ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 7050
Target 1 Minggu: Rp 7150
Target 1 Bulan: Rp 7600
Target 1 Tahun: Rp 9500
Sentimen Investing: Bullish
Sentimen Stockbit: Campuran

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

None (AADI.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) adalah perusahaan induk yang berfokus pada pertambangan batu bara termal, logistik, pengelolaan aset lahan, investasi, pengelolaan air, dan pembangkit listrik. Perusahaan ini memiliki 7 aset pertambangan batu bara termal dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Secara fundamental, AADI menunjukkan kinerja yang baik pasca-IPO (per Juni 2024) dengan Gross Profit Margin (GPM) 39%, Net Profit Margin (NPM) 35%, Return on Equity (RoE) 68%, dan Return on Assets (RoA) 34%. Rasio solvabilitasnya juga sehat, tercermin dari Debt to Asset Ratio (DAR) 0,50x dan Debt to Equity Ratio (DER) 1x. Pendapatan perusahaan pada FY2023 mencapai US$5,91 miliar dengan laba bersih US$1,28 miliar. Meskipun demikian, induk perusahaannya, Adaro Energy (ADRO), mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih di semester pertama dan sembilan bulan pertama tahun 2024 akibat penurunan harga batu bara global. AADI saat ini diperdagangkan dengan rasio P/E 4,5x, yang lebih rendah dari rata-rata IDX (10,68x) dan rata-rata sektor (16,40x), menunjukkan potensi undervaluation. Diversifikasi ke energi hijau oleh induk perusahaan juga menjadi strategi jangka panjang yang positif.

Sentimen Stockbit

Campuran

Skor: 60

Sentimen di Stockbit untuk AADI.JK terlihat beragam. Beberapa pengguna menunjukkan pandangan bullish jangka panjang, dengan komentar seperti 'SAYA TAMBAH MUATAN SAMPE JADI PAGANI ZONDA' yang mengindikasikan akumulasi saham untuk keuntungan besar di masa depan. Ada juga yang menyebut AADI sebagai saham yang memberikan 'cuan' (keuntungan). Namun, ada pula diskusi mengenai tekanan harga di pasar batu bara termal pada tahun 2025 akibat pasokan melimpah dan penurunan permintaan musiman, yang dapat menekan laba. Secara keseluruhan, ada optimisme dari investor individu yang melihat potensi, namun juga kesadaran akan tantangan pasar komoditas.

Sentimen Investing.com

Bullish

Skor: 85

Analisis dari Investing.com menunjukkan konsensus 'Strong Buy' untuk Adaro Andalan Indonesia (AADI), berdasarkan pandangan 10 analis di mana 9 merekomendasikan beli dan 1 merekomendasikan tahan, tanpa ada rekomendasi jual. Target harga rata-rata 12 bulan dari para analis berada di kisaran IDR 10.544,64, menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan. Ini mencerminkan sentimen yang sangat positif dari para analis profesional terhadap prospek saham AADI.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham AADI.JK mengalami penurunan sekitar 7,24% (dari Rp7600 menjadi Rp7050), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan sekitar 21,83% (dari 7096.44 menjadi 8645.84). Ini menunjukkan bahwa AADI.JK secara signifikan berkinerja di bawah indeks pasar. Penurunan kinerja ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor utama. Pertama, harga batu bara global mengalami tekanan signifikan sepanjang tahun 2024 dan 2025. Harga Batu Bara Acuan (HBA) pada Juli 2025 tercatat sebesar US$107,35 per ton, jauh lebih rendah dibandingkan Juli 2024 yang mencapai US$130,44 per ton. Proyeksi jangka panjang dari Badan Energi Internasional juga menunjukkan pelemahan permintaan batu bara global menuju akhir dekade. Kedua, laporan keuangan induk perusahaan, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), menunjukkan penurunan laba bersih dan pendapatan di Semester I dan 9 Bulan 2024, terutama karena koreksi harga batu bara, meskipun volume produksi dan penjualan meningkat. Hal ini secara langsung memengaruhi kinerja anak perusahaan seperti AADI. Ketiga, meskipun ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada tahun 2024 (PDB 5,1% dengan inflasi terkendali), sektor komoditas seperti batu bara menghadapi tantangan tersendiri yang tidak selalu sejalan dengan kinerja ekonomi makro secara keseluruhan. Terakhir, status AADI sebagai perusahaan yang baru listing pada Desember 2025 dapat menyebabkan volatilitas di pasar, di mana periode awal pencatatan seringkali diiringi oleh fluktuasi harga yang belum stabil.

Outlook

1 Minggu

Target: 7150

Vs Indeks: In-line

Untuk satu minggu ke depan, harga saham AADI diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Meskipun terdapat sentimen bullish dari para analis, pasar batu bara masih menunjukkan volatilitas. Harga target Rp7150 mencerminkan sedikit apresiasi dari harga saat ini, didorong oleh momentum positif pasca-IPO dan potensi pergerakan rumor akuisisi. Namun, belum ada katalis besar yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan dalam jangka sangat pendek.

1 Bulan

Target: 7600

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan ke depan, AADI memiliki potensi untuk mengungguli indeks. Ini didukung oleh sentimen 'Strong Buy' dari analis profesional dengan target harga rata-rata yang lebih tinggi. Potensi terwujudnya rumor akuisisi 40-45% saham AADI atau konfirmasi kebijakan pengurangan royalti batu bara dapat menjadi katalis kuat dalam jangka menengah pendek. Target harga Rp7600 mencerminkan optimisme terhadap katalis ini, meskipun fluktuasi harga komoditas tetap perlu diwaspadai.

1 Tahun

Target: 9500

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, AADI diproyeksikan akan mengungguli indeks. Target harga rata-rata analis mencapai Rp10.544-Rp10.681, yang menyiratkan potensi kenaikan lebih dari 40% dari harga saat ini. Meskipun ada tantangan dari tren penurunan harga batu bara global jangka panjang, AADI didukung oleh fundamental yang kuat (efisiensi operasional dan biaya rendah), manajemen yang fokus pada ekspansi produksi dan infrastruktur, serta strategi diversifikasi induk perusahaan ke energi hijau dan hilirisasi aluminium. Konsensus analis yang sangat positif menggarisbawahi kepercayaan terhadap valuasi dan prospek pertumbuhan AADI di tengah upaya adaptasi terhadap lingkungan pasar yang berubah.

Berita Terbaru

Adaro Andalan Indonesia (AADI) Resmi Tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) 2025-12-05

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) pada 5 Desember 2025. AADI adalah hasil spin-off bisnis batu bara termal dari PT Alamtri Resource Indonesia Tbk (sebelumnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk). Direktur Utama AADI, Julius Aslan, menyatakan prospek batu bara termal dan ekosistem pendukungnya masih bagus, meskipun tergantung kondisi ekonomi regional dan global.

AADI Serap Dana IPO Rp1,76 Triliun 2025-01-16

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) telah menyerap dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp1,76 triliun per 31 Desember 2024. Realisasi ini mencapai 41,12 persen dari total dana bersih IPO sebesar Rp4,28 triliun yang berhasil dihimpun perseroan.

Pendapatan Bersih Adaro Energy (ADRO) Turun 11% di Semester I 2024 Akibat Penurunan Harga Batu Bara 2024-08-28

PT Adaro Energy (induk perusahaan AADI) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 11% menjadi US$778,8 juta pada paruh pertama tahun 2024, di tengah penurunan pendapatan sebesar 15% secara tahunan. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh koreksi harga batu bara, meskipun volume produksi dan penjualan meningkat.

Adaro Alokasikan US$300 Juta untuk Bisnis Energi Hijau di Tahun 2024 2024-05-16

Adaro Energy (ADRO), induk perusahaan AADI, secara ambisius bertransisi menjadi penyedia energi hijau dengan menginvestasikan US$300 juta (Rp4,78 triliun) dari total belanja modalnya sebesar US$600-700 juta pada tahun 2024 untuk pengembangan lini bisnis energi terbarukan. Strategi ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap diversifikasi di luar batu bara.

Rumor

Rumor Investor Besar Incar 40-45% Saham AADI, Target Harga Rp 30 Ribuan 2025-01-16

Beredar rumor di pasar bahwa seorang investor besar berpotensi mengakuisisi 40-45% saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Akuisisi ini diperkirakan dapat menjadi katalis positif yang signifikan, mendorong harga saham AADI.

Potensi Pengurangan Royalti Batu Bara Dapat Dongkrak Laba Bersih AADI 2025-01-16

Katalis lain yang beredar adalah potensi pengurangan royalti batu bara antara 5-9%, yang menurut Sucor Sekuritas, dapat meningkatkan laba bersih AADI sebesar 15-27% dari skenario dasar.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 7050
Sentimen Investing.com Bullish 85 %
Sentimen Stockbit Campuran 60 %

Buffett Indicator

3.5/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan 'economic moat' yang kuat, bisnis yang mudah dipahami, pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi, serta manajemen yang kompeten, seringkali pada harga yang wajar. Untuk AADI, meskipun memiliki beberapa fundamental yang sehat seperti efisiensi operasional dan rasio keuangan yang baik pasca-IPO, bisnis utamanya di batu bara termal menghadapi tantangan struktural jangka panjang. Pasar batu bara sangat bergantung pada harga komoditas global, yang sangat siklus dan sulit diprediksi, bertentangan dengan preferensi Buffett untuk bisnis yang stabil. Meskipun induk perusahaan (ADRO) sedang berinvestasi dalam energi hijau, inti bisnis AADI saat ini masih batu bara. Ketergantungan pada komoditas dan proyeksi penurunan permintaan global untuk batu bara di masa depan (menuju 2030) membuat AADI kurang menarik sebagai investasi ala Buffett yang mencari keunggulan kompetitif jangka panjang dan pertumbuhan yang berkelanjutan di luar siklus komoditas. Meskipun P/E ratio AADI rendah, yang bisa menarik investor nilai, risiko penurunan pendapatan di masa depan karena tekanan harga batu bara mungkin menjadikannya 'value trap' bagi investor yang sangat konservatif seperti Buffett.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 7150
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 7600
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 9500
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, AADI diproyeksikan akan mengungguli indeks. Target harga rata-rata analis mencapai Rp10.544-Rp10.681, yang menyiratkan potensi kenaikan lebih dari 40% dari harga saat ini. Meskipun ada tantangan dari tren penurunan harga batu bara global jangka panjang, AADI didukung oleh fundamental yang kuat (efisiensi operasional dan biaya rendah), manajemen yang fokus pada ekspansi produksi dan infrastruktur, serta strategi diversifikasi induk perusahaan ke energi hijau dan hilirisasi aluminium. Konsensus analis yang sangat positif menggarisbawahi kepercayaan terhadap valuasi dan prospek pertumbuhan AADI di tengah upaya adaptasi terhadap lingkungan pasar yang berubah.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.