Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 23 december 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 50
Sentimen Investing.com
Skor: 40
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 3350
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 3200
Vs Indeks: Underperform
1 Tahun
Target: 2000
Vs Indeks: Underperform
Berita Terbaru
PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) mencatat laba bersih sebesar Rp 38,9 miliar pada Kuartal 2 2024, meningkat dari Rp 37,8 miliar pada periode yang sama tahun 2023. Hal ini menunjukkan peningkatan kinerja laba perusahaan secara tahunan pada kuartal tersebut.
PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) membukukan laba bersih sebesar Rp 80,1 miliar untuk tahun 2024, menurun dibandingkan Rp 84,6 miliar pada tahun 2023. Penurunan ini mengindikasikan tantangan profitabilitas meskipun terjadi pertumbuhan pendapatan.
Vincent Soegianto, Direktur Utama & CEO ABDA (Oona Insurance), menyatakan optimisme terhadap perkembangan industri asuransi di tahun 2025. Peningkatan literasi masyarakat dan permintaan produk asuransi seperti kesehatan, kendaraan, perjalanan, dan kebakaran menjadi pendorong utama.
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyoroti PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) karena tidak memiliki Direktur Utama selama sekitar sembilan bulan. Oona Group sebagai pengendali baru perusahaan sedang aktif mencari kandidat yang sesuai.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
2.0/10Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan keunggulan kompetitif (moat) yang kuat, pendapatan yang konsisten dan dapat diprediksi, manajemen yang kompeten, dan valuasi yang menarik. ABDA.JK menunjukkan beberapa kelemahan dalam kriteria ini. Meskipun perusahaan beroperasi di industri yang berkembang, marjin keuntungan ABDA yang lebih rendah dibandingkan rata-rata industri menunjukkan bahwa moatly tidak terlalu kuat. Selain itu, laba bersih yang tidak konsisten dan penurunan pada tahun 2024 menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan pendapatan yang dapat diprediksi. Vakum kepemimpinan di posisi Direktur Utama selama 9 bulan di awal 2024 juga merupakan tanda tanya terhadap stabilitas manajemen, meskipun kini sudah ada CEO baru. Yang paling signifikan, analisis nilai wajar oleh beberapa sumber menunjukkan saham ini sangat mahal, dengan potensi kerugian yang besar jika berinvestasi pada harga saat ini. Mengingat kombinasi faktor-faktor ini, Warren Buffett kemungkinan besar akan menyarankan untuk tidak membeli saham ini karena tidak memenuhi kriteria investasi nilai yang ketat.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Untuk satu tahun ke depan, ABDA.JK kemungkinan akan berkinerja di bawah indeks. Meskipun pasar asuransi Indonesia menunjukkan pertumbuhan, ABDA perlu mengatasi masalah profitabilitas dan konsistensi pendapatan. Valuasi oleh ValueInvesting.io menunjukkan saham ini sangat mahal dengan perkiraan nilai wajar yang jauh lebih rendah (Rp 848.54), menyiratkan potensi penurunan yang signifikan. Dukungan dari Warburg Pincus memberikan potensi stabilitas jangka panjang, tetapi perusahaan harus menunjukkan perbaikan fundamental yang kuat untuk membenarkan valuasi saat ini dan menarik investor.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.