ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 344
Target 1 Minggu: Rp 345
Target 1 Bulan: Rp 360
Target 1 Tahun: Rp 380
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) adalah produsen tembakau iris (roll-your-own) yang didirikan pada tahun 1955, dengan kantor pusat di Malang, Jawa Timur. Perusahaan memiliki pangsa pasar dominan di segmen niche ini di pasar domestik, terutama di wilayah timur Indonesia, dan juga mengekspor produknya ke Malaysia, Singapura, Jepang, Aruba, serta baru-baru ini memperluas jangkauan ke India. ITIC terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 2019 dan beroperasi di sektor Consumer Defensive. Secara finansial, perusahaan menunjukkan pertumbuhan total aset sebesar 26,20% antara 2020 dan 2024, dari Rp 505,1 miliar menjadi Rp 637,4 miliar, sementara total liabilitasnya menyusut sebesar 9,40%. Meskipun demikian, laba bersih perusahaan menurun menjadi Rp 21,2 miliar pada tahun 2024 dari Rp 27,0 miliar pada tahun 2023, dan penjualan serta laba bersih juga menurun hingga kuartal III-2025. Profit margin ITIC sebesar 9,06% lebih tinggi dari rata-rata 10 perusahaan tembakau terbesar di Indonesia sebesar 6,52%. Perusahaan memiliki rasio P/E 11.0, P/B 0.5, dan dividen yield 2.02%. Djonny Saksono, pemegang saham terbesar, mengendalikan lebih dari 50% perusahaan.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 50

Sentimen di Stockbit cenderung campuran. Meskipun ada analisis pada awal 2024 yang menyoroti pertumbuhan laba bersih yang konsisten dan pembagian dividen perdana sebagai katalis positif, laporan keuangan terbaru untuk tahun 2024 dan kuartal III-2025 menunjukkan penurunan laba. Hal ini kemungkinan menciptakan pandangan yang beragam di kalangan investor, antara optimisme terhadap strategi ekspansi manajemen dan kekhawatiran atas penurunan kinerja keuangan jangka pendek. Tidak ada sentimen terukur secara eksplisit dalam penelusuran.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 30

Analisis teknikal dari Investing.com menunjukkan sinyal 'Sangat Jual' untuk ITIC pada kerangka waktu harian dan jangka pendek, berdasarkan indikator seperti Moving Averages dan RSI. Meskipun ada beberapa indikasi sentimen 'Bullish/Bearish' dari anggota, tidak ada skor numerik yang jelas dari diskusi. Sinyal teknikal yang sangat bearish ini menunjukkan sentimen negatif dominan dalam jangka pendek.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham ITIC.JK meningkat sekitar 37,6% (dari 250 IDR menjadi 344 IDR), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sekitar 21,83% (dari 7096.44 menjadi 8645.84). Ini menunjukkan bahwa ITIC.JK mengungguli indeks. Kinerja ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk target ekspansi pasar domestik dan internasional yang agresif oleh manajemen, terutama ke India, serta upaya efisiensi biaya yang dilakukan. Meskipun terjadi penurunan laba bersih pada tahun 2024 dan kuartal III-2025, sentimen pasar mungkin sempat positif terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang dan manajemen yang aktif dalam melakukan pembelian saham. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung industri hasil tembakau, seperti rencana tidak menaikkan tarif cukai, juga memberikan dorongan positif.

Outlook

1 Minggu

Target: 345

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, saham ITIC diperkirakan akan bergerak sejalan dengan indeks. Meskipun analisis teknikal jangka pendek menunjukkan sinyal 'Sangat Jual' yang bisa menekan harga, harga saham saat ini (344 IDR) mendekati estimasi nilai intrinsik (351 IDR) dan mungkin mengalami konsolidasi atau sedikit rebound setelah penurunan baru-baru ini. Perusahaan juga menargetkan perbaikan kinerja di Q4 2025 yang bisa menjadi sentimen penopang.

1 Bulan

Target: 360

Vs Indeks: In-line

Untuk satu bulan ke depan, ITIC kemungkinan akan bergerak sejalan dengan indeks atau sedikit mengungguli jika ada berita positif terkait upaya perbaikan kinerja Kuartal IV 2025. Perusahaan sedang aktif mencari mitra ekspor baru dan memperkuat distribusi, yang bisa memberikan katalis positif jangka menengah. Namun, tekanan dari penurunan laba di kuartal sebelumnya masih menjadi perhatian.

1 Tahun

Target: 380

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, ITIC berpotensi mengungguli indeks jika strategi ekspansi pasar (terutama ke India) dan efisiensi biaya berhasil mendongkrak penjualan dan membalikkan tren penurunan laba bersih. Target pertumbuhan penjualan 10% pada tahun 2025 menunjukkan optimisme manajemen. Sektor tembakau juga diproyeksikan memiliki pertumbuhan pendapatan yang substansial di tahun 2026. Namun, tantangan regulasi dan persaingan di industri tembakau tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Berita Terbaru

PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) Membukukan Laba Bersih Rp 21,2 Miliar pada Tahun 2024, Menurun dari 2023 - 2025-03-10

PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) melaporkan laba bersih sebesar Rp 21,2 miliar untuk tahun 2024, mengalami penurunan dari Rp 27,0 miliar pada tahun 2023. Penjualan naik menjadi Rp 290,67 miliar dari Rp 272,58 miliar di tahun sebelumnya.

Indonesian Tobacco (ITIC) Bidik Kenaikan Penjualan 10% pada 2025 - 2025-05-17

PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) menargetkan kenaikan penjualan sebesar 10% pada tahun 2025. Perusahaan berencana memperluas jangkauan pasar domestik di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, serta memperkuat ekspor ke India, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Strategi ini dibarengi dengan pengelolaan biaya yang efisien.

Indonesian Tobacco (ITIC) Ingin Memperbaiki Kinerja di Kuartal IV 2025 - 2025-11-24

PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) menargetkan perbaikan kinerja pada kuartal IV-2025 untuk menstabilkan penjualan dan laba agar tidak menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan hingga kuartal III-2025 mengalami penurunan 5,41% year-on-year menjadi Rp 229,89 miliar. Perusahaan berupaya memperbaiki kualitas produk, jaringan distribusi, dan mencari mitra ekspor yang tepat.

Direktur Utama Indonesia Tobacco Borong 4,45 Juta Saham ITIC - 2024-12-06

Direktur Utama PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), Djonny Saksono, membeli 4,45 juta saham ITIC pada awal Desember 2024 dengan tujuan investasi.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 344
Sentimen Investing.com Bearish 30 %
Sentimen Stockbit Mixed 50 %

Buffett Indicator

6.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan model bisnis yang mudah dipahami, keunggulan kompetitif yang kuat (economic moat), manajemen yang kompeten, dan harga yang menarik di bawah nilai intrinsiknya. PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) memiliki beberapa karakteristik yang mungkin menarik bagi Buffett, seperti posisi dominan di ceruk pasar tembakau iris di Indonesia dan strategi ekspansi yang jelas ke pasar ekspor. Margin keuntungan perusahaan yang lebih tinggi dari rata-rata industri menunjukkan efisiensi operasional. Namun, beberapa faktor akan membuat Buffett ragu. Pertama, industri tembakau menghadapi tantangan regulasi yang ketat dan kampanye kesehatan masyarakat secara global, yang dapat membatasi pertumbuhan jangka panjang dan menciptakan ketidakpastian. Kedua, meskipun harga saham saat ini (344 IDR) berada di bawah estimasi nilai intrinsik beberapa analis (sekitar 351 IDR), penurunan laba bersih baru-baru ini pada tahun 2024 dan kuartal III-2025 menunjukkan adanya tantangan operasional atau margin yang perlu ditangani. Buffett lebih menyukai bisnis dengan pendapatan yang sangat stabil dan dapat diprediksi. Konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada satu individu (Djonny Saksono) juga bisa menjadi perhatian terkait tata kelola dan likuiditas. Secara keseluruhan, sementara ada elemen daya tarik seperti keunggulan niche dan profitabilitas, ketidakpastian regulasi dan volatilitas kinerja laba baru-baru ini akan membuat Buffett mungkin tidak merekomendasikan pembelian saham ini dengan keyakinan tinggi, menempatkannya pada skor moderat.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 345
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 360
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 380
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, ITIC berpotensi mengungguli indeks jika strategi ekspansi pasar (terutama ke India) dan efisiensi biaya berhasil mendongkrak penjualan dan membalikkan tren penurunan laba bersih. Target pertumbuhan penjualan 10% pada tahun 2025 menunjukkan optimisme manajemen. Sektor tembakau juga diproyeksikan memiliki pertumbuhan pendapatan yang substansial di tahun 2026. Namun, tantangan regulasi dan persaingan di industri tembakau tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.