ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 1045
Target 1 Minggu: Rp 1100
Target 1 Bulan: Rp 1200
Target 1 Tahun: Rp 1500
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) adalah perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tunda dan tongkang di Indonesia, menyediakan jasa transportasi laut untuk barang khusus seperti pertambangan, konstruksi, alat berat, pertanian, dan industri. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2016 dan berkantor pusat di Jakarta Selatan. Pada tahun 2025, CBRE memperluas portofolio bisnisnya dengan memperkenalkan divisi Offshore Support Services. Secara finansial, CBRE menunjukkan kinerja yang lemah. Perusahaan mencatat rugi bersih -Rp66,55 miliar pada tahun 2024 dan -Rp436,80 juta pada Q3 2025. Rasio Price-to-Earnings (P/E) negatif (-72,3x), Price-to-Sales (P/S) sangat tinggi (98,7x), dan Price-to-Book (P/B) juga tinggi (58,04x) dibandingkan rata-rata industri, menunjukkan potensi valuasi yang terlalu tinggi meskipun perusahaan merugi. Rasio Utang/Ekuitas (Debt/Equity) mencapai 273,6% atau 1,31, yang menunjukkan tingkat utang yang tinggi. Margin laba bersih perusahaan adalah -81,89%. Perusahaan memiliki likuiditas yang rendah dengan Current Ratio 0,29. Namun, adanya kontrak offshore jangka panjang senilai Rp4 triliun dan rights issue untuk pelunasan utang serta penambahan armada dapat menjadi katalis positif untuk perbaikan fundamental di masa depan, meskipun saat ini masih dalam kondisi merugi.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 50

Sentimen di Stockbit cenderung campur aduk. Ada antusiasme tinggi di kalangan investor ritel yang didorong oleh lonjakan harga dan berita positif seperti kontrak baru dan rights issue, namun juga terlihat kebingungan dan diskusi mengenai detail aksi korporasi seperti rights issue (nilai nominal versus harga tebus). Beberapa investor mungkin melihat potensi keuntungan cepat, sementara yang lain mungkin masih mencoba memahami fundamental perusahaan di balik volatilitas harga.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 20

Sentimen di Investing.com terhadap CBRE cenderung bearish. 'Member's Sentiments' secara keseluruhan menunjukkan sentimen bearish, dan indikator teknikal juga merekomendasikan 'Strong Sell'. Ini mengindikasikan kekhawatiran yang signifikan di kalangan pengguna Investing.com mengenai prospek saham CBRE.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Dalam 12 bulan terakhir, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE.JK) menunjukkan kinerja yang luar biasa, melonjak dari harga penutupan 18 menjadi 1.045, mencatat kenaikan sekitar 5705.56%. Di periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 21.84% (dari 7096,44 menjadi 8645,84). Ini menunjukkan CBRE.JK jauh mengungguli kinerja pasar secara keseluruhan. Kinerja yang sangat kuat ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Pertama, pengumuman kontrak offshore jangka panjang senilai Rp4 triliun dengan mitra strategis Gunanusa dan Hailong pada Oktober 2025 menjadi katalis utama, menandai transformasi bisnis dan diversifikasi pendapatan ke sektor offshore. Kedua, rencana rights issue pada November 2025 untuk pembayaran utang dan penambahan armada juga memberikan dorongan positif, menunjukkan upaya penguatan struktur modal. Ketiga, aksi beli oleh orang dalam seperti Andry Hakim pada Desember 2025 juga meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong harga saham. Meskipun fundamental perusahaan masih menunjukkan kerugian dan rasio valuasi yang tinggi, berita-berita positif ini berhasil memicu minat spekulatif yang sangat tinggi dan volume perdagangan yang besar, menyebabkan lonjakan harga yang signifikan. Namun, perlu dicatat bahwa lonjakan ini diikuti oleh koreksi harga yang tajam, menandakan volatilitas ekstrem dan sifat spekulatif dari kenaikan tersebut.

Outlook

1 Minggu

Target: 1100

Vs Indeks: In-line

Dalam jangka pendek satu minggu, saham CBRE kemungkinan akan menghadapi periode konsolidasi setelah lonjakan dan koreksi tajam. Sentimen pasar mungkin masih bervariasi antara investor yang optimis terhadap berita kontrak dan rights issue, dengan yang lebih hati-hati terhadap volatilitas dan fundamental perusahaan. Oleh karena itu, pergerakan harga cenderung in-line dengan indeks, dengan potensi kenaikan tipis jika sentimen positif kembali menguat.

1 Bulan

Target: 1200

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, saham CBRE berpotensi mengungguli indeks. Implementasi rights issue dan diskusi lebih lanjut mengenai penggunaan dananya dapat memberikan kejelasan dan optimisme. Selain itu, progres terkait kontrak offshore Rp4 triliun yang baru diumumkan dapat mulai memberikan dampak psikologis positif yang lebih sustained. Meskipun demikian, volatilitas tinggi dan fundamental yang masih lemah akan tetap menjadi perhatian.

1 Tahun

Target: 1500

Vs Indeks: Outperform

Dalam jangka panjang satu tahun, CBRE memiliki potensi untuk mengungguli indeks, didorong oleh transformasi bisnis dan diversifikasi ke sektor offshore yang menjanjikan, didukung oleh kontrak jangka panjang yang substansial. Rights issue yang berhasil untuk pembayaran utang dan penambahan armada akan memperkuat operasional. Namun, kinerja ini sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk memperbaiki profitabilitas dan mengelola utang. Mengingat fundamental yang masih menunjukkan kerugian dan rasio valuasi yang tinggi, ini adalah investasi berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil yang tinggi jika manajemen berhasil mengeksekusi strategi. Target harga 1500 mencerminkan potensi pertumbuhan yang signifikan namun tetap dengan pertimbangan risiko.

Berita Terbaru

CBRE Bakal Gelar Rights Issue Sebanyak 48 Miliar Saham - Investasi Kontan (2025-11-10)

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 48 miliar saham. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang perusahaan kepada pihak ketiga, modal kerja, dan penambahan armada. Ini juga mencakup konversi utang menjadi saham oleh beberapa pemegang Promissory Note.

CBRE Teken Kontrak Sewa Kapal, Tambah Potensi Pendapatan dan Arus Kas - YouTube (2025-11-07)

CBRE menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Guna Nusa Utama Fabricators (GNUF) untuk penyewaan kapal operasional. Kesepakatan ini diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan signifikan dan memperkuat arus kas serta profitabilitas perusahaan, sejalan dengan strategi perluasan lini bisnis logistik energi.

PT Cakra Buana Resources Tbk. (CBRE) umumkan kontrak offshore jangka panjang senilai Rp4 triliun

PT Cakra Buana Resources Tbk. (CBRE) mengumumkan kontrak offshore jangka panjang senilai sekitar Rp4 triliun selama delapan tahun, dengan tarif sewa harian USD 90.000 saat beroperasi dan USD 50.000 saat standby. Kesepakatan ini, yang dilaksanakan dengan mitra strategis minyak dan gas Gunanusa dan Hailong, diposisikan sebagai katalis untuk transformasi bisnis CBRE dan diversifikasi pendapatan ke sektor offshore.

Andry Hakim tingkatkan kepemilikan saham di CBRE, dorong harga saham naik 16% (2025-12-01)

Andry Hakim mengakuisisi tambahan 96.700 saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) pada harga Rp1.020 per saham pada 1 Desember 2025, meningkatkan total kepemilikannya menjadi 5,002%. Pembelian ini, bersamaan dengan RUPSLB yang akan datang untuk rights issue, kedatangan kapal Hai Long 106, dan kontrak Rp4,3 triliun dengan Guna Nusa Utama Fabricator (GUF), berkontribusi pada kenaikan harga saham CBRE sebesar 16%.

CBRE menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI) (2025-11-04)

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Bank BRI) pada 31 Oktober 2025. Fasilitas ini berupa Kredit Investasi, yang merupakan transaksi material namun tidak memerlukan persetujuan RUPS berdasarkan POJK 17/2020.

Rumor

Spekulasi Panas di CBRE! Saham Naik Gila-Gilaan, Tapi Analis Peringatkan Bahaya Gelembung Harga! - KabarBursa.com (2025-10-15)

Spekulasi seputar saham CBRE meningkat tajam, dengan nilai transaksi harian melonjak hingga Rp1,13 triliun dan volume perdagangan mencapai 642 juta saham pada 8 Oktober 2025. Jumlah pemegang saham juga naik drastis. Meskipun kapitalisasi pasar CBRE melampaui Rp6 triliun, perusahaan masih merugi bersih Rp47 miliar dalam 12 bulan terakhir. Setelah lonjakan fantastis, saham mengalami koreksi tajam hingga 14%. Analis memperingatkan risiko spekulatif yang tinggi di balik euforia saham ini, mengindikasikan potensi gelembung harga.

Kesalahpahaman Nilai Nominal dan Harga Penebusan Rights Issue di Stockbit

Di forum Stockbit, terdapat diskusi mengenai kesalahpahaman di kalangan investor ritel tentang perbedaan antara nilai nominal saham rights issue CBRE (Rp25 per saham) dengan harga penebusan sebenarnya. Banyak yang mengira harga penebusan sama dengan nilai nominal, padahal harga penebusan akan ditentukan kemudian, yang dapat menyebabkan kebingungan dan misinterpretasi di pasar.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 1045
Sentimen Investing.com Bearish 20 %
Sentimen Stockbit Mixed 50 %

Buffett Indicator

2.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang jelas (moat), manajemen yang kompeten, riwayat profitabilitas yang konsisten, arus kas yang kuat, dan tingkat utang yang rendah, serta dihargai di bawah nilai intrinsiknya. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) tidak memenuhi sebagian besar kriteria tersebut. CBRE beroperasi di sektor pelayaran yang cenderung siklis dan memiliki profitabilitas yang tidak konsisten, bahkan merugi dalam periode terakhir. Tingkat utangnya tinggi (Debt/Equity 273,6% atau 1,31) dan rasio Price-to-Book (P/B) serta Price-to-Sales (P/S) yang sangat tinggi menunjukkan valuasi premium meskipun perusahaan merugi, bukan undervalued. Volatilitas harga saham yang ekstrem juga menunjukkan sifat spekulatif daripada investasi nilai jangka panjang. Meskipun ada potensi dari kontrak baru dan ekspansi ke offshore, bisnisnya masih berisiko tinggi dan kurang prediktabel. Oleh karena itu, sangat tidak mungkin Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 1100
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 1200
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1500
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam jangka panjang satu tahun, CBRE memiliki potensi untuk mengungguli indeks, didorong oleh transformasi bisnis dan diversifikasi ke sektor offshore yang menjanjikan, didukung oleh kontrak jangka panjang yang substansial. Rights issue yang berhasil untuk pembayaran utang dan penambahan armada akan memperkuat operasional. Namun, kinerja ini sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk memperbaiki profitabilitas dan mengelola utang. Mengingat fundamental yang masih menunjukkan kerugian dan rasio valuasi yang tinggi, ini adalah investasi berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil yang tinggi jika manajemen berhasil mengeksekusi strategi. Target harga 1500 mencerminkan potensi pertumbuhan yang signifikan namun tetap dengan pertimbangan risiko.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.