ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 7050
Target 1 Minggu: Rp 7100
Target 1 Bulan: Rp 7300
Target 1 Tahun: Rp 3500
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) adalah perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, mengoperasikan satu-satunya Naphtha Cracker terintegrasi di Indonesia. Perusahaan ini merupakan pemasok utama olefin dan poliolefin, dengan pangsa pasar domestik sekitar 50% untuk Olefin, 40% untuk Polietilena, dan 32% untuk Polipropilena. Dalam beberapa tahun terakhir, TPIA telah melakukan transformasi bisnis menjadi penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur, termasuk akuisisi aset kilang dan petrokimia Shell di Singapura serta investasi di sektor energi dan pengelolaan air. Namun, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,12 triliun pada tahun 2024 dan kerugian Rp 389 miliar pada Q1 2025, meskipun kerugian ini menyempit. Profitabilitas yang rendah dan rasio valuasi seperti Price to Book Value (P/BV) mencapai 20,5 kali, jauh di atas rata-rata industri kimia dasar sekitar 2-3 kali, menunjukkan bahwa saham ini diperdagangkan pada level premium. Pendapatan TPIA juga mengalami penurunan pada tahun 2024. Perusahaan memiliki solvabilitas yang cukup baik dengan skor 66/100, namun profitabilitasnya dinilai rendah dengan skor 51/100. TPIA terus berinvestasi pada proyek strategis seperti pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi ketergantungan impor.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 40

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang campur aduk untuk TPIA. Beberapa investor menyuarakan kekhawatiran mengenai pergerakan harga saham yang 'sidewaysnya panjang' dan menganggap saham ini sebagai 'gorengan'. Namun, ada juga sentimen positif terkait potensi IPO anak usaha CDIA dan investasi dari Danantara/INA, serta harapan TPIA menjadi 'multibager 2026'. Secara keseluruhan, ada perdebatan antara ekspektasi pertumbuhan jangka panjang dan keraguan terhadap pergerakan harga jangka pendek serta valuasi yang tinggi.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 20

Sentimen di Investing.com cenderung bearish. Analisis teknikal harian menunjukkan sinyal 'Sangat Jual' (Strong Sell) berdasarkan 8 sinyal jual dan hanya 1 sinyal beli. Konsensus analis yang terdaftar di Investing.com juga memberikan peringkat 'Jual' dengan target harga rata-rata yang lebih rendah dari harga saat ini, mengindikasikan prospek negatif dari para ahli.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham TPIA mengalami penurunan sekitar 4.73% (dari 7400 menjadi 7050). Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sekitar 21.42% (dari 7096 menjadi 8616). Oleh karena itu, TPIA secara signifikan *underperformed* dibandingkan dengan indeks. Kinerja buruk ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Secara fundamental, TPIA mencatatkan kerugian bersih pada tahun 2024 dan Q1 2025, yang menekan sentimen investor meskipun kerugian tersebut menyempit. Valuasi saham juga dinilai sangat premium dengan P/BV yang jauh di atas rata-rata industri. Meskipun ada sentimen positif seperti rencana IPO anak usaha CDIA, kerjasama dengan Danantara & INA untuk proyek CA-EDC, pencapaian target ESG, dan suntikan modal ke entitas anak, dampak positif ini belum cukup untuk mengimbangi tekanan dari kerugian operasional dan valuasi yang tinggi. Selain itu, ada kekhawatiran terkait kelebihan pasokan di pasar petrokimia Asia akibat produksi China dan AS, yang dapat menekan margin. Konsensus analis yang cenderung 'Jual' juga berkontribusi pada sentimen negatif.

Outlook

1 Minggu

Target: 7100

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham TPIA diperkirakan akan bergerak relatif stagnan atau in-line dengan indeks, dengan potensi volatilitas kecil. Sentimen positif dari suntikan modal ke entitas anak dan penerbitan obligasi Rp6 triliun dapat memberikan dukungan. Namun, sentimen 'Sangat Jual' dari analisis teknikal dan valuasi premium yang berkelanjutan akan membatasi kenaikan signifikan.

1 Bulan

Target: 7300

Vs Indeks: Underperform

Untuk satu bulan ke depan, TPIA mungkin akan sedikit underperform dibandingkan indeks. Meskipun ada optimisme dari proyek ekspansi dan diversifikasi bisnis, serta potensi IPO anak usaha, laporan keuangan yang masih merugi dan valuasi yang tinggi akan menjadi penghalang utama. Pasar akan mencerna lebih lanjut dampak dari aksi korporasi terbaru dan perkembangan industri petrokimia secara keseluruhan.

1 Tahun

Target: 3500

Vs Indeks: Underperform

Dalam satu tahun ke depan, prospek TPIA terlihat underperform dibandingkan indeks, dengan target harga yang diperkirakan jauh lebih rendah dari harga saat ini. Konsensus analis memberikan peringkat 'Jual' dengan target harga rata-rata sekitar 2.499 IDR hingga 4.713 IDR, bahkan ada yang serendah 1.140 IDR. Meskipun TPIA memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi dan diversifikasi, serta posisi pasar yang dominan, profitabilitas yang masih negatif dan valuasi yang sangat tinggi menjadi perhatian utama. Tantangan industri petrokimia global seperti kelebihan pasokan dan fluktuasi harga komoditas juga akan terus mempengaruhi kinerja TPIA.

Berita Terbaru

Chandra Asri Suntik Modal Rp 1,5 Triliun ke Entitas Anak (2025-12-22)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pada 18 Desember 2025 memberikan pinjaman sebesar US$ 95 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun kepada entitas anaknya di Singapura, Chandra Asri Capital Ptd. Ltd (CAC). Pinjaman ini diharapkan dapat mendatangkan nilai tambah dan memperkuat posisi grup dalam mengembangkan bisnis energinya di Singapura, khususnya untuk investasi fasilitas stasiun pengisian bahan bakar.

Manuver Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Cari Dana Jumbo Rp6 T, Apa Targetnya? (2025-12-19)

TPIA mengeluarkan obligasi berkelanjutan V dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 6 triliun. Dana ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja dan diharapkan dapat mendukung akuisisi yang diperkirakan menambah pendapatan sekitar US$ 500 juta serta berkontribusi positif terhadap laba bersih dan arus kas operasional TPIA.

Saham TPIA Naik usai Capai Target ESG, Sinyal Positif buat Investor? (2025-06-30)

Harga saham TPIA menguat setelah perusahaan mengumumkan keberhasilan memenuhi target keberlanjutan dari fasilitas sustainability-linked loan (SLL) senilai USD800 juta. Pencapaian ini menunjukkan komitmen TPIA pada manajemen risiko ESG yang kuat dan berpotensi memperkuat akses pendanaan murah jangka panjang.

Chandra Asri dan Danantara Kerja Sama, Sinyal Positif Saham TPIA? (2025-06-18)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk meningkatkan produksi soda kaustik dan ethylene dichloride. Kerjasama ini diharapkan dapat menurunkan risiko eksekusi proyek dan menjamin pendanaan, meskipun valuasi saham TPIA masih premium.

Rumor

Saham Grup Prajogo Pangestu (termasuk TPIA) dianggap 'gorengan' oleh beberapa pihak di media sosial (tidak bertanggal)

Ada diskusi di platform sosial media seperti Stockbit yang menyebut saham-saham grup Prajogo Pangestu, termasuk TPIA, sebagai 'gorengan' atau spekulatif, menyiratkan adanya praktik manipulasi harga. Hal ini dapat menimbulkan sentimen negatif dan ketidakpercayaan di kalangan investor ritel.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 7050
Sentimen Investing.com Bearish 20 %
Sentimen Stockbit Mixed 40 %

Buffett Indicator

2.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat (moat), manajemen yang kompeten, dan yang paling penting, diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya dengan rekam jejak profitabilitas yang konsisten. Dalam kasus TPIA, meskipun perusahaan memiliki posisi dominan sebagai satu-satunya Naphtha Cracker terintegrasi di Indonesia dan melakukan diversifikasi strategis, ada beberapa faktor yang kemungkinan besar akan membuat Buffett enggan berinvestasi. Pertama, TPIA beroperasi di industri petrokimia yang bersifat siklis dan padat modal, dengan profitabilitas yang berfluktuasi dan baru-baru ini mencatat kerugian bersih. Buffett umumnya menghindari industri yang sangat siklis dan sulit diprediksi keuntungannya. Kedua, valuasi TPIA saat ini sangat tinggi (P/BV 20,5x) meskipun mencatat kerugian, dan analisis nilai intrinsik menunjukkan bahwa saham ini sangat dinilai terlalu tinggi (overvalued). Buffett mencari 'perusahaan hebat dengan harga wajar', bukan 'perusahaan wajar dengan harga hebat'. Ketiga, meskipun manajemen melakukan ekspansi strategis, fokus Buffett adalah pada laba yang konsisten dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas bebas yang kuat, yang belum terlihat secara stabil dari TPIA dalam periode kerugiannya. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip-prinsip investasi Buffett, TPIA pada kondisi saat ini tidak akan menjadi pilihan investasi yang menarik baginya.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 7100
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 7300
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 3500
Kinerja vs Indeks
Underperform

Dalam satu tahun ke depan, prospek TPIA terlihat underperform dibandingkan indeks, dengan target harga yang diperkirakan jauh lebih rendah dari harga saat ini. Konsensus analis memberikan peringkat 'Jual' dengan target harga rata-rata sekitar 2.499 IDR hingga 4.713 IDR, bahkan ada yang serendah 1.140 IDR. Meskipun TPIA memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi dan diversifikasi, serta posisi pasar yang dominan, profitabilitas yang masih negatif dan valuasi yang sangat tinggi menjadi perhatian utama. Tantangan industri petrokimia global seperti kelebihan pasokan dan fluktuasi harga komoditas juga akan terus mempengaruhi kinerja TPIA.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.