ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 230
Target 1 Minggu: Rp 235
Target 1 Bulan: Rp 245
Target 1 Tahun: Rp 260
Sentimen Investing: Bullish
Sentimen Stockbit: Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII.JK) menunjukkan fundamental yang solid dengan beberapa area yang perlu diperhatikan. Bank ini mencatat laba positif selama 5 tahun berturut-turut, menandakan stabilitas pendapatan. Pada tahun buku 2024, Bank melaporkan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp1,6 triliun, menunjukkan pemulihan profitabilitas setelah provisi preventif di awal tahun. Pinjaman tumbuh sehat 10,0% di FY 2024 dan 11,9% YoY di 1H 2024 di seluruh segmen, didukung oleh strategi 'super growth'. Kualitas aset membaik dengan rasio NPL gross sebesar 2,66% dan Loan at Risk (LAR) sebesar 8,95% di Juni 2024. Rasio CASA (Current Account Savings Account) juga meningkat menjadi 52,86% di FY 2024, menunjukkan optimalisasi pendanaan berbiaya rendah. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat di 25,55%. Meskipun demikian, NIM (Net Interest Margin) terkontraksi menjadi 4,37% di FY 2024 karena tingginya biaya dana. Valuasi saham terlihat menarik dengan rasio Price-to-Earnings (P/E) antara 10.15 hingga 14.21 dan Price-to-Book (P/B) sekitar 0.49 hingga 0.6x, yang oleh beberapa analis dianggap undervalued. Rasio Debt/Equity sangat rendah, menunjukkan posisi keuangan yang konservatif. Bank ini juga merupakan saham pembayar dividen dengan yield TTM sekitar 2,76% hingga 2,79%.

Sentimen Stockbit

Bullish

Skor: 85

Sentimen di Stockbit terhadap BNII.JK cenderung sangat bullish. Banyak pengguna menyebut BNII sebagai 'bank sehat dengan valuasi yang murah, rajin bagi deviden'. Ada juga diskusi tentang potensi saham untuk mencapai target harga lebih tinggi, dengan beberapa menyebutkan peluang menuju 294-304 dan pentingnya memantau saham sebelum menembus 240. Ini menunjukkan keyakinan investor terhadap potensi pertumbuhan harga saham dan nilai fundamentalnya.

Sentimen Investing.com

Bullish

Skor: 90

Sentimen di Investing.com terhadap BNII.JK sangat positif, terutama dari sisi analisis teknikal. Indikator teknikal memberikan sinyal 'Sangat Beli' secara keseluruhan, dengan rata-rata bergerak menunjukkan 'Sangat Beli' (12 sinyal beli, 0 sinyal jual) dan indikator teknikal lainnya juga menunjukkan 'Sangat Beli' (9 sinyal beli, 0 sinyal jual). RSI 14-hari berada di 55.304 yang menyiratkan sinyal 'Beli'. Namun, sentimen anggota Investing.com secara umum menunjukkan campuran 'Bearish' dan 'Bullish'. Meskipun demikian, konsensus analisis teknikal saat ini memberikan pandangan yang sangat optimis.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga penutupan saham BNII meningkat dari 206 menjadi 230, menghasilkan kenaikan sekitar 11,65%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat dari 7170,74 menjadi 9167,16, atau sekitar 27,84%. Dengan demikian, BNII berkinerja lebih rendah dibandingkan dengan indeks. Kinerja ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor. Meskipun Maybank Indonesia menunjukkan pembalikan positif dalam profitabilitas pada semester pertama dan kuartal-kuartal berikutnya di tahun 2024, bank ini melakukan 'provisi preventif yang substansial' pada kuartal pertama 2024, yang kemungkinan menekan harga saham dan sentimen investor di awal tahun. Meskipun ada pertumbuhan pinjaman di seluruh segmen dan peningkatan kualitas aset (rasio NPL dan LAR), Net Interest Margin (NIM) terkontraksi karena tingginya biaya dana. Faktor-faktor ini kemungkinan menahan apresiasi harga saham dibandingkan dengan kenaikan indeks yang lebih luas. Rentang harga 52 minggu saham BNII adalah IDR 176 hingga IDR 230, menunjukkan adanya pemulihan dari titik terendah tetapi masih berada dalam rentang tersebut.

Outlook

1 Minggu

Target: 235

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, saham BNII diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Sentimen positif yang kuat dari media sosial seperti Stockbit dan analisis teknikal 'Sangat Beli' dari Investing.com menunjukkan momentum kenaikan. Harga saat ini telah menunjukkan tren positif, dan kemungkinan akan mempertahankan kenaikan moderat dalam jangka pendek.

1 Bulan

Target: 245

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, BNII memiliki potensi untuk mengungguli indeks. Laporan keuangan terbaru yang menunjukkan pembalikan positif dalam profitabilitas setelah provisi awal tahun, dikombinasikan dengan pertumbuhan pinjaman yang solid dan kualitas aset yang membaik, dapat menarik lebih banyak investor. Sentimen bullish yang terus berlanjut di media sosial juga dapat memberikan dorongan tambahan. Target harga ini mencerminkan apresiasi bertahap seiring pasar mencerna fundamental yang membaik.

1 Tahun

Target: 260

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, BNII berpotensi mengungguli indeks, didorong oleh strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dan perbaikan fundamental. Fokus bank pada pertumbuhan pinjaman di semua segmen, peningkatan rasio CASA, dan investasi dalam digitalisasi diharapkan dapat membuahkan hasil. Meskipun kontraksi NIM akibat biaya dana yang tinggi masih menjadi tantangan, langkah-langkah bank untuk mengoptimalkan pendanaan berbiaya rendah dan strategi 'super growth' dapat membantu menyeimbangkan hal tersebut. Valuasi saham yang dianggap undervalued saat ini juga memberikan ruang untuk apresiasi jangka panjang. Target harga 260 mencerminkan keyakinan pada potensi pertumbuhan laba yang berkelanjutan dan pengakuan pasar terhadap nilai intrinsik bank.

Berita Terbaru

Maybank Indonesia Catat Laba Sebelum Pajak Rp1,6 Triliun di FY 2024 Setelah Provisi Preventif (FY 2024)

PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp1,6 triliun untuk tahun buku 2024. Kinerja ini menunjukkan peningkatan bertahap dalam profitabilitas setelah adanya provisi preventif yang signifikan di kuartal pertama 2024. Pertumbuhan PBT triwulanan juga positif, dengan peningkatan 34,5% QoQ di 4Q 2024. Bank mencatat pertumbuhan pinjaman sebesar 10,0% di seluruh segmen, didukung oleh strategi 'super growth'. Pendapatan berbasis biaya tumbuh 5,8% menjadi Rp2,2 triliun, didorong oleh peningkatan pendapatan dari pemulihan aset dan kontribusi dari pembiayaan roda dua anak perusahaan serta layanan Premier banking. Total aset Bank meningkat 14,8% menjadi Rp197,2 triliun, dan rasio CASA mencapai 52,86%. Namun, NIM (Net Interest Margin) terkontraksi 59bps menjadi 4,37% karena tingginya biaya dana.

Maybank Indonesia Laporkan Kinerja Keuangan Kuartal I 2024 yang Berbalik Positif (1H 2024)

Pada semester pertama tahun 2024, Maybank Indonesia mencatat PBT sebesar Rp283 miliar, menunjukkan pembalikan positif dalam profitabilitas setelah provisi preventif yang besar di kuartal pertama 2024. Pinjaman tumbuh 11,9% YoY di seluruh segmen. Rasio NPL gross membaik menjadi 2,66% dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 8,95%. Total simpanan nasabah meningkat 4,7% menjadi Rp115,6 triliun, dengan rasio CASA yang sehat di 51,32%. Namun, NIM terkontraksi 62bps menjadi 4,44% karena biaya dana yang tinggi.

Maybank Luncurkan MAMG Growth and Income i-Fund, Dana Multi-Aset Syariah Baru (2026-01-14)

Maybank meluncurkan MAMG Growth and Income i-Fund, dana multi-aset yang sesuai Syariah, bekerja sama dengan Schroders. Langkah strategis ini didorong oleh pertumbuhan segmen kekayaan syariah Maybank yang eksplosif, dengan target pendapatan bulanan 6,5%. Ini menunjukkan fokus Maybank pada layanan keuangan syariah dan potensi perluasan basis nasabah.

Rumor

JMAS Bantah Kabar Maybank Berencana Beli Pemegang Saham Mayoritas JMAS (2024-09-02)

Pada September 2024, PT Asuransi Jiwa Syariah Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau JMA Syariah membantah rumor yang beredar bahwa PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berencana untuk membeli saham perseroan. Kabar tersebut menyebutkan bahwa Kospin Jasa, pemegang saham mayoritas JMAS, berkeinginan untuk melepas kepemilikannya kepada Maybank. Rumor semacam ini dapat menciptakan ketidakpastian di pasar, meskipun dibantah, dan berpotensi mempengaruhi spekulasi harga saham.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 230
Sentimen Investing.com Bullish 90 %
Sentimen Stockbit Bullish 85 %

Buffett Indicator

7.0/10

Warren Buffett cenderung mencari perusahaan dengan 'parit' ekonomi yang kuat, pendapatan yang konsisten, manajemen yang kompeten, dan harga yang undervalued. Untuk BNII.JK, ada beberapa poin yang menarik bagi Buffett dan beberapa yang mungkin menjadi perhatian. Sisi positifnya, BNII adalah bank yang mapan, bagian dari Maybank Group yang lebih besar, dan menunjukkan profitabilitas yang konsisten selama 5 tahun. Valuasi saat ini, dengan P/E antara 10.15-14.21 dan P/B sekitar 0.5x, dapat menarik bagi investor nilai yang mencari saham undervalued. Rasio Debt/Equity yang rendah juga menunjukkan posisi keuangan yang sehat dan konservatif. Bank ini juga merupakan pembayar dividen, yang disukai Buffett. Namun, sisi negatifnya, kontraksi NIM karena biaya dana yang tinggi dan 'provisi preventif yang substansial' pada Q1 2024 menunjukkan adanya tantangan operasional dan risiko dalam lingkungan perbankan. Industri perbankan, meskipun stabil, dapat menjadi kompleks dan sangat diatur, yang terkadang dihindari oleh Buffett. Meskipun ada sinyal positif, underperformance terhadap indeks dalam setahun terakhir dan Margin of Safety (MOS) yang hanya 1% (menurut Tykr) mungkin menjadi pertimbangan. Secara keseluruhan, fundamentalnya cukup kuat dengan valuasi yang menarik, tetapi tantangan spesifik di sektor perbankan dan risiko yang terlihat dari provisi besar mungkin akan membuat Buffett memberikan nilai moderat, sekitar 7 dari 10.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 235
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 245
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 260
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, BNII berpotensi mengungguli indeks, didorong oleh strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dan perbaikan fundamental. Fokus bank pada pertumbuhan pinjaman di semua segmen, peningkatan rasio CASA, dan investasi dalam digitalisasi diharapkan dapat membuahkan hasil. Meskipun kontraksi NIM akibat biaya dana yang tinggi masih menjadi tantangan, langkah-langkah bank untuk mengoptimalkan pendanaan berbiaya rendah dan strategi 'super growth' dapat membantu menyeimbangkan hal tersebut. Valuasi saham yang dianggap undervalued saat ini juga memberikan ruang untuk apresiasi jangka panjang. Target harga 260 mencerminkan keyakinan pada potensi pertumbuhan laba yang berkelanjutan dan pengakuan pasar terhadap nilai intrinsik bank.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.