Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT. Indika Energy Tbk (INDY.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 20 january 2026
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 55
Sentimen Investing.com
Skor: 70
Kinerja Tahun Lalu
Status: Outperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 3650
Vs Indeks: Outperform
1 Bulan
Target: 3700
Vs Indeks: Outperform
1 Tahun
Target: 3750
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
PT Indika Energy Tbk (INDY) memproyeksikan perbaikan kinerja di paruh kedua tahun 2024. Meskipun pendapatan pada semester I-2024 menurun 28,74% dan laba bersih anjlok 76,60% karena kontribusi Kideco Jaya Agung dan Indika Indonesia Resources yang lebih rendah akibat penurunan harga jual batubara dan divestasi Multi Tambangjaya Utama (MUTU), perusahaan terus memacu diversifikasi bisnis non-batubara. Analis melihat strategi diversifikasi berpotensi menopang kinerja INDY dalam jangka panjang.
PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah memacu proyek emas Awak Mas di Sulawesi Selatan, dengan target produksi 100.000 ons troi per tahun mulai semester II-2026. Investasi yang dikucurkan hingga September 2024 mencapai US$238,9 juta. Analis menilai proyek ini memiliki potensi pendapatan jangka panjang yang menarik dan merupakan komitmen INDY terhadap diversifikasi bisnis non-batubara, termasuk ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi baru terbarukan (EBT). Namun, kinerja jangka pendek INDY masih bergantung pada bisnis batubara.
PT Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 98,6% menjadi hanya USD 479.123 selama sembilan bulan pertama 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan harga komoditas dan biaya operasional yang meningkat, menunjukkan dampak signifikan dari pergeseran kondisi pasar batubara.
Prospek saham INDY masih diwarnai ketidakpastian, dengan sebagian besar reli masih ditopang oleh perkembangan proyek tambang emas Awak Mas. Meskipun perusahaan aktif memperkuat bisnis kendaraan listrik dan fokus pada efisiensi menghadapi tekanan harga batubara, ketergantungan pada proyek non-batubara untuk pertumbuhan laba masih menjadi fokus utama investor.
Laporan kuartal I 2025 Indika Energy menunjukkan penurunan laba sebesar 85%. Penurunan ini terjadi di tengah upaya perusahaan untuk melakukan diversifikasi strategis dari bisnis inti batubara. Hal ini mengindikasikan tantangan dalam transisi menuju portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
6.5/10Warren Buffett cenderung menyukai bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (moat), manajemen yang jujur dan kompeten, serta kinerja keuangan yang konsisten dengan harga yang wajar. Indika Energy (INDY) berada dalam fase transformasi yang signifikan dari bisnis batubara ke portofolio energi yang lebih terdiversifikasi, termasuk emas dan energi terbarukan. Meskipun ini menunjukkan pandangan ke depan dan adaptasi terhadap tren global (netral karbon 2050), transisi ini membuat bisnisnya menjadi lebih kompleks dan kurang 'mudah dipahami' dalam konteks bisnis inti yang stabil ala Buffett. Laba bersih yang tidak konsisten dan bahkan anjlok tajam di tahun 2023 dan 2025 menunjukkan tantangan dalam profitabilitas inti batubara. Namun, perusahaan aktif dalam pengelolaan liabilitas dan memiliki diversifikasi yang menjanjikan yang bisa menjadi 'moat' baru di masa depan. Manajemen juga tampaknya proaktif dalam menghadapi perubahan lanskap energi. Valuasi saat ini, dengan harga yang mengungguli indeks meskipun profitabilitas menurun, menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek masa depan, namun bagi Buffett, penurunan laba signifikan bisa menjadi perhatian. Jika perusahaan berhasil menunjukkan pertumbuhan laba yang konsisten dari bisnis non-batubara, daya tariknya akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, INDY mungkin mendapatkan skor 6.5 dari 10. Buffett mungkin akan mengapresiasi upaya diversifikasi dan manajemen yang adaptif, tetapi akan menunggu bukti konsistensi laba dari portofolio baru sebelum melakukan investasi besar.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Untuk satu tahun ke depan, strategi jangka panjang INDY untuk diversifikasi bisnis dan target netral karbon pada tahun 2050 menjadi pendorong utama. Proyek emas Awak Mas diharapkan mulai berproduksi pada 2026, yang dapat memberikan sumber pendapatan baru yang signifikan dan mengurangi ketergantungan pada batubara. Konsensus analis mendukung rekomendasi 'Buy' atau 'Strong Buy' dengan target harga 12 bulan yang bervariasi antara 3450 IDR hingga 3780 IDR. Dengan harga saat ini 3590 IDR, target 3750 IDR menunjukkan potensi kenaikan yang wajar di tengah transisi bisnis perusahaan.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.