ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 384
Target 1 Minggu: Rp 380
Target 1 Bulan: Rp 370
Target 1 Tahun: Rp 350
Sentimen Investing: Neutral
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS.JK), yang sebelumnya bergerak di sektor perdagangan batu bara, sedang dalam proses transformasi bisnis besar menuju industri gaya hidup (olahraga, makanan & minuman, media) dan berencana mengakuisisi perusahaan daur ulang limbah. Secara finansial, perusahaan menunjukkan kinerja yang lemah, dengan pendapatan tahun 2024 sebesar Rp 0,3 miliar, menurun drastis dari Rp 9,8 miliar pada 2023. Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp 1,5 miliar pada tahun 2024, meskipun ini merupakan perbaikan dari kerugian Rp 13,8 miliar pada tahun 2023. AIMS belum mencetak laba positif selama tiga tahun berturut-turut. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt/Equity Ratio) sangat tinggi, mencapai 1.203,57%, menunjukkan tingkat leverage yang signifikan. Rasio P/E negatif (-119,39) dan Price/Book yang sangat tinggi (568,93) juga mengindikasikan bahwa perusahaan saat ini tidak menguntungkan dan valuasi buku sangat mahal. Margin laba bersih (TTM) tercatat negatif 58%. Perusahaan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 85,36 miliar per 19 Desember 2025. Pemegang saham mayoritas meliputi PT Aims Indo Investama dan PT Delta Wibawa Bersama.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 40

Diskusi di Stockbit mengenai AIMS.JK menunjukkan sentimen yang beragam. Ada banyak komentar yang menyoroti status Unusual Market Activity (UMA) pada saham ini, mengindikasikan adanya pergerakan harga yang tidak wajar dan bersifat spekulatif. Investor juga membicarakan rencana perubahan industri ke gaya hidup dan aksi rights issue (HMETD). Beberapa menunjukkan skeptisisme terhadap HMETD sebelumnya yang dianggap tidak memberikan hasil konkret, sementara yang lain masih berspekulasi tentang potensi masa depan perusahaan. Secara keseluruhan, ada campuran antara harapan terhadap transformasi bisnis dan kehati-hatian karena kinerja finansial yang belum membaik dan riwayat UMA.

Sentimen Investing.com

Neutral

Skor: 35

Investing.com tidak menyediakan sentimen score langsung dari komunitas, namun artikel berita dan data finansial yang tersedia menunjukkan pandangan yang hati-hati. Meskipun ada berita tentang divestasi saham dan rencana transformasi bisnis, data fundamental yang disajikan, seperti kerugian yang terus-menerus dan rasio utang yang tinggi, cenderung memberikan sinyal negatif. Sebuah sinyal 'Sangat Jual' sempat muncul di masa lalu (Jan 2023), yang mungkin mencerminkan kekhawatiran yang masih ada meskipun ada upaya restrukturisasi. Pembahasan lebih berfokus pada data objektif dan pengumuman perusahaan daripada opini komunitas.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, saham AIMS mengalami kenaikan sekitar 4,92% (dari Rp 366 menjadi Rp 384). Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang jauh lebih kuat, dengan kenaikan sekitar 21,83% (dari 7096.44 menjadi 8645.84). Oleh karena itu, AIMS jelas berkinerja buruk dibandingkan dengan indeksnya. Kinerja yang buruk ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor. Untuk AIMS sendiri, perusahaan sedang dalam fase transformasi bisnis yang signifikan dari batu bara ke gaya hidup dan daur ulang, yang membawa ketidakpastian dan risiko eksekusi. Kondisi finansial perusahaan juga sangat lemah, ditandai dengan penurunan pendapatan yang tajam, kerugian bersih yang berkelanjutan, dan rasio utang/ekuitas yang sangat tinggi. Status Unusual Market Activity (UMA) yang diberikan oleh bursa juga mengindikasikan adanya volatilitas harga yang tidak wajar dan mungkin spekulatif, yang dapat mengurangi kepercayaan investor. Di sisi lain, ekonomi Indonesia secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan kuat di tahun 2024, didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta sektor manufaktur dan informasi/komunikasi. Inflasi terkendali dan kebijakan fiskal-moneter yang efektif turut mendukung pasar secara luas. Kontras antara fundamental AIMS yang lemah dan prospek makroekonomi Indonesia yang positif menjelaskan mengapa saham ini gagal mengikuti kenaikan indeks.

Outlook

1 Minggu

Target: 380

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham AIMS diperkirakan akan tetap volatil di sekitar level saat ini. Ketidakpastian terkait detail lanjutan dari aksi korporasi dan perubahan bisnis, ditambah dengan riwayat UMA, akan membuat pergerakan harga fluktuatif tanpa arah yang jelas. Pergerakan akan cenderung mengikuti sentimen pasar harian atau teknikal jangka pendek. Harga penutupan terakhir adalah 388 pada 19 Desember 2025.

1 Bulan

Target: 370

Vs Indeks: Underperform

Prospek satu bulan ke depan kemungkinan akan menghadapi tekanan karena fundamental perusahaan yang masih lemah dan tantangan dalam eksekusi transformasi bisnis. Meskipun ada rencana rights issue untuk akuisisi, proses ini memerlukan waktu dan kejelasan. Investor mungkin akan menunggu detail lebih lanjut dan tanda-tanda perbaikan finansial sebelum berkomitmen. Dengan fundamental yang masih meragukan dan adanya potensi dilusi dari rights issue, saham ini kemungkinan akan berkinerja di bawah indeks.

1 Tahun

Target: 350

Vs Indeks: Underperform

Untuk periode satu tahun, prospek AIMS sangat bergantung pada keberhasilan transformasi bisnis ke sektor gaya hidup dan daur ulang, serta kemampuan perusahaan untuk mencapai profitabilitas yang berkelanjutan. Saat ini, fundamental menunjukkan kerugian dan utang yang tinggi. Jika transformasi berhasil dan akuisisi memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan seperti yang diproyeksikan manajemen (Rp 56 miliar per tahun dari daur ulang), maka ada potensi kenaikan. Namun, risiko eksekusi sangat tinggi. Mengingat rekam jejak finansial yang buruk dan sifat spekulatif dari transformasi ini, tanpa bukti nyata perbaikan, saham ini diperkirakan akan terus berkinerja buruk dibandingkan indeks dan mungkin mengalami penurunan nilai jika target-target tersebut tidak tercapai. Valuasi saat ini juga terlihat mahal relatif terhadap kinerja.

Berita Terbaru

AIMS Melepas 20,72% Saham ke DWB (2025-05-26)

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mengumumkan divestasi 20,72% saham oleh pemegang saham mayoritas kepada PT Delta Wibawa Bersama (DWB). Manajemen menyatakan langkah ini tidak memengaruhi operasional dan merupakan bagian dari dinamika perusahaan terbuka, serta diharapkan memperkuat posisi perusahaan untuk aspirasi jangka panjang.

Ekonomi Global masih Menantang, AIMS Tegaskan Komitmen Transformasi Bisnis (2025-06-28)

AIMS menegaskan komitmen transformasi bisnis dalam RUPST 2025, dengan fokus pada penguatan struktur holding dan kelanjutan aksi korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada semester I 2025. Dana HMETD akan digunakan untuk mengakuisisi entitas anak di sektor daur ulang limbah yang ramah lingkungan.

Dari Batu Bara, Artha Mahiya (AIMS) Mantap Ubah Haluan Bisnis ke Bidang Ini (2024-10-30)

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) memutuskan untuk mengubah haluan bisnis dari industri batu bara ke industri gaya hidup, mengintegrasikan olahraga, makanan & minuman (FnB), dan media. Perseroan akan melakukan rights issue untuk mendanai rencana ini.

Saham AIMS Terkena Unusual Market Activity (UMA) (2025-08-25)

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan investor terkait saham AIMS yang masuk dalam pantauan karena terindikasi mengalami aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA).

Rumor

Rumor Backdoor Listing yang Tidak Terwujud (Desember 2025)

Terdapat diskusi di media sosial mengenai kemungkinan 'backdoor listing' untuk AIMS, namun hal ini tampaknya tidak terjadi atau belum terwujud, seperti yang diindikasikan oleh komentar investor di forum saham. Rumor semacam ini dapat menciptakan volatilitas harga saham jangka pendek.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 384
Sentimen Investing.com Neutral 35 %
Sentimen Stockbit Mixed 40 %

Buffett Indicator

1.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan model bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (moat), manajemen yang kuat, rekam jejak profitabilitas yang konsisten, tingkat utang yang rendah, dan valuasi yang menarik. PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS.JK) saat ini tidak memenuhi sebagian besar kriteria tersebut. Perusahaan sedang mengalami transformasi bisnis besar-besaran dari batu bara ke industri gaya hidup dan daur ulang, yang membuat model bisnisnya menjadi kurang stabil dan mudah diprediksi dalam jangka pendek. AIMS juga menunjukkan kerugian yang konsisten selama tiga tahun terakhir dan memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang sangat tinggi (1.203,57%), menunjukkan fundamental yang lemah dan leverage yang berlebihan. Perusahaan belum memiliki 'moat' yang jelas di sektor barunya, dan valuasi saham saat ini (P/B 568,93) sangat mahal. Oleh karena itu, Warren Buffett kemungkinan besar tidak akan merekomendasikan pembelian saham ini karena tidak sesuai dengan filosofi investasinya yang berorientasi pada nilai, stabilitas, dan pertumbuhan yang dapat diandalkan.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 380
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 370
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 350
Kinerja vs Indeks
Underperform

Untuk periode satu tahun, prospek AIMS sangat bergantung pada keberhasilan transformasi bisnis ke sektor gaya hidup dan daur ulang, serta kemampuan perusahaan untuk mencapai profitabilitas yang berkelanjutan. Saat ini, fundamental menunjukkan kerugian dan utang yang tinggi. Jika transformasi berhasil dan akuisisi memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan seperti yang diproyeksikan manajemen (Rp 56 miliar per tahun dari daur ulang), maka ada potensi kenaikan. Namun, risiko eksekusi sangat tinggi. Mengingat rekam jejak finansial yang buruk dan sifat spekulatif dari transformasi ini, tanpa bukti nyata perbaikan, saham ini diperkirakan akan terus berkinerja buruk dibandingkan indeks dan mungkin mengalami penurunan nilai jika target-target tersebut tidak tercapai. Valuasi saat ini juga terlihat mahal relatif terhadap kinerja.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.