ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 1050
Target 1 Minggu: Rp 1070
Target 1 Bulan: Rp 1150
Target 1 Tahun: Rp 1377
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA.JK) adalah produsen komponen otomotif terkemuka di Indonesia untuk kendaraan roda dua dan empat, serta bagian dari Triputra Group. Perusahaan ini memiliki fundamental yang solid dengan pertumbuhan laba bersih positif selama lima tahun berturut-turut. Pada tahun 2023, pendapatan naik 42% dan laba bersih naik 55%. Rasio Return on Equity (ROE) berada di kisaran 24.2%-33.54%, Debt/Equity di 0.37-0.69, dan Price-to-Earnings Ratio (PER) sekitar 7.47-9.16x. Meskipun Net Profit Margin (NPM) tercatat di bawah 10% (8.50%-11.00%), rasio hutang perusahaan kurang dari 1 (0.37 kali modal) menunjukkan posisi keuangan yang sehat. Perusahaan aktif berekspansi ke segmen non-otomotif dan komponen kendaraan listrik (EV), termasuk pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) dan infrastruktur pengisian daya. DRMA melayani merek-merek besar seperti Honda, Yamaha, Toyota, Hyundai, dan Suzuki sebagai pemasok OEM.

Sentimen Stockbit

Bullish

Skor: 65

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang cenderung bullish untuk DRMA. Beberapa pengguna menyoroti potensi teknikal seperti pola 'cup and handle' yang dapat mendorong harga menuju Rp1500 dalam waktu dekat. Ada juga optimisme terhadap pemulihan penjualan mobil dan motor di akhir tahun 2025, yang sejalan dengan data distribusi kumulatif yang positif. Meskipun ada catatan mengenai penurunan penjualan mobil wholesales secara tahunan, pemulihan bulanan dan kinerja penjualan motor yang stabil menjadi poin positif.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 60

Sentiment di Investing.com menunjukkan gambaran yang beragam. Konsensus analis memberikan peringkat 'Strong Buy' dengan target harga rata-rata 12 bulan di Rp1377. Namun, analisis teknikal harian pada 21 Desember 2025 menunjukkan sinyal 'Sangat Jual' berdasarkan osilator dan rata-rata bergerak. Meskipun demikian, sinyal beli/jual harian berdasarkan rata-rata bergerak dan indikator teknikal lainnya secara keseluruhan adalah 'Strong Buy'. Ini menunjukkan adanya kontradiksi antara analisis teknikal jangka pendek dan pandangan analis jangka panjang, serta sentimen anggota yang terbagi antara bullish dan bearish.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham DRMA meningkat sekitar 14.13% (dari Rp920 menjadi Rp1050), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sekitar 21.83% (dari Rp7096.44 menjadi Rp8645.84). Ini menunjukkan bahwa DRMA telah berkinerja di bawah indeks. Kinerja yang kurang optimal ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor: pelemahan daya beli masyarakat dan suku bunga tinggi yang menekan penjualan industri otomotif secara keseluruhan di tahun 2025, terutama penjualan kendaraan roda empat yang diperkirakan turun. Depresiasi Rupiah juga membebani biaya bahan baku. Meskipun demikian, perusahaan menunjukkan ketahanan melalui strategi diversifikasi ke komponen EV dan non-otomotif, serta akuisisi strategis seperti PT Mah Sing Indonesia yang diharapkan memperkuat posisi di pasar komponen plastik. Namun, penundaan proyek Battery Energy Storage System (BESS) juga kemungkinan memengaruhi sentimen pasar.

Outlook

1 Minggu

Target: 1070

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu minggu ke depan, harga saham DRMA diperkirakan akan sedikit menguat. Katalis positif berasal dari akuisisi terbaru PT Mah Sing Indonesia yang dapat meningkatkan diversifikasi produk. Selain itu, sentimen positif dari pemulihan penjualan otomotif di akhir tahun dan beberapa analisis teknikal jangka pendek yang bullish dapat memberikan dorongan. Namun, sentimen teknikal yang beragam dari sumber lain menunjukkan potensi volatilitas.

1 Bulan

Target: 1150

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu bulan ke depan, DRMA diproyeksikan melanjutkan tren penguatan. Integrasi akuisisi Mah Sing Indonesia dan perkembangan lebih lanjut dalam strategi diversifikasi ke komponen EV akan menjadi pendorong utama. Pemulihan pasar otomotif secara keseluruhan, terutama segmen roda dua yang menjadi kontributor utama pendapatan DRMA, juga akan mendukung kinerja saham. Konsensus analis yang 'Strong Buy' memberikan kepercayaan untuk potensi kenaikan jangka menengah.

1 Tahun

Target: 1377

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, DRMA memiliki prospek yang sangat positif dengan potensi untuk mengungguli indeks. Target harga rata-rata 12 bulan dari analis adalah Rp1377, menunjukkan potensi kenaikan signifikan dari harga saat ini. Strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis inti di komponen otomotif, diversifikasi ke segmen EV dan energi terbarukan, serta peningkatan efisiensi produksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Meskipun menghadapi tantangan pasar otomotif, fokus pada inovasi dan ekspansi diharapkan dapat menghasilkan kinerja yang kuat.

Berita Terbaru

DRMA Akuisisi 82% Saham Perusahaan Malaysia Ini (2 Desember 2025)

PT Dharma Polimetal (DRMA) menyelesaikan akuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia senilai Rp 41 miliar. Akuisisi ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas portofolio produk komponen plastik untuk kendaraan roda empat, serta memperkuat posisi DRMA di industri manufaktur komponen plastik. Manajemen optimistis mencapai target penjualan Rp 6 triliun pada tahun 2025.

Bos Dharma Polimetal (DRMA) Lepas Saham, Raup Dana Segini (19 September 2025)

Komisaris DRMA, Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, melepas 200.000 saham perseroan pada 16-17 September 2025 dengan total nilai transaksi Rp 198 juta. Setelah transaksi, kepemilikan saham Noel berkurang menjadi sekitar 1,496%. Pada tanggal tersebut, saham DRMA melemah 1,00%.

Prospek DRMA Tengah Tertekan, Masih Ada Peluang Berkat Diversifikasi ke Komponen EV (14 September 2025)

DRMA menghadapi tantangan akibat pelemahan daya beli masyarakat dan suku bunga tinggi yang menekan penjualan otomotif di tahun 2025. Penjualan mobil diperkirakan turun 7-9%, dan motor 2%. Namun, perusahaan memiliki peluang melalui diversifikasi ke komponen kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan.

DRMA Targets Rp6.5tr Revenue in 2026 (25 November 2025)

BRI Danareksa Sekuritas memberikan outlook upbeat untuk DRMA dengan target pendapatan Rp6,5 triliun pada tahun 2026.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 1050
Sentimen Investing.com Mixed 60 %
Sentimen Stockbit Bullish 65 %

Buffett Indicator

7.5/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan yang aman (volatilitas dan beta rendah), murah valuasinya (PBV rendah), berkualitas tinggi (menguntungkan, stabil, tumbuh, dividen tinggi), serta bisnis yang mudah dipahami dan memiliki prospek jangka panjang yang jelas. DRMA memiliki beberapa karakteristik yang menarik bagi Buffett: beta yang rendah (0.204) menunjukkan volatilitas yang rendah, mencatat laba dan EPS positif selama lima tahun berturut-turut, serta memiliki ROE yang baik (di atas 24%). Perusahaan juga membagikan dividen yang stabil dengan yield yang layak (sekitar 3.87%-4.13%). Bisnisnya sebagai pemasok komponen otomotif OEM juga relatif mudah dipahami. Diversifikasi ke komponen EV dan energi terbarukan menunjukkan adaptasi terhadap tren masa depan. Namun, ada beberapa aspek yang mungkin kurang menarik: Price-to-Book Value (PBV) sebesar 1.86-2.94x yang oleh beberapa analisis dianggap 'overvalued', meskipun ada juga yang menyebut 'undervalued' berdasarkan nilai intrinsik tertentu. Net Profit Margin (NPM) yang di bawah 10% juga bisa menjadi perhatian. Meskipun demikian, konsensus analis 'Strong Buy' dan rekam jejak profitabilitas yang konsisten, ditambah dengan strategi pertumbuhan yang jelas di sektor yang berkembang (EV), membuat DRMA cukup memenuhi kriteria Buffett secara keseluruhan, meskipun ada beberapa nuansa dalam valuasi saat ini. Buffett sendiri pernah berinvestasi di industri otomotif (BYD) meskipun baru-baru ini ia mengurangi kepemilikannya.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 1070
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 1150
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1377
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, DRMA memiliki prospek yang sangat positif dengan potensi untuk mengungguli indeks. Target harga rata-rata 12 bulan dari analis adalah Rp1377, menunjukkan potensi kenaikan signifikan dari harga saat ini. Strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis inti di komponen otomotif, diversifikasi ke segmen EV dan energi terbarukan, serta peningkatan efisiensi produksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Meskipun menghadapi tantangan pasar otomotif, fokus pada inovasi dan ekspansi diharapkan dapat menghasilkan kinerja yang kuat.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.