ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 2460
Target 1 Minggu: Rp 2470
Target 1 Bulan: Rp 2480
Target 1 Tahun: Rp 2200
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed to Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bukit Asam Tbk (PTBA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) adalah pemain dominan di industri pertambangan batu bara Indonesia, dengan operasi penambangan berskala besar, eksplorasi, dan fasilitas pelabuhan. Sebagai bagian dari Grup MIND ID, PTBA mengadopsi model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk pembangkit listrik dan diversifikasi ke energi terbarukan. Meskipun operasionalnya solid, kinerja keuangan perusahaan sangat bergantung pada fluktuasi harga batu bara global, yang mengakibatkan penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun 2025 di tengah tekanan harga komoditas. PTBA dikenal memiliki kebijakan dividen yang konsisten dan tinggi, sering membagikan hingga 75% dari laba bersih. Rasio keuangan terakhir menunjukkan P/E Ratio 8.64, Price/Book 1.35, Debt/Equity 19.58%, Return on Equity 15.96%, dan Dividend Yield 13.62%. Pertumbuhan liabilitas yang lebih cepat dari aset dalam tiga tahun terakhir menjadi perhatian, meskipun hal ini dapat digunakan untuk mendanai inisiatif pertumbuhan. Skor ESG PTBA sebesar 44.24 menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki pekerjaan rumah untuk sepenuhnya selaras dengan strategi investasi yang berfokus pada keberlanjutan.

Sentimen Stockbit

Mixed to Bullish

Skor: 65

Diskusi di Stockbit mengenai PTBA menunjukkan sentimen yang cenderung campuran hingga positif. Daya tarik utama adalah konsistensi dividen yang tinggi, dengan beberapa analisis memproyeksikan dividend yield sekitar 13.5-14.6%. Meskipun ada kekhawatiran tentang normalisasi harga batu bara dan pesimisme analis terhadap sektor ini, pandangan bahwa pasar terlalu pesimis dilihat sebagai peluang oleh beberapa investor. Pembahasan juga menyentuh posisi PTBA sebagai produsen batu bara utama dan upaya diversifikasi.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 25

Sentimen di Investing.com untuk PTBA didominasi oleh pandangan bearish. Konsensus analis memberikan rekomendasi 'Jual' dengan target harga yang lebih rendah dari harga saat ini. Sentimen anggota juga cenderung bearish, didorong oleh kekhawatiran terhadap penurunan harga batu bara global dan dampaknya pada profitabilitas. Meskipun ada beberapa komentar positif yang menyoroti fundamental perusahaan, tekanan jual dan prospek negatif dari analis mendominasi percakapan.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Dalam 365 hari terakhir, saham PTBA mengalami penurunan sekitar 8.89% (dari 2700 menjadi 2460), sementara indeks IDX Composite menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 27.84% (dari 7170.74 menjadi 9167.16). Hal ini menunjukkan PTBA secara substansial berkinerja di bawah indeks. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh normalisasi harga batu bara global setelah periode 'supercycle' pada 2022-2023, yang secara langsung menekan pendapatan dan laba bersih perusahaan. Meskipun volume produksi dan penjualan PTBA meningkat, penurunan harga jual rata-rata (ASP) membatasi pertumbuhan laba. Sentimen pasar yang pesimis terhadap sektor batu bara secara umum, didorong oleh transisi energi dan kekhawatiran permintaan global di masa depan, juga berkontribusi pada underperform saham. Selain itu, masalah operasional seperti gangguan pengangkutan batu bara dan kenaikan biaya bahan bakar menambah tekanan pada kinerja perusahaan.

Outlook

1 Minggu

Target: 2470

Vs Indeks: In-line

Untuk satu minggu ke depan, PTBA diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Berita terbaru mengenai pengamanan jalur tambang ilegal dan sedikit kenaikan harga acuan batu bara memberikan sedikit sentimen positif. Namun, kekhawatiran fundamental yang lebih besar mengenai harga komoditas dan sentimen bearish analis mungkin membatasi kenaikan signifikan. Harga diperkirakan akan stabil di sekitar level saat ini atau sedikit naik.

1 Bulan

Target: 2480

Vs Indeks: In-line

Dalam satu bulan ke depan, PTBA kemungkinan akan bergerak sejalan dengan indeks. Rencana pemerintah untuk memangkas produksi batu bara nasional pada tahun 2026 dapat memberikan dukungan harga jangka pendek, tetapi tren harga batu bara global yang masih menurun akan menjadi penghambat utama. Investor akan terus memantau rilis data ekonomi dan kebijakan energi yang dapat mempengaruhi harga komoditas.

1 Tahun

Target: 2200

Vs Indeks: Underperform

Untuk satu tahun ke depan, PTBA diperkirakan akan berkinerja di bawah indeks. Konsensus analis memberikan rekomendasi 'Jual' dengan target harga rata-rata sekitar IDR 2,161 hingga IDR 2,229, menyiratkan potensi penurunan dari harga saat ini. Meskipun perusahaan memiliki model bisnis terintegrasi dan berupaya melakukan diversifikasi, ketergantungannya pada batu bara sebagai komoditas siklis dan tekanan dari transisi energi global akan terus menjadi tantangan signifikan. Risiko utama meliputi volatilitas harga batu bara, perlambatan ekonomi global, dan perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi kinerja jangka panjang.

Berita Terbaru

PTBA Blokir Jalur Tambang Ilegal di Banko Tengah (19 Januari 2026)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperketat pengamanan wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Banko Tengah Blok B di Kabupaten Muara Enim. Langkah ini dilakukan untuk melindungi aset perusahaan dari aktivitas tambang ilegal, menjaga cadangan produksi, dan mengurangi risiko gangguan operasional.

Harga Acuan Batu Bara Indonesia Sedikit Naik (16 Januari 2026)

Harga acuan batu bara Indonesia untuk kalori tinggi meningkat menjadi $104.03 per ton pada paruh kedua Januari 2026, naik dari $103.30 per ton di awal Januari. Demikian pula, harga acuan untuk batu bara 3,400 kcal/kg juga naik menjadi $35.38 per ton dari $35.13 per ton.

Pemerintah Berencana Pangkas Produksi Batu Bara untuk Dongkrak Harga (16 Januari 2026)

Kementerian Energi Indonesia berencana mengurangi produksi batu bara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada tahun 2026, secara signifikan lebih rendah dari 790 juta ton yang diproduksi pada tahun 2025. Pengurangan kuota produksi ini bertujuan untuk memperkuat harga batu bara di tengah kondisi pasokan global yang berlebih.

Rumor

Rumor Hot: Bukit Asam Diminta Kucurkan Dividen 100%? (05 April 2018)

Pada tahun 2018, beredar rumor bahwa pemerintah akan meminta emiten pertambangan plat merah, termasuk PTBA, untuk membagikan dividen 100% dari laba bersih tahun 2017 guna mendanai akuisisi saham Freeport Indonesia oleh Inalum. Namun, Inalum menyatakan belum ada arahan khusus, hanya menginginkan dividen maksimal dari anak usahanya. Ini adalah rumor yang sudah lama dan tidak ada indikasi kebaruan.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 2460
Sentimen Investing.com Bearish 25 %
Sentimen Stockbit Mixed to Bullish 65 %

Buffett Indicator

3.5/10

Warren Buffett umumnya menghindari investasi pada perusahaan di industri komoditas siklis seperti batu bara, karena karakteristiknya yang tidak memiliki 'moat' (keunggulan kompetitif yang berkelanjutan) yang jelas dan profitabilitasnya sangat bergantung pada harga komoditas yang sulit diprediksi. Meskipun PTBA adalah BUMN dengan operasi terintegrasi dan riwayat pembayaran dividen yang kuat, beberapa faktor akan menjadi pertimbangan negatif bagi Buffett: 1. **Siklus Komoditas:** Bisnis batu bara sangat siklis dan rentan terhadap fluktuasi harga global serta perubahan kebijakan energi, yang bertentangan dengan preferensi Buffett untuk bisnis dengan pendapatan stabil dan dapat diprediksi. 2. **Kurangnya Moat Jelas:** Meskipun memiliki aset pertambangan besar, industri batu bara menghadapi tantangan jangka panjang dari transisi energi global dan inisiatif dekarbonisasi, yang dapat mengikis keunggulan kompetitif. 3. **Risiko ESG:** Skor ESG PTBA yang relatif rendah dapat menjadi kekhawatiran bagi investor yang mengutamakan faktor keberlanjutan. 4. **Prospek Jangka Panjang:** Meskipun ada upaya diversifikasi ke energi terbarukan, inti bisnis tetap batu bara yang memiliki prospek pertumbuhan terbatas di masa depan. Meskipun konsistensi dividen dan status BUMN dapat menjadi daya tarik, sifat dasar bisnis batu bara yang siklis dan tantangan lingkungan jangka panjang membuat PTBA kurang selaras dengan filosofi investasi nilai Warren Buffett.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 2470
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 2480
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 2200
Kinerja vs Indeks
Underperform

Untuk satu tahun ke depan, PTBA diperkirakan akan berkinerja di bawah indeks. Konsensus analis memberikan rekomendasi 'Jual' dengan target harga rata-rata sekitar IDR 2,161 hingga IDR 2,229, menyiratkan potensi penurunan dari harga saat ini. Meskipun perusahaan memiliki model bisnis terintegrasi dan berupaya melakukan diversifikasi, ketergantungannya pada batu bara sebagai komoditas siklis dan tekanan dari transisi energi global akan terus menjadi tantangan signifikan. Risiko utama meliputi volatilitas harga batu bara, perlambatan ekonomi global, dan perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi kinerja jangka panjang.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.