ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 105
Target 1 Minggu: Rp 108
Target 1 Bulan: Rp 115
Target 1 Tahun: Rp 175
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) adalah pemain utama dalam sektor pengembangan properti terintegrasi di Indonesia, dengan portofolio yang mencakup real estat, layanan kesehatan, dan manajemen gaya hidup. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan laba yang signifikan sebesar 37287.41% pada tahun 2024, dari IDR 50.1 miliar menjadi IDR 18.75 triliun. Antara tahun 2021 dan 2024, aset perusahaan tumbuh 3.27% menjadi IDR 53.78 triliun, sementara liabilitas menyusut 22.84% menjadi IDR 22.84 triliun, menandakan neraca keuangan yang lebih sehat. LPKR juga efisien dalam menghasilkan keuntungan dari sumber daya manusianya, dengan pendapatan IDR 11 miliar per karyawan. Sektor properti dan real estat diperkirakan akan mengalami peningkatan laba sebesar 18.87% pada tahun 2026, memberikan prospek pertumbuhan yang baik bagi LPKR. Perusahaan telah berhasil melunasi semua utang dalam dolar AS dan mengonversi semua liabilitas menjadi pinjaman dalam rupiah, mengurangi beban bunga bersih dan memperkuat posisi keuangannya. Valuasi LPKR menunjukkan rasio Price/Book yang rendah sebesar 0.2x, dibandingkan dengan rata-rata rekan sejawat sebesar 0.5x dan sektor sebesar 0.9x, yang menunjukkan potensi undervaluation. Meskipun rasio Debt-to-Equity perusahaan sebesar 27.82%, penyusutan liabilitas dan konversi utang ke mata uang lokal adalah langkah positif.

Sentimen Stockbit

Bullish

Skor: 80

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang sebagian besar bullish terhadap LPKR. Banyak investor melihat potensi keuntungan dari berita terbaru mengenai Meikarta (dimiliki secara tidak langsung oleh LPKR) yang direstui sebagai aset strategis negara untuk pembangunan rusun subsidi pada tahun 2026. Beberapa pengguna juga menyoroti harga saham LPKR saat ini yang dinilai sangat diskon dari harga historis tertinggi di tahun 2013, menunjukkan potensi sebagai 'bottom' dan awal kenaikan. Analisis fundamental Q3/Q4 dianggap mendukung dan ada rekomendasi 'Value Buy' serta strategi trading untuk 'Full Breakout' dengan volatilitas tinggi.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 50

Sentimen di Investing.com menunjukkan gambaran yang lebih beragam. Analis secara konsensus memberikan rating 'Strong Buy' dengan target harga yang signifikan. Namun, 'Sentimen Anggota' forum Investing.com menunjukkan pandangan yang 'Bearish. Bullish.', mengindikasikan adanya perbedaan pendapat di antara pengguna umum. Analisis teknikal juga menampilkan sinyal yang bercampur, dengan beberapa indikator memberikan sinyal 'Strong Sell' (seperti RSI, Stoch, MACD) sementara indikator rata-rata pergerakan harian memberikan sinyal 'Strong Buy'. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada pandangan positif dari analis, masih ada keraguan atau kehati-hatian di kalangan sebagian investor, atau setidaknya kurangnya konsensus yang jelas dari komunitas Investing.com secara keseluruhan.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga penutupan saham LPKR.JK meningkat dari 94 IDR menjadi 105 IDR, mencerminkan kenaikan sekitar 11.7%. Namun, pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik dari 7170.74 menjadi 9167.16, atau sekitar 27.8%. Ini menunjukkan bahwa LPKR.JK secara signifikan underperformed dibandingkan dengan indeks pasar. Kinerja yang kurang optimal ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor, meskipun ada katalis positif. LPKR melaporkan pertumbuhan pendapatan yang kuat sebesar 74% YoY pada Q3 2025 dan berhasil mengubah semua utang dolar AS menjadi utang rupiah, yang mengurangi beban bunga. Perpanjangan PPN DTP hingga 2026 juga menjadi pendorong positif bagi sektor properti. Namun, pasar tampaknya masih menunjukkan keraguan, meskipun ada arus masuk dana asing yang besar pada awal tahun 2026, harga saham cenderung 'tertahan', menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk memicu kenaikan signifikan yang konsisten. Selain itu, meskipun laba tumbuh pesat pada tahun 2024, sektor properti dapat menjadi siklis, dan pasar mungkin masih mencerna stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ini dibandingkan dengan momentum pasar yang lebih luas.

Outlook

1 Minggu

Target: 108

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham LPKR diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Katalis positif seperti perpanjangan PPN DTP hingga 2026 dan berita terkait Meikarta kemungkinan akan memberikan sedikit dorongan. Namun, mengingat harga yang masih 'tertahan' meskipun ada minat beli asing baru-baru ini, kenaikan yang signifikan mungkin masih dibatasi oleh sentimen pasar yang berhati-hati.

1 Bulan

Target: 115

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, LPKR berpotensi mengungguli indeks. Dengan momentum positif dari berita Meikarta yang mendukung proyek rusun subsidi pada tahun 2026 dan dampak berkelanjutan dari perpanjangan PPN DTP, ditambah dengan konsensus analis 'Buy' atau 'Strong Buy' dan valuasi yang relatif rendah (P/B 0.2x), saham ini dapat menarik lebih banyak minat investor setelah menyerap sentimen awal. Laporan keuangan yang membaik juga akan terus memberikan dukungan.

1 Tahun

Target: 175

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, LPKR memiliki potensi kuat untuk mengungguli indeks secara signifikan. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata 12 bulan sebesar 175 IDR, yang menyiratkan kenaikan substansial dari harga saat ini. Faktor-faktor pendorong utama termasuk fundamental perusahaan yang membaik, seperti pertumbuhan laba yang kuat dan neraca yang lebih sehat dengan konversi utang ke rupiah. Prospek pertumbuhan sektor properti di Indonesia untuk tahun 2026 juga mendukung. Selain itu, valuasi yang menarik dengan rasio Price/Book yang rendah dibandingkan dengan rekan sejawat dan sektor secara keseluruhan menunjukkan adanya potensi apresiasi harga jangka panjang seiring dengan realisasi strategi dan proyek-proyek perusahaan.

Berita Terbaru

Sasar Segmen Muda, LippoLand Luncurkan Wonder Collection Park Serpong (08 Januari 2026)

LippoLand meluncurkan Wonder Collection di Park Serpong untuk menyasar segmen pasar muda, menunjukkan strategi perusahaan untuk beradaptasi dengan permintaan pasar dan mendorong pertumbuhan penjualan properti.

Asing Masuk Besar, Mengapa Harga LPKR Masih Tertahan? (19 Januari 2026)

Meskipun ada arus masuk dana asing yang signifikan untuk LPKR.JK pada 19 Januari 2026, harga saham masih bergerak tertahan. Ini mengindikasikan adanya minat beli yang kuat namun juga keraguan yang masih ada di pasar, di tengah katalis positif seperti perpanjangan PPN DTP dan perbaikan kinerja.

LPKR Membukukan Pra Penjualan Rp4,02 Triliun pada Kuartal III 2025 (03 November 2025)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat pra-penjualan sebesar Rp 4,02 triliun hingga kuartal III tahun 2025, yang setara dengan 64% dari target tahunan perusahaan. Segmen real estat menjadi kontributor utama pendapatan.

Lippo Karawaci Raih TOP SDGs Award 2025 (27 November 2025)

Lippo Karawaci menerima TOP SDGs Award 2025, yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan tata kelola yang baik, berpotensi meningkatkan citra perusahaan di mata investor yang memperhatikan aspek ESG (Environment, Social, Governance).

Lippo Karawaci Optimalkan Peluang dari Ekspansi Merek China (08 Oktober 2025)

Lippo Karawaci melihat peluang dari ekspansi merek-merek asal China ke mal-mal di Indonesia, termasuk jaringan pusat perbelanjaan miliknya, yang dapat mendukung pertumbuhan pendapatan dari segmen ritel dan properti.

PPN DTP Diperpanjang hingga 2026, Target Harga Saham LPKR Naik (Januari 2026)

Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2026 untuk rumah senilai hingga Rp5 miliar menjadi katalis positif bagi sektor properti, termasuk LPKR, dengan potensi peningkatan target harga saham.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 105
Sentimen Investing.com Mixed 50 %
Sentimen Stockbit Bullish 80 %

Buffett Indicator

6.5/10

Warren Buffet cenderung mencari bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat (moat), pendapatan yang dapat diprediksi, manajemen yang kompeten, dan valuasi yang menarik. PT Lippo Karawaci Tbk beroperasi di sektor properti, yang merupakan bisnis yang relatif mudah dipahami. Perusahaan adalah pemain besar di Indonesia, menunjukkan skala dan posisi pasar yang dapat diinterpretasikan sebagai keunggulan kompetitif. Perbaikan dalam struktur utang, terutama konversi ke dalam mata uang rupiah, adalah langkah manajemen yang positif yang mengurangi risiko mata uang dan biaya bunga. Pertumbuhan laba yang substantial pada tahun 2024 dan rasio Price/Book yang rendah (0.2x) menunjukkan potensi undervaluation, yang menarik bagi investor nilai seperti Buffet. Namun, sektor properti secara inheren lebih siklis dibandingkan dengan bisnis yang sangat stabil yang seringkali disukai Buffet. Meskipun liabilitas menyusut, rasio Debt-to-Equity sebesar 27.82% masih perlu dipertimbangkan, meskipun mungkin tidak terlalu tinggi untuk perusahaan properti. Pendapatan perusahaan properti juga bisa kurang prediktif dibandingkan dengan perusahaan barang konsumsi atau layanan yang memiliki model bisnis berulang. Oleh karena itu, Buffet mungkin akan melihat potensi nilai dan perbaikan manajemen, tetapi juga akan mempertimbangkan sifat siklis dari industri properti. Skor 6.5 mencerminkan potensi nilai dan perbaikan fundamental, namun dengan sedikit kehati-hatian karena sifat industri.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 108
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 115
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 175
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, LPKR memiliki potensi kuat untuk mengungguli indeks secara signifikan. Konsensus analis memberikan target harga rata-rata 12 bulan sebesar 175 IDR, yang menyiratkan kenaikan substansial dari harga saat ini. Faktor-faktor pendorong utama termasuk fundamental perusahaan yang membaik, seperti pertumbuhan laba yang kuat dan neraca yang lebih sehat dengan konversi utang ke rupiah. Prospek pertumbuhan sektor properti di Indonesia untuk tahun 2026 juga mendukung. Selain itu, valuasi yang menarik dengan rasio Price/Book yang rendah dibandingkan dengan rekan sejawat dan sektor secara keseluruhan menunjukkan adanya potensi apresiasi harga jangka panjang seiring dengan realisasi strategi dan proyek-proyek perusahaan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.