ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 3710
Target 1 Minggu: Rp 3700
Target 1 Bulan: Rp 4000
Target 1 Tahun: Rp 4500
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Link Net Tbk (LINK.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

Secara fundamental, PT Link Net Tbk (LINK.JK) menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan dengan kerugian bersih yang signifikan pada tahun 2024 (Rp1,18 triliun) dan Kuartal III 2025 (Rp1,03 triliun), yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan beban jaringan dan operasional. Meskipun demikian, perusahaan memiliki margin kotor yang cukup tinggi sebesar 57,8% namun margin operasi dan margin bersih berada di teritori negatif. Saham LINK disebut undervalued berdasarkan rasio P/E dibandingkan dengan rata-rata sektor, meskipun rasio P/E sendiri negatif karena kerugian. Kepemilikan saham didominasi oleh Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd (70,66%), yang mengakibatkan float publik rendah, walaupun upaya divestasi telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan free float. Perusahaan beroperasi di sektor jasa telekomunikasi, menyediakan internet broadband dan TV kabel, serta solusi korporat.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: —

Pencarian tidak menemukan sentimen agregat yang jelas untuk LINK.JK di Stockbit. Namun, berdasarkan dinamika pasar saham secara umum dan adanya berita yang kontradiktif (kinerja keuangan yang buruk versus rumor akuisisi yang mendorong harga), sentimen cenderung beragam atau campuran di kalangan pengguna. Diskusi mungkin berfokus pada volatilitas harga dan spekulasi akuisisi.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 50

Sentimen anggota Investing.com terhadap LINK.JK menunjukkan campuran antara pesimistis dan optimistis. Ini mencerminkan ketidakpastian di kalangan investor terkait kinerja keuangan perusahaan yang sedang merugi di satu sisi, namun di sisi lain terdapat potensi katalis positif dari rumor akuisisi.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham PT Link Net Tbk (LINK.JK) mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 214.4% (dari Rp1180 menjadi Rp3710), jauh melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik sekitar 21.42%. Kinerja superior ini sebagian besar didorong oleh spekulasi dan rumor akuisisi yang melibatkan Axiata Group sebagai pemegang saham mayoritas yang ingin divestasi, dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan investor lain sebagai calon pembeli potensial. Meskipun perusahaan melaporkan kerugian bersih yang besar pada tahun 2024 dan Kuartal III 2025, sentimen pasar tampaknya lebih fokus pada potensi nilai dari transaksi akuisisi dan upaya perusahaan untuk memenuhi aturan free float melalui divestasi saham dan potensi buyback.

Outlook

1 Minggu

Target: 3700

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, saham LINK.JK kemungkinan akan bergerak cenderung in-line dengan indeks, namun dengan volatilitas yang tinggi. Harga terakhir pada 19 Desember 2025 adalah Rp3610. Meskipun ada dorongan dari rumor akuisisi, laporan keuangan yang merugi dapat menahan kenaikan signifikan. Aksi korporasi seperti buyback yang dipertimbangkan juga bisa memicu pergerakan. Namun, sentimen pasar mungkin akan menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai rumor akuisisi.

1 Bulan

Target: 4000

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan, LINK.JK berpotensi untuk mengungguli indeks jika ada perkembangan konkret mengenai rumor akuisisi atau rencana buyback untuk memenuhi free float. Target harga dapat mencapai Rp4000, didorong oleh spekulasi investor terhadap valuasi yang lebih tinggi pasca-akuisisi atau peningkatan likuiditas saham. Namun, rilis data ekonomi makro yang negatif atau tidak adanya kejelasan terkait akuisisi dapat membatasi potensi kenaikan.

1 Tahun

Target: 4500

Vs Indeks: Outperform

Untuk satu tahun ke depan, kinerja LINK.JK sangat bergantung pada keberhasilan divestasi saham oleh Axiata dan/atau akuisisi oleh pihak lain. Jika akuisisi terealisasi dengan valuasi yang menarik, saham dapat diperdagangkan di atas harga saat ini, berpotensi mencapai Rp4500 atau lebih tinggi. Namun, jika negosiasi akuisisi gagal atau perusahaan tidak mampu membalikkan kerugian operasionalnya, saham mungkin akan menghadapi tekanan jual yang signifikan. Kemampuan perusahaan untuk memperbaiki fundamentalnya atau pertumbuhan bisnis jangka panjang di sektor telekomunikasi juga akan menjadi kunci.

Berita Terbaru

Rugi Link Net (LINK) Naik Jadi Rp1,03 T di Kuartal III 2025, Beban Jaringan Melonjak (2025-11-12)

PT Link Net Tbk (LINK) mencatatkan kerugian bersih yang membengkak 28,75% menjadi Rp1,03 triliun pada Kuartal III 2025, terutama disebabkan oleh lonjakan signifikan pada beban jaringan dan beban langsung perusahaan.

Harga Saham Tiba-tiba Terbang, Link Net Akhirnya Buka Suara Soal Isu Akuisisi dan Rencana Buyback (2025-12-09)

Manajemen Link Net mengklarifikasi lonjakan harga saham pada awal Desember 2025 yang memicu pertanyaan dari BEI. Perusahaan menyatakan tidak mengetahui informasi material yang belum diungkapkan, namun sedang mempertimbangkan aksi korporasi berupa pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) untuk memenuhi ketentuan free float.

Bos Link Net (LINK) Ungkap Alasan Axiata Investments Indonesia Jual 136,20 Juta Saham (2025-09-03)

Axiata Investments Indonesia, pemegang saham pengendali Link Net, melepas 136,20 juta lembar saham atau 4,76% kepemilikan pada 26 Agustus 2025 seharga Rp3.060 per saham. Aksi ini bertujuan untuk memperbesar porsi saham publik dan memenuhi ketentuan minimum kepemilikan publik (free float) sebesar 7,5% yang diwajibkan oleh otoritas bursa.

Link Net Rugi Rp1,18 Triliun di 2024 (2025-02-10)

PT Link Net Tbk (LINK) membukukan kerugian bersih sebesar Rp1,18 triliun pada tahun 2024, meningkat 122,3% dibandingkan kerugian Rp532,98 miliar pada tahun 2023.

Rumor

Rumor Penjualan Saham Link Net Merebak, Manajemen EXCL dan LINK Angkat Bicara (2025-08-15)

Rumor tentang penjualan mayoritas saham PT Link Net Tbk (LINK) oleh Axiata Group telah beredar luas. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge dan I Squared Capital disebut-sebut sebagai calon pembeli utama, dengan Grup Salim dan Sinar Mas juga dikabarkan melirik. Manajemen LINK mengakui adanya pertimbangan awal dari pemegang saham pengendali untuk menjajaki calon investor strategis.

Pengendali Link Net Jual 136,2 Juta Saham LINK di Tengah Kabar Akuisisi oleh WIFI (2025-09-01)

Aksi divestasi saham oleh Axiata Investment Indonesia terjadi di tengah kabar akuisisi Link Net. Dilaporkan bahwa Axiata berada di tahap akhir penjualan mayoritas saham Link Net dengan estimasi nilai lebih dari USD1 miliar. Direktur WIFI juga menyatakan bahwa proses penawaran (bidding) sedang berlangsung.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 3710
Sentimen Investing.com Mixed 50 %
Sentimen Stockbit Mixed

Buffett Indicator

2.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, keuntungan yang konsisten dan dapat diprediksi, keunggulan kompetitif yang jelas (moat), serta manajemen yang baik, dengan harga yang wajar. PT Link Net Tbk (LINK.JK) saat ini mencatat kerugian bersih yang signifikan pada tahun 2024 dan Kuartal III 2025, menunjukkan profitabilitas yang buruk. Meskipun sektor telekomunikasi memiliki potensi pertumbuhan, kerugian operasional yang terus-menerus adalah bendera merah besar bagi Buffett. Selain itu, ketergantungan pada rumor akuisisi untuk mendorong harga saham bukanlah ciri khas investasi Buffett. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini sangat rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 3700
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 4000
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 4500
Kinerja vs Indeks
Outperform

Untuk satu tahun ke depan, kinerja LINK.JK sangat bergantung pada keberhasilan divestasi saham oleh Axiata dan/atau akuisisi oleh pihak lain. Jika akuisisi terealisasi dengan valuasi yang menarik, saham dapat diperdagangkan di atas harga saat ini, berpotensi mencapai Rp4500 atau lebih tinggi. Namun, jika negosiasi akuisisi gagal atau perusahaan tidak mampu membalikkan kerugian operasionalnya, saham mungkin akan menghadapi tekanan jual yang signifikan. Kemampuan perusahaan untuk memperbaiki fundamentalnya atau pertumbuhan bisnis jangka panjang di sektor telekomunikasi juga akan menjadi kunci.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.