ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 565
Target 1 Minggu: Rp 660
Target 1 Bulan: Rp 730
Target 1 Tahun: Rp 1000
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST.JK) adalah pemegang waralaba tunggal untuk KFC dan Taco Bell di Indonesia, mengoperasikan lebih dari 700 gerai restoran cepat saji. Perusahaan ini merupakan perusahaan restoran cepat saji (QSR) terbesar di Indonesia, melayani 32 dari 33 provinsi. Meskipun memiliki jaringan yang luas dan merek yang kuat, FAST.JK telah mencatat kerugian bersih selama empat tahun berturut-turut (2020-2024) dan juga pada semester I-2025, dengan margin keuntungan negatif (-17.69%). Rasio utang terhadap aset (Debt to Assets Ratio) per kuartal terakhir adalah 0.18, menunjukkan posisi keuangan yang sehat, namun rasio Debt to Equity mencapai 12,666.63% (2023) yang mengindikasikan ketergantungan tinggi pada utang dan risiko keuangan serius. Perusahaan juga melakukan langkah efisiensi seperti penutupan gerai dan PHK karyawan. Pemegang saham mayoritas adalah PT Gelael Pratama (41.18%) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (37.51%), menunjukkan kendali signifikan oleh pihak internal. Baru-baru ini, perusahaan menerima suntikan modal dari pemegang saham pengendali sebesar Rp 80 miliar dan menjalin kolaborasi strategis dengan PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN) yang terafiliasi dengan Haji Isam, yang diharapkan memperkuat kapasitas operasional dan membuka peluang pertumbuhan baru. Analis melihat potensi pemulihan fundamental didukung oleh pertumbuhan industri jasa makanan di Indonesia.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 35

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang bercampur. Beberapa pengguna mengungkapkan pandangan pesimis seperti 'bosok ambles terus' (busuk dan terus merosot) dan 'pelit sekali bandar nya wak haji ini' (bandar haji ini sangat pelit). Namun, ada juga spekulasi positif terkait kemungkinan lonjakan harga jika ada injeksi dana besar ('$BUMI kalo masuk $FAST ara berjilid2'). Secara keseluruhan, sentimen cenderung mixed dengan sedikit condong ke negatif karena kekecewaan terhadap kinerja, meskipun ada harapan spekulatif dari aksi korporasi.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 25

Investing.com tidak secara langsung menyediakan skor sentimen agregat dari anggota. Namun, analisis teknikal untuk FAST.JK menunjukkan sinyal 'Strong Sell' dari indikator Moving Averages dan Technical Indicators. Meskipun ada bagian 'Sentimen Anggota' yang menampilkan 'Bearish' dan 'Bullish', tidak ada indikator numerik yang jelas. Mengingat sinyal teknikal 'Strong Sell', sentimen secara keseluruhan di platform ini cenderung bearish.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham FAST.JK melonjak dari 306 IDR menjadi 565 IDR, menunjukkan kenaikan sebesar 84.64%. Pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik dari 7096 menjadi 8645, yang merupakan kenaikan sekitar 21.83%. Dengan demikian, FAST.JK secara signifikan mengungguli kinerja indeks. Kinerja yang luar biasa ini terjadi meskipun perusahaan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kerugian bersih yang berkelanjutan dari tahun 2020 hingga semester I-2025, penutupan 19 gerai, dan PHK 400 karyawan pada Oktober 2025. Faktor-faktor negatif lainnya termasuk dampak pandemi COVID-19 pada 2020, aksi boikot sepanjang 2023-2024, dan pelemahan daya beli masyarakat. Namun, kenaikan harga saham yang tajam baru-baru ini tampaknya didorong oleh sentimen pasar positif dari aksi korporasi, seperti private placement sebesar Rp 80 miliar dari pemegang saham pengendali Gelael dan Salim Group. Selain itu, masuknya perusahaan afiliasi anak Haji Isam, PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN), ke dalam struktur anak usaha FAST pada pertengahan 2025 juga menciptakan sentimen positif dan spekulasi turnaround bisnis, yang mendorong harga saham melonjak, bahkan beberapa kali menyentuh Auto Rejection Atas (ARA). Manajemen juga menerapkan strategi relokasi gerai dan efisiensi biaya untuk memperbaiki kinerja.

Outlook

1 Minggu

Target: 660

Vs Indeks: Outperform

Saham FAST.JK baru-baru ini menunjukkan momentum kenaikan yang kuat, dengan lonjakan 28% dalam seminggu terakhir. Analis MNC Sekuritas merekomendasikan 'speculative buy' dengan resistansi di Rp 660. Sentimen positif dari aksi korporasi dan spekulasi pasar dapat mendorong harga mencapai atau melebihi level ini dalam satu minggu ke depan.

1 Bulan

Target: 730

Vs Indeks: Outperform

Mengingat momentum positif dari kolaborasi strategis dan suntikan modal, serta target harga dari analis MNC Sekuritas di kisaran Rp 685 hingga Rp 730, ada potensi kenaikan lebih lanjut dalam satu bulan ke depan. Sentimen pemulihan dan ekspansi yang diharapkan dapat menjadi katalis positif.

1 Tahun

Target: 1000

Vs Indeks: Outperform

Untuk jangka panjang, Samuel Sekuritas mematok target harga yang ambisius di Rp 1.000 dengan rating 'beli', didorong oleh pemulihan fundamental dan re-rating kapitalisasi pasar. Meskipun FAST masih menghadapi tantangan profitabilitas, strategi ekspansi jaringan ritel, investasi dalam inovasi menu, pemesanan digital, dan pengiriman, didukung oleh pemegang saham besar seperti Salim Group, dapat memperkuat posisi kompetitifnya. Industri jasa makanan di Indonesia juga diproyeksikan tumbuh pesat (CAGR 13,0% untuk 2025–2030), yang akan menguntungkan FAST. Namun, investor perlu memantau ketat keberhasilan upaya efisiensi dan peningkatan profitabilitas perusahaan.

Berita Terbaru

Kinerja Lesu, KFC (FAST) Tutup 19 Gerai dan PHK 400 Karyawan (2 Oktober 2025)

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menutup 19 gerai KFC hingga September 2025 dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 400 karyawan. Langkah ini merupakan strategi efisiensi dan penyesuaian jaringan gerai akibat berakhirnya kontrak sewa dan kinerja gerai yang belum pulih sejak pandemi, serta dampak aksi boikot dan pelemahan daya beli masyarakat.

Saham FAST Diprediksi Masih bisa Melaju, Sisi Fundamental dan Ekspansi Jadi Sorotan (10 Desember 2025)

Saham FAST melonjak 28% dalam sepekan terakhir. Analis MNC Sekuritas merekomendasikan speculative buy dengan target harga di rentang Rp 685 hingga Rp 730, sementara Samuel Sekuritas merekomendasikan beli dengan target Rp 1.000. Kenaikan ini didorong oleh pemulihan fundamental, ekspansi gerai, dukungan pemegang saham solid (Gelael Group 41,2% dan Salim Group 37,5%), serta kolaborasi dengan PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN) yang dipercaya akan memberikan sentimen positif.

Modal Minus, Salim dan Gelael Suntik KFC Rp80 Miliar (15 Mei 2025)

Emiten pengelola restoran KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), menerima suntikan modal sekitar Rp 80 miliar dari Gelael dan Salim Group. Hal ini dilakukan untuk memperkuat modal perusahaan yang masih mengalami kerugian.

KFC Indonesia Menderita Rugi Rp 348,83 Miliar (1 Agustus 2024)

KFC Indonesia (FAST) membukukan kerugian sebesar Rp 348,83 miliar pada laporan keuangan per 1 Agustus 2024. Perusahaan menghadapi tantangan signifikan dalam profitabilitasnya.

Rumor

Spekulasi Turnaround Bisnis dan Penguatan Modal oleh Pemegang Saham Pengendali (Oktober 2025)

Ada spekulasi di pasar mengenai potensi pemulihan bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) atau dampak dari aksi korporasi penguatan modal oleh pemegang saham pengendali, meskipun fundamental perusahaan masih menantang. Harga saham FAST sempat melonjak tajam, mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA) beberapa kali.

Afiliasi Haji Isam Masuk ke Anak Usaha FAST (Pertengahan 2025)

Masuknya perusahaan afiliasi anak Haji Isam (PT Shankara Fortuna Nusantara/SFN) ke dalam struktur anak usaha FAST pada pertengahan 2025 menjadi sentimen positif di pasar, memicu lonjakan harga saham FAST.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 565
Sentimen Investing.com Bearish 25 %
Sentimen Stockbit Mixed 35 %

Buffett Indicator

2.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada bisnis yang mudah dipahami, memiliki fundamental yang kuat, margin keuntungan yang konsisten, keunggulan kompetitif yang tahan lama (moat), manajemen yang berintegritas, dan diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST.JK) mengoperasikan waralaba KFC dan Taco Bell, yang merupakan bisnis yang relatif mudah dipahami dengan merek yang dikenal luas. Namun, kriteria fundamental dan profitabilitas FAST.JK saat ini sangat bertentangan dengan filosofi Buffett. Perusahaan telah mencatat kerugian bersih selama empat tahun berturut-turut (2020-2024) dan masih merugi pada semester pertama 2025. Margin keuntungan negatif dan Debt to Equity Ratio yang sangat tinggi menunjukkan masalah keuangan yang signifikan. Meskipun ada strategi efisiensi dan suntikan modal baru-baru ini yang memicu kenaikan harga saham spekulatif, Buffett akan cenderung menghindari perusahaan dengan rekam jejak kerugian yang panjang dan profitabilitas yang tidak stabil. Ia mencari 'bisnis hebat dengan harga wajar', dan meskipun merek KFC adalah merek yang kuat, kinerja keuangan FAST.JK menunjukkan bahwa bisnisnya saat ini tidak 'hebat' dalam hal menghasilkan keuntungan yang konsisten. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini sangat rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 660
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 730
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1000
Kinerja vs Indeks
Outperform

Untuk jangka panjang, Samuel Sekuritas mematok target harga yang ambisius di Rp 1.000 dengan rating 'beli', didorong oleh pemulihan fundamental dan re-rating kapitalisasi pasar. Meskipun FAST masih menghadapi tantangan profitabilitas, strategi ekspansi jaringan ritel, investasi dalam inovasi menu, pemesanan digital, dan pengiriman, didukung oleh pemegang saham besar seperti Salim Group, dapat memperkuat posisi kompetitifnya. Industri jasa makanan di Indonesia juga diproyeksikan tumbuh pesat (CAGR 13,0% untuk 2025–2030), yang akan menguntungkan FAST. Namun, investor perlu memantau ketat keberhasilan upaya efisiensi dan peningkatan profitabilitas perusahaan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.