ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 3590
Target 1 Minggu: Rp 3650
Target 1 Bulan: Rp 3700
Target 1 Tahun: Rp 3750
Sentimen Investing: Bullish
Sentimen Stockbit: Campuran

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT. Indika Energy Tbk (INDY.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 20 january 2026

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Indika Energy Tbk (INDY) adalah perusahaan energi terintegrasi yang terdiversifikasi, beroperasi di sektor sumber daya energi, jasa energi, dan infrastruktur energi. Meskipun secara historis dominan di batubara melalui PT Kideco Jaya Agung, perusahaan ini aktif melakukan transformasi strategis menuju bisnis non-batubara. Pada tahun 2023, INDY mencatat penurunan laba bersih sebesar 73,56% menjadi US$119,68 juta dan pendapatan turun 30,2% menjadi US$3,02 miliar dibandingkan tahun 2022. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh melemahnya harga jual batubara rata-rata Kideco dan volume penjualan yang lebih rendah. Beban pokok kontrak dan penjualan juga terpangkas, namun laba kotor mengalami penurunan signifikan. Sebagai bagian dari diversifikasi, INDY telah menginvestasikan US$144,2 juta di bidang mineral pada kuartal I 2023, termasuk pengembangan tambang emas Awak Mas yang ditargetkan berproduksi pada 2026. Perusahaan juga telah menyelesaikan penjualan 100% kepemilikannya di Multi Tambangjaya Utama (MUTU) pada Februari 2024 dan menandatangani perjanjian fasilitas kredit US$300 juta untuk pengelolaan liabilitas. Total aset INDY per 31 Desember 2023 adalah US$3,11 miliar, dengan liabilitas US$1,73 miliar dan ekuitas US$1,37 miliar. Meskipun menghadapi tantangan dari penurunan harga komoditas batubara, INDY menunjukkan komitmen pada keberlanjutan dan target netral karbon pada 2050 melalui inisiatif seperti penanaman mangrove. Pendapatan INDY pada semester I-2024 juga menyusut 28,74% dan laba bersih terpangkas 76,60%, terutama karena penurunan kontribusi dari Kideco Jaya Agung dan Indika Indonesia Resources.

Sentimen Stockbit

Campuran

Skor: 55

Meskipun tidak ada sentimen skor langsung yang ditemukan, diskusi di Stockbit menunjukkan pandangan yang beragam. Beberapa analis di masa lalu pernah memberikan rekomendasi 'Buy' untuk INDY dengan target harga tinggi, menyoroti valuasi yang menarik dan potensi dari akuisisi anak perusahaan. Namun, dengan berita penurunan kinerja keuangan terbaru, kemungkinan besar sentimen saat ini bercampur antara optimisme jangka panjang terhadap diversifikasi dan kekhawatiran jangka pendek mengenai profitabilitas inti batubara. Tidak ada rumor spesifik yang menonjol dari hasil pencarian web terbaru.

Sentimen Investing.com

Bullish

Skor: 70

Sentimen di Investing.com cenderung bullish, terutama dari sisi analisis teknikal dan konsensus analis. Analisis teknikal harian menunjukkan sinyal 'Sangat Beli' berdasarkan indikator seperti RSI 14-Hari (67.014) dan rata-rata bergerak 50 hari serta 200 hari. Konsensus analis juga menunjukkan rekomendasi 'Strong Buy' dengan target harga rata-rata 3.450 IDR hingga 3.672 IDR. Meskipun ada indikasi 'Members' Sentiments: Bearish/Bullish', dominasi sinyal teknikal dan konsensus analis mengarah pada sentimen positif. Tidak ada influencer utama atau hashtag yang jelas terlihat dari ringkasan hasil.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Dalam 365 hari terakhir, harga saham INDY meningkat dari 1715 IDR menjadi 3590 IDR, mencatatkan kenaikan sekitar 109,38%. Pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat dari 7170.74 menjadi 9167.16, atau sekitar 27,84%. Dengan demikian, INDY secara signifikan mengungguli IHSG. Kinerja ini terjadi meskipun INDY menghadapi tahun 2023 yang menantang dengan penurunan laba bersih sebesar 73,56% dan pendapatan 30,2% akibat harga batubara yang lebih rendah dan volume penjualan yang menyusut. Penurunan harga batubara acuan (HBA) terlihat sepanjang tahun 2023, dari US$305,21 per ton di Januari menjadi US$117,38 per ton di Desember. Namun, kinerja saham INDY yang positif kemungkinan didorong oleh optimisme pasar terhadap strategi diversifikasi perusahaan ke sektor non-batubara, seperti proyek tambang emas Awak Mas yang menunjukkan kemajuan signifikan menuju produksi di tahun 2026. Selain itu, langkah-langkah efisiensi biaya dan pengelolaan liabilitas juga berkontribusi pada persepsi positif investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan di tengah transisi energi.

Outlook

1 Minggu

Target: 3650

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu minggu ke depan, sentimen positif dari analisis teknikal 'Strong Buy' dan momentum pasar yang berpotensi terus mengakumulasi saham energi dengan diversifikasi yang jelas dapat mendorong kenaikan harga. Harga penutupan terakhir di 3590 IDR, dengan rentang harian baru-baru ini antara 3420 dan 3630 IDR. Proyeksi ke 3650 IDR menunjukkan sedikit kenaikan di tengah minat beli yang berkelanjutan.

1 Bulan

Target: 3700

Vs Indeks: Outperform

Prospek satu bulan dipengaruhi oleh ekspektasi perbaikan kinerja di semester II-2024 dan kelanjutan diversifikasi bisnis. Meskipun harga batubara masih menjadi faktor, kemajuan proyek emas Awak Mas dan inisiatif energi terbarukan dapat menjadi katalis positif. Target harga analis rata-rata sekitar 3450-3672 IDR. Target 3700 IDR mencerminkan antisipasi positif terhadap perkembangan perusahaan dan kemungkinan respons pasar terhadap informasi terbaru.

1 Tahun

Target: 3750

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu tahun ke depan, strategi jangka panjang INDY untuk diversifikasi bisnis dan target netral karbon pada tahun 2050 menjadi pendorong utama. Proyek emas Awak Mas diharapkan mulai berproduksi pada 2026, yang dapat memberikan sumber pendapatan baru yang signifikan dan mengurangi ketergantungan pada batubara. Konsensus analis mendukung rekomendasi 'Buy' atau 'Strong Buy' dengan target harga 12 bulan yang bervariasi antara 3450 IDR hingga 3780 IDR. Dengan harga saat ini 3590 IDR, target 3750 IDR menunjukkan potensi kenaikan yang wajar di tengah transisi bisnis perusahaan.

Berita Terbaru

Indika Energy Optimistis Kinerja Membaik di Semester II-2024, Cek Rekomendasi Analis (8 Agu 2024)

PT Indika Energy Tbk (INDY) memproyeksikan perbaikan kinerja di paruh kedua tahun 2024. Meskipun pendapatan pada semester I-2024 menurun 28,74% dan laba bersih anjlok 76,60% karena kontribusi Kideco Jaya Agung dan Indika Indonesia Resources yang lebih rendah akibat penurunan harga jual batubara dan divestasi Multi Tambangjaya Utama (MUTU), perusahaan terus memacu diversifikasi bisnis non-batubara. Analis melihat strategi diversifikasi berpotensi menopang kinerja INDY dalam jangka panjang.

Intip Rekomendasi Saham Indika Energy (INDY) yang Terdongkrak Proyek Emas Awak Mas (14 Jan 2025)

PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah memacu proyek emas Awak Mas di Sulawesi Selatan, dengan target produksi 100.000 ons troi per tahun mulai semester II-2026. Investasi yang dikucurkan hingga September 2024 mencapai US$238,9 juta. Analis menilai proyek ini memiliki potensi pendapatan jangka panjang yang menarik dan merupakan komitmen INDY terhadap diversifikasi bisnis non-batubara, termasuk ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi baru terbarukan (EBT). Namun, kinerja jangka pendek INDY masih bergantung pada bisnis batubara.

Laba Bersih Indika Energy (INDY) Anjlok 98,6% (2 Nov 2025)

PT Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 98,6% menjadi hanya USD 479.123 selama sembilan bulan pertama 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan harga komoditas dan biaya operasional yang meningkat, menunjukkan dampak signifikan dari pergeseran kondisi pasar batubara.

Tarik Ulur Prospek Saham INDY, Reli Masih Bertumpu Cerita Tambang Emas (16 Des 2025)

Prospek saham INDY masih diwarnai ketidakpastian, dengan sebagian besar reli masih ditopang oleh perkembangan proyek tambang emas Awak Mas. Meskipun perusahaan aktif memperkuat bisnis kendaraan listrik dan fokus pada efisiensi menghadapi tekanan harga batubara, ketergantungan pada proyek non-batubara untuk pertumbuhan laba masih menjadi fokus utama investor.

Indika Energy Q1 2025 slides reveal 85% profit drop amid strategic diversification (20 Mei 2025)

Laporan kuartal I 2025 Indika Energy menunjukkan penurunan laba sebesar 85%. Penurunan ini terjadi di tengah upaya perusahaan untuk melakukan diversifikasi strategis dari bisnis inti batubara. Hal ini mengindikasikan tantangan dalam transisi menuju portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 3590
Sentimen Investing.com Bullish 70 %
Sentimen Stockbit Campuran 55 %

Buffett Indicator

6.5/10

Warren Buffett cenderung menyukai bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (moat), manajemen yang jujur dan kompeten, serta kinerja keuangan yang konsisten dengan harga yang wajar. Indika Energy (INDY) berada dalam fase transformasi yang signifikan dari bisnis batubara ke portofolio energi yang lebih terdiversifikasi, termasuk emas dan energi terbarukan. Meskipun ini menunjukkan pandangan ke depan dan adaptasi terhadap tren global (netral karbon 2050), transisi ini membuat bisnisnya menjadi lebih kompleks dan kurang 'mudah dipahami' dalam konteks bisnis inti yang stabil ala Buffett. Laba bersih yang tidak konsisten dan bahkan anjlok tajam di tahun 2023 dan 2025 menunjukkan tantangan dalam profitabilitas inti batubara. Namun, perusahaan aktif dalam pengelolaan liabilitas dan memiliki diversifikasi yang menjanjikan yang bisa menjadi 'moat' baru di masa depan. Manajemen juga tampaknya proaktif dalam menghadapi perubahan lanskap energi. Valuasi saat ini, dengan harga yang mengungguli indeks meskipun profitabilitas menurun, menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek masa depan, namun bagi Buffett, penurunan laba signifikan bisa menjadi perhatian. Jika perusahaan berhasil menunjukkan pertumbuhan laba yang konsisten dari bisnis non-batubara, daya tariknya akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, INDY mungkin mendapatkan skor 6.5 dari 10. Buffett mungkin akan mengapresiasi upaya diversifikasi dan manajemen yang adaptif, tetapi akan menunggu bukti konsistensi laba dari portofolio baru sebelum melakukan investasi besar.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 3650
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 3700
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 3750
Kinerja vs Indeks
Outperform

Untuk satu tahun ke depan, strategi jangka panjang INDY untuk diversifikasi bisnis dan target netral karbon pada tahun 2050 menjadi pendorong utama. Proyek emas Awak Mas diharapkan mulai berproduksi pada 2026, yang dapat memberikan sumber pendapatan baru yang signifikan dan mengurangi ketergantungan pada batubara. Konsensus analis mendukung rekomendasi 'Buy' atau 'Strong Buy' dengan target harga 12 bulan yang bervariasi antara 3450 IDR hingga 3780 IDR. Dengan harga saat ini 3590 IDR, target 3750 IDR menunjukkan potensi kenaikan yang wajar di tengah transisi bisnis perusahaan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.