ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 605
Target 1 Minggu: Rp 615
Target 1 Bulan: Rp 720
Target 1 Tahun: Rp 830
Sentimen Investing: Campuran
Sentimen Stockbit: Campuran cenderung Bullish

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL.JK) Analisis Saham

Diperbarui: tuesday 23 december 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menunjukkan fundamental yang kuat meskipun menghadapi tantangan di sektor menara telekomunikasi. Perusahaan melaporkan EBITDA 9M25 sebesar IDR 5,77 triliun (+0,90% YoY) dan laba bersih IDR 1,54 triliun (+0,10% YoY), dengan margin EBITDA tetap solid di 83,84%. Meskipun pendapatan dari leasing menara inti sedikit melambat di 3Q25, segmen serat optik menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan sebesar 23,90% YoY. Rasio kepenghunian (tenancy ratio) meningkat menjadi 1,55x di 9M25. MTEL memiliki neraca yang sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) kurang dari 1 dan rasio utang bersih terhadap EBITDA 2,3x. Pefindo memberikan peringkat idAAA dengan prospek stabil, mencerminkan posisi pasar yang kuat dan pendapatan stabil dari kontrak sewa jangka panjang. Perusahaan saat ini diperdagangkan dengan diskon sekitar 19,2% terhadap rata-rata EV/EBITDA 3 tahunnya, yang dianggap menarik oleh analis. Manajemen juga menganggap saham ini undervalued dan mempertimbangkan program buyback. MTEL berencana melakukan ekspansi agresif dengan capex Rp5,3 triliun pada tahun 2025 untuk menambah 2.500 tenant baru dan 10.000 km serat optik.

Sentimen Stockbit

Campuran cenderung Bullish

Skor: 65

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen campuran, namun banyak investor mencari titik masuk beli, mengindikasikan harapan akan kenaikan harga. Beberapa komentar menunjukkan bahwa harga Rp580 harus menjadi support untuk kelanjutan pembelian, dan Rp650 adalah target jangka pendek yang realistis. Ada juga pandangan bahwa harga Rp525 menarik untuk diambil. Meskipun ada reaksi jual terhadap berita jangka pendek, ada kepercayaan pada potensi pertumbuhan jangka panjang dan upaya 'Smart Money' untuk mengakumulasi saham.

Sentimen Investing.com

Campuran

Skor: 60

Sentiment di Investing.com dari para anggota menunjukkan pandangan 'Bearish' dan 'Bullish' secara bersamaan, menandakan sentimen yang terpecah di antara investor ritel. Namun, sentimen analis secara keseluruhan adalah 'Strong Buy' dengan target harga Rp771, menyiratkan potensi kenaikan +28.45%. Analisis teknikal juga menunjukkan sinyal yang beragam, dengan Moving Averages cenderung 'Strong Sell' tetapi indikator teknikal keseluruhan bervariasi antara sinyal 'Sell', 'Neutral', dan 'Buy'.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Underperformed

Selama 365 hari terakhir, harga saham MTEL turun sekitar 8,33% (dari 660 menjadi 605), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 21,42% (dari 7096 menjadi 8616). Kinerja MTEL secara signifikan di bawah indeks. Hal ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor. Meskipun fundamentalnya kuat dan ada ekspansi serat optik, MTEL menghadapi moderasi dalam segmen leasing menara inti dan proyeksi kinerja yang datar di Q4 2025 karena lesunya industri telekomunikasi dan churn rate yang meningkat pasca-merger operator seperti XL-Smartfren. Laba kuartalan juga menunjukkan penurunan. Meskipun ada sentimen bahwa saham ini undervalued dan rencana buyback, sentimen pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya mencerminkan potensi pertumbuhan jangka panjang MTEL, mengakibatkan underperformance dibandingkan pasar yang lebih luas.

Outlook

1 Minggu

Target: 615

Vs Indeks: In-line

Dalam satu minggu ke depan, MTEL diperkirakan bergerak stabil dan mungkin sedikit menguat. Meskipun ada sentimen campuran, rating 'Strong Buy' dari analis dan rencana buyback dapat memberikan dukungan harga. Volatilitas jangka pendek diperkirakan tinggi. Target harga Rp615 mencerminkan apresiasi kecil dari harga terakhir yang tercatat di Rp600.

1 Bulan

Target: 720

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan, prospek MTEL cenderung positif. Dorongan dari program buyback saham senilai Rp1 triliun, ekspansi serat optik, dan rating idAAA dengan prospek stabil akan menjadi katalis utama. Sejumlah analis memberikan target harga antara Rp700-Rp860, dengan target rata-rata analis Investing.com sebesar Rp771. Target harga Rp720 mencerminkan potensi kenaikan yang signifikan.

1 Tahun

Target: 830

Vs Indeks: Outperform

Prospek satu tahun untuk MTEL sangat positif, didukung oleh fundamental yang kuat, strategi ekspansi yang agresif di luar Jawa dan ke bisnis serat optik, serta posisi pasar yang dominan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi. Konsensus analis yang sangat bullish (12 'buy', 2 'strong buy') dengan target harga hingga Rp860 mengindikasikan keyakinan pada pertumbuhan jangka panjang. MTEL juga diuntungkan dari peningkatan penggunaan data dan ekspansi jaringan operator, serta potensi adopsi FWA. Target harga Rp830 merefleksikan potensi upside yang substansial.

Berita Terbaru

Mitratel (MTEL) Genjot Ekspansi, Targetkan Pendapatan Melebihi Industri (2025-05-31)

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menargetkan kinerja keuangan 2025 melampaui rata-rata pertumbuhan industri menara telekomunikasi (1,8%). Perusahaan berencana menambah 2.500 tenant baru dan memperluas jaringan serat optik 10.000 km, didukung oleh belanja modal (capex) Rp5,3 triliun.

Punya Kas Tebal, Mitratel (MTEL) Kaji Buyback Saham (2025-06-02)

Mitratel sedang mengkaji potensi buyback saham karena menilai harga sahamnya undervalued. Perseroan memiliki dana kas internal yang cukup untuk mengeksekusi rencana ini, sejalan dengan izin OJK untuk buyback tanpa RUPS.

MTEL Financial News (Bullish) - Stock Buyback. Dividend Announcement. Analyst Ratings. Business Expansion. Bullish (2025-09-19)

Mitratel telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk program buyback saham senilai Rp 1 triliun, bertujuan mengurangi pasokan saham dan meningkatkan nilai per saham di tengah perluasan portofolio menara. Analis dari Indo Premier, Kiwoom, dan MNC Sekuritas memproyeksikan tren naik dengan target harga antara Rp 625 dan Rp 780.

Simak Rekomendasi Saham Mitratel (MTEL), Kinerja Diproyeksi Flat di Kuartal IV-2025 (2025-10-15)

Kinerja MTEL pada kuartal IV-2025 diperkirakan cenderung datar, dengan pertumbuhan pendapatan sekitar 2%, akibat lesunya industri telekomunikasi dan peningkatan churn rate dari merger XL-Smartfren. Risiko utama termasuk ketergantungan pada operator besar dan ketidakpastian makroekonomi.

Utilisasi Mandek, Mesin Laba MTEL Kehilangan Daya (2025-11-04)

Kinerja MTEL menunjukkan momentum yang melambat, dengan laba kuartalan turun tajam dan efisiensi stagnan. Hal ini disebabkan oleh pasar menara yang semakin jenuh dan kompetisi utilisasi yang ketat.

Rumor

Rumor Potensi Merger Antara MTEL dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG) (2025-08-12)

Pada Agustus 2025, muncul rumor di pasar mengenai potensi merger antara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan Tower Bersama Infrastructure (TBIG). Rumor ini beredar di tengah konsolidasi industri telekomunikasi yang sedang berlangsung.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 605
Sentimen Investing.com Campuran 60 %
Sentimen Stockbit Campuran cenderung Bullish 65 %

Buffett Indicator

7.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada bisnis yang mudah dipahami, memiliki moat yang kuat, manajemen yang kompeten, dan harga yang wajar. MTEL bergerak di bisnis infrastruktur menara telekomunikasi yang relatif stabil dan mudah dipahami. Sebagai anak perusahaan Telkom, ia memiliki posisi pasar yang kuat dan pendapatan yang stabil dari kontrak jangka panjang, menciptakan semacam 'moat' (parit ekonomi). Perusahaan menunjukkan manajemen yang disiplin dengan neraca yang sehat dan rencana ekspansi terukur. Meskipun pasar Indonesia secara umum 'Modestly Overvalued' menurut Buffett Indicator, MTEL sendiri diperdagangkan dengan diskon terhadap rata-rata historisnya dan dianggap undervalued oleh manajemen dan analis, serta menawarkan dividen yang menarik. Potensi pertumbuhan dari ekspansi serat optik juga menambah daya tarik jangka panjang. Oleh karena itu, MTEL memiliki beberapa karakteristik yang mungkin menarik bagi Warren Buffett, terutama jika ia menemukan manajemennya sangat kompeten dan valuasi saat ini memberikan margin of safety yang cukup.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 615
Kinerja vs Indeks
In-line
Target 1 Bulan
Rp. 720
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 830
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek satu tahun untuk MTEL sangat positif, didukung oleh fundamental yang kuat, strategi ekspansi yang agresif di luar Jawa dan ke bisnis serat optik, serta posisi pasar yang dominan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi. Konsensus analis yang sangat bullish (12 'buy', 2 'strong buy') dengan target harga hingga Rp860 mengindikasikan keyakinan pada pertumbuhan jangka panjang. MTEL juga diuntungkan dari peningkatan penggunaan data dan ekspansi jaringan operator, serta potensi adopsi FWA. Target harga Rp830 merefleksikan potensi upside yang substansial.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.