Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
None (AADI.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 23 december 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 60
Sentimen Investing.com
Skor: 85
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 7150
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 7600
Vs Indeks: Outperform
1 Tahun
Target: 9500
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) pada 5 Desember 2025. AADI adalah hasil spin-off bisnis batu bara termal dari PT Alamtri Resource Indonesia Tbk (sebelumnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk). Direktur Utama AADI, Julius Aslan, menyatakan prospek batu bara termal dan ekosistem pendukungnya masih bagus, meskipun tergantung kondisi ekonomi regional dan global.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) telah menyerap dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp1,76 triliun per 31 Desember 2024. Realisasi ini mencapai 41,12 persen dari total dana bersih IPO sebesar Rp4,28 triliun yang berhasil dihimpun perseroan.
PT Adaro Energy (induk perusahaan AADI) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 11% menjadi US$778,8 juta pada paruh pertama tahun 2024, di tengah penurunan pendapatan sebesar 15% secara tahunan. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh koreksi harga batu bara, meskipun volume produksi dan penjualan meningkat.
Adaro Energy (ADRO), induk perusahaan AADI, secara ambisius bertransisi menjadi penyedia energi hijau dengan menginvestasikan US$300 juta (Rp4,78 triliun) dari total belanja modalnya sebesar US$600-700 juta pada tahun 2024 untuk pengembangan lini bisnis energi terbarukan. Strategi ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap diversifikasi di luar batu bara.
Rumor
Beredar rumor di pasar bahwa seorang investor besar berpotensi mengakuisisi 40-45% saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Akuisisi ini diperkirakan dapat menjadi katalis positif yang signifikan, mendorong harga saham AADI.
Katalis lain yang beredar adalah potensi pengurangan royalti batu bara antara 5-9%, yang menurut Sucor Sekuritas, dapat meningkatkan laba bersih AADI sebesar 15-27% dari skenario dasar.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
3.5/10Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan 'economic moat' yang kuat, bisnis yang mudah dipahami, pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi, serta manajemen yang kompeten, seringkali pada harga yang wajar. Untuk AADI, meskipun memiliki beberapa fundamental yang sehat seperti efisiensi operasional dan rasio keuangan yang baik pasca-IPO, bisnis utamanya di batu bara termal menghadapi tantangan struktural jangka panjang. Pasar batu bara sangat bergantung pada harga komoditas global, yang sangat siklus dan sulit diprediksi, bertentangan dengan preferensi Buffett untuk bisnis yang stabil. Meskipun induk perusahaan (ADRO) sedang berinvestasi dalam energi hijau, inti bisnis AADI saat ini masih batu bara. Ketergantungan pada komoditas dan proyeksi penurunan permintaan global untuk batu bara di masa depan (menuju 2030) membuat AADI kurang menarik sebagai investasi ala Buffett yang mencari keunggulan kompetitif jangka panjang dan pertumbuhan yang berkelanjutan di luar siklus komoditas. Meskipun P/E ratio AADI rendah, yang bisa menarik investor nilai, risiko penurunan pendapatan di masa depan karena tekanan harga batu bara mungkin menjadikannya 'value trap' bagi investor yang sangat konservatif seperti Buffett.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam satu tahun ke depan, AADI diproyeksikan akan mengungguli indeks. Target harga rata-rata analis mencapai Rp10.544-Rp10.681, yang menyiratkan potensi kenaikan lebih dari 40% dari harga saat ini. Meskipun ada tantangan dari tren penurunan harga batu bara global jangka panjang, AADI didukung oleh fundamental yang kuat (efisiensi operasional dan biaya rendah), manajemen yang fokus pada ekspansi produksi dan infrastruktur, serta strategi diversifikasi induk perusahaan ke energi hijau dan hilirisasi aluminium. Konsensus analis yang sangat positif menggarisbawahi kepercayaan terhadap valuasi dan prospek pertumbuhan AADI di tengah upaya adaptasi terhadap lingkungan pasar yang berubah.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.