ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 9050
Target 1 Minggu: Rp 9100
Target 1 Bulan: Rp 9200
Target 1 Tahun: Rp 9500
Sentimen Investing: Campuran
Sentimen Stockbit: Campuran

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 2 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) adalah perusahaan induk investasi yang berfokus pada industri konsumen dan ritel. Perusahaan memiliki kepemilikan strategis di tiga entitas asosiasi utama: PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST - KFC, Taco Bell), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI - Sari Roti). Selain itu, DNET juga memiliki anak perusahaan, PT Mega Akses Persada (FiberStar), yang mengembangkan infrastruktur jaringan serat optik. DNET menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid, dengan pendapatan dari kontrak pelanggan naik 15,49% YoY dan laba bersih naik 12,56% YoY pada Q3 2025. Perusahaan juga dinilai efisien dalam menghasilkan keuntungan dari sumber daya manusianya, dengan Rp 4,6 miliar pendapatan per karyawan. Namun, rasio keuangan menunjukkan bahwa saham ini diperdagangkan pada valuasi yang tinggi, dengan rasio P/E 108,6 hingga 125 dan Price/Book 8,59. Rasio cakupan bunga DNET yang sebesar 0,46 mencerminkan kemampuan yang lemah untuk memenuhi pembayaran bunga atas utangnya, yang mengindikasikan beban keuangan yang signifikan dari pembayaran bunga. Valuasi nilai wajar Peter Lynch per 17 November 2025 menunjukkan harga saham DNET sangat overvalued, dengan potensi kerugian sebesar 77% dari harga pasar saat ini.

Sentimen Stockbit

Campuran

Skor: 45

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang cenderung campuran hingga sedikit hati-hati terhadap DNET. Beberapa pengguna menyebutkan volume perdagangan yang kecil dan tren yang datar. Ada juga komentar yang mengaitkan DNET dengan induknya, Grup Salim, dan ekspansinya di berbagai sektor. Namun, tidak ada konsensus yang jelas mengenai arah pergerakan saham, dengan beberapa melihat potensi pertumbuhan jangka panjang karena portofolio bisnisnya, sementara yang lain lebih fokus pada likuiditas dan tren harga saat ini.

Sentimen Investing.com

Campuran

Skor: 50

Investing.com tidak menyediakan fitur 'Sentiment Analis' secara langsung untuk DNET. Namun, 'Avis des membres' menunjukkan sentimen 'Baissier' dan 'Haussier' tanpa skor agregat. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan di antara anggota komunitas Investing.com terbagi, mencerminkan sentimen yang campuran atau tidak menentu terhadap saham ini, tanpa ada arah mayoritas yang jelas.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Dalam satu tahun terakhir (dari harga penutupan pertama hingga terakhir yang disediakan), harga saham DNET mengalami penurunan sekitar -0.28% (dari 9075.0 menjadi 9050.0). Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang kuat dengan kenaikan sekitar +21.31% (dari 7046.99 menjadi 8548.79). Oleh karena itu, DNET jelas 'Underperformed' dibandingkan dengan indeks pasar. Meskipun DNET melaporkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan (21,52% di Semester I 2025 dan 12,56% di Q3 2025) dan terus melakukan ekspansi bisnis ritel dan internetnya, kinerja harga sahamnya tidak mencerminkan pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh valuasi saham yang sudah sangat tinggi (P/E dan P/B yang ekstrem), rasio cakupan bunga yang lemah, dan potensi risiko terkait likuiditas saham yang rendah. Lonjakan harga saham yang signifikan pada September 2024 karena rumor merger bersifat temporer dan tidak mampu mempertahankan kinerja positif dalam jangka panjang terhadap indeks.

Outlook

1 Minggu

Target: 9100

Vs Indeks: In-line

Dalam jangka pendek satu minggu, harga saham DNET diperkirakan akan bergerak relatif stabil atau sedikit menguat. Perusahaan baru saja mendapatkan fasilitas pinjaman yang akan menunjang operasional, dan laporan keuangan terkini menunjukkan pertumbuhan. Namun, valuasi yang tinggi dan kurangnya katalis jangka pendek yang sangat kuat dapat membatasi kenaikan signifikan, sehingga cenderung bergerak sejalan dengan pergerakan pasar secara umum.

1 Bulan

Target: 9200

Vs Indeks: Outperform

Untuk periode satu bulan, adanya berita positif terkait pinjaman baru dan laporan keuangan yang solid, ditambah dengan rencana ekspansi Indomaret yang berkelanjutan, dapat memberikan sentimen positif. Jika pasar mengapresiasi pertumbuhan bisnis inti dan infrastruktur yang terus dikembangkan oleh DNET, saham ini berpotensi sedikit mengungguli indeks, meskipun kenaikan akan terbatas oleh faktor valuasi.

1 Tahun

Target: 9500

Vs Indeks: Underperform

Dalam jangka waktu satu tahun, DNET memiliki prospek bisnis yang didukung oleh kepemilikan di Indomaret, KFC, Sari Roti, dan FiberStar yang terus berkembang. Pertumbuhan laba dan pendapatan yang berkelanjutan adalah faktor positif. Namun, valuasi saham yang sangat tinggi berdasarkan metrik tradisional dan nilai wajar intrinsik yang rendah (Peter Lynch Fair Value di 2.054 IDR per 17 Nov 2025) menimbulkan risiko signifikan terhadap koreksi harga. Meskipun bisnisnya terus bertumbuh, valuasi yang ekstrem ini dapat membuat saham Underperform terhadap indeks jika pasar melakukan penyesuaian. Target harga 9500 mencerminkan sedikit apresiasi dari pertumbuhan bisnis, namun dengan pengakuan kuat terhadap risiko valuasi yang overvalued dan kemungkinan pasar tidak akan terus menerus mengabaikan valuasi intrinsiknya.

Berita Terbaru

Indoritel Makmur (DNET) Raih Pinjaman Rp 450 Miliar dari Bank Mandiri (2025-11-06)

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp 450 miliar. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai defisit arus kas dalam rangka investasi atau memenuhi kebutuhan perusahaan dan grup usaha, serta menunjang kegiatan operasional. Jangka waktu pinjaman untuk tranche 1 adalah lima tahun dan tranche 2 adalah tujuh tahun.

Kinerja Keuangan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) Kuartal III 2025 (2025-11-10)

Pada kuartal ketiga tahun 2025, DNET mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar Rp 838,66 miliar, naik 12,56% secara tahunan (YoY). Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan juga naik 15,49% YoY menjadi Rp 1,22 triliun. Total aset perusahaan naik 4,81%, dan ekuitas naik 5,52% dibandingkan akhir tahun 2024.

Indoritel (DNET) Cuan! Laba Tembus Rp540 Miliar di Semester I (2025-08-06)

Emiten ritel milik Grup Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), melaporkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan pada paruh pertama tahun 2025, dengan laba sebesar Rp 540,65 miliar, tumbuh 21,52% secara tahunan (year-on-year).

Indoritel Makmur Internasional (DNET) Genjot Bisnis Ritel dan Internet (2025-06-26)

DNET terus melakukan ekspansi bisnis di berbagai sektor entitas usahanya. Melalui PT Indomarco Prismatama (Indomaret), DNET telah merealisasikan pembukaan 300 gerai baru hingga semester pertama tahun ini, setara 30% dari target 1.000 gerai di sepanjang tahun 2025.

Rumor

Rumor Ini Bikin Saham Grup Salim (DNET) Meroket 105,77% Dalam Seminggu (2024-09-06)

Pada September 2024, beredar rumor bahwa Grup Salim, melalui anak usaha DNET, PT Mega Akses Persada (FiberStar), tertarik untuk mengambil bagian dalam entitas bisnis hasil merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Rumor ini menyebabkan saham DNET melonjak tajam hingga 105,77% dalam seminggu pada saat itu.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 9050
Sentimen Investing.com Campuran 50 %
Sentimen Stockbit Campuran 45 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental kuat, moat ekonomi yang jelas, manajemen yang kompeten, dan harga yang wajar (margin of safety). DNET memiliki investasi pada bisnis konsumen yang kuat seperti Indomaret dan KFC, yang menunjukkan adanya 'moat' dalam bisnis operasionalnya. Pertumbuhan laba dan pendapatan perusahaan juga konsisten. Namun, valuasi DNET saat ini sangat tinggi (P/E di atas 100x dan P/B di atas 8x), dan analisis nilai wajar menunjukkan overvaluasi yang ekstrem (potensi kerugian 77% menurut Peter Lynch Fair Value). Selain itu, rasio cakupan bunga yang lemah (0,46) juga menjadi perhatian, menandakan beban utang yang tinggi relatif terhadap kemampuan perusahaan untuk membayarnya. Buffett kemungkinan besar tidak akan merekomendasikan pembelian saham DNET pada harga saat ini karena valuasi yang sangat mahal, yang bertentangan dengan prinsip 'margin of safety'-nya, meskipun memiliki bisnis inti yang baik.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 9100
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 9200
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 9500
Kinerja vs Indeks
Underperform

Dalam jangka waktu satu tahun, DNET memiliki prospek bisnis yang didukung oleh kepemilikan di Indomaret, KFC, Sari Roti, dan FiberStar yang terus berkembang. Pertumbuhan laba dan pendapatan yang berkelanjutan adalah faktor positif. Namun, valuasi saham yang sangat tinggi berdasarkan metrik tradisional dan nilai wajar intrinsik yang rendah (Peter Lynch Fair Value di 2.054 IDR per 17 Nov 2025) menimbulkan risiko signifikan terhadap koreksi harga. Meskipun bisnisnya terus bertumbuh, valuasi yang ekstrem ini dapat membuat saham Underperform terhadap indeks jika pasar melakukan penyesuaian. Target harga 9500 mencerminkan sedikit apresiasi dari pertumbuhan bisnis, namun dengan pengakuan kuat terhadap risiko valuasi yang overvalued dan kemungkinan pasar tidak akan terus menerus mengabaikan valuasi intrinsiknya.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.