ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 126
Target 1 Minggu: Rp 130
Target 1 Bulan: Rp 145
Target 1 Tahun: Rp 170
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Sentul City Tbk (BKSL.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 25 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

Analisis fundamental PT Sentul City Tbk (BKSL) menunjukkan gambaran yang beragam. Perusahaan mencatat lonjakan laba bersih 186% pada Q3 2025, didorong oleh penjualan properti residensial, apartemen, komersial, dan lahan, serta pendapatan berulang dari hotel, restoran, dan pengelolaan kota. Namun, kinerja keuangan tahunan 2024 menunjukkan penurunan signifikan pada laba bersih menjadi Rp 17,4 miliar dari Rp 332,3 miliar pada tahun 2023, dengan pendapatan juga menurun menjadi Rp 744,1 miliar dari Rp 1,7 triliun. Rasio P/E perseroan saat ini sangat tinggi sebesar 336.63x, dan Price/Book sebesar 1.44x, yang menunjukkan valuasi premium dibandingkan rata-rata sektor Properti & Real Estat (0.8x P/B, 6.1x P/S) dan potensi overvaluasi. Meskipun demikian, rasio utang terhadap ekuitas yang relatif rendah (0.40) mengindikasikan posisi keuangan yang sehat dalam hal leverage. Return on Equity (ROE) perusahaan sangat rendah, yaitu 0,11%. Sentul City juga dikenal memiliki gearing ratio terendah di antara beberapa perusahaan properti. Perusahaan berfokus pada pengembangan kota mandiri, akselerasi infrastruktur, dan proyek-proyek strategis seperti Biotown, yang diharapkan dapat menopang pertumbuhan di masa depan.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: —

Di Stockbit, sentimen terhadap BKSL tampak bervariasi. Beberapa pengguna menyiratkan pesimisme di kalangan investor ritel tetapi juga spekulasi tentang 'bandar all in' atau institusi yang membeli saham. Terdapat juga komentar kritis mengenai 'laba akuntansi merah' dan 'neraca penuh liabilitas' meskipun ada 'kas dari pelanggan mengalir kencang', menunjukkan fokus pada arus kas. Hal ini mengindikasikan bahwa sementara ada kekhawatiran tentang profitabilitas historis dan kondisi neraca, ada juga pandangan spekulatif positif atau pengakuan terhadap kekuatan arus kas operasional.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 50

Sentimen anggota Investing.com terhadap BKSL terbagi antara 'Bearish' dan 'Bullish', menunjukkan pandangan yang beragam di kalangan komunitas. Analisis teknikal memberikan sinyal yang campur aduk: indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari menunjukkan sinyal 'Jual', begitu pula dengan rata-rata pergerakan 5-hari dan 50-hari. Namun, rata-rata pergerakan 200-hari mengindikasikan sinyal 'Beli'. Secara keseluruhan, tidak ada konsensus yang jelas, mencerminkan ketidakpastian pasar.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, saham BKSL mencatat kenaikan signifikan sebesar 231.57% (dari Rp 38 menjadi Rp 126), jauh melampaui kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebesar 17.17% (dari 7314.11 menjadi 8570.25). Kinerja luar biasa ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor kunci. Meskipun laba bersih BKSL untuk tahun 2024 secara keseluruhan menurun drastis dibandingkan 2023, perusahaan menunjukkan pembalikan kinerja yang kuat pada kuartal III-2025 dengan laba bersih melonjak 186% dan pendapatan naik 96,28%, didorong oleh penjualan segmen properti yang kuat. Selain itu, optimisme pasar dipicu oleh berita tentang rencana pembayaran lahan sebesar Rp 1,2 triliun pada kuartal III-2025 dan klarifikasi penjualan lahan Rp 2,05 triliun, serta konfirmasi pembangunan kawasan Biotown (kota kesehatan terpadu). Rumor mengenai pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sentul City juga sempat memicu euforia investor. Sentimen positif juga didukung oleh prospek pasar properti Indonesia yang cerah di tahun 2025-2033, dengan pertumbuhan signifikan yang didorong oleh urbanisasi, kelas menengah yang berkembang, dan dukungan pemerintah untuk infrastruktur.

Outlook

1 Minggu

Target: 130

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham BKSL diperkirakan akan bergerak stabil, sejalan dengan indeks. Momentum positif dari laporan keuangan Q3 2025 yang kuat kemungkinan akan menopang harga, namun sentimen pasar yang campur aduk dari Investing.com dan Stockbit, serta sinyal teknikal yang beragam, dapat membatasi kenaikan tajam dalam jangka sangat pendek.

1 Bulan

Target: 145

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, BKSL diproyeksikan mengungguli indeks. Katalis utama adalah keberlanjutan sentimen positif dari kinerja Q3 2025 yang luar biasa dan rilis berita mengenai proyek-proyek baru yang disiapkan untuk 2026. Pembayaran lahan yang diantisipasi sebesar Rp 1,2 triliun juga dapat memberikan dorongan likuiditas dan kepercayaan investor. Prospek pasar properti Indonesia yang menguntungkan juga akan menjadi pendorong.

1 Tahun

Target: 170

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, BKSL diperkirakan akan mengungguli indeks secara signifikan. Implementasi proyek-proyek baru, khususnya pengembangan Biotown dan akselerasi infrastruktur di Sentul City, diharapkan dapat memperkuat posisi pasar perusahaan dan menarik investasi. Pasar properti Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh kuat hingga tahun 2033. Meskipun valuasi saat ini tinggi (P/E 336.63x), keberhasilan eksekusi strategi jangka panjang, ditambah dengan kondisi pasar properti yang kondusif dan relatif rendahnya rasio utang, dapat mendorong harga saham mendekati atau melampaui harga tertinggi 52 minggu sebelumnya sebesar Rp 174.

Berita Terbaru

Akselerasi Infrastruktur dan Biotown Bikin Laba Sentul City Meroket 186 Persen (20 Nov 2025)

PT Sentul City Tbk (BKSL) melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pada kuartal III-2025, dengan laba bersih melonjak 186,22% menjadi Rp 74,15 miliar dan pendapatan meningkat 96,28% menjadi Rp 836,98 miliar. Kenaikan ini didominasi oleh segmen properti hunian tapak, apartemen, komersial, dan lahan. Perseroan juga menekankan pilar strategis jangka panjang berupa pengembangan Biotown (kota kesehatan terpadu) dan akselerasi infrastruktur serta integrasi dengan transportasi publik.

Sentul City (BKSL) Siapkan Proyek Baru, Sasar Segmen Residensial hingga Komersial (27 Okt 2025)

PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana meluncurkan tiga proyek baru pada tahun 2026, yaitu Spring Hill, Spring Garden Tahap 2, dan ruko komersial. Proyek-proyek ini bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat untuk hunian dan ruang usaha di kawasan Sentul City, dengan kinerja hingga triwulan ketiga tahun ini menjadi landasan ekspansi di tahun mendatang.

Sentul City (BKSL) Ungkap Jual Lahan Rp2,05T (06 Okt 2025)

PT Sentul City Tbk (BKSL) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi penjualan lahan senilai Rp2,05 triliun. Perseroan menegaskan tidak ada informasi material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha atau pergerakan harga saham BKSL. Saham BKSL tercatat naik 4,36 persen dalam sebulan terakhir dan melesat 116 persen dalam enam bulan terakhir.

Saham Properti Diramal To The Moon, Terima Duit Rp 1,2 Triliun (31 Jul 2025)

PT Sentul City Tbk (BKSL) diperkirakan akan menerima pembayaran lahan sebesar Rp 1,2 triliun pada kuartal III-2025. Dana ini diproyeksikan menjadi modal kuat untuk mendorong penguatan saham BKSL dan menembus target harga yang tinggi. Laporan keuangan kuartal II-2025 menunjukkan kenaikan pendapatan 33% secara tahunan menjadi Rp 204 miliar.

Rumor

Rumor Terjawab, BKSL Bangun BIOTOWN (19 Nov 2025)

Rumor yang beredar terkait rencana pengembangan kawasan kesehatan di wilayah Sentul City telah terjawab dengan konfirmasi bahwa PT Sentul City Tbk (BKSL) akan membangun 'Biotown'. Rumor ini sebelumnya memicu euforia investor, terkait potensi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 126
Sentimen Investing.com Mixed 50 %
Sentimen Stockbit Mixed

Buffett Indicator

1.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, keuntungan yang dapat diprediksi, utang rendah, pengembalian ekuitas yang tinggi, keunggulan kompetitif yang jelas (moat), dan valuasi yang menarik. PT Sentul City Tbk (BKSL) kemungkinan besar tidak akan memenuhi kriteria investasi Warren Buffett. Meskipun perusahaan memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang relatif rendah (0.40), profitabilitasnya sangat tidak konsisten dan tidak dapat diprediksi, dengan laba bersih tahunan 2024 yang anjlok drastis meskipun ada pemulihan di Q3 2025. Return on Equity (ROE) perusahaan sangat rendah (0.11%), jauh di bawah yang diinginkan Buffett. Selain itu, valuasi BKSL, dengan P/E ratio 336.63x, Price/Book 1.44x, dan Price/Sales 17.72x, dinilai sangat tinggi dan premium dibandingkan rata-rata sektor, menunjukkan bahwa saham tersebut mungkin overvalued. Buffett mencari 'nilai' dalam investasinya, yang berarti membeli perusahaan hebat dengan harga wajar atau bahkan murah, bukan membeli saham yang secara signifikan dinilai terlalu tinggi. Meskipun ada potensi pertumbuhan dari proyek-proyek baru seperti Biotown dan sentimen positif pasar properti, karakteristik ini tidak sejalan dengan filosofi investasi nilai dan prediktabilitas yang dipegang teguh oleh Buffett.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 130
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 145
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 170
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, BKSL diperkirakan akan mengungguli indeks secara signifikan. Implementasi proyek-proyek baru, khususnya pengembangan Biotown dan akselerasi infrastruktur di Sentul City, diharapkan dapat memperkuat posisi pasar perusahaan dan menarik investasi. Pasar properti Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh kuat hingga tahun 2033. Meskipun valuasi saat ini tinggi (P/E 336.63x), keberhasilan eksekusi strategi jangka panjang, ditambah dengan kondisi pasar properti yang kondusif dan relatif rendahnya rasio utang, dapat mendorong harga saham mendekati atau melampaui harga tertinggi 52 minggu sebelumnya sebesar Rp 174.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.