ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 118
Target 1 Minggu: Rp 120
Target 1 Bulan: Rp 135
Target 1 Tahun: Rp 185
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed to Bearish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA.JK) memiliki posisi pasar yang kuat sebagai operator Cinema XXI dengan lebih dari 1.200 layar di Indonesia. Kapitalisasi pasarnya mencapai IDR 9,83 triliun. Perusahaan ini adalah saham pembayar dividen dengan yield TTM sebesar 7,63% (Rp 9 per saham). Proyeksi pertumbuhan pendapatan sangat optimis, dengan estimasi kenaikan 16,25% pada tahun 2025 dan 36,21% pada tahun 2026. Laba per saham juga diperkirakan tumbuh signifikan, sebesar 53,90% pada 2025 dan 106,60% pada 2026. Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati, seperti rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 3,84x yang menunjukkan valuasi overvalued dibandingkan aset perusahaan. Selain itu, pertumbuhan liabilitas perusahaan (26,93%) lebih cepat dibandingkan aset (16,54%) antara tahun 2020-2024. Laba bersih pada kuartal terakhir juga mengalami penurunan signifikan 56,32% dibandingkan kuartal sebelumnya, meskipun ada peningkatan pendapatan keseluruhan hingga Q3 2025. Meskipun demikian, nilai intrinsik saham menurut analis diperkirakan jauh lebih tinggi, yaitu IDR 340, atau 189% di atas harga penutupan terakhir.

Sentimen Stockbit

Mixed to Bearish

Skor: 30

Sentimen di Stockbit cenderung bervariasi, namun lebih condong ke arah bearish. Banyak pengguna mengungkapkan frustrasi atas harga saham yang stagnan atau cenderung turun, bahkan setelah rilis berita positif atau laporan keuangan. Ada komentar yang menyerukan perombakan manajemen dan keluhan bahwa saham sulit diapresiasi pasar. Beberapa analisis teknikal yang lebih positif juga muncul, namun sentimen umum mengenai pergerakan harga tampaknya pesimis.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 20

Sentimen anggota di Investing.com untuk CNMA secara umum adalah 'Bearish'. Meskipun ada konsensus analis 'Strong Buy' dengan target harga yang optimis, sentimen dari para anggota komunitas menunjukkan pandangan yang pesimistis terhadap saham ini.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, saham CNMA mengalami penurunan signifikan sekitar 34,1% (dari Rp 179 menjadi Rp 118). Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan sekitar 21,83%. Hal ini berarti CNMA.JK secara substansial berkinerja lebih rendah dibandingkan indeks. Kinerja buruk ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk laporan pendapatan yang bervariasi, dengan penurunan pendapatan di Semester I 2025 dan kerugian di Q1 2025 yang disebabkan oleh sepinya bioskop saat Ramadan. Meskipun ada berita tentang dividen dan rencana buyback, sentimen pasar tampaknya masih didominasi oleh kekhawatiran atas kinerja operasional dan valuasi, seperti yang terlihat dari PBV yang overvalued dan pertumbuhan liabilitas yang lebih cepat dari aset. Penurunan harga saham juga terjadi setelah penawaran umum perdana (IPO) pada Agustus 2023, di mana saham mencapai harga tertinggi sekitar Rp 340 sebelum kemudian terkoreksi tajam.

Outlook

1 Minggu

Target: 120

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, diperkirakan CNMA akan bergerak relatif stabil atau sedikit menguat dari harga saat ini (Rp 118). Meskipun ada tekanan bearish jangka pendek dari sentimen investor ritel, tidak ada katalis kuat yang mengindikasikan pergerakan ekstrem. Konsolidasi di sekitar level saat ini atau sedikit rebound ringan mungkin terjadi.

1 Bulan

Target: 135

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan, CNMA memiliki potensi untuk sedikit mengungguli indeks. Ini didukung oleh target harga analis rata-rata yang jauh lebih tinggi (Rp 190) dan proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat untuk tahun 2025. Dividen interim yang baru diumumkan dan potensi dampak dari rencana buyback juga dapat memberikan dukungan harga. Saham ini telah diperdagangkan dalam kisaran Rp 111-131 dalam 90 hari terakhir, sehingga kenaikan menuju batas atas kisaran tersebut dalam sebulan adalah hal yang wajar jika sentimen sedikit membaik.

1 Tahun

Target: 185

Vs Indeks: Outperform

Untuk proyeksi satu tahun, CNMA berpotensi mengungguli indeks secara signifikan. Konsensus analis memberikan peringkat 'Strong Buy' dengan target harga rata-rata Rp 190, yang menyiratkan kenaikan substansial dari harga saat ini. Proyeksi pertumbuhan laba dan pendapatan yang sangat kuat untuk 2025 dan 2026 menjadi pendorong utama. Meskipun ada kekhawatiran tentang valuasi PBV dan pertumbuhan liabilitas, daya tarik bisnis inti Cinema XXI dan potensi pemulihan jumlah penonton pasca-pandemi, ditambah dengan nilai intrinsik yang tinggi menurut analisis, menjadikan prospek jangka panjang cukup positif. Namun, volatilitas tetap harus diwaspadai.

Berita Terbaru

Emiten Raup Omzet Rp 2,8 Triliun (28/07/2025)

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI mencatat pendapatan Rp 2,8 triliun dan laba bersih Rp 324 miliar pada semester I-2025. Kinerja positif ini didorong oleh fondasi bisnis yang kuat, strategi terukur, dan peningkatan jumlah penonton hingga 42,5 juta, terutama di kuartal kedua berkat momentum Lebaran dan film box office.

Akui Jumlah Penonton Menurun, Cinema XXI (CNMA) Raup Pendapatan Rp4,3 Triliun (30/10/2025)

Meskipun mengakui adanya penurunan jumlah penonton, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 4,3 triliun hingga kuartal III 2025, menunjukkan peningkatan secara keseluruhan.

Pemegang Saham Cinema XXI Dapat Dividen Rp5 per Lembar (30/10/2025)

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) akan mendistribusikan dividen interim kepada para pemegang saham sebesar Rp 5 per lembar saham.

Nusantara Sejahtera Raya (CMNA) Mau Buyback Saham, Segini Jumlahnya (26/02/2025)

CNMA mengalokasikan Rp 300 miliar untuk rencana pembelian kembali (buyback) maksimum 2,48% dari total saham yang disetor dan ditempatkan penuh, yaitu 83,34 miliar saham.

Pendapatan Cinema XXI (CNMA) Turun di Semester I 2025, Laba Ikut Melorot (28/07/2025)

Warta Ekonomi melaporkan bahwa pengelola jaringan bioskop Cinema XXI (CNMA) mencatatkan penurunan kinerja pendapatan di Semester I 2025, yang juga menyebabkan laba ikut melorot.

Bioskop Sepi Saat Ramadan, CNMA Tekor Rp69 Miliar pada Q1 2025 (28/07/2025)

Cinema XXI (CNMA) mengalami kerugian sebesar Rp 69 miliar pada kuartal I 2025, terutama disebabkan oleh sepinya bioskop selama bulan Ramadan.

Rumor

Seruan Perombakan Manajemen di Stockbit

Beberapa pengguna di Stockbit menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja saham CNMA, menyatakan bahwa tidak ada sentimen positif maupun laporan keuangan yang mampu mendongkrak harga. Terdapat spekulasi dan seruan untuk merombak manajemen, yang menunjukkan ketidakpuasan investor ritel.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 118
Sentimen Investing.com Bearish 20 %
Sentimen Stockbit Mixed to Bearish 30 %

Buffett Indicator

5.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, memiliki 'economic moat' yang kuat, pendapatan yang dapat diprediksi, manajemen yang kompeten, dan valuasi yang menarik. Untuk CNMA: Bisnis bioskop (Cinema XXI) mudah dipahami dan memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia, menunjukkan 'moat' yang signifikan. Namun, pendapatan perusahaan dalam setahun terakhir menunjukkan volatilitas, dengan penurunan laba bersih pada kuartal terakhir dan kerugian di Q1 2025, meskipun ada proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat di masa depan. Pertumbuhan liabilitas yang lebih cepat dari aset bisa menjadi perhatian bagi Buffett. Selain itu, meskipun analis menyematkan label 'Strong Buy' dan nilai intrinsik yang tinggi, rasio PBV 3,84x menunjukkan valuasi yang overvalued, yang mungkin kurang menarik bagi investor nilai seperti Buffett. Adanya seruan perombakan manajemen di media sosial juga bisa menjadi sinyal negatif terkait kualitas manajemen. Dividend yield yang tinggi dengan payout ratio di atas 100% juga bisa menjadi perhatian terkait keberlanjutan. Oleh karena itu, meskipun memiliki kekuatan pasar, faktor-faktor seperti volatilitas laba, valuasi, dan struktur keuangan mungkin membuat Buffett ragu untuk sepenuhnya merekomendasikan pembelian saham ini.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 120
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 135
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 185
Kinerja vs Indeks
Outperform

Untuk proyeksi satu tahun, CNMA berpotensi mengungguli indeks secara signifikan. Konsensus analis memberikan peringkat 'Strong Buy' dengan target harga rata-rata Rp 190, yang menyiratkan kenaikan substansial dari harga saat ini. Proyeksi pertumbuhan laba dan pendapatan yang sangat kuat untuk 2025 dan 2026 menjadi pendorong utama. Meskipun ada kekhawatiran tentang valuasi PBV dan pertumbuhan liabilitas, daya tarik bisnis inti Cinema XXI dan potensi pemulihan jumlah penonton pasca-pandemi, ditambah dengan nilai intrinsik yang tinggi menurut analisis, menjadikan prospek jangka panjang cukup positif. Namun, volatilitas tetap harus diwaspadai.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.