ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 72
Target 1 Minggu: Rp 75
Target 1 Bulan: Rp 80
Target 1 Tahun: Rp 60
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) adalah perusahaan perikanan terintegrasi yang bergerak di bidang penangkapan, pengolahan, pembekuan, cold storage, dan perdagangan besar hasil perikanan, dengan fokus pada pasar ekspor ke Asia dan Timur Tengah. Perusahaan memperoleh bahan baku dari kapal sendiri dan pemasok pihak ketiga, serta memiliki fasilitas cold storage berkapasitas 2.600 ton dan dockyard terbesar di Cilacap. Meskipun memiliki bisnis yang terintegrasi dan pengalaman puluhan tahun, ASHA membukukan rugi bersih pada tahun 2024 sebesar Rp 30,9 miliar, meningkat dari rugi Rp 20,7 miliar pada tahun 2023. Laporan keuangan Q3 2025 juga menunjukkan kerugian bersih Rp 6,8 miliar, dengan penjualan menurun signifikan sebesar 36,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Margin EBITDA perusahaan juga negatif di beberapa periode. Manajemen memproyeksikan kinerja 2025 menurun dibandingkan 2024 karena tekanan permintaan global dan kenaikan biaya operasional, namun berharap pemulihan pada 2026 melalui strategi penguatan pasar domestik, diversifikasi ekspor, efisiensi biaya, dan rencana joint venture. Saham ASHA tercatat di papan pemantauan khusus dan memiliki risiko bandarmology serta penurunan tajam.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: —

Diskusi di Stockbit mengenai ASHA cenderung ramai, terutama saat harga saham mengalami kenaikan signifikan atau volume perdagangan melonjak. Terdapat pola FOMO yang kuat di kalangan investor ritel, dengan banyak diskusi seputar potensi kenaikan harga lebih lanjut atau 'balik ke harga IPO'. Namun, ada juga sentimen yang mempertanyakan fundamental perusahaan yang masih merugi dan memperingatkan tentang risiko spekulatif seperti bandarmology, sehingga sentiment secara keseluruhan bercampur. Beberapa pengguna juga menyebut saham ini berpotensi 'junk' atau 'spam' dalam konteks spekulasi.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 50

Sentimen anggota Investing.com terhadap ASHA terlihat terbagi antara 'Bearish' dan 'Bullish'. Meskipun demikian, analisis teknikal untuk jangka waktu yang lebih panjang (Mingguan dan Bulanan) menunjukkan sinyal 'Strong Buy', sementara analisis harian menunjukkan 'Neutral'. Tidak ada dukungan analis secara resmi. Secara keseluruhan, sentimen anggota di platform ini menunjukkan pandangan yang beragam dan tidak konsisten.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, saham ASHA mengalami kenaikan yang sangat signifikan, dari harga penutupan awal Rp12 menjadi Rp72, mencatat kenaikan sebesar 500%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik sekitar 21.83% dari 7096 menjadi 8645. Dengan demikian, ASHA secara substansial mengungguli indeks. Kinerja luar biasa ini terjadi meskipun fundamental perusahaan menunjukkan kerugian bersih dan proyeksi kinerja yang menurun untuk tahun 2025. Outperformance ASHA kemungkinan besar didorong oleh faktor-faktor spekulatif dan minat investor ritel yang tinggi, terutama terlihat dari 'pola FOMO yang cukup kuat' dan lonjakan volume perdagangan saat harga menembus level tertentu, seperti Rp67 pada awal Desember 2025. Sektor perikanan Indonesia secara umum menunjukkan kinerja positif di tahun 2024 dengan peningkatan produksi perikanan budidaya dan tangkap, serta nilai ekspor yang tinggi. Kondisi makroekonomi Indonesia juga cenderung stabil dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% dan inflasi terkendali. Namun, meskipun sektor dan makroekonomi mendukung, outperformance ASHA yang ekstrem tampaknya lebih didorong oleh sentimen spekulatif dan bukan oleh perbaikan fundamental internal perusahaan, yang justru masih menghadapi tantangan operasional dan profitabilitas. Adopsi teknologi akuakultur Norwegia mungkin menjadi katalis positif, tetapi dampak finansialnya belum terlihat dalam laporan keuangan terbaru.

Outlook

1 Minggu

Target: 75

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham ASHA diperkirakan akan bergerak cenderung stabil atau sedikit menguat, sejalan dengan tren pasar secara umum atau sentimen spekulatif jangka pendek. Dengan volatilitas yang tinggi, harga bisa berfluktuasi, namun kemungkinan tidak akan ada katalis fundamental besar yang mengubah arah secara drastis dalam waktu singkat. Target harga Rp75 didasarkan pada potensi momentum minor dari sentimen positif atau spekulasi yang masih ada.

1 Bulan

Target: 80

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, ASHA berpotensi untuk mengungguli indeks jika sentimen spekulatif dan momentum harga terus berlanjut. Meskipun fundamentalnya lemah, minat investor ritel yang didorong oleh rumor atau optimisme jangka pendek dapat mempertahankan kenaikan. Target harga Rp80 mencerminkan potensi kelanjutan tren positif ini, namun dengan risiko koreksi yang tinggi jika minat spekulatif mereda. Analisis teknikal Investing.com juga menunjukkan sinyal 'Strong Buy' untuk jangka bulanan.

1 Tahun

Target: 60

Vs Indeks: Underperform

Dalam jangka satu tahun, proyeksi kinerja ASHA cenderung 'Underperform' dibandingkan indeks. Perusahaan masih mencatat kerugian bersih dan memproyeksikan penurunan kinerja penjualan untuk tahun 2025. Faktor fundamental yang lemah, termasuk margin yang negatif dan ketergantungan pada ketersediaan bahan baku laut yang musiman, akan menjadi penentu utama. Meskipun ada rencana strategis untuk memperkuat pasar domestik dan diversifikasi ekspor, dampaknya baru akan terasa dalam jangka panjang, kemungkinan setelah 2026. Jika tidak ada perbaikan signifikan pada profitabilitas dan efisiensi, harga saham kemungkinan akan terkoreksi menuju nilai yang lebih mencerminkan fundamentalnya, atau sekitar Rp60.

Berita Terbaru

Cilacap Samudera Fishing Industry Proyeksikan Kinerja 2025 Menurun Dibanding 2024 (15 Desember 2025)

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) memproyeksikan kinerja penjualan hingga akhir 2025 akan menurun dibandingkan pencapaian 2024. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan permintaan global, tekanan harga jual, dan kenaikan biaya operasional. Penjualan ASHA anjlok 36,30% per kuartal III-2025 menjadi Rp 110,78 miliar. Manajemen berharap kuartal IV-2025 bisa membaik seiring peningkatan permintaan menjelang libur akhir tahun.

ASHA Naik ke Rp67, Volume Tinggi Tarik Perhatian Investor (02 Desember 2025)

Saham ASHA dibuka naik ke level Rp67 per lembar saham pada 2 Desember 2025. Kenaikan ini menarik perhatian investor ritel karena volatilitas harga tinggi dan sentimen perdagangan komoditas laut yang mudah memicu lonjakan harga. Meskipun pergerakannya fluktuatif, ASHA menjadi saham sektor perikanan yang menarik bagi investor spekulatif.

ASHA Adopsi Teknologi Akuakultur Norwegia untuk Pacu Produktivitas

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) mengadopsi teknologi akuakultur dari Norwegia untuk meningkatkan produktivitasnya. Langkah ini bertujuan untuk memacu hasil perikanan dan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap kinerja perusahaan di masa depan.

Produk Perikanan Indonesia Diterima di 140 Negara Sepanjang 2024 (17 Desember 2024)

Sepanjang tahun 2024, produk perikanan Indonesia berhasil menembus pasar ekspor di 140 negara, menunjukkan kualitas dan daya saing yang tinggi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi lebih dari 2.300 nomor registrasi untuk unit usaha perikanan dan hampir 1.500 untuk unit pengolah ikan, didukung sertifikasi standar internasional.

Rumor

Diskusi Spekulatif dan Kekhawatiran Bandarmology di Stockbit (Desember 2025)

Di platform Stockbit, terdeteksi keramaian diskusi mengenai ASHA, terutama setelah harga saham menembus Rp67 pada awal Desember 2025 dan volume perdagangan melonjak. Diskusi ritel seringkali berpusat pada potensi 'balik ke harga IPO' meskipun sentimen fundamental masih beragam. Ada pola FOMO (Fear Of Missing Out) yang kuat dan kekhawatiran mengenai 'bandarmology' serta risiko penurunan tajam jika minat spekulatif mereda, menunjukkan adanya rumor atau spekulasi tentang manipulasi harga atau dorongan harga yang tidak didukung fundamental kuat.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 72
Sentimen Investing.com Mixed 50 %
Sentimen Stockbit Mixed

Buffett Indicator

1.0/10

Warren Buffett dikenal dengan filosofi investasinya yang berfokus pada perusahaan dengan fundamental kuat, rekam jejak profitabilitas yang konsisten, keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (moat), model bisnis yang mudah dipahami, manajemen yang kompeten, dan harga yang wajar. Berdasarkan analisis, ASHA saat ini mencatat kerugian bersih, memiliki margin negatif, dan memproyeksikan penurunan kinerja. Perusahaan juga tercatat di papan pemantauan khusus yang menunjukkan risiko tinggi. Selain itu, pergerakan harga sahamnya cenderung didorong oleh spekulasi daripada fundamental yang solid. Karakteristik ini sangat bertentangan dengan kriteria investasi Warren Buffett, sehingga ia kemungkinan besar tidak akan merekomendasikan pembelian saham ini.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 75
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 80
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 60
Kinerja vs Indeks
Underperform

Dalam jangka satu tahun, proyeksi kinerja ASHA cenderung 'Underperform' dibandingkan indeks. Perusahaan masih mencatat kerugian bersih dan memproyeksikan penurunan kinerja penjualan untuk tahun 2025. Faktor fundamental yang lemah, termasuk margin yang negatif dan ketergantungan pada ketersediaan bahan baku laut yang musiman, akan menjadi penentu utama. Meskipun ada rencana strategis untuk memperkuat pasar domestik dan diversifikasi ekspor, dampaknya baru akan terasa dalam jangka panjang, kemungkinan setelah 2026. Jika tidak ada perbaikan signifikan pada profitabilitas dan efisiensi, harga saham kemungkinan akan terkoreksi menuju nilai yang lebih mencerminkan fundamentalnya, atau sekitar Rp60.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.