ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 105
Target 1 Minggu: Rp 108
Target 1 Bulan: Rp 118
Target 1 Tahun: Rp 220
Sentimen Investing: Bullish
Sentimen Stockbit: Campuran

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA.JK) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia yang bergerak dalam jasa transportasi udara komersial berjadwal dan tidak berjadwal, perawatan pesawat, dan layanan pendukung lainnya. Perusahaan ini memiliki entitas anak Citilink untuk layanan Low Cost Carrier (LCC). Secara fundamental, GIAA menghadapi tantangan signifikan. Pada Semester I-2025, rugi bersih perusahaan membengkak 41,36% menjadi sekitar Rp2,36 triliun (US$145,57 juta), meskipun pendapatan operasional naik tipis menjadi US$1,07 miliar atau Rp17,76 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Total liabilitas perusahaan mencapai US$8,01 miliar per Juni 2025, dengan defisit ekuitas yang meningkat menjadi US$1,6 miliar. Rasio Price-to-Book (P/B) GIAA adalah -1.73x, jauh di bawah rata-rata sektor transportasi. Meskipun ada peningkatan jumlah penumpang (5,37 juta di Semester I-2025, naik 104 ribu orang) dan perbaikan seat load factor (SLF) menjadi 78% di Semester I-2025, profitabilitas masih menjadi tantangan utama. Restrukturisasi utang yang intensif telah rampung pada akhir 2022, namun utang perusahaan masih menjadi perhatian. Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas memberikan dukungan signifikan, termasuk suntikan modal, namun kinerja keuangan masih menunjukkan kerugian.

Sentimen Stockbit

Campuran

Skor: 60

Diskusi di platform seperti Stockbit (tercermin di TradingView) menunjukkan sentimen campuran. Ada beberapa pandangan bullish yang mengacu pada potensi teknikal jika harga menembus level tertentu, dengan harapan perusahaan akan berkolaborasi dengan maskapai lain. Namun, ada juga kekhawatiran terkait kondisi keuangan perusahaan. Secara keseluruhan, sentimennya adalah campuran dengan sedikit kecenderungan positif berdasarkan peluang teknikal.

Sentimen Investing.com

Bullish

Skor: 70

Di Investing.com, sentimen cenderung bullish, didukung oleh konsensus analis yang memberikan peringkat 'Strong Buy' dengan target harga 220 IDR. Meskipun beberapa komentar pengguna menunjukkan kekhawatiran atau pertanyaan tentang kapan waktu yang tepat untuk membeli, rekomendasi analis yang kuat memberikan dorongan positif pada keseluruhan sentimen di platform tersebut.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Mengungguli

Selama 365 hari terakhir, harga saham GIAA meningkat dari 53 IDR menjadi 105 IDR, mencatat kenaikan sekitar 98,11%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik dari 7096 menjadi 8645,84, atau sekitar 21,83%. Dengan demikian, GIAA secara signifikan mengungguli kinerja indeks dalam setahun terakhir. Kinerja positif ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk rampungnya proses restrukturisasi utang yang krusial pada akhir 2022 dan awal 2023, yang memberikan harapan bagi kelangsungan bisnis perusahaan. Suntikan modal sebesar Rp23,67 triliun dari Danantara pada November 2025 juga menjadi katalis positif yang meningkatkan kepercayaan investor. Meskipun perusahaan melaporkan kerugian yang membengkak di Semester I-2025, peningkatan jumlah penumpang dan perbaikan seat load factor menunjukkan pemulihan operasional pasca-pandemi COVID-19. Optimisme pasar juga didorong oleh persiapan Garuda Group untuk melayani lonjakan penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dengan penambahan 126 penerbangan. Namun, perlu dicatat bahwa harga saham GIAA juga sempat menyentuh level terendah 31 IDR pada 18 Maret 2025 dalam rentang 52 minggu, menunjukkan volatilitas tinggi dan risiko yang melekat.

Outlook

1 Minggu

Target: 108

Vs Indeks: Sejalan

Dalam satu minggu ke depan, harga saham GIAA diperkirakan akan bergerak stabil atau sedikit menguat. Hal ini didukung oleh momentum positif dari penambahan penerbangan untuk periode Nataru 2025/2026 yang baru dimulai dan potensi peningkatan pendapatan jangka pendek dari lonjakan penumpang. Namun, sentimen pasar secara keseluruhan dan volatilitas yang melekat pada saham ini mungkin membatasi kenaikan signifikan.

1 Bulan

Target: 118

Vs Indeks: Mengungguli

Prospek satu bulan untuk GIAA terlihat lebih positif. Dampak penuh dari penambahan penerbangan Nataru, serta efisiensi operasional dan dukungan modal dari restrukturisasi, diharapkan dapat mulai tercermin dalam pergerakan harga saham. Meskipun demikian, perusahaan masih menghadapi tantangan profitabilitas, sehingga target harga harus realistis di tengah upaya pemulihan yang berkelanjutan. Suntikan modal baru-baru ini juga dapat meningkatkan likuiditas dan kepercayaan investor dalam jangka menengah.

1 Tahun

Target: 220

Vs Indeks: Mengungguli

Untuk prospek satu tahun, GIAA memiliki target harga konsensus analis sebesar 220 IDR, dengan rekomendasi 'Strong Buy' dari satu analis. Target ini mencerminkan potensi pemulihan jangka panjang perusahaan setelah restrukturisasi utang yang kompleks dan suntikan modal. Peningkatan kapasitas penerbangan, optimalisasi rute, dan strategi transformasi bisnis yang berfokus pada efisiensi dan sinergi ekosistem diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan secara bertahap. Namun, investor harus tetap mewaspadai risiko terkait dengan tingkat utang yang tinggi dan profitabilitas yang masih menjadi tantangan.

Berita Terbaru

Garuda & Citilink Tambah 126 Penerbangan untuk Libur Nataru 2025/2026 (19 Des 2025)

Garuda Indonesia Group menyiapkan 126 penerbangan tambahan (98 Garuda, 28 Citilink) untuk menghadapi lonjakan penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan di akhir tahun.

Dirut Baru Garuda Indonesia (GIAA) Potong Gaji Direksi 10% (Des 2025)

Direktur Utama Garuda Indonesia mengambil kebijakan pemotongan gaji direksi sebesar 10% sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan. Langkah ini menunjukkan komitmen manajemen untuk memperbaiki kinerja keuangan Garuda.

Garuda Indonesia (GIAA) Terima Rp23,67 Triliun untuk Restrukturisasi (17 Nov 2025)

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menerima suntikan modal sebesar Rp23,67 triliun sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan penguatan keuangan perusahaan. Modal ini berasal dari konversi pinjaman pemegang saham dan setoran tunai, dialokasikan untuk modal kerja, operasional, dan peningkatan modal Citilink.

Rumor

Suntikan Modal Danantara untuk Garuda Indonesia (28 Nov 2025)

Berita mengenai suntikan modal dari Danantara Asset Management sebesar Rp23,67 triliun untuk restrukturisasi dan penguatan modal GIAA telah dikonfirmasi dan bukan lagi rumor. Dana ini akan digunakan untuk modal kerja, operasional, serta peningkatan modal Citilink.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 105
Sentimen Investing.com Bullish 70 %
Sentimen Stockbit Campuran 60 %

Buffett Indicator

2.0/10

Warren Buffett dikenal dengan filosofi investasinya yang berfokus pada perusahaan dengan 'economic moat' (keunggulan kompetitif yang tahan lama), profitabilitas yang konsisten, manajemen yang kuat, dan utang yang rendah, serta bisnis yang mudah dipahami dan undervalued. Berdasarkan kriteria ini, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk tidak membeli saham GIAA. Meskipun bisnis maskapai penerbangan bisa dibilang mudah dipahami, industri ini sangat kapital intensif dan kompetitif, yang membuatnya sulit memiliki 'moat' yang kuat. GIAA secara fundamental masih menunjukkan kerugian yang membengkak di Semester I-2025 dan memiliki tingkat utang yang sangat tinggi (liabilitas US$8,01 miliar dan defisit ekuitas US$1,6 miliar). Meskipun ada upaya restrukturisasi dan suntikan modal, perusahaan belum mencapai profitabilitas yang konsisten, yang merupakan salah satu prinsip utama Buffett. Rasio P/B negatif juga menunjukkan masalah mendasar pada nilai buku perusahaan. Oleh karena itu, GIAA tidak memenuhi kriteria 'nilai' dan 'kualitas' yang dicari oleh Buffett dalam investasinya.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 108
Kinerja vs Indeks
Sejalan
Target 1 Bulan
Rp. 118
Kinerja vs Indeks
Mengungguli

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 220
Kinerja vs Indeks
Mengungguli

Untuk prospek satu tahun, GIAA memiliki target harga konsensus analis sebesar 220 IDR, dengan rekomendasi 'Strong Buy' dari satu analis. Target ini mencerminkan potensi pemulihan jangka panjang perusahaan setelah restrukturisasi utang yang kompleks dan suntikan modal. Peningkatan kapasitas penerbangan, optimalisasi rute, dan strategi transformasi bisnis yang berfokus pada efisiensi dan sinergi ekosistem diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan secara bertahap. Namun, investor harus tetap mewaspadai risiko terkait dengan tingkat utang yang tinggi dan profitabilitas yang masih menjadi tantangan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.