ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 105
Target 1 Minggu: Rp 100
Target 1 Bulan: Rp 110
Target 1 Tahun: Rp 120
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 25 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) adalah produsen dan pemasok beras di Indonesia yang beroperasi sejak 2015. Perusahaan memiliki berbagai merek produk beras dan menggunakan sistem pertanian plasma. Fokus pada beras khusus dan sehat memberikan keunggulan kompetitif, karena segmen ini tidak terpengaruh oleh Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Namun, perusahaan menghadapi tantangan dalam pasokan bahan baku dan kenaikan biaya operasional. Secara finansial, laba bersih perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi Rp 147,2 juta dari Rp 362,1 juta pada tahun 2023. Meskipun rasio utang terhadap ekuitas (D/E) tergolong rendah di 0,39x, profitabilitas perusahaan, yang ditunjukkan oleh net margin 0,2% dan ROE 0,24% pada tahun 2024, sangat rendah. Rasio P/E (Price/Earnings) yang sangat tinggi di 312,67x menunjukkan valuasi yang mahal relatif terhadap pendapatannya. Perusahaan juga memiliki masalah likuiditas dengan aset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek. Meskipun memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dari peningkatan konsumsi beras di Indonesia, kinerja keuangan saat ini menunjukkan tantangan dalam efisiensi dan profitabilitas.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: —

Sentimen di Stockbit terhadap NASI cenderung beragam. Beberapa pengguna menyatakan kekhawatiran atau keraguan tentang pergerakan saham ('gak mau ada kebaikan apa ya?'), sementara yang lain mengaitkan pergerakan saham dengan bantuan beras pemerintah ('makan dulu beras sphp gratis. nanti belanja berasnya kalo sphp udh habis'). Ada juga yang melihat potensi kenaikan, menunggu momentum yang tepat ('sedang menunggu momentum untuk naik'). Secara keseluruhan, tidak ada konsensus yang kuat, menunjukkan sentimen yang bercampur.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 10

Analisis teknikal dari Investing.com menunjukkan sinyal 'Strong Sell' berdasarkan rata-rata pergerakan (moving averages) dan indikator teknis lainnya. Moving average 5-hari NASI adalah 102,2000, yang juga mengindikasikan 'Sell'. Meskipun Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 46,904 yang menunjukkan 'Neutral', sinyal keseluruhan dari analisis teknikal sangat negatif.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham NASI meningkat dari 88 IDR menjadi 105 IDR, mencerminkan kenaikan sekitar 19.31%. Pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik dari 7314,11 menjadi 8497,51, atau sekitar 16.18%. Oleh karena itu, saham NASI mengungguli indeks. Kinerja ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk fokus perusahaan pada segmen beras khusus yang tidak terpengaruh HET, sehingga memberikan daya tahan di pasar yang fluktuatif. Selain itu, manajemen perusahaan memiliki pandangan positif terhadap bisnis beras di Indonesia karena pertumbuhan populasi dan konsumsi. Saham juga mengalami kenaikan signifikan pada pertengahan 2024 yang bahkan menyebabkan suspensi perdagangan sementara, menunjukkan minat investor yang kuat meskipun diikuti oleh penurunan setelah suspensi dicabut.

Outlook

1 Minggu

Target: 100

Vs Indeks: Underperform

Dalam satu minggu ke depan, saham NASI diperkirakan akan berkinerja di bawah indeks. Analisis teknikal dari Investing.com memberikan sinyal 'Strong Sell', menunjukkan tekanan jual jangka pendek.

1 Bulan

Target: 110

Vs Indeks: In-line

Untuk satu bulan ke depan, saham NASI diperkirakan akan berkinerja sejalan dengan indeks. Meskipun ada tantangan operasional dan sinyal teknikal negatif jangka pendek, perusahaan beroperasi di sektor kebutuhan pokok yang defensif. Fokus pada beras khusus juga dapat memberikan stabilitas harga.

1 Tahun

Target: 120

Vs Indeks: In-line

Dalam satu tahun ke depan, saham NASI diperkirakan akan berkinerja sejalan dengan indeks. Prospek jangka panjang didukung oleh pertumbuhan populasi Indonesia dan potensi pasar beras. Namun, profitabilitas perusahaan yang masih rendah (net margin 0,2%, ROE 0,24% di 2024) dan masalah likuiditas menjadi perhatian. Kemampuan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengelola biaya akan menjadi kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berita Terbaru

Emiten Produsen Beras Keluhkan Tantangan Pasokan dan Kenaikan Biaya Kirim (2025-06-17)

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menghadapi tantangan pasokan bahan baku beras dan kenaikan biaya operasional, khususnya pengiriman. Perseroan menargetkan penjualan Rp 105 miliar dan laba bersih Rp 1,06 miliar untuk tahun 2025, dengan kinerja yang relatif stabil. Penjualan kuartal I 2025 mencapai Rp 20,3 miliar dan laba Rp 25 juta.

Fokus Beras Khusus, Bisnis Wahana Inti Makmur (NASI) Tak Terimbas HET (2024-06-19)

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) fokus pada beras khusus dan sehat sehingga tidak terpengaruh oleh Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan penjualan 10% menjadi Rp 87 miliar pada 2024 dan laba bersih melonjak 618% menjadi Rp 2,6 miliar. Sektor HORECA (Hotel, Restoran, dan Kafe) menjadi kontributor utama penjualan.

Saham Ini Diam-diam Naik 281% (2024-06-19)

Saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) melonjak 13,81% menjadi Rp 206 pada penutupan sesi I perdagangan 19 Juni 2024. Dalam satu bulan terakhir, saham ini naik 32,05%. Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mengenakan suspensi atas perdagangan saham NASI pada 21 Mei 2024 karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Suspensi Dicabut, Saham Wahana Inti Makmur (NASI) Turun 9,71% (2024-07-02)

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), namun sahamnya kemudian turun 9,71%.

Bos Wahana Inti Makmur (NASI) Buka-Bukaan Soal Bisnis Beras di RI (2024-05-16)

Direktur Utama PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) melihat potensi besar dalam bisnis distribusi beras di Indonesia, didorong oleh pertumbuhan populasi penduduk dan peningkatan konsumsi beras.

Stok Melimpah! Pemerintah Pastikan Indonesia Bebas Impor Beras dan Jagung Sepanjang Tahun (2025-11-24)

Pemerintah Indonesia optimis dapat memenuhi kebutuhan beras domestik tanpa impor sepanjang tahun, dengan proyeksi produksi beras 34,6 juta ton pada musim tanam 2024-2025. Ini berpotensi mendukung produsen beras lokal seperti NASI.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 105
Sentimen Investing.com Bearish 10 %
Sentimen Stockbit Mixed

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung mencari perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, sejarah operasi yang konsisten dengan profitabilitas tinggi, keunggulan kompetitif yang kuat (moat), manajemen yang rasional, dan valuasi yang menarik. Meskipun bisnis PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) mudah dipahami (produsen beras), profitabilitas perusahaan sangat rendah dengan net margin hanya 0,2% dan Return on Equity (ROE) 0,24% pada tahun 2024. Rasio P/E yang sangat tinggi (312,67x) menunjukkan valuasi yang sangat mahal relatif terhadap pendapatannya. Meskipun rasio utang terhadap ekuitas (D/E) rendah (0,39x), kurangnya keunggulan kompetitif yang signifikan di pasar komoditas beras serta masalah likuiditas (aset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek) akan menjadi penghalang bagi seorang investor seperti Buffett. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett menyarankan untuk membeli saham ini sangat rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 100
Kinerja vs Indeks
Underperform
Target 1 Bulan
Rp. 110
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 120
Kinerja vs Indeks
In-line

Dalam satu tahun ke depan, saham NASI diperkirakan akan berkinerja sejalan dengan indeks. Prospek jangka panjang didukung oleh pertumbuhan populasi Indonesia dan potensi pasar beras. Namun, profitabilitas perusahaan yang masih rendah (net margin 0,2%, ROE 0,24% di 2024) dan masalah likuiditas menjadi perhatian. Kemampuan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengelola biaya akan menjadi kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.