Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 23 december 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 60
Sentimen Investing.com
Skor: 70
Kinerja Tahun Lalu
Status: Mengungguli
Outlook
1 Minggu
Target: 108
Vs Indeks: Sejalan
1 Bulan
Target: 118
Vs Indeks: Mengungguli
1 Tahun
Target: 220
Vs Indeks: Mengungguli
Berita Terbaru
Garuda Indonesia Group menyiapkan 126 penerbangan tambahan (98 Garuda, 28 Citilink) untuk menghadapi lonjakan penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan di akhir tahun.
Direktur Utama Garuda Indonesia mengambil kebijakan pemotongan gaji direksi sebesar 10% sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan. Langkah ini menunjukkan komitmen manajemen untuk memperbaiki kinerja keuangan Garuda.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menerima suntikan modal sebesar Rp23,67 triliun sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan penguatan keuangan perusahaan. Modal ini berasal dari konversi pinjaman pemegang saham dan setoran tunai, dialokasikan untuk modal kerja, operasional, dan peningkatan modal Citilink.
Rumor
Berita mengenai suntikan modal dari Danantara Asset Management sebesar Rp23,67 triliun untuk restrukturisasi dan penguatan modal GIAA telah dikonfirmasi dan bukan lagi rumor. Dana ini akan digunakan untuk modal kerja, operasional, serta peningkatan modal Citilink.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
2.0/10Warren Buffett dikenal dengan filosofi investasinya yang berfokus pada perusahaan dengan 'economic moat' (keunggulan kompetitif yang tahan lama), profitabilitas yang konsisten, manajemen yang kuat, dan utang yang rendah, serta bisnis yang mudah dipahami dan undervalued. Berdasarkan kriteria ini, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk tidak membeli saham GIAA. Meskipun bisnis maskapai penerbangan bisa dibilang mudah dipahami, industri ini sangat kapital intensif dan kompetitif, yang membuatnya sulit memiliki 'moat' yang kuat. GIAA secara fundamental masih menunjukkan kerugian yang membengkak di Semester I-2025 dan memiliki tingkat utang yang sangat tinggi (liabilitas US$8,01 miliar dan defisit ekuitas US$1,6 miliar). Meskipun ada upaya restrukturisasi dan suntikan modal, perusahaan belum mencapai profitabilitas yang konsisten, yang merupakan salah satu prinsip utama Buffett. Rasio P/B negatif juga menunjukkan masalah mendasar pada nilai buku perusahaan. Oleh karena itu, GIAA tidak memenuhi kriteria 'nilai' dan 'kualitas' yang dicari oleh Buffett dalam investasinya.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Untuk prospek satu tahun, GIAA memiliki target harga konsensus analis sebesar 220 IDR, dengan rekomendasi 'Strong Buy' dari satu analis. Target ini mencerminkan potensi pemulihan jangka panjang perusahaan setelah restrukturisasi utang yang kompleks dan suntikan modal. Peningkatan kapasitas penerbangan, optimalisasi rute, dan strategi transformasi bisnis yang berfokus pada efisiensi dan sinergi ekosistem diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan secara bertahap. Namun, investor harus tetap mewaspadai risiko terkait dengan tingkat utang yang tinggi dan profitabilitas yang masih menjadi tantangan.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.