Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 20 january 2026
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 50
Sentimen Investing.com
Skor: 50
Kinerja Tahun Lalu
Status: Underperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 405
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 425
Vs Indeks: Outperform
1 Tahun
Target: 590
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengumumkan program pembelian kembali saham senilai hingga IDR 50 miliar. Program ini akan didanai dari kas internal perusahaan dan berlaku hingga 13 Juli 2025. Pembelian kembali saham seringkali dianggap sebagai sinyal positif bagi investor, menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap valuasi perusahaan dan upaya untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
ERAA berhasil menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui semua agenda, termasuk perubahan Dewan Komisaris dan Direksi. Alexander Halim Kusuma ditunjuk sebagai Presiden Komisaris dan Patrick Adhiatmadja sebagai Direktur. Perubahan struktur manajemen ini diharapkan dapat mempercepat inovasi, memperkuat daya saing, dan mendukung strategi pertumbuhan Erajaya ke depan. RUPSLB ini juga mencatat peningkatan laba bersih 69,82% secara YoY pada Q3 2024.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,03 triliun pada tahun 2024, meningkat dibandingkan Rp 826 miliar pada periode yang sama di tahun 2023. Laba bersih per saham setara dengan Rp 64,94 per lembar. Peningkatan profitabilitas ini menunjukkan kinerja keuangan yang solid.
Erajaya terus mendiversifikasi bisnisnya. Selain gadget, perusahaan ini telah menjadi agen tunggal untuk merek kendaraan listrik XPeng dari Tiongkok di Indonesia dan berencana meluncurkan dua model tahun ini. Strategi diversifikasi ini telah membuahkan hasil, dengan laba bersih tahun 2024 tercatat sebesar IDR 65,3 triliun, meningkat 8,5% dari tahun sebelumnya.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi melepas seluruh kepemilikan saham di PT Era Caring Indonesia dan PT Era Farma Indonesia (Wellings Pharmacy). Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan portofolio bisnis inti, yang dapat mengindikasikan fokus pada segmen yang lebih menguntungkan.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
7.5/10Warren Buffett kemungkinan akan mempertimbangkan saham ERAA dengan skor 7.5 dari 10. Beberapa aspek positif yang akan menarik perhatian Buffett adalah profitabilitas yang konsisten selama 5 tahun terakhir dan rasio Debt/Equity yang sehat di bawah 1. PBV yang rendah (0,78) juga mengindikasikan bahwa saham ini mungkin undervalued, sesuai dengan prinsip investasi nilai Buffett. ERAA adalah pemimpin pasar di sektor distribusi dan ritel telekomunikasi di Indonesia, yang menunjukkan posisi pasar yang kuat. Upaya pembelian kembali saham juga merupakan sinyal positif dari manajemen yang percaya pada nilai intrinsik perusahaan. Namun, ada beberapa aspek yang mungkin membuat Buffett sedikit lebih ragu. Meskipun diversifikasi ke gaya hidup dan bahkan mobil listrik XPeng menunjukkan upaya pertumbuhan, sektor ritel, terutama gadget, cenderung kompetitif dengan margin yang lebih tipis dibandingkan bisnis dengan 'moat' yang kuat. Buffett umumnya menyukai bisnis dengan keunggulan kompetitif yang jelas dan sulit ditiru. Pertumbuhan liabilitas yang lebih cepat dari aset dan Return on Equity (ROE) yang masih di bawah standar 15% yang sering dicari Buffett juga bisa menjadi perhatian. Meskipun demikian, fundamental inti yang solid dan valuasi yang menarik akan membuatnya menjadi kandidat yang layak untuk dipertimbangkan.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Dalam jangka waktu satu tahun, ERAA memiliki potensi untuk mengungguli indeks. Target harga rata-rata analis untuk 12 bulan berkisar antara IDR 587 hingga IDR 601.8, menunjukkan upside yang signifikan dari harga saat ini. Faktor pendorong meliputi pertumbuhan laba bersih yang berkelanjutan, keberhasilan strategi diversifikasi bisnis (terutama di sektor lifestyle dan potensi pasar EV), serta efektivitas ekspansi jaringan ritel. Valuasi yang saat ini terlihat undervalued (PBV 0.78) juga dapat menarik investor jangka panjang. Namun, persaingan di pasar ritel gadget yang ketat dan tantangan dalam mengintegrasikan bisnis baru tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.