Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Sentul City Tbk (BKSL.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 25 november 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: —
Sentimen Investing.com
Skor: 50
Kinerja Tahun Lalu
Status: Outperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 130
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 145
Vs Indeks: Outperform
1 Tahun
Target: 170
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
PT Sentul City Tbk (BKSL) melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pada kuartal III-2025, dengan laba bersih melonjak 186,22% menjadi Rp 74,15 miliar dan pendapatan meningkat 96,28% menjadi Rp 836,98 miliar. Kenaikan ini didominasi oleh segmen properti hunian tapak, apartemen, komersial, dan lahan. Perseroan juga menekankan pilar strategis jangka panjang berupa pengembangan Biotown (kota kesehatan terpadu) dan akselerasi infrastruktur serta integrasi dengan transportasi publik.
PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana meluncurkan tiga proyek baru pada tahun 2026, yaitu Spring Hill, Spring Garden Tahap 2, dan ruko komersial. Proyek-proyek ini bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat untuk hunian dan ruang usaha di kawasan Sentul City, dengan kinerja hingga triwulan ketiga tahun ini menjadi landasan ekspansi di tahun mendatang.
PT Sentul City Tbk (BKSL) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi penjualan lahan senilai Rp2,05 triliun. Perseroan menegaskan tidak ada informasi material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau pergerakan harga saham BKSL. Saham BKSL tercatat naik 4,36 persen dalam sebulan terakhir dan melesat 116 persen dalam enam bulan terakhir.
PT Sentul City Tbk (BKSL) diperkirakan akan menerima pembayaran lahan sebesar Rp 1,2 triliun pada kuartal III-2025. Dana ini diproyeksikan menjadi modal kuat untuk mendorong penguatan saham BKSL dan menembus target harga yang tinggi. Laporan keuangan kuartal II-2025 menunjukkan kenaikan pendapatan 33% secara tahunan menjadi Rp 204 miliar.
Rumor
Rumor yang beredar terkait rencana pengembangan kawasan kesehatan di wilayah Sentul City telah terjawab dengan konfirmasi bahwa PT Sentul City Tbk (BKSL) akan membangun 'Biotown'. Rumor ini sebelumnya memicu euforia investor, terkait potensi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
1.0/10Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, keuntungan yang dapat diprediksi, utang rendah, pengembalian ekuitas yang tinggi, keunggulan kompetitif yang jelas (moat), dan valuasi yang menarik. PT Sentul City Tbk (BKSL) kemungkinan besar tidak akan memenuhi kriteria investasi Warren Buffett. Meskipun perusahaan memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang relatif rendah (0.40), profitabilitasnya sangat tidak konsisten dan tidak dapat diprediksi, dengan laba bersih tahunan 2024 yang anjlok drastis meskipun ada pemulihan di Q3 2025. Return on Equity (ROE) perusahaan sangat rendah (0.11%), jauh di bawah yang diinginkan Buffett. Selain itu, valuasi BKSL, dengan P/E ratio 336.63x, Price/Book 1.44x, dan Price/Sales 17.72x, dinilai sangat tinggi dan premium dibandingkan rata-rata sektor, menunjukkan bahwa saham tersebut mungkin overvalued. Buffett mencari 'nilai' dalam investasinya, yang berarti membeli perusahaan hebat dengan harga wajar atau bahkan murah, bukan membeli saham yang secara signifikan dinilai terlalu tinggi. Meskipun ada potensi pertumbuhan dari proyek-proyek baru seperti Biotown dan sentimen positif pasar properti, karakteristik ini tidak sejalan dengan filosofi investasi nilai dan prediktabilitas yang dipegang teguh oleh Buffett.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam satu tahun ke depan, BKSL diperkirakan akan mengungguli indeks secara signifikan. Implementasi proyek-proyek baru, khususnya pengembangan Biotown dan akselerasi infrastruktur di Sentul City, diharapkan dapat memperkuat posisi pasar perusahaan dan menarik investasi. Pasar properti Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh kuat hingga tahun 2033. Meskipun valuasi saat ini tinggi (P/E 336.63x), keberhasilan eksekusi strategi jangka panjang, ditambah dengan kondisi pasar properti yang kondusif dan relatif rendahnya rasio utang, dapat mendorong harga saham mendekati atau melampaui harga tertinggi 52 minggu sebelumnya sebesar Rp 174.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.