Apakah Anda ingin diberi notifikasi jika kami memiliki analisis baru, berita, atau rumor tentang saham ini? Klik di sini:
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO.JK) Analisis Saham
Diperbarui: tuesday 20 january 2026
Tip: mulai ketik nama perusahaan untuk melihat saran. Tekan Enter atau klik Buka untuk membuka halaman analisisnya.
Grafik Saham

Grafik Indeks

Grafik Relatif

Ringkasan
Sentimen Stockbit
Skor: 60
Sentimen Investing.com
Skor: 50
Kinerja Tahun Lalu
Status: Outperformed
Outlook
1 Minggu
Target: 7700
Vs Indeks: In-line
1 Bulan
Target: 7850
Vs Indeks: Outperform
1 Tahun
Target: 8000
Vs Indeks: Outperform
Berita Terbaru
Grup Sampoerna Strategic telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 65,721% di PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kepada AGPA Pte Ltd, anak perusahaan POSCO International Corporation. Transaksi senilai Rp 9,4 triliun atau Rp 7.903 per saham ini diharapkan membawa SGRO pada prospek pertumbuhan bisnis yang lebih baik di bawah kepemilikan baru.
PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) merencanakan pengalihan saham dua entitas anak usahanya, PT Sampoerna Bio Fuels (SBF) dan PT Sungai Menang (SM), kepada PT National Sago Prima (NSP). Setelah transaksi ini, NSP akan sepenuhnya dimiliki oleh SBF dan SM, entitas terafiliasi anak usaha SGRO.
SGRO mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 236% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 538,28 miliar pada semester I-2025. Kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan penjualan yang mencapai Rp 3,29 triliun.
Ikhtisar
Sekilas
Buffett Indicator
4.0/10Warren Buffett umumnya mencari perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang kuat (moat), bisnis yang mudah dipahami dan dapat diprediksi, serta manajemen yang hebat, seringkali dengan valuasi yang menarik. Meskipun SGRO menunjukkan kinerja laba yang kuat baru-baru ini dan diakuisisi oleh pemain global besar seperti POSCO International, beberapa aspek mungkin tidak sesuai dengan filosofi Buffett. Bisnis inti SGRO adalah minyak kelapa sawit, sebuah komoditas, yang cenderung memiliki moat yang lemah karena harga sangat bergantung pada dinamika penawaran dan permintaan global. Selain itu, terdapat proyeksi pertumbuhan CAGR negatif untuk pendapatan dan laba bersih SGRO dalam lima tahun ke depan dari beberapa analisis, yang akan menjadi tanda peringatan bagi Buffett yang mencari pertumbuhan jangka panjang yang konsisten. Meskipun akuisisi oleh POSCO mungkin membawa stabilitas dan potensi pertumbuhan baru, bisnis komoditas dan proyeksi pertumbuhan yang tidak pasti akan membuat Buffett cenderung berhati-hati, sehingga skor 'Buffett Indicator' ditetapkan pada 4 dari 10.
Prospek Jangka Pendek
Prospek 1 Tahun
Prospek satu tahun SGRO cenderung mengungguli indeks, meskipun dengan hati-hati. Akuisisi oleh POSCO International, perusahaan global besar, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap SGRO dan potensi investasi lebih lanjut. Meskipun ada beberapa proyeksi pertumbuhan CAGR negatif untuk pendapatan dan laba bersih dalam 5 tahun ke depan dari satu sumber, perubahan kepemilikan dan strategi baru di bawah POSCO dapat meniadakan proyeksi tersebut. SGRO akan mendapatkan manfaat dari jaringan dan keahlian POSCO, yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan pangsa pasar. Namun, sifat bisnis komoditas (minyak kelapa sawit) tetap menjadi faktor risiko yang perlu dipertimbangkan dalam jangka panjang. Target harga mencerminkan optimisme moderat terhadap nilai yang akan dihasilkan oleh kepemilikan baru.
Gabung Newsletter kami — update rutin, ringkas, langsung ke email.
Login cepat dengan Google, bisa berhenti kapan saja.
Ada pertanyaan tentang data ini, apakah cocok untuk portofolio Anda atau apa risiko/peluang yang ada? Tanyakan kepada robot kami.
Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi. Ini bukan nasihat keuangan. Kami sangat menyarankan Anda membaca penafian lengkap kami sebelum menggunakan informasi apa pun di situs ini. Penggunaan Anda atas situs ini menandakan persetujuan Anda terhadap ketentuan tersebut.