ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 1550
Target 1 Minggu: Rp 1520
Target 1 Bulan: Rp 1560
Target 1 Tahun: Rp 1700
Sentimen Investing: Campur/Netral
Sentimen Stockbit: Campur/Netral

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Samindo Resources Tbk (MYOH.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 25 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) adalah perusahaan induk investasi yang berfokus pada jasa pertambangan batubara terintegrasi di Indonesia, meliputi pengupasan lapisan tanah penutup, produksi batubara, pengangkutan batubara, serta jasa pengeboran dan eksplorasi. Perusahaan memiliki kontrak jangka panjang dengan PT Kideco Jaya Agung yang menjadi sumber utama pendapatan, menyumbang lebih dari 80%. MYOH menunjukkan neraca keuangan yang sehat dengan likuiditas yang kuat, aset lancar melebihi liabilitas jangka pendek, dan posisi kas bersih yang signifikan. Meskipun pendapatan dan laba bersih mengalami kontraksi di 9M 2025 karena faktor non-operasional dan penurunan volume, perusahaan telah melakukan akuisisi strategis PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) pada akhir 2023 untuk diversifikasi bisnis ke penyewaan kendaraan 4WD untuk aktivitas pertambangan. Upaya optimalisasi operasional dan efisiensi biaya juga terus dilakukan.

Sentimen Stockbit

Campur/Netral

Skor: 55

Diskusi di Stockbit menunjukkan pandangan yang campur terhadap MYOH. Investor mengakui neraca yang sehat, likuiditas kuat, dan posisi kas bersih yang signifikan sebagai poin positif. Namun, kekhawatiran muncul mengenai ketergantungan yang tinggi pada satu klien (Kideco) dan penurunan laba bersih pada 9M 2025 yang membuat PER 13,6x terlihat 'premium' dibandingkan kinerja saat ini. Meskipun fundamental solid, kinerja laba yang menyusut menimbulkan pertanyaan tentang potensi pertumbuhan ke depan.

Sentimen Investing.com

Campur/Netral

Skor: 50

Sentimen anggota di Investing.com menunjukkan campuran pandangan 'Bearish' dan 'Bullish', tanpa skor agregat yang spesifik. Analisis teknikal terbaru pada platform ini bahkan mengindikasikan sinyal 'Strong Sell'. Ini menunjukkan ketidakpastian di antara investor mengenai arah pergerakan harga saham MYOH dalam jangka pendek.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Berkinerja Buruk

Selama 365 hari terakhir, harga penutupan saham PT Samindo Resources Tbk (MYOH.JK) mengalami penurunan sebesar -3.125% (dari Rp 1600 menjadi Rp 1550). Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sebesar +17.17% (dari 7314.11 menjadi 8570.25) pada periode yang sama. Dengan demikian, MYOH secara jelas berkinerja buruk dibandingkan dengan indeks. Kinerja buruk ini kemungkinan disebabkan oleh kombinasi sentimen pasar yang kurang positif terhadap sektor batubara dan jasa pertambangannya, serta penurunan laba bersih MYOH sebesar 37,7% pada 9M 2025 meskipun ada akuisisi PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) pada akhir 2023 dan perpanjangan kontrak dengan Kideco. Ketergantungan tinggi pada satu klien utama juga menjadi faktor risiko.

Outlook

1 Minggu

Target: 1520

Vs Indeks: Berkinerja Buruk

Outlook satu minggu ke depan cenderung bearish karena sinyal teknikal 'Strong Sell' baru-baru ini dan sentimen pasar yang campur. Penurunan harga baru-baru ini mungkin akan berlanjut dalam jangka sangat pendek.

1 Bulan

Target: 1560

Vs Indeks: Sejalan

Dalam satu bulan, harga mungkin akan sedikit stabil atau mengalami pemulihan minor karena fundamental perusahaan yang kuat seperti neraca sehat dan kontrak jangka panjang. Namun, ketidakpastian terhadap profitabilitas jangka pendek dan sentimen pasar yang campur mencegah kenaikan yang signifikan, sehingga diprediksi akan bergerak sejalan dengan indeks.

1 Tahun

Target: 1700

Vs Indeks: Berkinerja Unggul

Dalam jangka satu tahun, MYOH memiliki potensi untuk berkinerja unggul. Kontrak jangka panjang dengan Kideco hingga 2029-2032 memberikan visibilitas pendapatan yang kuat. Akuisisi TRJA juga menawarkan diversifikasi dan potensi pertumbuhan di luar batubara. Dengan neraca yang kuat dan upaya efisiensi operasional, perusahaan diharapkan dapat mengatasi kontraksi laba baru-baru ini dan dihargai lebih baik oleh pasar seiring waktu, terutama jika profitabilitas kembali membaik. Beberapa analisis fair value juga mengindikasikan saham ini berpotensi undervalue.

Berita Terbaru

Samindo Resources (MYOH) Bukukan Laba Bersih US$ 3,8 Juta pada Kuartal I-2025 (2025-05-05)

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatat laba bersih sebesar US$3,8 juta pada Kuartal I-2025, naik signifikan 501% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi kinerja operasional dan efisiensi biaya.

Samindo Resources Sees 40.1% Revenue Growth in First Half of 2024 (2024-09-03)

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 40,1% menjadi US$84,37 juta pada paruh pertama tahun 2024. Laba bersih juga melonjak, didorong oleh efisiensi operasional dan strategi manajemen yang efektif.

Emiten Tambang Low Tuck Kwong (MYOH) Sebar Dividen USD8 Juta, Telisik Jadwalnya! (2025-05-28)

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mengumumkan pembagian dividen sebesar US$8 juta kepada para pemegang saham pada Mei 2025, menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengembalikan nilai kepada investor.

MYOH dan Kideco Sepakat Lanjutkan Kontrak Penambangan (2025-05-05)

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) telah mencapai kesepakatan dengan PT Kideco Jaya Agung untuk melanjutkan kontrak jasa penambangan dengan empat anak perusahaannya selama lima tahun ke depan, menjamin visibilitas pendapatan jangka panjang.

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) telah menyelesaikan pengambilalihan atas 663,46 juta saham Transkon Jaya (TRJA) (2023-11-30)

Samindo Resources menyelesaikan akuisisi 74% saham PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) senilai sekitar Rp 307 miliar pada 30 November 2023. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing di industri jasa pertambangan dan diversifikasi bisnis di luar batubara.

LK Q3 2025: Laba Bersih MYOH Turun 37,7% YoY (9M 2025)

Hingga 9M 2025, MYOH mencatat pendapatan US$122,19 juta, turun 9,9% YoY dibandingkan 9M 2024. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham induk jatuh 37,7% YoY menjadi US$11,35 juta, sebagian besar karena faktor non-operasional seperti rugi kurs dan provisi penurunan nilai pinjaman.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 1550
Sentimen Investing.com Campur/Netral 50 %
Sentimen Stockbit Campur/Netral 55 %

Buffett Indicator

7.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang tahan lama (moat), manajemen yang kompeten, dan harga yang wajar. MYOH beroperasi dalam bisnis jasa pertambangan yang relatif dapat dipahami. Keunggulan kompetitif utamanya berasal dari kontrak jangka panjang dengan klien besar seperti Kideco, yang memberikan aliran pendapatan yang stabil. Akuisisi TRJA menunjukkan upaya diversifikasi yang proaktif. Neraca perusahaan sangat sehat dengan likuiditas yang kuat dan posisi kas bersih yang signifikan, yang sangat disukai Buffett. Meskipun ada kekhawatiran tentang ketergantungan pada satu klien dan kontraksi laba baru-baru ini di 9M 2025, fundamental keuangan yang kuat dan prospek jangka panjang dari kontrak yang ada akan menarik bagi seorang investor nilai. Buffett mungkin akan melihat MYOH sebagai perusahaan yang stabil dengan manajemen yang baik, namun mungkin akan mencari harga masuk yang lebih menarik mengingat tantangan profitabilitas jangka pendek dan risiko konsentrasi klien. Oleh karena itu, skor 7/10 menunjukkan potensi daya tarik investasi ala Buffett, tetapi dengan sedikit kehati-hatian.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 1520
Kinerja vs Indeks
Berkinerja Buruk
Target 1 Bulan
Rp. 1560
Kinerja vs Indeks
Sejalan

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1700
Kinerja vs Indeks
Berkinerja Unggul

Dalam jangka satu tahun, MYOH memiliki potensi untuk berkinerja unggul. Kontrak jangka panjang dengan Kideco hingga 2029-2032 memberikan visibilitas pendapatan yang kuat. Akuisisi TRJA juga menawarkan diversifikasi dan potensi pertumbuhan di luar batubara. Dengan neraca yang kuat dan upaya efisiensi operasional, perusahaan diharapkan dapat mengatasi kontraksi laba baru-baru ini dan dihargai lebih baik oleh pasar seiring waktu, terutama jika profitabilitas kembali membaik. Beberapa analisis fair value juga mengindikasikan saham ini berpotensi undervalue.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.