ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 3870
Target 1 Minggu: Rp 3900
Target 1 Bulan: Rp 4000
Target 1 Tahun: Rp 4760
Sentimen Investing: Campuran
Sentimen Stockbit: Campuran cenderung Optimis

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

Secara fundamental, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dikenal memiliki rasio profitabilitas yang solid dan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten. Model bisnis BBRI yang kuat di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memungkinkan margin bunga yang lebih tinggi dan menjaga Net Interest Margin (NIM) tetap sehat. Kualitas aset terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terkendali, didukung strategi digitalisasi melalui BRImo. Namun, kinerja keuangan hingga semester I-2025 (1H25) menunjukkan perlambatan, dengan laba bersih setelah pajak turun 11,5% secara tahunan, disebabkan oleh peningkatan provisi dan dampak penerapan IFRS 17. Meskipun demikian, prospek jangka menengah menunjukkan pemulihan pada tahun 2026 didorong oleh kualitas aset dan sentimen penurunan suku bunga.

Sentimen Stockbit

Campuran cenderung Optimis

Skor: 65

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen campuran yang cenderung optimis terhadap BBRI. Beberapa pengguna berpendapat bahwa saham perbankan besar, termasuk BBRI, akan 'terbang' jika nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dolar AS. Minat beli asing yang signifikan pada awal 2026 juga menjadi katalis positif. Meskipun ada kekhawatiran terkait pelemahan Rupiah, harapan akan pemulihan ekonomi dan kinerja bank di masa mendatang tetap tinggi.

Sentimen Investing.com

Campuran

Skor: 60

Pada Investing.com, sentimen analis terhadap BBRI adalah 'Beli' dengan target harga rata-rata yang menjanjikan kenaikan. Namun, sentimen anggota (user) secara umum digambarkan sebagai 'Pesimistis'. Hal ini kemungkinan mencerminkan reaksi terhadap penurunan harga saham BBRI sepanjang tahun 2025 dan kinerja keuangan yang sempat tertekan pada paruh pertama 2025. Meskipun demikian, pandangan jangka panjang yang didukung analis tetap positif.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama setahun terakhir, saham BBRI mengalami koreksi sekitar 9.15%, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sekitar 27.83%. Ini menunjukkan bahwa BBRI secara signifikan underperformed dibandingkan indeks. Pelemahan ini sebagian besar disebabkan oleh tekanan jual bersih investor asing sebesar Rp9,8 triliun sepanjang tahun 2025. Selain itu, kinerja laba bersih BBRI pada semester I-2025 (1H25) mengalami penurunan 11,5% secara tahunan menjadi Rp26,28 triliun, yang tidak sesuai ekspektasi analis. Penurunan laba ini disebabkan oleh lonjakan beban pencadangan sebagai langkah konservatif manajemen dan dampak penerapan IFRS 17. Faktor makroekonomi juga berperan, seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2024 yang sedikit melambat, tantangan ekonomi global di 2025, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian politik yang menyebabkan penurunan likuiditas dan permintaan kredit. Meskipun Bank Indonesia sempat menurunkan suku bunga acuannya di 2025, transmisi kebijakan ke suku bunga perbankan relatif lambat.

Outlook

1 Minggu

Target: 3900

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham BBRI diperkirakan akan stabil atau mengalami sedikit kenaikan setelah pembayaran dividen interim pada 15 Januari 2026. Minat beli investor asing di awal Januari 2026 dapat memberikan dukungan harga, menjaga pergerakan tetap sejalan dengan indeks.

1 Bulan

Target: 4000

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan ke depan, saham BBRI berpotensi mengungguli indeks, didukung oleh berlanjutnya minat beli investor asing dan optimisme pasar terhadap pemulihan kinerja pada semester kedua 2025 dan tahun 2026. Kebijakan moneter yang akomodatif oleh Bank Indonesia di tahun 2025 juga diharapkan berdampak positif pada biaya pendanaan perbankan.

1 Tahun

Target: 4760

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu tahun ke depan, BBRI memiliki prospek mengungguli indeks dengan target harga rata-rata analis sekitar Rp4.760. Proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi pemulihan kinerja yang kuat di tahun 2026, didorong oleh perbaikan kualitas aset, pertumbuhan pinjaman yang mendekati 10%, normalisasi biaya pendanaan, dan keberhasilan program transformasi perusahaan. Posisi dominan di segmen UMKM dan dividen yang konsisten tetap menjadi daya tarik utama. Namun, investor perlu mewaspadai risiko ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas Rupiah.

Berita Terbaru

Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun (15 Januari 2026)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membagikan dividen interim tunai sebesar Rp20,6 triliun atau Rp137 per saham, yang dibayarkan pada 15 Januari 2026. Pembagian dividen ini mencerminkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, didukung oleh kinerja keuangan solid dan pertumbuhan pembiayaan UMKM yang konsisten.

Awal 2026: Asing Serbu BBRI, Net Buy Ratusan Juta Saham (12 Januari 2026)

Pada awal Januari 2026, investor institusi asing secara signifikan memborong saham BBRI. Tercatat, sebanyak 17 perusahaan membeli 273.760.873 saham BBRI, dengan Invesco Ltd menjadi pembeli terbesar. Ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap prospek BBRI di tahun 2026.

Sukses Transformasi, Bos BRI Optimis Hadapi 2026 (01 Januari 2026)

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan optimisme terhadap kinerja perseroan yang akan semakin baik di tahun 2026-2027, didorong oleh transformasi menyeluruh 'BRIVolution Reignite' yang telah berjalan. Transformasi ini berfokus pada efisiensi, pendekatan yang lebih berpusat pada nasabah, keberlanjutan, serta perbaikan struktur pendanaan.

Laba Bersih BRI (BBRI) di Februari 2025 Naik Pesat Berkat Normalisasi Biaya (24 Maret 2025)

Pada Februari 2025, laba bersih BBRI melesat 42% secara tahunan menjadi Rp4,6 triliun, setelah mengalami level terendah di Januari 2025. Peningkatan ini didorong oleh normalisasi biaya kredit (CoC) yang membaik dan net interest margin (NIM) yang positif.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 3870
Sentimen Investing.com Campuran 60 %
Sentimen Stockbit Campuran cenderung Optimis 65 %

Buffett Indicator

7.5/10

Warren Buffett cenderung menyukai perusahaan dengan 'economic moat' yang kuat, pendapatan yang konsisten, manajemen yang cakap, dan valuasi yang wajar. BBRI memiliki posisi dominan yang jelas di segmen perbankan mikro dan UMKM di Indonesia, yang memberikan 'moat' yang kuat dan basis nasabah yang loyal. Perusahaan ini juga memiliki sejarah panjang dalam menghasilkan laba dan membagikan dividen secara konsisten, menunjukkan manajemen yang berorientasi pada pemegang saham. Meskipun terjadi penurunan laba pada paruh pertama 2025 karena peningkatan provisi, ini dilihat sebagai langkah konservatif dan prospek pemulihan yang kuat di 2026 didukung oleh transformasi internal. Jika valuasi saat ini dianggap wajar atau 'undervalued' setelah koreksi di 2025, dan mengingat peran strategis serta potensi pertumbuhan segmen UMKM di Indonesia, Warren Buffett kemungkinan besar akan mempertimbangkan BBRI sebagai investasi jangka panjang yang menarik. Skor 7.5 mencerminkan fundamental yang kuat dan posisi pasar yang dominan, meskipun dengan catatan adanya volatilitas ekonomi dan tantangan jangka pendek yang memerlukan pengawasan.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 3900
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 4000
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 4760
Kinerja vs Indeks
Outperform

Untuk satu tahun ke depan, BBRI memiliki prospek mengungguli indeks dengan target harga rata-rata analis sekitar Rp4.760. Proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi pemulihan kinerja yang kuat di tahun 2026, didorong oleh perbaikan kualitas aset, pertumbuhan pinjaman yang mendekati 10%, normalisasi biaya pendanaan, dan keberhasilan program transformasi perusahaan. Posisi dominan di segmen UMKM dan dividen yang konsisten tetap menjadi daya tarik utama. Namun, investor perlu mewaspadai risiko ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas Rupiah.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.