ayo login

Analisis Saham AI Nomor 1 Indonesia. Keputusan Anda, Data Kami.

Orang sombong harus kaya

Harga Saat Ini: Rp 12125
Target 1 Minggu: Rp 11500
Target 1 Bulan: Rp 10500
Target 1 Tahun: Rp 8365
Sentimen Investing: Campuran
Sentimen Stockbit: Campuran

Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:

None (RATU.JK) Analisis Saham

Diperbarui: saturday 29 november 2025

Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.

Grafik Saham

Stock chart

Grafik Indeks

Index chart

Grafik Relatif

Relative chart

Ringkasan

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) adalah perusahaan investasi di sektor minyak dan gas bumi, didirikan pada tahun 2006. RATU memiliki portofolio aset strategis di dua blok minyak dan gas utama di Indonesia: Blok Cepu (dengan hak partisipasi sekitar 2,2423% melalui PT Petrogas Jatim Utama Cendana) dan Blok Jabung (dengan hak partisipasi 8% melalui PT Raharja Energi Tanjung Jabung). Perusahaan ini tidak terlibat langsung dalam kegiatan operasional harian di wilayah kerja minyak dan gasnya, melainkan bergantung pada operator berpengalaman. Kinerja keuangannya sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas sumur yang dikelola oleh operator ini. Laporan proyeksi untuk tahun 2025 memperkirakan pendapatan mencapai USD 64,5 juta, EBITDA USD 30,3 juta, dan laba bersih USD 19,0 juta. Kinerja kuartal pertama 2025 selaras dengan proyeksi tahunan. RATU memiliki kontrak eksplorasi jangka panjang di Blok Cepu (hingga 2035) dan Blok Jabung (hingga 2043). Namun, risiko utama meliputi ketergantungan pada operator blok, ketidakpastian eksplorasi, penurunan produksi alami, dan volatilitas harga komoditas. Perusahaan juga menargetkan untuk bertransformasi menjadi operator blok migas dan sedang dalam proses akuisisi hak partisipasi blok migas.

Sentimen Stockbit

Campuran

Skor: 60

Diskusi di Stockbit menunjukkan sentimen yang cenderung campuran, dengan beberapa pengguna optimis terhadap potensi kenaikan harga saham RATU dan RAJA dalam waktu dekat. Namun, ada juga kekhawatiran dan diskusi mengenai tindakan suspensi BEI tanpa UMA yang dianggap kurang transparan, yang dapat menahan optimisme. Kabar mengenai rencana akuisisi blok migas oleh RATU juga menjadi topik positif.

Sentimen Investing.com

Campuran

Skor: 40

Investing.com menunjukkan konsensus analis 'Strong Buy' dari satu analis, namun dengan target harga IDR 8.365,21 yang mengindikasikan potensi penurunan sebesar -31.01% dari harga saat ini. Analisis teknikal menunjukkan sinyal 'Buy' untuk RSI 14-hari, rata-rata bergerak 5-hari, dan 50-hari. Namun, indikator teknikal keseluruhan dalam satu sumber lain menunjukkan 'Strong Sell', sementara rata-rata bergerak 200-hari juga ada yang 'Buy' dan 'Sell'. Sentimen anggota komunitas Investing.com tidak disajikan secara spesifik dalam bentuk angka, namun keseluruhan sinyal yang bertentangan menunjukkan sentimen yang campuran dan kehati-hatian meskipun ada rekomendasi beli dari analis.

Kinerja Tahun Lalu

Status: Mengungguli

Dalam 365 hari terakhir, saham RATU menunjukkan kinerja yang sangat impresif dengan kenaikan sekitar 745.64% (dari 1435 menjadi 12125). Sementara itu, indeks mengalami kenaikan sekitar 20.45%. Oleh karena itu, RATU secara signifikan mengungguli kinerja indeks. Kinerja luar biasa ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melakukan IPO pada awal tahun 2025 (8 Januari 2025), yang kemungkinan besar mendorong harga saham naik pesat dari harga awal penawaran karena minat pasar yang tinggi dan oversubscription. Selain itu, terdapat berita akuisisi strategis oleh induk usahanya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), di blok minyak dan gas Cepu (Oktober 2024) dan Jabung (Januari 2024), yang secara tidak langsung memberikan sentimen positif kepada RATU sebagai anak perusahaan di sektor yang sama. Adanya produksi minyak dari Blok Cepu pada Agustus 2024 juga menjadi katalis positif. Laporan keuangan semester pertama 2025 yang menunjukkan kenaikan laba bersih dan proyeksi positif untuk tahun penuh 2025 juga mendukung performa saham. Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia sendiri menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan sepanjang 2024, yang juga memberikan lingkungan yang mendukung.

Outlook

1 Minggu

Target: 11500

Vs Indeks: Berkinerja Buruk

Mengingat kenaikan harga yang sangat signifikan dalam setahun terakhir dan fakta bahwa saham ini diperdagangkan dekat dengan batas atas kisaran 52 minggu, ada potensi aksi ambil untung (profit-taking) dalam jangka pendek. Meskipun ada sentimen bullish di media sosial, target harga analis Investing.com yang jauh di bawah harga saat ini menunjukkan potensi koreksi. Oleh karena itu, diperkirakan saham akan berkinerja buruk dibandingkan indeks dalam satu minggu ke depan, dengan kemungkinan konsolidasi atau sedikit penurunan.

1 Bulan

Target: 10500

Vs Indeks: Sesuai Indeks

Dalam satu bulan ke depan, saham RATU kemungkinan akan mengalami periode konsolidasi atau pergerakan yang lebih stabil. Sinyal campuran dari analis (Strong Buy dengan downside target) dan teknikal (Buy vs. Strong Sell) menunjukkan ketidakpastian. Rencana strategis perusahaan untuk akuisisi dan menjadi operator migas adalah positif jangka menengah, namun mungkin belum berdampak signifikan dalam satu bulan. Oleh karena itu, kinerja diproyeksikan akan sesuai dengan indeks, dengan pergerakan yang cenderung datar atau sedikit menurun menuju target analis.

1 Tahun

Target: 8365

Vs Indeks: Berkinerja Buruk

Target harga 12 bulan dari satu analis Investing.com adalah IDR 8.365,21, yang menyiratkan potensi penurunan yang signifikan (-31.01%) dari harga saat ini. Meskipun prospek jangka panjang perusahaan untuk menjadi operator blok migas dan kepemilikan di blok-blok energi strategis menunjukkan potensi pertumbuhan, valuasi saat ini yang sudah sangat tinggi dibandingkan target analis menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, dalam satu tahun, saham RATU diperkirakan akan berkinerja buruk dibandingkan indeks, mendekati target harga analis yang lebih konservatif.

Berita Terbaru

RATU Incar Akuisisi Hak Partisipasi Blok Migas, Target Jadi Operator Blok Migas dalam Jangka Menengah (27 Nov 2025)

Direktur Utama Raharja Energi Cepu (RATU), Sumantri, menyatakan perusahaan sedang dalam tahap akhir proses akuisisi hak partisipasi blok minyak dan gas (migas). Rincian lebih lanjut belum dapat diumumkan. RATU menargetkan transformasi bisnis untuk menjadi operator blok migas dalam jangka menengah, bukan hanya sebagai pemegang hak partisipasi. Berita ini berpotensi memberikan sentimen positif jangka panjang bagi saham RATU karena menunjukkan rencana pertumbuhan dan peningkatan peran dalam industri migas.

RATU Catat Kenaikan Laba Bersih Capai USD 7,65 Juta di H1-2025 (01 Agu 2025)

PT Raharja Energi Cepu Tbk membukukan kenaikan laba bersih pada periode 1 Januari hingga 30 Juni 2025. Laba bersih tercatat USD 7,65 juta, meningkat 3,43% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih ini menunjukkan kinerja operasional yang membaik dan dapat menjadi katalis positif bagi harga saham.

RATU Gelar RUPST Perdana dan Tebar Dividen Tunai Rp 108 Miliar (30 Apr 2025)

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2024 dan membagikan dividen tunai sebesar Rp 108 miliar. RUPST ini merupakan yang pertama bagi RATU sebagai perusahaan publik setelah IPO pada 8 Januari 2025. Pembagian dividen menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham dan dapat meningkatkan daya tarik investasi.

RAJA Jual Lagi Saham RATU, Ada Transaksi Nego di Rp 1.175 (18 Mar 2025)

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), induk usaha RATU, kembali menjual 5,34% saham Raharja Energi Cepu (RATU) melalui transaksi negosiasi di harga Rp 1.175 per saham. Total, RAJA telah menjual 10% saham RATU. Penjualan saham oleh induk usaha dapat diinterpretasikan sebagai upaya divestasi atau realisasi keuntungan, yang mungkin menimbulkan pertanyaan di kalangan investor tentang prospek jangka panjang RATU dari sudut pandang pemegang saham mayoritas.

Produksi Minyak Blok Cepu Dimulai: Sumur Infil Clastic Menghasilkan 13 Ribu Barel per Hari (08 Agu 2024)

Blok Cepu, di mana RATU memiliki hak partisipasi sekitar 2,24%, memulai produksi minyak dari Sumur Infil Clastic dengan hasil 13 ribu barel per hari. Peningkatan produksi di salah satu blok utama yang dimiliki RATU secara tidak langsung berkontribusi pada pendapatan perusahaan, memberikan sentimen positif terhadap kinerja operasionalnya.

Rumor

Diskusi Mengenai Suspensi Saham Tanpa UMA (28 Nov 2025)

Ada diskusi di Stockbit mengenai kemungkinan suspensi saham RATU tanpa adanya Pemberitahuan Aktivitas Pasar Tidak Wajar (UMA) sebelumnya. Investor mengungkapkan frustrasi dan kekhawatiran tentang diskresi Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam melakukan suspensi, meskipun ini adalah diskusi tentang praktik regulasi pasar secara umum, yang dapat memengaruhi sentimen terhadap saham yang bergerak volatil seperti RATU.

Sentimen Bullish Jangka Pendek untuk RATU dan RAJA (28 Nov 2025)

Beberapa pengguna di Stockbit menyatakan sentimen bullish untuk RATU dan induknya, RAJA, dengan frasa seperti 'feeling shii Senin besok sangar nih $RATU $RAJA'. Ini menunjukkan ekspektasi kenaikan harga saham dalam waktu dekat, meskipun bersifat spekulatif berdasarkan sentimen pasar.

Ikhtisar

Sekilas

Harga Saat Ini Rp. 12125
Sentimen Investing.com Campuran 40 %
Sentimen Stockbit Campuran 60 %

Buffett Indicator

3.0/10

Warren Buffett cenderung berinvestasi pada bisnis yang mudah dipahami, memiliki keunggulan kompetitif yang tahan lama (moat), manajemen yang berkualitas, rekam jejak pendapatan yang konsisten dan dapat diprediksi, serta harga yang menarik. Untuk RATU (PT Raharja Energi Cepu Tbk), beberapa aspek membuatnya kurang sesuai dengan kriteria Buffett. Pertama, perusahaan beroperasi di sektor energi yang sangat bergantung pada harga komoditas global, yang cenderung volatil dan sulit diprediksi. Kedua, RATU adalah perusahaan investasi yang berpartisipasi di blok migas, bukan operator langsung, yang bisa membuat bisnisnya kurang 'mudah dipahami' dari sisi kontrol operasional langsung. Ketiga, meskipun ada pertumbuhan pendapatan yang kuat di H1-2025, sifat industri ini secara inheren mengandung risiko penurunan produksi alami dan ketergantungan pada operator pihak ketiga. Keempat, harga saham telah mengalami kenaikan yang sangat besar dalam setahun terakhir, dan target harga analis saat ini menunjukkan potensi penurunan yang signifikan, mengindikasikan bahwa saham mungkin tidak 'murah' atau 'undervalued' saat ini. Oleh karena itu, kemungkinan Warren Buffett akan menyarankan untuk membeli saham ini sangat rendah.

Prospek Jangka Pendek

Target 1 Minggu
Rp. 11500
Kinerja vs Indeks
Berkinerja Buruk
Target 1 Bulan
Rp. 10500
Kinerja vs Indeks
Sesuai Indeks

Prospek 1 Tahun

Target
Rp. 8365
Kinerja vs Indeks
Berkinerja Buruk

Target harga 12 bulan dari satu analis Investing.com adalah IDR 8.365,21, yang menyiratkan potensi penurunan yang signifikan (-31.01%) dari harga saat ini. Meskipun prospek jangka panjang perusahaan untuk menjadi operator blok migas dan kepemilikan di blok-blok energi strategis menunjukkan potensi pertumbuhan, valuasi saat ini yang sudah sangat tinggi dibandingkan target analis menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, dalam satu tahun, saham RATU diperkirakan akan berkinerja buruk dibandingkan indeks, mendekati target harga analis yang lebih konservatif.

Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.

Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.

Newsletter

Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.

Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.