ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 2180
Target 1 Minggu: Rp 2200
Target 1 Bulan: Rp 2100
Target 1 Tahun: Rp 3500
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Bearish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

None (DAAZ.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) didirikan pada 12 November 2009 dan bergerak dalam perdagangan besar logam, bijih logam, serta jasa aktivitas perusahaan induk. Perusahaan ini memiliki segmen usaha perdagangan komoditas (bijih nikel, batubara, bahan bakar solar), jasa angkutan laut, dan jasa pertambangan. DAAZ melantai di Bursa Efek Indonesia pada 11 November 2024 dengan harga IPO Rp880 per saham dan mengalami oversubscription 323 kali, menunjukkan minat pasar yang tinggi. Dana IPO dialokasikan untuk pembelian bijih nikel dan pinjaman kepada anak perusahaan untuk pembelian batubara, yang menyoroti fokus pada integrasi rantai pasokan. Kinerja keuangan menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun 2023 dengan pendapatan naik 18,14% YoY dan laba kotor 13,06% YoY. Rasio profitabilitas seperti Gross Profit Margin (GPM) 7,88% dan Net Profit Margin (NPM) 4,65% menunjukkan efisiensi operasional. Rasio solvabilitas sehat dengan rasio lancar 1,68, rasio cepat 1,58, dan rasio utang terhadap ekuitas 0,18 pada Desember 2024. Namun, pada 9M 2025, laba bersih mengalami penurunan 38,46% menjadi Rp184,4 miliar, meskipun laba bersih Q1 2025 melonjak 77,54% karena peningkatan penjualan nikel. Perusahaan juga telah menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar pada Juli 2025 dan berencana mengakuisisi perusahaan pengangkutan batubara pada Maret 2025, menunjukkan upaya ekspansi dan pembiayaan pertumbuhan.

Sentimen Stockbit

Bearish

Skor: 15

Sentimen di Stockbit cenderung sangat negatif. Banyak pengguna menyatakan kekecewaan dengan kinerja saham DAAZ, dengan komentar seperti 'kapan bangkit dr kubur?' dan 'saham bangke ini entah harus gw apain avrg'. Ada juga diskusi tentang saham DAAZ yang 'konsolidasi setahun terakhir' dan mencatat penurunan signifikan dalam setahun terakhir. Secara keseluruhan, sentimen pengguna menunjukkan frustrasi dan pandangan bearish.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 25

Sentimen anggota di Investing.com secara eksplisit dinyatakan sebagai 'Bearish'. Analisis teknikal memberikan sinyal campuran, dengan rata-rata pergerakan 200 hari dan 50 hari menunjukkan 'Jual', sementara rata-rata pergerakan 5 hari menunjukkan 'Beli'. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14 hari berada di 45.224, menunjukkan 'Netral'. Meskipun ada beberapa sinyal teknikal 'beli' jangka pendek, sentimen komunitas secara keseluruhan dan indikator rata-rata pergerakan jangka panjang mendukung pandangan bearish.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, saham DAAZ.JK mengalami penurunan yang signifikan sekitar -48,1% (dari Rp4.200 menjadi Rp2.180). Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sekitar +21,8% pada periode yang sama. Oleh karena itu, DAAZ.JK secara drastis jauh di bawah kinerja indeks. Kinerja buruk ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Meskipun DAAZ.JK mengalami oversubscription tinggi saat IPO pada November 2024 dan harganya melonjak drastis hingga mencapai Rp7.450 pada Februari 2025, harga saham tidak dapat mempertahankan momentum tersebut. Penurunan tajam dari puncaknya kemungkinan dipicu oleh ekspektasi yang tidak terpenuhi, koreksi pasar setelah euforia IPO, serta sentimen negatif dari laporan laba bersih 9M 2025 yang anjlok 38,46% karena kenaikan beban. Selain itu, meskipun ada rencana ekspansi dan akuisisi, kekhawatiran terhadap sifat siklis bisnis komoditas dan kurangnya sejarah panjang sebagai perusahaan publik mungkin juga berkontribusi pada sentimen bearish di kalangan investor.

Outlook

1 Minggu

Target: 2200

Vs Indeks: In-line

Dengan harga penutupan saat ini di Rp2.180, sentimen bearish di media sosial masih kuat. Namun, sinyal rata-rata pergerakan 5 hari dari Investing.com menunjukkan 'Beli' yang mungkin mengindikasikan potensi stabilisasi atau sedikit rebound teknikal dalam jangka sangat pendek setelah penurunan. Oleh karena itu, diperkirakan saham akan bergerak 'in-line' dengan indeks atau sedikit di atasnya jika terjadi koreksi positif kecil.

1 Bulan

Target: 2100

Vs Indeks: Underperform

Dalam satu bulan ke depan, saham DAAZ kemungkinan akan terus menghadapi tekanan jual karena sentimen negatif yang masih dominan di platform media sosial dan laporan laba bersih 9M 2025 yang mengecewakan. Meskipun ada berita positif mengenai akuisisi dan penerbitan obligasi, dampaknya mungkin belum terlihat signifikan dalam jangka pendek. Penurunan lebih lanjut atau konsolidasi di level yang lebih rendah diperkirakan akan membuat saham ini 'underperform' dibandingkan indeks.

1 Tahun

Target: 3500

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, prospek DAAZ memiliki potensi untuk 'outperform' indeks, meskipun dengan volatilitas tinggi. Rekomendasi 'beli' dari Henan Putihrai dengan target Rp8.100 (Mei 2025) menunjukkan potensi kenaikan yang besar. Rencana ekspansi perusahaan ke sektor nikel dan batubara, didukung oleh dana IPO dan penerbitan obligasi Rp500 miliar, dapat mendorong pertumbuhan pendapatan di masa mendatang. Selain itu, kinerja positif di Q1 2025 yang didorong penjualan nikel menunjukkan kekuatan di segmen tertentu. Jika perusahaan berhasil mengelola beban operasional dan memanfaatkan program hilirisasi pemerintah, serta jika harga komoditas global mendukung, saham ini memiliki peluang untuk pulih signifikan dari level saat ini.

Berita Terbaru

Sejumlah Akun Beban Membengkak, Laba Bersih Daaz Bara Lestari di 9M25 Anjlok 38,46% Jadi Rp184,4 Miliar (4 November 2025)

Laba bersih PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) turun signifikan sebesar 38,46% menjadi Rp184,4 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, yang disebabkan oleh peningkatan beban akun. Penurunan laba ini dapat berdampak negatif pada sentimen investor dan harga saham dalam jangka pendek.

Bos DAAZ Mulai Cicil Beli Saham di Pasar (14 September 2025)

Direktur Utama PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), Mahar Atanta Sembiring, membeli 25.000 lembar saham perseroan pada 9 September 2025 seharga Rp4.168 per saham. Aksi ini menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan, yang berpotensi memberikan sentimen positif kepada pasar meskipun jumlahnya relatif kecil.

Daaz Bara Lestari (DAAZ) Himpun Rp500 Miliar dari Obligasi Perdana (16 Juli 2025)

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) berhasil menghimpun dana sebesar Rp500 miliar melalui penerbitan obligasi perdananya. Penggalangan dana ini dapat mendukung ekspansi dan operasional perusahaan, tetapi juga meningkatkan rasio utang yang perlu diawasi.

Emiten Baru, Sahamnya Disebut Bisa Rp 8.000-an (12 Mei 2025)

Henan Putihrai merekomendasikan 'beli' saham DAAZ dengan target harga Rp 8.100, mencatat bahwa saham ini sempat mencapai Rp 7.450 pada Februari 2025 setelah IPO di Rp 880. Proyeksi harga yang ambisius ini dapat menarik perhatian investor jangka panjang, meskipun perlu diimbangi dengan analisis fundamental yang kuat.

Penjualan Nikel Melesat 187,7%, Laba Bersih DAAZ di 1Q25 Terkatrol 77,54% Jadi Rp96,9 Miliar (5 Mei 2025)

Pada kuartal pertama tahun 2025, DAAZ mencatat kenaikan laba bersih sebesar 77,54% menjadi Rp96,9 miliar, didorong oleh peningkatan signifikan 187,7% pada penjualan nikel. Kinerja positif ini menunjukkan potensi pertumbuhan perusahaan yang kuat, terutama di sektor nikel, dan dapat menjadi katalis positif untuk harga saham.

Daaz Bara Lestari (DAAZ) Berencana Mengakuisisi Perusahaan Afiliasi Hauling Batubara (11 Maret 2025)

DAAZ berencana mengakuisisi 80% saham PT Pratama Nusa Sentosa, perusahaan pengangkutan batubara di Sumatra Selatan. Akuisisi ini dapat memperkuat rantai pasok dan diversifikasi layanan perusahaan, meskipun keberhasilannya akan bergantung pada sinergi dan kondisi pasar batubara.

Punya Kinerja Apik, ini Rekomendasi Saham DAAZ di 2025 (1 Januari 2025)

Analis Stocknow.id Abdul Haq Al Faruqy merekomendasikan saham DAAZ untuk investor pada tahun 2025 karena kinerja positifnya setelah IPO, termasuk kenaikan saham lebih dari 300%. Prospek positif ini didukung oleh minat investor terhadap sektor perdagangan batu bara dan nikel serta rencana ekspansi perusahaan menggunakan dana IPO.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 2180
Sentimen Investing.com Bearish 25 %
Sentimen Stockbit Bearish 15 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung menghindari investasi di perusahaan dengan bisnis komoditas yang bersifat siklis, seperti perdagangan logam, bijih, dan batubara, karena karakteristiknya yang kurang prediktif dan cenderung tidak memiliki 'moat' (keunggulan kompetitif yang berkelanjutan). Meskipun DAAZ memiliki integrasi rantai pasokan dan rencana ekspansi, profitabilitasnya sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas. Perusahaan juga relatif baru di pasar saham (IPO November 2024), sehingga belum memiliki sejarah panjang kinerja keuangan yang konsisten sebagai entitas publik yang menjadi preferensi Buffett. Sementara rasio solvabilitas DAAZ terlihat sehat pada periode tertentu dan ada sinyal positif dari pembelian saham oleh Direktur Utama, penurunan laba bersih 9M 2025 menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas pendapatan. Oleh karena itu, DAAZ kemungkinan besar tidak akan menjadi pilihan investasi Buffett karena kurangnya prediktabilitas jangka panjang dan moat yang kuat.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 2200
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 2100
Kinerja vs Indeks
Underperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 3500
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, prospek DAAZ memiliki potensi untuk 'outperform' indeks, meskipun dengan volatilitas tinggi. Rekomendasi 'beli' dari Henan Putihrai dengan target Rp8.100 (Mei 2025) menunjukkan potensi kenaikan yang besar. Rencana ekspansi perusahaan ke sektor nikel dan batubara, didukung oleh dana IPO dan penerbitan obligasi Rp500 miliar, dapat mendorong pertumbuhan pendapatan di masa mendatang. Selain itu, kinerja positif di Q1 2025 yang didorong penjualan nikel menunjukkan kekuatan di segmen tertentu. Jika perusahaan berhasil mengelola beban operasional dan memanfaatkan program hilirisasi pemerintah, serta jika harga komoditas global mendukung, saham ini memiliki peluang untuk pulih signifikan dari level saat ini.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.