ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 1560
Target 1 Minggu: Rp 1650
Target 1 Bulan: Rp 1800
Target 1 Tahun: Rp 2200
Sentimen Investing: Mixed
Sentimen Stockbit: Mixed

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA.JK) Analisis Saham

Diperbarui: wednesday 26 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) bergerak di bidang jasa konstruksi untuk bangunan komersial dan infrastruktur di Indonesia, serta merupakan anak usaha dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Perusahaan ini juga terlibat dalam sektor real estat, penyediaan akomodasi, makanan dan minuman, serta bisnis pendukung lainnya. NRCA telah membukukan laba bersih sebesar Rp 156,3 miliar dari Januari hingga September 2025, meningkat signifikan sebesar 84,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun nilai kontrak baru per September 2025 tercatat turun 17,3% YoY menjadi Rp 2,57 triliun, peningkatan laba bersih yang substansial menunjukkan efisiensi operasional yang lebih baik. Berdasarkan laporan keuangan FY2024, laba bersih NRCA adalah Rp 81,6 miliar, menurun dari Rp 99,5 miliar di tahun 2023. Pada Q3 2024, laba bersih adalah Rp 84,7 miliar, naik dari Rp 82,2 miliar di Q3 2023. Secara valuasi, rasio Price to Book Value (PBV) NRCA per laporan 2024 adalah 0,63x, menunjukkan bahwa saham ini mungkin undervalued dibandingkan dengan valuasi perusahaan. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 0,97 pada FY2024 juga menunjukkan tingkat utang yang terkendali (kurang dari 1 kali modal). Return on Equity (ROE) NRCA pada tahun 2024 adalah 6,78% dan Return on Asset (ROA) 3,44%. Dengan target pendapatan Rp2,45 triliun untuk tahun 2024 dan pencapaian kontrak baru Rp1,50 triliun hingga April 2024, perusahaan menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah prospek pasar konstruksi Indonesia yang positif.

Sentimen Stockbit

Mixed

Skor: 55

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang beragam terhadap NRCA. Ada pertanyaan mengenai suspensi saham dan komentar yang bernada frustasi seperti 'nangis khan kalian... kena jebakan batman. di PHP in...' yang mengindikasikan ketidakpuasan investor terhadap pergerakan saham. Namun, ada juga spekulasi tentang 'bandar nyamar jd broker ritel' yang bisa berarti adanya minat spekulatif. Keseluruhan sentimen cenderung campur aduk dengan sedikit kekecewaan namun juga harapan akan potensi pergerakan harga.

Sentimen Investing.com

Mixed

Skor: 65

Investing.com menunjukkan 'Members' Sentiments' sebagai 'Bearish' dan 'Bullish' tanpa skor tunggal yang jelas, mengindikasikan pandangan yang terbagi di kalangan anggota. Namun, analisis teknikal dan moving averages memberikan sinyal 'Strong Buy' atau 'Buy' untuk NRCA, dengan RSI 14-hari di 78.585 menunjukkan kondisi overbought. Forum diskusi publik yang tersedia tampaknya sudah cukup lama (tahun 2019), sehingga sentimen dari diskusi tersebut mungkin tidak relevan dengan kondisi saat ini. Mengingat sinyal teknikal yang positif meskipun sentimen anggota terbagi, sentimen keseluruhan cenderung 'Mixed' dengan bias positif dari sisi teknikal.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Outperformed

Selama 365 hari terakhir, harga penutupan saham NRCA meningkat dari 392 IDR menjadi 1560 IDR, mencatatkan kenaikan sekitar 297,96%. Pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik dari 7200 IDR menjadi 8553 IDR, atau sekitar 18,79%. Ini menunjukkan bahwa NRCA secara signifikan mengungguli kinerja indeks. Kinerja luar biasa ini didorong oleh beberapa faktor. NRCA berhasil mencatatkan laba bersih yang melonjak 84,5% per September 2025, meskipun ada penurunan nilai kontrak baru secara tahunan. Hal ini mengindikasikan peningkatan efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan proyek yang ada. Selain itu, sentimen pasar yang positif terhadap saham ini juga dipicu oleh aksi borong oleh entitas Grup Djarum, PT Dwimuria Investama Andalan, yang menyebabkan saham NRCA melonjak tajam setelah suspensi dibuka pada Juli 2025. Prospek pasar konstruksi Indonesia secara keseluruhan juga positif, dengan proyeksi pertumbuhan 5,48% pada tahun 2025, didorong oleh investasi infrastruktur dan properti swasta, yang memberikan lingkungan bisnis yang mendukung bagi NRCA.

Outlook

1 Minggu

Target: 1650

Vs Indeks: Outperform

NRCA menunjukkan momentum kenaikan yang kuat dengan harga penutupan terakhir di 1560 IDR dan sinyal teknikal yang positif ('Strong Buy' berdasarkan Investing.com). Volume perdagangan yang tinggi juga menunjukkan minat investor. Dengan adanya sentimen positif dari kinerja laba bersih yang melonjak dan prospek pasar konstruksi, ada potensi kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek. Target harga 1650 IDR adalah proyeksi konservatif mengingat volatilitas saham yang tinggi (24.41%).

1 Bulan

Target: 1800

Vs Indeks: Outperform

Dalam satu bulan terakhir, saham NRCA telah mengalami kenaikan signifikan (101.33% dalam sebulan terakhir). Keberlanjutan proyek-proyek konstruksi yang diperoleh per September 2025 dan peningkatan efisiensi yang menghasilkan lonjakan laba bersih akan terus menjadi katalis. Prospek pasar konstruksi Indonesia untuk tahun 2025 juga mendukung, dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 5,48%. NRCA kemungkinan akan terus mengungguli indeks, terutama jika tidak ada berita negatif yang substansial. Target harga 1800 IDR mencerminkan kelanjutan tren positif ini.

1 Tahun

Target: 2200

Vs Indeks: Outperform

Dalam jangka panjang (satu tahun), NRCA memiliki fundamental yang solid dengan rasio utang yang terkendali (DER 0,97) dan valuasi Price to Book Value yang menarik (0,63x pada FY2024), menunjukkan undervaluation. Prospek industri konstruksi di Indonesia sangat menjanjikan hingga 2030, didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah, relokasi ibu kota ke Nusantara, urbanisasi, dan pertumbuhan FDI. Komitmen perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan mencari peluang proyek baru, termasuk kerja sama kemitraan, akan mendukung pertumbuhan pendapatan dan laba. Dengan kemampuan untuk mencetak laba yang signifikan meskipun penurunan kontrak baru, menunjukkan kemampuan manajemen yang kuat. Oleh karena itu, NRCA diperkirakan akan terus mengungguli pasar dalam jangka panjang. Target harga 2200 IDR mencerminkan potensi pertumbuhan yang kuat dan valuasi yang menarik.

Berita Terbaru

Nusa Raya Cipta (NRCA) Kantongi Kontrak Baru Rp 2,57 Triliun per September 2025

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) memperoleh kontrak baru senilai Rp 2,57 triliun hingga September 2025. Meskipun terjadi penurunan 17,3% secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu, laba bersih NRCA melonjak 84,5% menjadi Rp 156,3 miliar pada Januari-September 2025. Proyek-proyek yang didapatkan termasuk Holiday Inn Express Bandung, Parking Building & Campus Plaza E Gunadarma Depok, dan New Plant AHM Deltamas Cikarang Bekasi.

Order Baru Turun, Margin NRCA Justru Meledak: Ada Apa? (2025-11-17)

Meskipun nilai kontrak baru NRCA per September 2025 turun 17,3% secara tahunan, laba bersih perseroan melonjak 84,5% YoY menjadi Rp156,3 miliar pada kuartal III-2025. Fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional. Saham NRCA juga terlihat menunjukkan pantulan kuat dari area Rp945–Rp970.

Saham Tiba-tiba Meroket 231%, Sempat Ada Kabar Ini (2025-07-21)

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi saham NRCA pada 21 Juli 2025, yang kemudian langsung melompat 24,54% (ARA). Dalam sepekan, saham NRCA terbang 140,52%, dan dalam satu bulan terakhir meroket 231,70%. Peningkatan signifikan ini terjadi di tengah aksi borong oleh entitas Grup Djarum, PT Dwimuria Investama Andalan.

Rumor

Barito (BRPT) Tepis Isu Akuisisi Nusa Raya Cipta (NRCA) (2025-11-15)

Pada November 2025, beredar rumor mengenai kemungkinan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan mengakuisisi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA). Namun, Barito Pacific menepis isu tersebut, menyatakan belum memiliki rencana untuk membawa anak usahanya di sektor properti, PT Griya Idola, melantai di bursa, dan secara implisit membantah rumor akuisisi NRCA.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 1560
Sentimen Investing.com Mixed 65 %
Sentimen Stockbit Mixed 55 %

Buffett Indicator

7.5/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, model bisnis yang mudah dipahami, keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (moat), manajemen yang kompeten, dan valuasi yang menarik. PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) menunjukkan beberapa karakteristik ini. Sebagai perusahaan konstruksi yang terintegrasi dalam grup Surya Semesta Internusa, bisnisnya relatif mudah dipahami. Peningkatan laba bersih yang signifikan di tengah penurunan kontrak baru menunjukkan efisiensi operasional dan manajemen yang adaptif. Selain itu, rasio Price to Book Value (PBV) yang rendah (0,63x pada FY2024) mengindikasikan bahwa saham ini undervalued, yang menarik bagi investor nilai seperti Buffett. Rasio utang terhadap ekuitas yang sehat (0,97 pada FY2024) juga merupakan indikator positif. Sektor konstruksi di Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang baik dengan dukungan pemerintah untuk infrastruktur, yang dapat menjadi 'angin belakang' bagi NRCA. Namun, sifat siklis dari industri konstruksi dan ketergantungan pada kontrak baru dapat menjadi perhatian. Oleh karena itu, meskipun ada banyak hal positif, risiko industri tetap ada, sehingga skor 7.5 mencerminkan potensi yang kuat dengan pertimbangan risiko industri.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 1650
Kinerja vs Indeks
Outperform
Target 1 Bulan
Rp. 1800
Kinerja vs Indeks
Outperform

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 2200
Kinerja vs Indeks
Outperform

Dalam jangka panjang (satu tahun), NRCA memiliki fundamental yang solid dengan rasio utang yang terkendali (DER 0,97) dan valuasi Price to Book Value yang menarik (0,63x pada FY2024), menunjukkan undervaluation. Prospek industri konstruksi di Indonesia sangat menjanjikan hingga 2030, didorong oleh proyek infrastruktur pemerintah, relokasi ibu kota ke Nusantara, urbanisasi, dan pertumbuhan FDI. Komitmen perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan mencari peluang proyek baru, termasuk kerja sama kemitraan, akan mendukung pertumbuhan pendapatan dan laba. Dengan kemampuan untuk mencetak laba yang signifikan meskipun penurunan kontrak baru, menunjukkan kemampuan manajemen yang kuat. Oleh karena itu, NRCA diperkirakan akan terus mengungguli pasar dalam jangka panjang. Target harga 2200 IDR mencerminkan potensi pertumbuhan yang kuat dan valuasi yang menarik.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.