Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Bank Mega Tbk (MEGA.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 25 november 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 50
Sentimen Investing.com
Skor: 50
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 3200
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 3150
Vs Indeks: Underperform
1 Tahun
Target: 2900
Vs Indeks: Underperform
Berita Terbaru
Bank Mega mendukung program PIJAR (Pendidikan Harapan Remaja) bersama CT Arsa Foundation sebagai bagian dari komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan. Berita ini menunjukkan upaya Bank Mega dalam kegiatan sosial, yang dapat meningkatkan citra merek dan hubungan komunitas, meskipun dampaknya terhadap kinerja keuangan saham kemungkinan kecil dalam jangka pendek.
Bank Mega berhasil meraih dua sertifikasi ISO penting untuk sistem manajemen keamanan informasi dan privasi. Pencapaian ini menegaskan komitmen Bank Mega terhadap keamanan data dan privasi pelanggan, yang penting untuk menjaga kepercayaan nasabah dan kepatuhan regulasi dalam industri perbankan yang semakin digital. Ini adalah perkembangan positif yang dapat memperkuat reputasi dan operasional bank.
Laba Bank Mega dilaporkan melesat 10,12% menjadi Rp2,2 Triliun. Kenaikan laba ini merupakan indikator positif bagi kinerja keuangan perusahaan, menunjukkan pemulihan atau pertumbuhan dalam operasionalnya. Ini dapat berdampak positif pada sentimen investor dan harga saham dalam jangka pendek.
Bank Mega melaporkan laba per saham (EPS) sebesar Rp70.97 untuk kuartal ketiga 2025, meningkat dibandingkan Rp65.48 pada kuartal ketiga 2024. Peningkatan EPS ini menunjukkan perbaikan dalam profitabilitas bank, yang dapat menjadi katalis positif bagi harga saham dan sentimen investor.
PT Bank Mega Tbk melaporkan pendapatan bunga bersih sebesar IDR 2.698.988 juta untuk semester pertama yang berakhir 30 Juni 2024, dibandingkan IDR 2.936.259 juta setahun sebelumnya. Laba bersih mencapai IDR 1.228.852 juta, turun dari IDR 1.971.823 juta pada periode yang sama tahun lalu. EPS dasar dari operasi berkelanjutan adalah IDR 105 dibandingkan IDR 168 setahun sebelumnya. Penurunan laba bersih dan EPS ini menunjukkan tantangan profitabilitas yang dihadapi bank pada paruh pertama tahun 2024.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
3.0/10Warren Buffett mencari perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang tahan lama (economic moat), profitabilitas yang konsisten, manajemen yang kuat, bisnis yang mudah dipahami, dan yang terpenting, harga yang undervalued atau dengan 'margin of safety'. Bank Mega (MEGA.JK) menjalankan bisnis perbankan yang mudah dipahami dan merupakan bagian dari konglomerat besar CT Corpora, yang menunjukkan beberapa dukungan manajemen dan sinergi bisnis. Namun, profitabilitas Bank Mega telah tidak konsisten, dengan penurunan laba bersih dan EPS dalam beberapa tahun terakhir (2022-2024), meskipun ada peningkatan pada Q3 2025. Selain itu, saham saat ini dianggap 'overvalued' berdasarkan perhitungan nilai wajar (2248 IDR dibandingkan harga saat ini 3220 IDR), yang tidak memenuhi kriteria 'margin of safety' Buffett. Persaingan ketat di sektor perbankan ritel Indonesia juga menunjukkan bahwa 'economic moat' mungkin tidak sekuat yang dicari Buffett. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip investasinya, Warren Buffett kemungkinan besar tidak akan menyarankan untuk membeli saham ini pada valuasi saat ini dan dengan tren profitabilitas yang bergejolak.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam satu tahun ke depan, PT Bank Mega Tbk diperkirakan akan underperform dibandingkan indeks. Meskipun bank ini memiliki dukungan dari CT Corpora dan fokus pada layanan perbankan yang komprehensif, kinerja laba bersih telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penilaian nilai wajar sebesar 2248 IDR menunjukkan bahwa saham ini saat ini overvalued, yang dapat menyebabkan tekanan penurunan harga dalam jangka panjang jika pasar menyesuaikan diri. Persaingan ketat dalam dana ritel juga menjadi hambatan. Target harga mencerminkan potensi tekanan valuasi, namun tidak sedramatis nilai wajar karena pasar seringkali memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.