaruhi kinerja.

Outlook

1 Minggu

Target: 6900

Vs Indeks: Outperform

Meskipun ada sinyal teknikal yang bervariasi, sentimen positif yang berkembang di sektor barang konsumsi Indonesia dan stabilnya harga komoditas dapat memberikan sedikit dorongan pada saham INDF dalam jangka pendek. Potensi rebound teknikal juga terlihat dalam beberapa analisis.

1 Bulan

Target: 7300

Vs Indeks: In-line

Konsensus analis secara keseluruhan adalah 'Beli' untuk INDF, dan prospek sektor barang konsumsi diantisipasi positif. Dengan stabilisasi harga bahan baku dan potensi pemulihan konsumsi domestik, saham ini diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks atau sedikit mengungguli dalam satu bulan ke depan.

1 Tahun

Target: 9925

Vs Indeks: Outperform

Target harga rata-rata analis untuk 12 bulan ke depan adalah 9.925 IDR, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan. Katalis positif untuk tahun 2026 mencakup stabilisasi harga bahan baku, kemungkinan penurunan suku bunga BI, stimulus pemerintah yang mendukung daya beli, dan proyeksi pemulihan kinerja anak perusahaan ICBP. Faktor-faktor ini, ditambah dengan posisi defensif INDF sebagai pemimpin pasar barang konsumsi, diperkirakan akan mendorong saham untuk berkinerja lebih baik dari indeks dalam jangka panjang, meskipun risiko depresiasi rupiah perlu diperhatikan.

Berita Terbaru

Potensi Dampak Penyesuaian Indeks MSCI Terhadap INDF.JK (14 Jan 2026)

Analis Samuel Sekuritas telah mengidentifikasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF.JK) sebagai saham yang berpotensi terpengaruh oleh penyesuaian indeks MSCI Indonesia Global yang akan datang. Perubahan ini merupakan bagian dari prosedur penyeimbangan kembali kuartalan yang dijadwalkan akan diimplementasikan dalam waktu dekat, yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham.

Prospek Kinerja Anak Perusahaan Indofood CBP (ICBP) Diperkirakan Pulih di 2026 (14 Jan 2026)

Analis memproyeksikan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), anak perusahaan produsen mi instan, akan menunjukkan peningkatan kinerja pada tahun 2026 setelah kinerja yang kurang memuaskan di tahun 2025. Moderasi harga komoditas pangan disebut sebagai pendorong utama perbaikan prospek ini.

Prospek dan Rekomendasi Saham Konsumer INDF dan ICBP di Tahun 2026 Positif (04 Jan 2026)

Prospek emiten konsumer grup Salim, INDF dan ICBP, dipandang positif pada tahun 2026. Katalis positif termasuk harga bahan baku yang relatif stabil, potensi penurunan suku bunga, serta pemulihan daya beli masyarakat yang didukung stimulus pemerintah. Namun, risiko depresiasi nilai tukar rupiah tetap menjadi tantangan.

Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk Bergerak Naik, Optimisme Sektor Barang Konsumsi (17 Des 2025)

Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk terpantau naik, didorong oleh rebalancing portofolio akhir tahun dan optimisme berkelanjutan terhadap sektor barang konsumsi Indonesia. Perusahaan diuntungkan dari permintaan yang stabil untuk produk makanan dan minumannya menjelang tahun 2026.

Kinerja Keuangan INDF pada Kuartal III 2025 Menunjukkan Hasil Bervariasi (24 Nov 2025)

Hasil kinerja INDF pada Kuartal III 2025 menunjukkan performa yang beragam. Segmen agribisnis mencatat kinerja terkuat dengan pendapatan tumbuh +27,1% YoY, sementara segmen Bogasari juga tumbuh +6,8% YoY. Namun, segmen konsumen (ICBP) masih menghadapi tekanan, menyebabkan revisi turun pada proyeksi laba inti FY25–26.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 6775
Sentimen Investing.com Cenderung Bullish 60 %
Sentimen Stockbit Campur/Mixed 45 %

Buffett Indicator

8.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang tahan lama ('moat'), pendapatan yang konsisten, manajemen yang baik, valuasi yang wajar, dan utang yang terkendali. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF.JK) memenuhi banyak kriteria ini. Perusahaan ini bergerak di sektor barang konsumsi, yang merupakan bisnis yang stabil dan mudah dipahami. Merek-merek kuat seperti Indomie memberikan keunggulan kompetitif. INDF telah mencatat laba positif selama lima tahun berturut-turut, menunjukkan konsistensi. Valuasi saat ini dengan P/E 7.58 dan P/B 0.84 dianggap wajar, dan rasio utang terhadap ekuitas 65.65% tergolong dapat dikelola. Selain itu, perusahaan membayar dividen. Namun, kekhawatiran utama yang mungkin akan dipertimbangkan Buffett adalah pertumbuhan pendapatan INDF yang masih tertinggal dari rata-rata pertumbuhan pasar Indonesia. Meskipun demikian, karakteristik inti perusahaan selaras dengan filosofi investasi Buffett, sehingga kemungkinan besar ia akan menyarankan untuk membeli saham ini, meskipun dengan sedikit catatan mengenai prospek pertumbuhan yang lebih luas.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 6900
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 7300
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 9925
Kinerja vs Indeks
Outperform

Target harga rata-rata analis untuk 12 bulan ke depan adalah 9.925 IDR, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan. Katalis positif untuk tahun 2026 mencakup stabilisasi harga bahan baku, kemungkinan penurunan suku bunga BI, stimulus pemerintah yang mendukung daya beli, dan proyeksi pemulihan kinerja anak perusahaan ICBP. Faktor-faktor ini, ditambah dengan posisi defensif INDF sebagai pemimpin pasar barang konsumsi, diperkirakan akan mendorong saham untuk berkinerja lebih baik dari indeks dalam jangka panjang, meskipun risiko depresiasi rupiah perlu diperhatikan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.