ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 630
Target 1 Minggu: Rp 620
Target 1 Bulan: Rp 600
Target 1 Tahun: Rp 750
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) adalah bank komersial yang beroperasi di Indonesia, menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan seperti tabungan, deposito, pinjaman modal kerja, investasi, konsumer, dan layanan perbankan digital. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. Meskipun beroperasi di sektor perbankan Indonesia yang secara umum menunjukkan pertumbuhan kuat dalam beberapa tahun terakhir, BMAS sendiri menghadapi tantangan signifikan terkait profitabilitas. Bank ini membukukan kerugian bersih sebesar Rp 247,2 miliar pada tahun 2024, dibandingkan laba pada tahun 2023, dan mencatat laba negatif per saham (EPS) serta pengembalian ekuitas (ROE) yang negatif. Pendapatan tumbuh sekitar 10,1% per tahun, tetapi kerugian juga meningkat dalam 5 tahun terakhir. Rasio Price-to-Book (P/B) saat ini sekitar 1,8x. Bank ini memiliki rasio Debt/Equity 2.45 per akhir 2024. BMAS memiliki target pertumbuhan pinjaman sebesar 48% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 80% pada tahun 2024. Saat ini, bank juga sedang mencari investor strategis untuk memenuhi persyaratan kepemilikan publik (free float) minimum.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 50

Sentimen di Stockbit terhadap BMAS cenderung beragam. Beberapa pengguna melakukan order jual, sementara yang lain melakukan order beli dengan target harga lebih tinggi. Diskusi juga mencakup berita mengenai peningkatan kepemilikan oleh Kasikornbank (KBank) yang dilihat sebagai langkah strategis, namun juga ada perhatian terhadap penurunan laba. Secara keseluruhan, tidak ada konsensus yang jelas, menunjukkan pandangan yang bercampur antara optimisme terhadap potensi strategis dan kekhawatiran terhadap kinerja keuangan saat ini.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 20

Sentimen di Investing.com, terutama dari indikator teknikal, menunjukkan pandangan 'Sangat Jual' (Strong Sell) untuk BMAS pada berbagai kerangka waktu. Moving averages dan beberapa osilator memberikan sinyal jual yang kuat. Sentimen anggota juga cenderung bearish. Meskipun ada potensi 'upside' yang disebutkan oleh analis secara umum, tidak ada target harga spesifik yang diberikan.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Dalam 365 hari terakhir, harga saham BMAS mengalami kenaikan sekitar 5.88% (dari Rp595 menjadi Rp630). Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan yang lebih signifikan, yaitu sekitar 21.83% (dari 7096.44 menjadi 8645.84). Hal ini menunjukkan bahwa BMAS jauh 'Underperformed' dibandingkan indeks pasar secara keseluruhan. Kinerja buruk ini dapat dikaitkan dengan penurunan laba bersih BMAS yang signifikan, termasuk mencatat kerugian bersih pada tahun 2024 dan laba yang tergerus 50% pada kuartal kedua 2025. Meskipun sektor perbankan Indonesia secara umum mengalami pertumbuhan yang kuat dan mencatat rekor keuntungan bagi bank-bank besar, BMAS sebagai bank regional tampaknya belum dapat memanfaatkan momentum ini secara efektif. Namun, upaya strategis seperti masuknya investor Jepang untuk memenuhi persyaratan free float dan revisi prospek oleh Fitch Ratings menjadi positif yang dapat mempengaruhi kinerja di masa depan.

Outlook

1 Minggu

Target: 620

Vs Indeks: Underperform

Dalam satu minggu ke depan, BMAS kemungkinan akan Underperform. Indikator teknikal terbaru dari Investing.com menunjukkan sinyal 'Strong Sell', dengan RSI yang mengindikasikan tekanan jual. Mengingat sentimen negatif jangka pendek dan tidak adanya katalis positif langsung, harga diperkirakan akan sedikit menurun atau konsolidasi di bawah tekanan jual.

1 Bulan

Target: 600

Vs Indeks: Underperform

Untuk satu bulan ke depan, BMAS diperkirakan akan terus Underperform. Meskipun ada berita positif seperti masuknya investor Jepang dan revisi prospek Fitch, dampak dari berita penurunan laba di kuartal sebelumnya dan ketidakpastian seputar perubahan manajemen pada RUPSLB Desember 2025 dapat membebani saham dalam jangka pendek. Sentimen bearish dari analisis teknikal juga masih dominan, sehingga harga mungkin melanjutkan tren turun atau stagnan.

1 Tahun

Target: 750

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, BMAS memiliki potensi untuk Outperform jika katalis positif terealisasi. Masuknya investor strategis Jepang untuk memenuhi persyaratan free float dapat membawa suntikan modal dan keahlian baru. Selain itu, Fitch Ratings yang merevisi prospek bank menjadi 'Positive' menunjukkan adanya pandangan optimis terhadap fundamental jangka panjang. Jika bank berhasil mencapai target pertumbuhan pinjaman dan DPK yang ambisius untuk tahun 2024 dan meningkatkan profitabilitas, harga saham bisa rebound signifikan, mendekati atau melampaui level tertinggi 52 minggu sebelumnya. Namun, keberhasilan ini sangat bergantung pada eksekusi strategi dan perbaikan kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Berita Terbaru

Fitch Revises Bank Maspion Indonesia's Outlook to Positive (14 November 2025)

Fitch Ratings telah merevisi prospek Bank Maspion Indonesia menjadi positif. Perubahan prospek ini dapat mengindikasikan peningkatan kepercayaan terhadap stabilitas keuangan dan potensi pertumbuhan bank di masa mendatang, yang berpotensi menarik investor baru dan meningkatkan harga saham.

BANK MASPION MAU GELAR RUPSLB PADA DESEMBER 2025, ROMBAK PENGURUS? (17 November 2025)

PT Bank Maspion Indonesia Tbk akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Desember 2025 untuk membahas perubahan susunan pengurus. Perubahan manajemen dapat membawa arah strategis baru atau ketidakpastian jangka pendek, tergantung pada individu yang ditunjuk dan rencana mereka.

Third quarter 2025 earnings released: EPS: Rp0.38 (vs Rp0.28 in 3Q 2024) (31 Oktober 2025)

Bank Maspion melaporkan laba per saham (EPS) sebesar Rp0.38 untuk kuartal ketiga 2025, meningkat dibandingkan Rp0.28 pada kuartal yang sama tahun 2024. Peningkatan laba ini menunjukkan perbaikan kinerja keuangan bank secara kuartalan.

Iis Herijati Undur Diri dari Kursi Direktur Bank Maspion (BMAS) (02 Oktober 2025)

Iis Herijati telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Bank Maspion. Perubahan dalam jajaran direksi dapat mempengaruhi strategi operasional dan arah perusahaan, sehingga investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut mengenai penggantinya.

Laba Bank Maspion Tergerus 50%, Tersisa Rp25,03 Miliar per Juni 2025 (05 Agustus 2025)

Laba bersih Bank Maspion dilaporkan turun 50% menjadi Rp25,03 Miliar per Juni 2025 (Q2 2025) secara tahunan. Penurunan profitabilitas yang signifikan ini merupakan sinyal negatif bagi kinerja keuangan bank dan dapat menekan harga saham.

Bank Maspion (BMAS) Sebut Investor Jepang Mau Masuk (30 Mei 2025)

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) sedang dalam proses uji tuntas dengan calon investor strategis, termasuk satu investor asing dari Jepang, untuk memenuhi ketentuan free float publik 7,5%. Masuknya investor strategis dapat meningkatkan modal, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan likuiditas saham.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 630
Sentimen Investing.com Bearish 20 %
Sentimen Stockbit Mixed 50 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat (moat), manajemen yang kompeten, pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi, serta dihargai secara wajar atau undervalued. BMAS, sebagai bank regional, beroperasi di sektor yang didominasi oleh bank-bank besar di Indonesia, sehingga keunggulan kompetitifnya relatif lemah. Bank ini menunjukkan pendapatan yang tidak stabil dan saat ini tidak profitabel, dengan kerugian bersih pada tahun 2024 dan laba yang menurun di awal 2025. Meskipun ada upaya untuk menarik investor strategis dan perubahan manajemen, ini juga menimbulkan ketidakpastian. Rasio Debt/Equity sebesar 2.45 juga tidak ideal untuk kriteria Buffett yang cenderung konservatif. Dengan fundamental yang tidak stabil dan kurangnya keunggulan kompetitif yang jelas, kecil kemungkinan Buffett akan merekomendasikan pembelian saham ini.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 620
Kinerja vs Indeks
Underperform
Target 1 Bulan
Rp. 600
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 750
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, BMAS memiliki potensi untuk Outperform jika katalis positif terealisasi. Masuknya investor strategis Jepang untuk memenuhi persyaratan free float dapat membawa suntikan modal dan keahlian baru. Selain itu, Fitch Ratings yang merevisi prospek bank menjadi 'Positive' menunjukkan adanya pandangan optimis terhadap fundamental jangka panjang. Jika bank berhasil mencapai target pertumbuhan pinjaman dan DPK yang ambisius untuk tahun 2024 dan meningkatkan profitabilitas, harga saham bisa rebound signifikan, mendekati atau melampaui level tertinggi 52 minggu sebelumnya. Namun, keberhasilan ini sangat bergantung pada eksekusi strategi dan perbaikan kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.