Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 23 december 2025
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 20
Sentimen Investing.com
Skor: 30
Kinerja Tahun Lalu
Status: Outperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 690
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 700
Vs Indeks: In-line
1 Tahun
Target: 780
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mencermati pergerakan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) karena lonjakan harga yang tidak biasa (Unusual Market Activity/UMA). BEI meminta investor untuk berhati-hati dan mencermati perkembangan transaksi saham ini.
Industri minyak sawit nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2025, dengan peningkatan signifikan dalam konsumsi dan ekspor minyak sawit. Konsumsi domestik mencapai 18,5 juta ton hingga September 2025, didorong oleh sektor biodiesel. Ekspor juga meningkat sekitar 13% di periode yang sama.
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) membantah rumor yang beredar di media sosial mengenai akuisisi PT Nusantara Sawit Persada (NSP), anak usahanya, oleh PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU). NSSS menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak ada aksi korporasi yang dilakukan.
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) diperkirakan memiliki prospek pertumbuhan yang solid karena pengelolaan lahan produktif di Kalimantan Tengah, efisiensi operasional, dan peningkatan produktivitas seiring tanaman muda memasuki usia panen optimal. Program biodiesel pemerintah (B40 dan B50) juga menjadi katalis positif.
Samuel Tumbuh Bersama, pemegang saham pengendali PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), melepas 166.666.700 saham NSSS pada 1 Oktober 2025 dengan harga Rp480 per saham, mengantongi sekitar Rp80 miliar. Ini mengurangi kepemilikan mereka di NSSS.
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) mengakui kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa sebagian lahan sawit yang mereka kelola berada di kawasan hutan tanpa izin. Lahan tersebut berlokasi di Kalimantan Tengah dan sedang dalam proses verifikasi.
Rumor
Rumor yang beredar di media sosial pada November 2025 menyebutkan bahwa PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), anak usaha PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), mengakuisisi PT Nusantara Sawit Persada (NSP), anak usaha NSSS. Namun, rumor ini telah dibantah secara resmi oleh PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk, yang menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
4.0/10Warren Buffett kemungkinan tidak akan menyarankan untuk membeli saham NSSS saat ini. Meskipun bisnis kelapa sawit relatif mudah dipahami dan NSSS memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang baik berkat perkebunan muda, efisiensi operasional, dan dukungan kebijakan biodiesel nasional, ada beberapa faktor yang bertentangan dengan prinsip investasi Buffett. Buffett sangat menekankan integritas manajemen dan bisnis yang bebas dari masalah hukum. Pengakuan NSSS mengenai lahan sawit di kawasan hutan tanpa izin menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas dan kepatuhan regulasi, yang akan menjadi red flag besar bagi Buffett. Selain itu, adanya penjualan saham oleh pemegang saham pengendali (Samuel Tumbuh Bersama) dan sentimen bearish dari komunitas investor (Investing.com, Stockbit) menunjukkan kurangnya kepercayaan pasar saat ini. Terakhir, saham NSSS saat ini diperdagangkan di harga Rp 710, lebih tinggi dari target harga rata-rata analis sebesar Rp 625. Buffett mencari 'perusahaan hebat dengan harga wajar' atau 'perusahaan wajar dengan harga hebat', dan harga NSSS saat ini mungkin tidak memenuhi kriteria valuasi tersebut, terutama dengan adanya risiko-risiko yang disebutkan.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Prospek satu tahun untuk NSSS cenderung positif. Perusahaan diuntungkan oleh usia tanaman yang muda, rencana ekspansi kapasitas pabrik, dan peningkatan produksi yang berkelanjutan. Kebijakan B40 dan B50 pemerintah Indonesia akan terus menjadi pendorong utama permintaan CPO domestik. Meskipun ada risiko regulasi terkait lahan tanpa izin, asumsi penyelesaian masalah ini dan pertumbuhan operasional yang kuat dapat mendorong harga saham lebih tinggi dalam jangka panjang, melampaui kinerja indeks.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.