Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 23 december 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 40
Sentimen Investing.com
Skor: 20
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 7100
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 7300
Vs Indeks: Underperform
1 Tahun
Target: 3500
Vs Indeks: Underperform
Berita Terbaru
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pada 18 Desember 2025 memberikan pinjaman sebesar US$ 95 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun kepada entitas anaknya di Singapura, Chandra Asri Capital Ptd. Ltd (CAC). Pinjaman ini diharapkan dapat mendatangkan nilai tambah dan memperkuat posisi grup dalam mengembangkan bisnis energinya di Singapura, khususnya untuk investasi fasilitas stasiun pengisian bahan bakar.
TPIA mengeluarkan obligasi berkelanjutan V dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 6 triliun. Dana ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja dan diharapkan dapat mendukung akuisisi yang diperkirakan menambah pendapatan sekitar US$ 500 juta serta berkontribusi positif terhadap laba bersih dan arus kas operasional TPIA.
Harga saham TPIA menguat setelah perusahaan mengumumkan keberhasilan memenuhi target keberlanjutan dari fasilitas sustainability-linked loan (SLL) senilai USD800 juta. Pencapaian ini menunjukkan komitmen TPIA pada manajemen risiko ESG yang kuat dan berpotensi memperkuat akses pendanaan murah jangka panjang.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk meningkatkan produksi soda kaustik dan ethylene dichloride. Kerjasama ini diharapkan dapat menurunkan risiko eksekusi proyek dan menjamin pendanaan, meskipun valuasi saham TPIA masih premium.
Rumor
Ada diskusi di platform sosial media seperti Stockbit yang menyebut saham-saham grup Prajogo Pangestu, termasuk TPIA, sebagai 'gorengan' atau spekulatif, menyiratkan adanya praktik manipulasi harga. Hal ini dapat menimbulkan sentimen negatif dan ketidakpercayaan di kalangan investor ritel.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
2.0/10Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat (moat), manajemen yang kompeten, dan yang paling penting, diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya dengan rekam jejak profitabilitas yang konsisten. Dalam kasus TPIA, meskipun perusahaan memiliki posisi dominan sebagai satu-satunya Naphtha Cracker terintegrasi di Indonesia dan melakukan diversifikasi strategis, ada beberapa faktor yang kemungkinan besar akan membuat Buffett enggan berinvestasi. Pertama, TPIA beroperasi di industri petrokimia yang bersifat siklis dan padat modal, dengan profitabilitas yang berfluktuasi dan baru-baru ini mencatat kerugian bersih. Buffett umumnya menghindari industri yang sangat siklis dan sulit diprediksi keuntungannya. Kedua, valuasi TPIA saat ini sangat tinggi (P/BV 20,5x) meskipun mencatat kerugian, dan analisis nilai intrinsik menunjukkan bahwa saham ini sangat dinilai terlalu tinggi (overvalued). Buffett mencari 'perusahaan hebat dengan harga wajar', bukan 'perusahaan wajar dengan harga hebat'. Ketiga, meskipun manajemen melakukan ekspansi strategis, fokus Buffett adalah pada laba yang konsisten dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas bebas yang kuat, yang belum terlihat secara stabil dari TPIA dalam periode kerugiannya. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip-prinsip investasi Buffett, TPIA pada kondisi saat ini tidak akan menjadi pilihan investasi yang menarik baginya.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam satu tahun ke depan, prospek TPIA terlihat underperform dibandingkan indeks, dengan target harga yang diperkirakan jauh lebih rendah dari harga saat ini. Konsensus analis memberikan peringkat 'Jual' dengan target harga rata-rata sekitar 2.499 IDR hingga 4.713 IDR, bahkan ada yang serendah 1.140 IDR. Meskipun TPIA memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi dan diversifikasi, serta posisi pasar yang dominan, profitabilitas yang masih negatif dan valuasi yang sangat tinggi menjadi perhatian utama. Tantangan industri petrokimia global seperti kelebihan pasokan dan fluktuasi harga komoditas juga akan terus mempengaruhi kinerja TPIA.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.