ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 85
Target 1 Minggu: Rp 90
Target 1 Bulan: Rp 100
Target 1 Tahun: Rp 120
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

None (MEJA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dekorasi eksterior, konsultasi manajemen, desain peralatan rumah tangga dan furnitur, dekorasi interior, serta konstruksi berbagai jenis gedung. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012 dan melantai di bursa pada 12 Februari 2024 dengan harga IPO Rp 103 per saham. Model bisnisnya terintegrasi, mencakup konsultasi desain, pelaksanaan konstruksi interior, dan pabrikasi furnitur sendiri. MEJA memiliki portofolio klien yang beragam, termasuk instansi pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta besar. Meskipun penjualan menunjukkan peningkatan (naik >20% per Q2), laba bersih mengalami penurunan signifikan (turun >40%), dan rasio modal menunjukkan peningkatan yang stabil. Perusahaan juga telah melakukan diversifikasi usaha melalui investasi strategis di sektor olahraga padel, perdagangan material konstruksi, serta alat laboratorium dan farmasi. Meskipun demikian, perusahaan sempat diperdagangkan di atas nilai wajarnya dengan P/E ratio yang tinggi (sekitar 227.35), likuiditas rendah, dan fundamental yang belum kuat, membuat analis merekomendasikan kehati-hatian. Kapitalisasi pasar MEJA saat ini sekitar Rp 157,72 miliar.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 45

Diskusi di Stockbit mengenai MEJA menunjukkan sentimen yang campur aduk. Ada indikasi adanya upaya 'menggiring opini' atau 'tukang fear' yang mencoba mempengaruhi harga saham, menandakan volatilitas dan ketidakpastian. Beberapa pengguna mengaitkan MEJA dengan saham IPO lainnya yang juga sangat spekulatif. Secara keseluruhan, sentimen tidak secara jelas bullish atau bearish, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap fundamental dan pergerakan harga yang tidak menentu.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 40

Bagian 'Members' Sentiments' di Investing.com menunjukkan pandangan 'Bearish' dan 'Bullish' secara bersamaan, tanpa konsensus yang jelas di antara para anggota. Analisis sentimen dari analis tidak didukung di platform ini. Mengingat kinerja harga saham MEJA yang bergejolak dan peringatan analis terkait fundamentalnya yang belum kuat, sentimen secara keseluruhan cenderung berhati-hati atau netral condong ke bearish.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Dalam 365 hari terakhir, saham MEJA menunjukkan penurunan yang sangat signifikan sebesar -73.27% (dari Rp 318 menjadi Rp 85), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik +21.42% (dari 7096 menjadi 8616). Ini menunjukkan kinerja yang jauh di bawah rata-rata pasar. Penurunan tajam ini disebabkan oleh beberapa faktor: perlambatan laba bersih perusahaan meskipun ROE stabil, valuasi yang sempat terlalu tinggi (P/E ratio), serta indikasi distribusi saham oleh investor besar yang memicu tekanan jual. Harga saham mencapai titik tertinggi Rp 446 pada Maret 2025 dan terendah Rp 32 pada Agustus 2025, mencerminkan volatilitas ekstrem. Meskipun ada rebound singkat dan keluarnya dari papan pemantauan khusus pada November 2025, serta berita akuisisi yang memicu kenaikan, kinerja tahunan secara keseluruhan tetap negatif.

Outlook

1 Minggu

Target: 90

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, harga saham MEJA diperkirakan akan tetap stabil atau sedikit menguat, didukung oleh sentimen positif dari rencana akuisisi yang masih berproses. Namun, volatilitas yang melekat pada saham ini dan kemungkinan aksi ambil untung (profit-taking) dapat membatasi kenaikan signifikan. Target harga Rp 90.

1 Bulan

Target: 100

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan ke depan, MEJA memiliki potensi untuk mengungguli indeks, terutama jika ada perkembangan positif lebih lanjut mengenai proses akuisisi yang ditargetkan selesai Januari 2026. Kepastian mengenai pengendali baru dan potensi injeksi modal atau perubahan strategi dapat memberikan dorongan yang berkelanjutan. Target harga Rp 100.

1 Tahun

Target: 120

Vs Indeks: In-line

Untuk satu tahun ke depan, prospek MEJA akan sangat bergantung pada implementasi strategi oleh pengendali baru dan keberhasilan diversifikasi usaha. Jika Triple B mampu memperbaiki fundamental perusahaan, meningkatkan profitabilitas, dan mengeksekusi rencana ekspansi dengan baik, saham ini bisa melihat pemulihan. Namun, mengingat sejarah fundamental yang kurang kuat dan likuiditas rendah, kinerja jangka panjang masih akan sangat spekulatif. Target harga Rp 120, mengindikasikan pemulihan moderat dari level terendah namun masih di bawah harga IPO.

Berita Terbaru

Triple B Mau Akuisisi 45% Saham Harta Djaya Karya (MEJA) 2025-09-19

PT Bisnis Bersama Berkah (Triple B) tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi 45% saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dari pemegang saham mayoritas saat ini. Triple B, sebuah perusahaan investasi, bertujuan untuk investasi dan pengembangan serta ekspansi bisnis grup. Akuisisi ini diperkirakan akan menjadikan Triple B sebagai pengendali baru MEJA.

Bakal Punya Pengendali Baru, Saham Harta Djaya (MEJA) Melejit 2025-09-19

Menyusul kabar rencana akuisisi oleh Triple B, saham MEJA sempat melonjak 9,41% ke harga Rp 93 pada penutupan perdagangan 18 September 2025. Proses akuisisi ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan usaha Triple B bersama investor lain.

Proses Akuisisi Saham MEJA Oleh Triple B Ditargetkan Rampung Awal 2026 2025-11-12

Manajemen PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) memperkirakan proses pengambilalihan oleh Triple B akan memakan waktu sekitar dua bulan. Tahap uji tuntas (due diligence) ditargetkan selesai akhir November 2025, diikuti negosiasi dan penyelesaian pembayaran saham pada akhir Januari 2026.

Saham MEJA dan KONI Keluar dari Papan Pemantauan Khusus 2025-11-19

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham MEJA dari papan pemantauan khusus per 19 November 2025. Dengan perubahan ini, saham MEJA dapat diperdagangkan secara normal di pasar reguler, tidak lagi menggunakan skema full-call auction (FCA).

Rumor

Spekulasi Dampak Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan MEJA

Meskipun akuisisi oleh Triple B menjadi berita positif, detail final mengenai nilai transaksi dan waktu penyelesaian masih dalam negosiasi. Terdapat spekulasi di komunitas investor mengenai sejauh mana akuisisi ini akan secara signifikan memperbaiki fundamental perusahaan yang sempat lesu, serta strategi konkret yang akan diterapkan oleh pengendali baru untuk mengembalikan profitabilitas MEJA secara berkelanjutan. Investor mencermati apakah akuisisi ini murni investasi jangka panjang atau berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 85
Sentimen Investing.com Mixed 40 %
Sentimen Stockbit Mixed 45 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan model bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang kuat (moat), manajemen yang solid, utang rendah, dan fundamental keuangan yang kuat serta konsisten menghasilkan keuntungan. MEJA, meskipun memiliki model bisnis terintegrasi dan portofolio klien yang beragam, menunjukkan beberapa ciri yang kurang sesuai dengan filosofi Buffett. Perusahaan ini bergerak di industri yang mungkin tidak memiliki 'moat' yang jelas. Laba bersihnya mengalami penurunan signifikan (turun >40%), P/E ratio sangat tinggi (227.35), dan analis mengidentifikasi fundamental yang 'belum kuat' serta likuiditas rendah. Meskipun ada rencana akuisisi dan diversifikasi, ini masih bersifat prospektif dan belum terbukti dalam kinerja. Volatilitas harga saham yang ekstrem juga akan dihindari oleh Buffett. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini sangat rendah, mungkin sekitar 3 dari 10.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 90
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 100
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 120
Kinerja vs Indeks
In-line

Untuk satu tahun ke depan, prospek MEJA akan sangat bergantung pada implementasi strategi oleh pengendali baru dan keberhasilan diversifikasi usaha. Jika Triple B mampu memperbaiki fundamental perusahaan, meningkatkan profitabilitas, dan mengeksekusi rencana ekspansi dengan baik, saham ini bisa melihat pemulihan. Namun, mengingat sejarah fundamental yang kurang kuat dan likuiditas rendah, kinerja jangka panjang masih akan sangat spekulatif. Target harga Rp 120, mengindikasikan pemulihan moderat dari level terendah namun masih di bawah harga IPO.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.