ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 2330
Target 1 Minggu: Rp 2350
Target 1 Bulan: Rp 2400
Target 1 Tahun: Rp 2200
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bukit Asam Tbk (PTBA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 25 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) adalah perusahaan pertambangan batubara terintegrasi milik negara di Indonesia, yang juga bergerak dalam logistik, pembangkit listrik, dan sedang melakukan diversifikasi ke energi baru dan terbarukan, termasuk proyek gasifikasi batubara menjadi DME. Meskipun operasionalnya solid dengan peningkatan volume produksi dan penjualan batubara, kinerja keuangan PTBA sangat fluktuatif dan sensitif terhadap harga batubara global serta biaya operasional. Laba bersih perusahaan mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024 dan semester I 2025 karena koreksi harga batubara dan kenaikan biaya bahan bakar, logistik, dan jasa tambang. Namun, PTBA dikenal sebagai pembayar dividen yang konsisten dengan imbal hasil dividen yang tinggi (saat ini sekitar 14,33%) dan rasio pembayaran dividen yang besar (seringkali >75%). Perusahaan juga aktif melakukan efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok untuk menjaga kinerja di tengah tantangan pasar.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 40

Sentimen di Stockbit terhadap PTBA cenderung beragam atau campuran. Beberapa investor menunjukkan kekecewaan karena RUPSLB yang akan datang pada Desember 2025 dipastikan tidak akan membahas pembagian dividen. Ada juga komentar yang menyebut saham PTBA 'pasif sekali' atau 'sedang dalam keadaan koma'. Namun, di sisi lain, beberapa analisis lama (Juli 2024) menunjukkan bahwa pasar terlalu pesimis terhadap sektor batubara dan menilai potensi dividen PTBA masih menarik (10-15% yield untuk 2024-2025), dengan neraca keuangan yang kuat.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 30

Sentimen anggota di Investing.com untuk PTBA secara keseluruhan adalah 'Bearish'. Konsensus analis juga menunjukkan rekomendasi 'Jual' dengan target harga rata-rata yang mengindikasikan potensi penurunan. Tidak ada influencer atau hashtag spesifik yang menonjol dari hasil pencarian, namun sentimen negatif ini mencerminkan kekhawatiran terhadap prospek saham PTBA.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham PTBA turun sekitar 16,79% (dari 2800 menjadi 2330), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 17,17% (dari 7314 menjadi 8570). Ini menunjukkan PTBA secara signifikan berkinerja lebih rendah dibandingkan indeks. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh beberapa faktor utama: harga batubara global yang terus tertekan sepanjang 2023-2024 akibat permintaan yang lemah dan pasokan melimpah, serta pergeseran menuju energi terbarukan. PTBA juga menghadapi kenaikan biaya pokok pendapatan, termasuk biaya bahan bakar, logistik, dan jasa tambang, yang menekan margin keuntungan. Meskipun terjadi peningkatan volume produksi dan penjualan batubara pada tahun 2024 dan semester I 2025, harga jual rata-rata (ASP) yang lebih rendah membatasi pertumbuhan laba bersih, bahkan menyebabkan penurunan signifikan pada tahun 2024 dan semester I 2025.

Outlook

1 Minggu

Target: 2350

Vs Indeks: In-line

Pergerakan harga saham PTBA dalam satu minggu ke depan diperkirakan akan cenderung mendatar atau sedikit menguat. Saham saat ini berada di dekat area support Rp2.300–Rp2.400, yang dapat membatasi penurunan lebih lanjut. Selain itu, sentimen positif dari berita pinjaman untuk pengembangan logistik batubara dapat memberikan sedikit dorongan.

1 Bulan

Target: 2400

Vs Indeks: Underperform

Dalam satu bulan ke depan, PTBA kemungkinan akan tetap berkinerja di bawah indeks. Harga batubara global diperkirakan masih berada dalam tekanan, meskipun ada potensi rebound menjelang musim dingin. Meskipun PTBA berupaya melakukan efisiensi dan diversifikasi, dampak penurunan laba bersih pada semester I 2025 kemungkinan masih akan menekan sentimen investor jangka pendek.

1 Tahun

Target: 2200

Vs Indeks: Underperform

Prospek harga batubara jangka panjang yang suram akibat transisi energi global akan terus menekan kinerja perusahaan. BMI dan IEA memproyeksikan penurunan konsumsi batubara global dan harga batubara dalam jangka panjang. Meskipun PTBA berupaya diversifikasi ke energi terbarukan dan hilirisasi batubara (DME), kontribusi signifikan dari proyek-proyek ini masih membutuhkan waktu, dengan dampak yang lebih terasa pada tahun fiskal 2026-2027. Konsensus analis rata-rata juga menunjukkan target harga yang lebih rendah dari harga saat ini.

Berita Terbaru

PTBA Gelar Aksi Nyata Tingkatkan Kesehatan Masyarakat (24 Nov 2025)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat di sekitar Kertapati Port dengan menyelenggarakan pengobatan gratis dan pemberian makanan tambahan untuk balita stunting, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) nomor 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

PTBA Dapat Kucuran Dana Rp3,56 Triliun! Siap Genjot Proyek Angkutan Batu Bara Nasional (13 Nov 2025)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperoleh pinjaman berjangka senilai Rp3,56 triliun dari tiga bank Himbara. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat proyek angkutan batubara nasional, bertujuan meningkatkan efisiensi logistik energi di Indonesia.

Laba PTBA Semester I 2025 Melorot 59 Persen, Target Harga Dipangkas (13 Agu 2025)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 59% secara tahunan pada semester pertama 2025 menjadi Rp833 miliar, terutama disebabkan oleh lonjakan biaya bahan bakar, logistik, dan jasa tambang. Kiwoom Sekuritas Indonesia merevisi turun target harga PTBA menjadi Rp2.610 per saham.

Hadapi Tantangan Harga Batubara, Simak Rekomendasi Bukit Asam (PTBA) (21 Agu 2025)

PTBA mencatat peningkatan produksi batubara 16% YoY dan penjualan 8% YoY di semester pertama 2025. Namun, laba bersih menurun tajam karena harga jual rata-rata (ASP) yang lebih rendah dan kenaikan biaya tunai. Perusahaan berupaya melalui efisiensi biaya, optimalisasi rantai pasok, dan diversifikasi ke energi terbarukan.

Laba PTBA Anjlok 16% Tahun 2024 (8 Apr 2025)

PT Bukit Asam Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp5,10 triliun pada tahun 2024, mengalami penurunan 16,41% dibandingkan tahun 2023. Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan meningkat, terutama karena kenaikan beban pokok pendapatan dan koreksi harga batubara global.

Rumor

RUPSLB PTBA pada 16 Desember 2025, Spekulasi Dividen (24 Nov 2025)

Terdapat diskusi di Stockbit mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PTBA yang akan dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025. Spekulasi beredar apakah akan ada gebrakan baru atau pembagian dividen, namun beberapa pengguna menyatakan bahwa dipastikan tidak ada pembahasan dividen pada RUPSLB tersebut, yang menimbulkan sedikit kekecewaan.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 2330
Sentimen Investing.com Bearish 30 %
Sentimen Stockbit Mixed 40 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan model bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dan berkelanjutan (moat), serta pendapatan yang dapat diprediksi. Meskipun PTBA menawarkan dividen yang tinggi dan memiliki model bisnis terintegrasi yang mengurangi ketergantungan pada harga batubara mentah, profitabilitasnya sangat sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas dan biaya produksi. Prospek jangka panjang batubara termal suram karena transisi energi global, yang tidak sesuai dengan kriteria Buffett untuk bisnis dengan keunggulan kompetitif yang tahan lama (moat) dan pendapatan yang dapat diprediksi. Buffett cenderung menghindari industri yang menghadapi penurunan struktural dan volatilitas pendapatan yang tinggi.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 2350
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 2400
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 2200
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek harga batubara jangka panjang yang suram akibat transisi energi global akan terus menekan kinerja perusahaan. BMI dan IEA memproyeksikan penurunan konsumsi batubara global dan harga batubara dalam jangka panjang. Meskipun PTBA berupaya diversifikasi ke energi terbarukan dan hilirisasi batubara (DME), kontribusi signifikan dari proyek-proyek ini masih membutuhkan waktu, dengan dampak yang lebih terasa pada tahun fiskal 2026-2027. Konsensus analis rata-rata juga menunjukkan target harga yang lebih rendah dari harga saat ini.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.