ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 164
Target 1 Minggu: Rp 155
Target 1 Bulan: Rp 170
Target 1 Tahun: Rp 250
Sentimen Investing: Bearish
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Green Power Group Tbk (LABA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Green Power Group Tbk (LABA) didirikan pada tahun 1989, awalnya berfokus pada distribusi produk baja dan turunannya untuk aplikasi cetakan. Namun, pada Juni/Juli 2024, perusahaan ini mengalami akuisisi oleh PT Nev Stored Energy (NSE) dan PT Longping Investasi Indonesia (LII) dan melakukan pergeseran strategis ke sektor energi terbarukan. Perusahaan ini memiliki visi menjadi produsen energi terbarukan terintegrasi di Indonesia. Secara finansial, LABA membukukan rugi bersih sebesar Rp 8,7 miliar pada tahun 2024, meningkat dari rugi Rp 3,9 miliar pada tahun 2023. Namun, pada Kuartal III-2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 6,51 miliar, berbalik dari kerugian, dengan penjualan melonjak menjadi Rp 31,3 miliar. Aset perusahaan mencapai Rp 157,4 miliar dan ekuitas Rp 117,5 miliar per September 2025. Rasio keuangan menunjukkan P/E Ratio 70.61, Price/Book 2.37, Debt / Equity 0.92%, dan Return on Equity 4.13%. Perubahan arah bisnis yang signifikan ini menunjukkan potensi pertumbuhan di sektor energi hijau, meskipun perusahaan masih dalam tahap transisi.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 45

Sentimen di Stockbit menunjukkan campuran antara positif dan negatif. Ada sentimen positif dari penyelesaian restrukturisasi utang dan pembalikan laba pada Kuartal III-2025, serta dukungan untuk tiga pilar transformasi 2026. Namun, terdapat juga tekanan jual dari asing dan bandar lokal, mengindikasikan aksi profit-taking dan ketidakpastian terhadap permintaan baja pada tahun 2026. Aktivitas forum terdeteksi rendah.

Sentimen Investing.com

Bearish

Skor: 20

Sentimen anggota di Investing.com cenderung 'Bearish'. Analisis teknikal juga menunjukkan sinyal 'Strong Sell'. Ini mengindikasikan pandangan negatif dari komunitas investor dan indikator teknis terhadap saham LABA.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama setahun terakhir, saham LABA.JK menunjukkan penurunan signifikan sebesar -53,14% (dari 350 menjadi 164), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 21,83% (dari 7096 menjadi 8645). Ini menunjukkan bahwa LABA.JK secara drastis berkinerja buruk dibandingkan dengan indeksnya. Kinerja ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor utama: Pertama, perusahaan mengalami perubahan strategis besar-besaran pada Juli 2024, beralih dari baja ke energi terbarukan setelah akuisisi, yang mungkin menciptakan ketidakpastian investor. Kemudian, terjadi lonjakan harga yang signifikan pada Juli 2025, yang bahkan menyebabkan suspensi perdagangan oleh BEI, diikuti oleh koreksi tajam. Meskipun ada laporan laba positif pada Kuartal III-2025, berita mengenai deportasi Direktur Utama pada Desember 2025 dan divestasi saham oleh investor institusi pada November 2025 kemungkinan besar memicu aksi jual masif dan menekan harga saham. Kerugian bersih yang dicatat pada tahun 2024 juga menjadi faktor yang memberatkan.

Outlook

1 Minggu

Target: 155

Vs Indeks: Underperform

Dalam satu minggu ke depan, saham LABA kemungkinan akan terus menghadapi tekanan jual karena sentimen negatif dari deportasi Direktur Utama dan divestasi institusional yang baru-baru ini terjadi. Tanpa katalis positif yang kuat dalam jangka sangat pendek, diperkirakan akan melanjutkan tren penurunan atau konsolidasi di level rendah, berkinerja buruk dibandingkan indeks. Harga target mencerminkan sedikit penurunan dari harga saat ini.

1 Bulan

Target: 170

Vs Indeks: In-line

Dalam satu bulan, harga saham mungkin akan stabil setelah tekanan jual mereda, didukung oleh prospek positif dari pembalikan laba Kuartal III-2025 dan rencana diversifikasi ke energi hijau. Pengumuman RUPSLB untuk penggantian direktur juga dapat membawa kejelasan. Namun, volatilitas tetap tinggi, dan kinerjanya mungkin akan sejalan dengan pergerakan indeks secara keseluruhan, tanpa kenaikan atau penurunan yang drastis.

1 Tahun

Target: 250

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu tahun ke depan, potensi LABA untuk berkinerja lebih baik dari indeks bergantung pada keberhasilan implementasi strategi energi hijau. Perusahaan telah menunjukkan pembalikan laba yang kuat di Kuartal III-2025 dan menjalin kemitraan baru. Jika transisi bisnis berjalan lancar, dan manajemen baru dapat memberikan stabilitas, valuasi perusahaan di sektor energi terbarukan dapat menarik investor jangka panjang. Meskipun ada risiko terkait transformasi dan manajemen, potensi pertumbuhan di sektor baru ini bisa menjadi katalis signifikan. Target harga mencerminkan optimisme moderat terhadap keberhasilan transisi ini.

Berita Terbaru

Laba Green Power (LABA) Meroket Usai Rugi, Sahamnya Ngebut (28 Oktober 2025)

PT Green Power Group Tbk (LABA) berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih sebesar Rp 6,51 miliar pada Kuartal III-2025, dibandingkan rugi Rp 5,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan LABA juga melonjak signifikan menjadi Rp 31,3 miliar. Kinerja positif ini turut mendorong kenaikan harga saham perusahaan.

LABA Bakal Gelar RUPSLB Usai Dirut Dideportasi ke China (Desember 2025)

PT Green Power Group Tbk (LABA) akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas penggantian Direktur Utama An Shaohong, yang dideportasi ke China. Manajemen menyatakan bahwa deportasi ini tidak berdampak signifikan terhadap operasional bisnis perusahaan.

Green Power (LABA) Gandeng Perusahaan Tiongkok Dirikan Anak Usaha Baru (04 November 2025)

PT Green Power Group Tbk (LABA) menjalin kerja sama dengan perusahaan Tiongkok Suzhou Xuran Plastic Co., Ltd. untuk mendirikan anak usaha baru. Ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi perusahaan ke sektor energi baru terbarukan.

Investor Institusi LABA Divestasi Tembus Rp 13,38 Miliar di Harga Atas (30 November 2025)

PT Longping Investasi Indonesia, salah satu pemegang saham PT Green Power Group Tbk (LABA), melakukan divestasi bertahap atas sebagian kepemilikannya antara 25-27 November 2025. Total nilai divestasi mencapai sekitar Rp 13,38 miliar, mengurangi kepemilikan Longping menjadi 11,80%.

Harganya Melonjak, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Green Power Group (LABA) (11 Juli 2025)

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Green Power Group Tbk (LABA) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I tanggal 11 Juli 2025. Suspensi ini dilakukan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham LABA sebagai bentuk perlindungan investor.

Rumor

Tidak ada rumor signifikan yang belum terkonfirmasi secara publik mengenai PT Green Power Group Tbk (LABA.JK).

Pemberitaan mengenai deportasi Direktur Utama telah diklarifikasi oleh manajemen dan tidak dianggap sebagai rumor yang tidak terkonfirmasi.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 164
Sentimen Investing.com Bearish 20 %
Sentimen Stockbit Mixed 45 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan yang memiliki model bisnis yang mudah dipahami, rekam jejak keuangan yang stabil dan dapat diprediksi, keunggulan kompetitif yang kuat (moat), dan manajemen yang handal. LABA.JK, meskipun bergerak ke sektor energi hijau yang memiliki potensi, saat ini berada dalam tahap transisi besar dari bisnis baja tradisional. Perusahaan ini mengalami volatilitas harga yang signifikan, perubahan manajemen (deportasi CEO), dan laporan keuangan yang sebelumnya merugi di tahun 2024 sebelum mencetak laba di Kuartal III-2025. Valuasi Price/Earnings (P/E) yang tinggi (70.61) juga menunjukkan bahwa saham ini mungkin dinilai mahal dibandingkan dengan laba saat ini. Faktor-faktor ini — ketidakpastian bisnis akibat transisi, masalah manajemen, dan sejarah kinerja yang belum stabil — menjadikannya investasi yang spekulatif dari sudut pandang Buffett, yang lebih menyukai perusahaan dengan fundamental yang solid dan terbukti. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini sangat rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 155
Kinerja vs Indeks
Underperform
Target 1 Bulan
Rp. 170
Kinerja vs Indeks
In-line

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 250
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam satu tahun ke depan, potensi LABA untuk berkinerja lebih baik dari indeks bergantung pada keberhasilan implementasi strategi energi hijau. Perusahaan telah menunjukkan pembalikan laba yang kuat di Kuartal III-2025 dan menjalin kemitraan baru. Jika transisi bisnis berjalan lancar, dan manajemen baru dapat memberikan stabilitas, valuasi perusahaan di sektor energi terbarukan dapat menarik investor jangka panjang. Meskipun ada risiko terkait transformasi dan manajemen, potensi pertumbuhan di sektor baru ini bisa menjadi katalis signifikan. Target harga mencerminkan optimisme moderat terhadap keberhasilan transisi ini.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.