ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 685
Target 1 Minggu: Rp 700
Target 1 Bulan: Rp 850
Target 1 Tahun: Rp 1350
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET.JK) adalah penyedia infrastruktur digital terintegrasi yang berfokus pada segmen Business-to-Business (B2B), melayani ISP, korporasi, dan pemerintah. Perusahaan menawarkan beragam layanan termasuk interkoneksi pusat data, kolokasi, local loop, IP transit, jaringan SD-WAN, dan solusi jaringan terkelola. INET juga berekspansi ke penyewaan kabel laut dan layanan kontraktor Fiber-to-the-Home (FTTH). Kinerja keuangan INET menunjukkan pertumbuhan yang eksplosif, dengan lonjakan pendapatan sebesar 190,5% dan laba bersih sebesar 818,9% secara year-on-year pada Kuartal III-2025. Perusahaan memiliki rencana ekspansi agresif yang didukung oleh rights issue senilai Rp 3,2 triliun dan penerbitan obligasi Rp 1 triliun, yang akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka pengembangan jaringan dan akuisisi strategis. INET memiliki 13 Point of Presence (POP) di 8 kota besar di Indonesia dan satu di Singapura, serta menjalin kemitraan strategis dengan anak perusahaan WIFI.IJ untuk percepatan penyebaran layanan digital.

Sentimen Stockbit

Bullish

Skor: 75

Sentimen di Stockbit menunjukkan pandangan yang dominan Bullish terhadap INET, terutama setelah kenaikan harga yang signifikan dan rencana rights issue. Banyak diskusi menyoroti potensi keuntungan bagi investor yang bersedia menebus rights issue, dengan beberapa menyebut 'Power Buy Besar' dan potensi 'Auto Reject Atas'. Namun, ada juga peringatan mengenai risiko dilusi dan pentingnya analisis mendalam dibandingkan sekadar trading momentum.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 55

Sentimen anggota di Investing.com tercatat 'Bearish' dan 'Bullish' secara bersamaan, menunjukkan pandangan yang beragam atau terpecah belah. Meskipun analisis konsensus dari 4 analis memberikan rating 'Strong Buy' dengan target harga rata-rata Rp 590, Investing.com juga mencatat potensi 'Downside' sebesar -13.87% dari harga saat ini. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada pandangan positif dari analis, ada kehati-hatian di kalangan anggota komunitas atau harga saat ini telah melampaui target rata-rata analis yang tersedia.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET.JK) secara signifikan mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 365 hari terakhir. Saham INET melonjak lebih dari 1000% sementara IHSG naik sekitar 21.84%. Kinerja luar biasa ini didorong oleh pertumbuhan finansial yang eksplosif, dengan laba bersih melonjak 818,9% dan pendapatan naik 190,5% pada Kuartal III-2025. Perusahaan aktif dalam melakukan aksi korporasi strategis seperti rights issue senilai Rp 3,2 triliun dan rencana penerbitan obligasi Rp 1 triliun untuk mendanai ekspansi agresif di infrastruktur digital, termasuk kabel laut dan jaringan FTTH. Selain itu, akuisisi strategis seperti 60% saham Trans Hybrid Communication turut memperkuat posisi pasar. Peningkatan jumlah pelanggan mitra ISP dari 220 ribu menjadi 1,5 juta juga menjadi katalis utama. Lonjakan harga yang signifikan ini bahkan menyebabkan saham INET sempat disuspensi oleh BEI sebagai langkah 'cooling down', namun kemudian dibuka kembali dengan prospek positif dari analis.

Outlook

1 Minggu

Target: 700

Vs Indeks: Outperform

Mengingat saham baru saja dibuka dari suspensi dan sentimen pasar yang masih cenderung positif didukung oleh prospek ekspansi perusahaan dan rekomendasi 'spec-buy' dari analis, harga berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek meskipun dengan volatilitas. Target harga mencerminkan kenaikan moderat dari harga saat ini.

1 Bulan

Target: 850

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan ke depan, kabar mengenai rights issue dan rencana ekspansi yang agresif diharapkan terus menjadi katalis positif. Meskipun ada potensi konsolidasi setelah kenaikan tajam, prospek fundamental yang kuat dan dukungan analis dapat mendorong harga lebih tinggi, menuju target yang lebih ambisius.

1 Tahun

Target: 1350

Vs Indeks: Outperform

Prospek jangka panjang INET sangat kuat, didukung oleh rencana ekspansi infrastruktur digital yang masif (FTTH, kabel laut), pertumbuhan laba yang signifikan, serta aksi korporasi besar seperti rights issue dan penerbitan obligasi yang akan memperkuat modal untuk ekspansi. Target harga ini didukung oleh proyeksi Samuel Sekuritas Indonesia yang melihat potensi kenaikan 74,2% dari harga sebelum suspensi, mengacu pada valuasi yang mempertimbangkan pertumbuhan agresif INET di tahun-tahun mendatang.

Berita Terbaru

Suspensi INET Dibuka, Saham Masuk Papan Pemantauan Khusus (FCA) Namun Prospek Positif dari Analis (10 Desember 2025)

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi saham INET dan waran seri I (INET-W) pada 10 Desember 2025, namun saham tersebut masuk papan pemantauan khusus full call auction (FCA) karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan sebelumnya. Samuel Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi 'spec-buy' dengan target harga Rp 1.350, menunjukkan potensi kenaikan 74,2% dari harga terakhir sebelum suspensi, didorong oleh perbaikan estimasi laba dan kinerja kuat hingga Kuartal III-2025.

INET Bersiap Jaring Dana Jumbo dari Obligasi dan Rights Issue untuk Ekspansi (02 Desember 2025)

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun pada awal tahun 2026 dan rights issue senilai Rp 3,2 triliun. Dana ini akan digunakan untuk belanja modal (capex) perseroan tahun 2026 yang diprediksi mencapai Rp 4,2 triliun, mendukung ekspansi agresif perseroan.

Laba INET Terbang 819% hingga Kuartal III-2025 (01 Desember 2025)

INET mencatat kinerja impresif pada Kuartal III 2025 dengan laba bersih melonjak 818,9% year-on-year (YoY) menjadi Rp 19,4 miliar. Pendapatan juga tumbuh signifikan sebesar 190,5% YoY menjadi Rp 68,6 miliar, terutama ditopang oleh segmen layanan ISP dan lonjakan jumlah pelanggan mitra dari 220 ribu menjadi 1,5 juta.

INET Bakal Caplok 60% Saham Trans Hybrid Communication (11 November 2025)

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana mengakuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication (THC) untuk memperkuat penetrasi pasar di Kalimantan Barat. THC memiliki aset backbone fiber optik yang strategis, dan akuisisi ini diharapkan meningkatkan efisiensi biaya serta mempercepat ekspansi layanan Fiber-to-the-Home (FTTH) INET di wilayah tersebut.

Rumor

Diskusi Mengenai Dilusi dan 'Panic Buy' Saat Ex-Date Rights Issue

Tidak ada rumor spesifik yang teridentifikasi dari pencarian web. Namun, di platform sosial media seperti Stockbit, diskusi beredar mengenai potensi dilusi besar akibat rights issue INET dan fenomena 'panic buy' oleh investor ritel saat ex-date, yang menganggap harga sudah turun banyak. Ada juga perdebatan tentang strategi trading INET terkait rights issue dan pentingnya memahami prospek jangka panjang.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 685
Sentimen Investing.com Mixed 55 %
Sentimen Stockbit Bullish 75 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan model bisnis yang mudah dipahami, arus kas yang stabil dan dapat diprediksi, keunggulan kompetitif yang kuat (economic moat), serta manajemen yang solid dan rekam jejak yang panjang. INET.JK beroperasi di sektor infrastruktur digital yang sangat dinamis dan dalam fase ekspansi yang agresif, memerlukan belanja modal yang signifikan melalui rights issue dan obligasi. Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang eksplosif, karakteristik ini kurang sesuai dengan preferensi Buffett untuk investasi 'value' dalam bisnis yang matang dan stabil dengan risiko yang lebih rendah. Volatilitas tinggi dan kebutuhan modal yang terus-menerus menempatkan INET di luar lingkup investasi khas Buffett.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 700
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 850
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 1350
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek jangka panjang INET sangat kuat, didukung oleh rencana ekspansi infrastruktur digital yang masif (FTTH, kabel laut), pertumbuhan laba yang signifikan, serta aksi korporasi besar seperti rights issue dan penerbitan obligasi yang akan memperkuat modal untuk ekspansi. Target harga ini didukung oleh proyeksi Samuel Sekuritas Indonesia yang melihat potensi kenaikan 74,2% dari harga sebelum suspensi, mengacu pada valuasi yang mempertimbangkan pertumbuhan agresif INET di tahun-tahun mendatang.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.