ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 324
Target 1 Minggu: Rp 325
Target 1 Bulan: Rp 340
Target 1 Tahun: Rp 350
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA.JK) adalah penyedia layanan multimedia terkemuka di Indonesia, yang beroperasi melalui televisi Free-to-Air (SCTV, Indosiar, Mentari TV) dan platform digital (Vidio). Perusahaan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 77,78% menjadi Rp594,85 miliar pada tahun 2024, meskipun laba bersih sempat tergerus pada tahun 2023 karena penurunan pendapatan. Posisi keuangan SCMA sangat sehat dengan rasio Debt/Equity yang sangat rendah, sekitar 0,00% hingga 0,32%. Perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan aset yang lebih cepat dibandingkan liabilitasnya antara tahun 2021 dan 2024. Vidio, sebagai anak perusahaan, merupakan platform OTT nomor satu di Indonesia, menjadi pendorong utama strategi pertumbuhan digital SCMA. Namun, analisis lain menunjukkan fundamental masih rapuh dengan penurunan penjualan dan laba yang didorong oleh piutang yang meningkat tajam, serta arus kas yang belum sekuat narasi labanya. Meskipun demikian, perusahaan menawarkan dividen yield yang menarik sebesar 8,49%.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 50

Sentimen di Stockbit cenderung bervariasi. Ada pandangan positif mengenai transformasi SCMA ke AI dan konten digital yang agresif, didukung oleh akuisisi talenta dan MCN, serta adanya 'Big Money' sebesar Rp3 Triliun dari pengendali baru. Namun, terdapat juga kekhawatiran mengenai transparansi sumber dana tersebut. Aspek fundamental perusahaan dianggap masih rapuh dengan penurunan penjualan dan laba yang didorong oleh piutang, serta arus kas yang belum kuat. Rencana rights issue pada harga Rp300 juga menjadi perhatian bagi investor ritel terkait manajemen modal.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 30

Sentimen dari Investing.com cenderung bearish. Beberapa analis memberikan target harga yang menunjukkan potensi penurunan yang signifikan, dengan JPMorgan mencatat potensi penurunan sebesar 39.4% dari harga saat ini. Selain itu, indikator teknikal harian juga menunjukkan sinyal 'Strong Sell'. Meskipun ada update rating analis, pandangan secara keseluruhan lebih condong ke arah negatif.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Dalam 365 hari terakhir, harga saham SCMA.JK meningkat signifikan sebesar 87.28% (dari 173 menjadi 324), jauh mengungguli indeks yang naik 27.84% (dari 7170 menjadi 9167). Kinerja ini didorong oleh beberapa faktor. Laporan laba bersih SCMA yang melonjak 77,78% pada tahun 2024 memberikan sentimen positif yang kuat kepada investor. Selain itu, rumor mengenai IPO anak perusahaan SCMA, Vidio, dengan valuasi yang tinggi turut memicu antusiasme pasar. Strategi perusahaan yang menjagokan layanan Over-The-Top (OTT) Vidio, yang telah menjadi platform OTT nomor satu di Indonesia, juga memberikan prospek pertumbuhan yang menarik. Pembagian dividen interim dan aksi korporasi pembelian saham kembali oleh Elang Mahkota Teknologi (EMTK) juga berkontribusi pada kenaikan harga saham. Meskipun ada laporan penurunan laba bersih pada tahun 2023, sentimen positif dari kinerja 2024 dan prospek Vidio berhasil mengangkat harga saham secara substansial dalam setahun terakhir.

Outlook

1 Minggu

Target: 325

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham SCMA.JK diperkirakan akan bergerak stabil atau sedikit di atas level saat ini, sejalan dengan indeks. Tidak ada katalis jangka pendek yang signifikan yang diantisipasi, sehingga pergerakan akan cenderung mengikuti sentimen pasar secara umum.

1 Bulan

Target: 340

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan ke depan, saham SCMA.JK memiliki potensi untuk sedikit mengungguli indeks. Ini didukung oleh spekulasi yang masih hangat seputar potensi IPO Vidio dan fokus perusahaan pada pertumbuhan layanan OTT. Sentimen positif dari rumor ini dapat memberikan dorongan kenaikan harga saham, meskipun volatilitas mungkin tetap ada.

1 Tahun

Target: 350

Vs Indeks: In-line

Prospek satu tahun ke depan untuk SCMA.JK adalah sejalan dengan indeks, dengan target harga rata-rata konsensus analis di sekitar 350 IDR. Meskipun perusahaan memiliki posisi pasar yang kuat di media tradisional dan digital (Vidio), serta mencatat laba bersih yang solid pada tahun 2024, kekhawatiran mengenai valuasi yang dianggap mahal oleh beberapa metrik (P/B premium dan Forward P/E yang tinggi) serta kerentanan fundamental yang disebutkan oleh beberapa analis dapat membatasi kenaikan signifikan. Realisasi IPO Vidio akan menjadi katalis utama, namun tanpa kejelasan waktu, prospek jangka panjang akan lebih hati-hati.

Berita Terbaru

Gelar MESOP, Surya Citra Media (SCMA) Akan Bagikan 400 Juta Saham (2025-03-22)

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berencana mengalihkan hasil pembelian kembali saham melalui program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) sebanyak 400 juta lembar saham. Program ini bertujuan meningkatkan rasa kepemilikan karyawan terhadap perusahaan tanpa menimbulkan dilusi karena tidak ada penerbitan saham baru.

Data Kinerja dan Rasio Keuangan Surya Citra Media (SCMA) pada 2023 - 2024 (2025-03-26)

SCMA mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 77,78% menjadi Rp594,85 miliar pada tahun 2024. Artikel ini menyajikan data pendapatan, beban, laba bersih, aset, liabilitas, dan ekuitas SCMA pada 2023 dan 2024, serta rasio keuangan 2024.

Surya Citra Media (SCMA) Jagokan Layanan OTT untuk Kejar Target Kinerja di Tahun 2025 (2025-01-12)

Direktur SCMA menyatakan bahwa pendapatan iklan dari Free-to-Air (FTA) TV masih mendominasi, namun prospek pertumbuhan dari pelanggan berbayar platform OTT (Vidio) akan semakin bertambah. Vidio adalah platform OTT nomor 1 di Indonesia dengan lebih dari 4,5 juta pelanggan berbayar.

Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Borong Saham SCMA Rp 755 Miliar (Sekitar Nov 2025)

Elang Mahkota Teknologi (EMTK), induk usaha SCMA, terus melakukan pembelian saham SCMA dalam jumlah besar, menunjukkan kepercayaan pemegang saham pengendali terhadap prospek perusahaan.

SCMA Tebar Dividen Interim Rp 571,2 Miliar, Cek Tanggalnya (Sekitar Nov 2025)

SCMA akan membagikan dividen interim sebesar Rp5 per saham atau total Rp316,85 miliar, memberikan sentimen positif bagi investor yang mencari pendapatan dividen.

Rumor

SCMA Mau ke Sini, Rumor Panas Berembus (2025-02-12)

Rumor tentang rencana Initial Public Offering (IPO) Vidio, anak perusahaan SCMA, telah berembus kencang dan menjadi pendorong kenaikan saham SCMA. Valuasi Vidio diperkirakan dapat mencapai US$751 juta, yang merepresentasikan 90,8% dari kapitalisasi pasar SCMA pada akhir Januari 2025.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 324
Sentimen Investing.com Bearish 30 %
Sentimen Stockbit Mixed 50 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung mencari perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat (moat), profitabilitas yang konsisten, manajemen yang baik, dan harga yang wajar. SCMA beroperasi di industri media yang dapat dipahami, dan kepemilikan saluran TV terkemuka serta posisi Vidio sebagai platform OTT nomor satu menunjukkan adanya keunggulan kompetitif. Rasio utang terhadap ekuitas yang sangat rendah juga merupakan nilai positif bagi Buffett. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin membuat Buffett ragu. Profitabilitas SCMA tidak sepenuhnya konsisten, dengan penurunan laba bersih pada tahun 2023 meskipun ada lonjakan di tahun 2024. Beberapa analisis juga menunjukkan fundamental yang masih rapuh dan laba yang didorong oleh piutang, bukan arus kas yang kuat. Selain itu, saham SCMA saat ini dianggap 'kaya valuasi' berdasarkan Forward P/E dan 'overvalued' berdasarkan nilai intrinsiknya, yang berarti harganya mungkin tidak 'wajar' menurut kriteria Buffett. Isu transparansi terkait 'Big Money' dari pengendali baru juga bisa menjadi bendera merah bagi investor yang berhati-hati seperti Buffett. Oleh karena itu, kemungkinan Buffett merekomendasikan pembelian saham ini relatif rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 325
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 340
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 350
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek satu tahun ke depan untuk SCMA.JK adalah sejalan dengan indeks, dengan target harga rata-rata konsensus analis di sekitar 350 IDR. Meskipun perusahaan memiliki posisi pasar yang kuat di media tradisional dan digital (Vidio), serta mencatat laba bersih yang solid pada tahun 2024, kekhawatiran mengenai valuasi yang dianggap mahal oleh beberapa metrik (P/B premium dan Forward P/E yang tinggi) serta kerentanan fundamental yang disebutkan oleh beberapa analis dapat membatasi kenaikan signifikan. Realisasi IPO Vidio akan menjadi katalis utama, namun tanpa kejelasan waktu, prospek jangka panjang akan lebih hati-hati.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.